NovelToon NovelToon
Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Berbaikan / Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Novel ini adalah sekuel dari novel yang berjudul: Dinikahi Sang Duda Kaya yang sudah tamat sebelumnya.

Alea Ardiman, "The Smiling Shark" yang jenius namun anti-cinta, harus berurusan dengan dr. Rigel Kalandra setelah jatuh pingsan. Rigel, dokter bedah saraf yang dingin, adalah satu-satunya pria yang berani membanting laptop kerja Alea dan mengabaikan ancaman kekayaannya.
​"Simpan uang Anda, Nona Alea. Di ruangan ini, detak jantung Anda lebih penting daripada Indeks Harga Saham Gabungan."
​Alea merasa tertantang, tanpa menyadari bahwa Rigel sebenarnya adalah pewaris tunggal konglomerat farmasi sekaligus "Investor Paus" yang diam-diam melindungi perusahaannya. Ketika Ratu Saham yang angkuh bertemu Dokter Sultan yang diam-diam bucin, siapakah yang akan jatuh cinta duluan di bawah pengawasan ketat Papa Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Guru Saham Dadakan

​"Geser duduk lo. Sempit."

​Alea menepuk sofa kulit di ruang kerjanya, menyuruh Rigel memberi jarak. Setelah sesi makan siang ketoprak yang tak terduga itu, mereka kembali ke kantor Alea. Alasannya sederhana: Alea ingin membalas dendam. Dia ingin memamerkan kecerdasannya untuk menutupi rasa malu karena makan belepotan tadi.

​Rigel menurut, menggeser duduknya sedikit sambil melipat tangan di dada. Matanya menatap geli pada iPad Pro yang disodorkan Alea ke depan wajahnya.

​"Liat grafik ini," Alea menunjuk layar dengan jari telunjuknya yang lentik. "Lo pasti pusing kan liat ginian? Makanya, jadi dokter itu enak, cuma modal hafal nama obat. Kalau gue? Gue harus baca psikologi pasar."

​"Ini gambar apa? Rumput laut?" tanya Rigel dengan wajah polos yang dibuat-buat.

​Alea mendengus, merasa superior. "Bukan rumput laut, Dokter Kulkas! Ini namanya Candlestick Chart. Lilin. Yang hijau artinya harga naik, yang merah artinya harga turun. Anak SD juga ngerti."

​"Oh, lilin. Kirain sandi rumput pramuka," Rigel mengangguk-angguk, padahal dalam hati dia menahan tawa. Grafik yang ditunjukkan Alea adalah pola Bullish Engulfing dasar. Rigel sudah khatam membaca pola seperti ini sejak dia masih SMA sambil main game di kamar.

​"Dengerin baik-baik. Gue kasih kuliah gratis nih, bayarannya mahal tau," Alea mulai berapi-api. Dia menyentuh layar, memperbesar grafik saham perusahaannya sendiri, Triple A Capital.

​"Liat batang hijau raksasa ini?" Alea menunjuk candle panjang yang terjadi beberapa hari lalu—tepat saat Rigel menyuntikkan dana lima puluh miliar. "Ini bukan ulah ritel atau orang iseng. Ini ulah Whale."

​Rigel mengangkat alis. "Whale? Ikan paus?"

​"Iya, Paus! Istilah buat investor kakap yang duitnya nggak berseri. Dia masuk pasar, borong semua barang jualan orang, terus harganya langsung terbang ke langit," jelas Alea dengan mata berbinar kagum. "Gue nggak tau siapa orang ini, tapi insting bisnisnya gila. Dia masuk di detik-detik terakhir pas harga mau hancur. Dia nyelamatin perusahaan gue."

​Rigel menyembunyikan senyum miringnya dengan pura-pura batuk kecil. "Ehem. Mungkin dia cuma orang kaya gabut yang salah pencet tombol beli."

​"Sembarangan! Di dunia saham nggak ada yang namanya kebetulan!" bantah Alea sengit. "Orang ini pasti genius. Dia tau fundamental perusahaan gue kuat. Dia pasti udah analisa berbulan-bulan. Gue yakin dia orang tua yang berpengalaman, mungkin seumuran Papa."

​Atau mungkin cowok dua puluh delapan tahun yang lagi duduk di sebelah lo sekarang, batin Rigel geli.

​"Terus, kalau udah naik gini, kita harus ngapain? Dijual?" tanya Rigel, memancing.

​"Jangan bodoh dong! Liat indikator RSI-nya, ini masih strong uptrend!" Alea mengetuk-ngetuk layar dengan gemas. "Kalau lo jual sekarang, lo rugi bandar! Namanya cut profit kecepetan. Lo harus tahan sampai dia nyentuh garis resisten di atas sini."

​Rigel menatap wajah Alea dari samping. Wanita ini terlihat sangat hidup saat bicara soal angka. Matanya yang tadi sayu karena sakit, kini menyala penuh semangat. Tangannya bergerak lincah membuat garis-garis imajiner di udara. Bibirnya bergerak cepat menjelaskan istilah-istilah rumit seperti Moving Average dan Bollinger Bands.

​Rigel tidak mendengarkan satu kata pun penjelasannya. Dia hanya menikmati pemandangan di depannya. Ternyata Ratu Saham yang angkuh ini bisa terlihat sangat menggemaskan kalau sedang passionate.

​"Lo dengerin gue nggak sih?" Alea tiba-tiba menoleh, memergoki Rigel yang sedang menatapnya lekat.

​"Denger," jawab Rigel cepat. "Tadi lo bilang... tahan sampai garis resisten."

​"Nah, pinter dikit," puji Alea, lalu kembali fokus ke layar. "Sekarang gue tes lo. Liat pola ini. Ini namanya Head and Shoulders. Kepala dan bahu. Kalau bentuknya kayak gini, menurut lo harganya bakal ke mana? Naik atau turun?"

​Alea menunjuk pola grafik yang menunjukkan tren penurunan.

​Rigel tahu jawabannya. Itu sinyal jual yang sangat jelas. Tapi dia ingin melihat reaksi Alea.

​"Naik?" tebak Rigel asal.

​"SALAH!" seru Alea penuh kemenangan, menepuk paha Rigel keras saking gemasnya. "Ya ampun, Rigel! Itu bahunya udah turun! Artinya bakal anjlok! Kalau lo beli di sini, duit lo bakal nyangkut di pucuk pohon! Boncos!"

​Rigel pura-pura meringis. "Rumit banget. Kenapa nggak pakai perasaan aja? Siapa tau harganya kasihan sama saya terus naik."

​"Saham nggak punya perasaan, Dokter!" Alea menutup cover iPad-nya dengan bunyi plak yang tegas. Dia bersedekap dada, menatap Rigel dengan tatapan meremehkan namun jenaka.

​"Gimana? Pusing kan?" tanya Alea sombong, mengangkat dagunya tinggi-tinggi. "Dunia gue itu keras. Satu detik lo lengah, harta lo bisa lenyap. Nggak kayak dunia medis lo yang cuma ngurusin orang sakit."

​Alea menggeleng-gelengkan kepalanya dramatis.

​"Susah kan? Makanya, mending lo jadi dokter aja. Obatin orang, tulis resep cakar ayam. Jangan coba-coba main saham kalau nggak mau miskin mendadak."

​Rigel menatap Alea yang sedang tersenyum puas. Dia ingin sekali tertawa dan bilang kalau portofolio saham pribadinya mungkin sepuluh kali lipat lebih besar dari total aset Alea. Tapi merusak kebahagiaan kecil wanita ini rasanya jahat sekali.

​Biar saja Alea merasa menang hari ini.

​Rigel berdiri, merapikan jas dokternya yang sedikit kusut karena duduk terlalu lama. Dia mengambil tas medisnya.

​"Iya, susah," gumam Rigel pelan, matanya menatap manik mata Alea dalam-dalam, membuat tawa Alea perlahan memudar.

​"Apa?" tanya Alea, merasa ada perubahan nada bicara Rigel.

​Rigel mendekat, mencondongkan tubuhnya sedikit hingga Alea refleks mundur sampai punggungnya menabrak sandaran sofa.

​"Saya bilang, iya, susah," ulang Rigel. Suaranya rendah dan serak. "Membaca grafik saham memang rumit. Tapi buat saya..."

​Rigel menunjuk dada kiri Alea dengan ujung stetoskop yang dia pegang, tepat di mana jantung wanita itu berdetak.

​"Lebih gampang bedah otak daripada nebak hati kamu."

1
Mineaa
wkwkwkwk.....kopi ga tuh.......
aya Aya wae nich dokter satu......
Arix Zhufa
nah ini calon suami idaman....pasti klo udh nikah gk bakal pelit sama istri
Savana Liora: iya. mantap yak
total 1 replies
Arix Zhufa
mau baca cerita soal mama kiana & papa gavin ach
Savana Liora: bacalah kak. dijamin seru. dinikahi sang duda kaya judulnya
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
hati hati Alea macan mau ngamuk mending siap siap panggil pawangnya 🤣🤣
Mineaa
duiiihh..... papa gavin lg konslet kaya nya......hati hati pa.... mulutmu harimaumu....
Alea di tantangin......
papa jual......Alea beli....
Tarwiyah Nasa
waht Alea mewarisi sifat kiana
Aidil Kenzie Zie
up lagi donk tor lagi sert
Aidil Kenzie Zie
👍 Dok
Nisa Naluri
hahahahah🤣....ngakak
Bu Dewi
lanjut kak
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kirain Rigel bakal pamer
Savana Liora: lihat lanjutannya besok. lebih daripada pamer
total 1 replies
Arix Zhufa
makin seru aja
Aidil Kenzie Zie
Papa Gavin nggak dicek dulu siapa sebenarnya dokter Rigel
Savana Liora: nantik2 katanya
total 1 replies
Arix Zhufa
ini adek tiri ya min?
Savana Liora: iya kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
panggil Mama Kia pawang papa Gavin
Aidil Kenzie Zie
Alea masuk jebakan Batman Arka 🤣🤣
Arix Zhufa
si arka dpt dobel untung...
Arix Zhufa
keren lo cerita nya
Arix Zhufa
gak mgkn Rigel jatuh cinta tiba2
Arix Zhufa
😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!