Demi mama, aku rela membohongi dunia dan menyembunyikan identitas asliku. Bahkan, aku juga mengorbankan rasa cinta yang aku punya pada seorang laki-laki. Semua aku lakukan demi mama yang selama ini telah berjuang demi aku. Aku yakin, doa dan restu mama, adalah hal terpenting dalam hidupku.
Apakah aku sangup, tetap menahan rasa ini. Mungkinkah, aku mampu mengubah pandagan lelaki itu padaku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Sebenarnya, ketua terbesar dibalik geng tengkorak ini adalah aku sendiri.
Tapi hal ini tidak ada yang tahu, termasuk orang papanya Nino. Karna itulah aku mengeluarkan anak buah yang ada dalam geng tengkorak. Kalau terjadi sesuatu pada Nino, maka tidak ada yang tahu siapa dalangnya.
Aku dan beberapa anak buahku yang lainnya bersembunyi tak jauh dari mobil Nino yang dihadang oleh preman tengkorak.
Aku sangat tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Nino bukanlah laki-laki lemah yang tidak bisa bela diri.
Seratus delapan puluh derajat berbading terbalik dari yang aku bayangkan. Nino malah mempunyai ilmu bela diri yang sangat langka ada di tanah air ini.
Bela diri yang sulit dipelajari, yaitu bela diri khas Thailand. Yang menggunakan kaki yang lincah, juga tangan yang sangat cekatan.
Bukan hanya itu, Nino malah menggabungkan bela diri khas Thailand dengan bela diri khas China.
Nino melakukan setiap gerakan itu dengan sangat sempurna, tanpa cela sedikitpun. Laki-laki itu mampu membuat aku terkesima dengan apa yang ia lakukan.
Awal yang menyenangkan membuat akhir yang mrnyeramkan. Setelah Nino mampu menumbangkan tiga preman dengan sangat mudah.
Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan anak buah geng tengkorak miliki ku selama ini.
Tapi tunggu, ada yang aneh dengan gerakan Nino tadi. Gerakannya ia perlihatkan, sepertinya aku pernah melihat sebelumnya.
"Ada apa bos? Apa kita harus bergerak sekarang?" kata anak buah yang melihat aku memegang kepala ini.
"Tidak, biarkan dia mengeluarkan apa yang tersembunyi darinya dahulu."
"Apa bos merasa tidak enak atau ...."
"Tidak ada, hanya saja, aku seperti pernah melihat gerakan-gerakan itu. Tapi ntah di mana aku pernah melihatnya," ucapku berusaha mengingat dengan sangat keras.
"Maksudnya bos?"
"Aku pernah melihat gerakan yang Nino gunakan pada ... ya, pada seorang gadis yang setiap kali bertemu ia menabrak ku."
Aku melihat dengan jelas sekarang, kalau gerakan Nino dan gerakan yang menjatuhkan dari gadis itu tidak ada bedanya.
Gadis yang misterius itu mempunya gerakan yang sama persis dengan gerakan Nino barusan. Gerakan menjatuhkan ketiga preman itu.
Apa mungkin ....
"Kurang ajar kamu ...." kata kepala geng preman saat melihat tiga adiknya mampu Nino kalahkan.
Kepala geng tengkorak itu langsung menjambak rambut Nino dengan sangat kuat.
Tapi tiba-tiba, hal aneh lainnya terjadi di sana. Rambut Nino tercabut dari kepalanya.
Tidak bisa aku percaya, siapa Nino sebenarnya. Saat rambut itu tercabut, rambut panjang terurai indah dan berkilau di bawah lampu jalan yang temaram itu.
Gadis cantik yang aku cari belakangan ini, yang hilang bagaikan ditelan bumi. Sekarang terlihat jelas di depan mataku.
Gadis yang telah membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat saat pertama berhadapan dengannya. Gadis yang mampu menghidupkan kembali hatiku yang telah lama mati. Ternyata gadis ini telah bersembunyi dibalik tubuh laki-laki.
Pantas saja, setiap kali aku berdekatan dengan Nino, aku selalu menci bau wangi tubuh gadis itu.
Dua kali bertemu, aku sudah sangat hafal bagaimana bau khas yang ia miliki. Bau tubuh yang harum, yang tidak pernah aku temukan pada wanita manapun selama ini. Hanya ada di tubuh gadis yang setiap kali bertemu, ia pasti menabrakku dengan tubuh munggilnya.
Tapu kenapa ... kenapa harus dia yang menjadi gadi itu? Kenapa harus ....
"Bos, bos apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia menjadi gadis cantik?" kata anak buah ku juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Aku tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Aku hanya bisa nembulatkan mataku sambil melihat apa yang gadis cantik itu lakukan.
"Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Bos, bukannya dia adalah gadis yang bos cari selama ini?"
Pertanyaan demi pertanyaan mereka lemparkan padaku. Membuat kupingku merasa sakit dan kepalaku bagaikan tertimpa beban yang sangat berat.
Sementara di sana, kepala preman sudah dua kali tumbang karna pukulan seorang gadis.
hehhehe
saking ngebut ya maaf sampe ga sempet komen hehehe