Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat perceraian
selepas kejadian di perkemahan tersebut Rey dan Reva saling tidak menyapa seperti hanya ada diri mereka sendiri di rumah itu.
"Lo tanda tangani surat ini dan jangan ganggu hidup gue lagi!! " ucap Rey menghampiri Reva di kamar dan beranjak hendak pergi.
" Ini surat perceraian kan? " ucap Reva sambil menatap nanar amplop coklat yang sekarang sudah di pegang nya.
" Kalau udah tau gk usah nanyak!! " balas Rey menatap sekilas Reva dari depan pintu.
" Kalau memang itu yang kk mau Reva akan pergi dari kehidupan kk, dan kk juga harus janji kalau andai kata kita bertemu setelah perceraian ini jangan saling menyapa anggap saja kita adalah dua orang asing yang tak pernah saling bertemu. " ucap Reva menatap kosong lantai kamarnya.
" Dengan senang hati " ucap Rey lalu pergi meninggalkan Reva
" memang harus nya begini kan, memang dari awal kami menikah itu semua hanya pura-pura, tapi kenapa aku merasa kalau semua ini tidak pura pura, senyuman hangat Rey, sifat dingin nya dan bahkan hatiku tidak pernah sekalipun berpura-pura untuk nya.
Baiklah memang ini harusnya yang terjadi tapi sebelum aku pergi Rey aku ingin mengucapkan satu hal, i love you Rey, I love you, Aku tidak tau apakah aku akan bisa melupakan mu setelah kita bercerai nanti. L" batin Reva sambil terisak di kamar nya menumpahkan segala kesedihan nya yang ada.
****
" Nak kamu yakin mau bercerai dari Rey? " ucap tante Helen mengengam tangan Reva.
Sekarang Reva sedang berada di rumah orang tuanya karena tante Helen menelepon dan mengatakan ingin bertemu.
" Enggak papa ma, lagian ini keputusan kami berdua." ucap Reva tersenyum sembari menyentuh tangan tante Helen dengan tangan sedikit bergetar.
" Nak maafkan anak mama ya, mama udah tau kejadian yang menimpa kamu pada saat perkemahan kemarin, mama enggak habis pikir Rey lebih memilih wanita yang pernah meningalkan nya daripada istri nya sendiri " ucap tante Helen dengan raut wajah bersalah.
" Enggak papa tante lagian mereka juga saling menyukai bukan, mungkin setelah Reva bercerai dari Rey, Reva akan mendapatkan kabar pernikahan Rey dan Cantika." ucap Reva sambil tersenyum miris.
" Nak Reva mama yakin Rey mencintai kamu nak, tapi dia masih belum mau jujur dengan hati nya sendiri" ucap tante Helen melihat luka yang ada di mata Reva.
" Enggak papa ma, lagian setelah Reva bercerai dengan Rey, Reva akan melanjutkan studi Reva ke jepang sekalian untuk menata hati Reva kembali dan bisa melupakan Rey " jawab Reva sambil tersenyum.
" Baiklah nak kalau memang itu mau kamu ibu dan ayah akan menyetujui nya " ucap ayah Reva mendengar penuturan dari anak nya tersebut.
******
" Rey nanti kamu ikut kan acara pentas seni yang kita adakan untuk kelulusan kita kan? " ucap Cantika yang sedang makan siang bersama Rey.
" Aku ikut kok, kamu tenang aja " jawab Rey dengan senyuman sembari mengelus pipi Cantika.
" Wah wah ada dua sejoli yang lagi dimabuk asmara, padahal si wanita nya udah tau kalau pria yang sekarang menjadi pacarnya sudah menyandang identitas suami orang." ucap Morgan yang tiba tiba menghampiri Rey dan Cantika dengan tersenyum sinis.
" lo jaga omongan lo Morgan, gue nggak bakalan segan segan nyakitin lo meski lo sahabat gue sekalipun!! " ucap Rey menatap tajam ke arah Morgan.
" haha sahabat? Sorry ya gue nggak punya sahabat sebreng*ek lo " ucap Morgan dengan tertawa meremehkan.
" Gue ke sini mau bilang selamat ya atas perceraian lo dengan Reva gue juga dengar dengar kalau Reva bakalan pindah ke jepang melanjutkan sekolah nya disana, gue harap dia bakalan menemukan cowok yang baik disana tidak seperti calon mantan suami nya nanti " ucap Morgan dengan nada penekanan
" apa dia mau pergi ke Jepang! Terserah dia saja, gue juga enggak peduli sama dia " batin Rey.
" Gue enggak peduli sama dia, dan perihal dia ingin ke jepang bukan urusan gue! " ucap Rey kepada Morgan.
" oh ya baiklah kalau begitu, lanjutkan saja kemesraan kalian berdua, dan jika memang lo enggak peduli jangan kejar dia kesana apapun keadaan nya! " ucap Morgan lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
" jadi Reva dan Rey bakalan bercerai, bagus! Rey liat saja gue akan hancurin kehidupan lo hingga lo merasa lebih baik mati saja daripada harus hidup, seperti keluarga lo nghancurin gue dan keluarga gue " batin Cantika dengan Senyum penuh kemenangan.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"