NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Elio Thomas Sebastian adalah seorang bocah laki-laki berusia enam tahun yang tumbuh dengan sebuah keyakinan menyedihkan, bahwa keberadaannya adalah sebuah kesalahan.

Di usianya yang masih sangat belia, Elio memiliki mata bulat yang jernih, namun selalu redup oleh ketakutan. Dia adalah bayangan kecil yang selalu berusaha tidak bersuara, berharap bahwa dengan menjadi tak terlihat, ayahnya tidak akan merasa terganggu.

Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi Elio. Ya, hari ulang tahunnya yang keenam. Selama berhari-hari, ia telah menabung keberanian di dalam dadanya yang kecil, hanya untuk menanyakan satu hal yang selalu ia simpan rapat-rapat.

Pagi ini, Elio sudah duduk di kursi meja makan. Kakinya yang menggantung berayun pelan, menunggu kehadiran sang ayah.

Sementara di hadapannya, hanya ada sepiring roti lapis yang disiapkan oleh pelayan rumah. Tak ada balon, tak ada kue, bahkan tak ada ucapan selamat.

"Pagi, Dad," sapa Elio.

"Hmm." balas Jeremy dingin tanpa menoleh sedikitpun pada putranya. Ia langsung duduk di kursi ujung, membuka koran digitalnya dan menyesap kopi hitam tanpa gula.

Keheningan di ruangan itu terasa mencekik. Elio meremas ujung bajunya dengan sedikit gemetar.

"Dad..." panggil Elio dengan suara nyaris tak terdengar.

Jeremy tidak menyahut. Jemarinya sibuk menggeser layar tablet, mengabaikan bocah duduk di sampingnya.

"Daddy..." Elio mencoba lagi, kali ini sedikit lebih keras.

Jeremy menghela napas panjang yang terdengar sangat terganggu. Ia menurunkan tabletnya dan menatap Elio dengan mata tajam yang dingin.

"Apa? Jangan membuang waktuku, Elio. Aku ada rapat penting pagi ini."

Elio menelan ludah. Ia merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan sebuah kertas yang sudah dilipat rapi. Itu adalah gambar yang ia buat semalaman. Gambar dimana ada seorang pria tinggi, seorang anak kecil dan seorang wanita berambut panjang yang ia imajinasikan sebagai ibunya.

Di bawahnya tertulis dengan huruf-huruf miring khas anak kecil, happy birthday to me and i love you, daddy.

"Hari ini Lio ulang tahun yang keenam, Dad," bisik Elio dengan binar harapan di matanya. "Apa boleh Lio tanya sesuatu?"

Jeremy hanya menatap datar kertas itu tanpa minat untuk menyentuhnya.

"Cepat katakan."

"Mommy orangnya seperti apa, Dad? Apakah dia... apakah dia sayang sama Lio kalau dia masih ada disini?" tanya Lio.

Brak!

Jeremy menggebrak meja makan hingga cangkir kopi di hadapannya berdenting keras. Elio tersentak, bahunya menciut seketika.

"Sudah berapa kali kukatakan padamu, jangan pernah berani menyebut tentang istriku!" bentak Jeremy. Suaranya memenuhi ruang makan yang luas itu.

"Tapi Dad, teman-teman Lio di sekolah bilang, kalau ulang tahun, ibu mereka selalu—"

"Tutup mulutmu!" Jeremy berdiri, bayangannya yang besar menelan tubuh mungil Elio yang kini mulai terisak. "Kau tahu kenapa dia tidak ada di sini? Kau tahu kenapa dia tidak bisa memelukmu?"

Jeremy melangkah mendekat, mencengkeram pinggiran meja dan menunduk tepat di depan wajah Elio yang sudah basah oleh air mata.

"Dia mati karena melahirkan mu, Elio! Dia kehilangan nyawanya demi memberikan napas pada anak pembawa sial sepertimu! Kau adalah alasan aku kehilangan satu-satunya wanita yang kucintai. Jadi, berhenti bertanya tentangnya! Kehadiranmu di rumah ini saja sudah merupakan pengingat yang menyakitkan bagiku!"

Elio terisak hebat. Napasnya tersengal-sengal, dadanya terasa nyeri seolah dihantam benda tumpul.

"M–maaf, Dad... Lio minta maaf..."

"Maafmu tidak akan mengembalikan dia!" bentak Jeremy lagi. Ia melihat kertas gambar yang dibawa Elio, lalu dengan kasar menyambarnya.

Tanpa ragu, Jeremy merobek kertas itu menjadi dua, lalu empat, dan membuangnya ke atas lantai.

"Berhenti bersikap cengeng. Harusnya kau sadar diri, ulang tahunmu adalah hari kematian ibumu. Tidak ada yang perlu dirayakan dari sebuah tragedi!"

Setelah mengucapkan kalimat beracun itu, Jeremy menyambar tasnya dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Suara pintu depan yang tertutup dengan gebrakan keras menandakan kepergiannya, meninggalkan Elio sendirian di ruang makan itu.

Elio turun dari kursinya dengan tubuh bergetar. Ia berlutut di lantai, memunguti potongan-potongan kertas gambarnya yang kini sudah menjadi beberapa bagian.

Ia mencoba menyatukan potongan itu kembali, namun robekannya terlalu hancur, sama seperti hatinya.

"Maafkan Lio, mom.." isak bocah itu pecah. Ia memeluk potongan kertas itu di dadanya sembari meringkuk di lantai yang dingin.

"Maafkan Lio, karena Lio sudah lahir ke dunia ini... Lio janji gak akan tanya lagi soal mommy..."

Di hari ulang tahunnya yang keenam, Elio tidak mendapatkan pelukan atau kado. Ia hanya mendapatkan kenyataan pahit bahwa ayahnya sendiri berharap ia tidak pernah dilahirkan.

Elio menangis sendirian , memohon ampun pada dunia atas dosa yang bahkan tidak pernah ia lakukan.

"Cup, sayang ... jangan menangis lagi, ya? Nanti mata tuan muda jadi bengkak."

Martha, pelayan tua yang sudah bekerja lama di mansion itu, segera berlari menghampiri Elio.

Hatinya hancur berkeping-keping melihat tubuh mungil itu meringkuk di lantai sambil memeluk potongan kertas yang sudah hancur.

Martha langsung membawa Elio ke dalam pelukannya dan membiarkan air mata bocah itu membasahi celemek nya.

"Martha, daddy benci Lio ya?" isak Elio sesenggukan. "Apa Lio anak nakal karena bikin mommy pergi?"

Martha mengusap punggung Elio dengan lembut, mencoba menyalurkan kekuatan yang ia punya.

"Dengar ucapan bibi, Tuan Muda adalah anugerah terindah yang pernah ditinggalkan nyonya Stella. Nyonya sangat menyayangi tuan muda, itulah sebabnya dia memberikan seluruh hidupnya supaya tuan muda bisa melihat dunia."

Martha merapikan rambut Elio yang berantakan karena keringat dan air mata.

"Tuan Jeremy hanya sedang banyak pikiran. Dia belum sembuh dari lukanya. Tapi itu bukan salah tuan muda," ucap Martha lagi.

"Tapi daddy buang gambar Lio," ucap Lio.

Martha mengambil potongan kertas itu, lalu menciumnya dengan tulus.

"Nanti kita perbaiki bersama di kamar, ya? Sekarang, tuan muda harus kuat. Suatu hari nanti, Tuhan pasti akan mengirimkan seseorang yang bisa mencintai tuan muda dan tuan Jeremy dengan tulus. Seseorang yang akan membawa kembali tawa di rumah ini," ucap Martha sembari mendekap Elio, mencoba menjadi tameng bagi jiwa kecil yang baru saja dihancurkan oleh ayahnya sendiri.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!