Langsung baca saja ya..
Cinta Segitiga antara FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
yuk kepoin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Aku hanya menyukai nya.
__________
Terima kasih selalu menunggu dan selalu mengikuti cerita FAR ini..
Love you so much..
Readers ku tersayang..
Jangan bosan-bosan menunggu ya
________Happy Reading_____
" Aisyah, kamu disini juga! "
Faisal melangkah masuk dengan langkah yang di percepat setelah melihat Aisyah di sana. Faisal sangat terkejut, ini adalah hari dimana Aisyah harus ada di rumah untuk melangsungkan acara pertunangannya dengan Farel namun kenapa Aisyah sekarang ada di rumah sakit dan menunggu Rico seorang diri di sana? .
Faisal pun tak sendiri dia masih bersama dengan Hasan kali ini. Mereka berdua baru saja kembali dari bagian administrasi untuk menyelesaikan pendaftaran dan keuangan untuk Rico.
Mendengar suara itu seketika Aisyah menoleh dan sudah mendapati Faisal yang berdiri tepat di samping nya sembari menatap nya.
" Bang, Aisyah... Aisyah sangat khawatir dengan Bang Rico, jadi Aisyah pergi ke sini untuk melihat keadaannya " jawab Aisyah dengan jujur.
" terus acara pertunangannya? " tanya Faisal yang seolah tengah mengintimidasi Aisyah yang kini sudah tertunduk tak berani menatap mata Faisal.
Aisyah terdiam, dia bungkam seribu bahasa di hadapan ketiga pria yang kini tengah menatap nya.
" sini ikut Abang! " Faisal menarik lengan Aisyah dengan cepat dan mengajaknya keluar dari ruangan dimana Rico di rawat kali ini.
Rico tak tega sebenarnya, tapi dia bisa apa sekarang selain membiarkan Aisyah di bawa oleh abangnya sendiri. Dengan terpaksa Rico hanya bisa tersenyum.
Aisyah hanya menurut saja, dan sekali menoleh ke arah Rico yang tersenyum tipis kepadanya.
Hasan pun sama, dia juga menatap kepergian Faisal dan Aisyah hingga keduanya hilang setelah pintu itu tertutup. Seketika Hasan kembali menoleh ke arah Rico yang masih menatap pintu.
" ekhem!! " sengaja Hasan berdekhem dan membuat Rico menoleh kearah nya.
" gimana keadaaan mu? " tanya Hasan sembari duduk di tempat yang tadi di duduki oleh Aisyah.
" Alhamdulillah, sekarang sudah lebih baik " jawab Rico dengan jelas dan meyakinkan Hasan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja.
" syukurlah " seru Hasan dengan dingin.
Setelah itu tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mereka berdua, mereka saling diam. Dan kini hanya terdengar suara jam dinding yang terus berbunyi dengan iramanya.
_______
Faisal berhenti di taman rumah sakit, dia melepaskan tangan Aisyah dan mengajak Aisyah duduk di salah satu bangku berwarna putih yang memang tersedia dengan gratis di sana.
Sejenak mereka berdua diam, namun setelah beberapa detik Faisal angkat bicara tanpa menoleh ke arah Aisyah yang masih terus menundukkan wajahnya.
" kenapa kamu meninggalkan pertunangan? apa mungkin...??" Faisal menoleh kearah Aisyah membenarkan duduknya untuk menghadap kearah Aisyah." Jangan bilang kalau kamu menyukai Rico? " tanya Faisal penuh selidik yang pasti akan membuat Aisyah cengo dan langsung menatapnya.
" apa kamu benar-benar menyukai Rico? " tanya Faisal menekankan.
Faisal menatap mata Aisyah, mencari jawaban dari pertanyaannya sendiri, Aisyah yang tak mau angkat bicara itu tak membuat Faisal menyerah begitu saja. Meskipun Aisyah tidak berani mengatakannya tapi jawaban itu akan terbaca dengan jelas lewat mata Aisyah.
Faisal memegangi kedua bahu Aisyah, meminta Aisyah supaya menatap matanya. Namun Aisyah malah menunduk membuat Faisal sedikit kesusahan karena itu.
" Aisyah.. lihat abang! apa kamu benar-benar menyukai Rico, hah? " Faisal semakin mendesak Aisyah. Faisal tidak akan berhenti sebelum dia mendapatkan semua jawaban itu dari mulut Aisyah sendiri.
" a-aku...." Aisyah sungguh ragu, dua takut akan mendapatkan amarah dari Faisal, bisa jadi Faisal juga akan menentang perasaannya kepada Rico sama seperti Rayyan, Papanya.
" jawab Aisyah, jawab! " Faisal masih terus mendesak Aisyah. Meskipun tak mudah namun Faisal harus bisa membuat Aisyah buka mulut dan mengatakan semua kebenaran akan isi hatinya.
Aisyah masih sangat ragu dan takut. Restu dari Papanya belum dia dapatkan dia tak mau lagi harus berjuang untuk mendapatkan restu dari para abang nya yang mungkin akan menambah bebannya. Tapi bagaimana pun Aisyah harus tetap mengatakannya, seenggaknya ada salah satu keluarganya yang mengetahui kalau dirinya hanya menyukai Rico dan bukan Farel.
" Sebenarnya.... "
Faisal masih terus sabar menunggu Aisyah yang mulai bicara. " Hem..? "
" Aisyah hanya menyukai Bang Rico, Bang" jawab Aisyah dengan begitu lirih lalu kembali menunduk setelah itu.
Faisal terkejut akan semua yang Aisyah katakan, dia harus berbuat apa sekarang. Aisyah adalah Adiknya sendiri tak mungkin dia akan membantu menikahkan dirinya kepada orang yang sama sekali tidak dia suka dan dia cintai. Tapi Farel? , Farel adalah teman sekaligus sahabatnya, bagaimana dia akan mengatakan kalau dia tak seharusnya menikah dengan gadis yang sama sekali tak menyukai nya dan malah ada laki-laki lain di hati gadis itu.
Ini adalah pilihan yang sangat sulit untuk Faisal, siapa yang harus di pilih dan di bantu untuk mewujudkan keinginan nya, Aisyah adiknya atau Farel sahabatnya.
Faisal menurunkan tangannya dari kedua bahu Aisyah dengan lemas dan kembali duduk dengan posisi yang tadi.
" apa Rico juga menyukaimu? " tanya nya dengan pelan dan sekali melirik ke arah Aisyah.
Aisyah menggeleng, dia tidak tau isi hati Rico yang sebenarnya. Dia benar-benar menyukainya atau mungkin cinta Aisyah hanya sepihak atau malah bertepuk sebelah tangan.
" Aisyah tidak tau, Bang. " jawab Aisyah.
Jawaban dari Aisyah itu lagi-lagi membuat Faisal kebingungan. Belum juga dia menentukan siapa yang akan dia bela, dan sekarang dia mendengar bahwa Rico belum pasti menyukai adiknya.
" apa kamu benar-benar tidak bisa belajar mencintai Farel? " tanya Faisal." Farel,Pria yang sangat bertanggung jawab, dia juga akan bisa menjadi suami dan imam yang baik untukmu, apa kamu benar-benar tidak bisa mempertimbangkan itu semua? "
Aisyah ingin sekali mencobanya, namun dia terus gagal dan terkesan memang tak lagi ada harapan untuknya mencintai laki-laki lain selain hanya Rico saja.
" maaf, Bang" jawab Aisyah yang sebenarnya juga sangat menyesalkan semua yang terjadi padanya. Ini bukanlah kehendaknya sendiri, karena Aisyah juga tak tau pasti kapan dan di mana cinta itu hadir dan mulai tumbuh di dalam hatinya untuk Rico.
Faisal tau itu tak akan mudah untuk Aisyah, cinta yang sudah mulai bersemi tak akan mungkin bisa layu atau hilang begitu saja. Sama seperti dirinya yang terus mencintai satu orang gadis saja hingga sekarang.
" lalu, apa yang akan kamu lakukan? kamu akan berterus terang pada semua orang atau kamu masih ingin diam dan memastikan perasaan Rico dulu padamu? " tanya lagi Faisal.
" biarkan seperti ini dulu Bang. Aisyah akan mengatakan pada semuanya di waktu yang tepat.Jika Bang Rico benar-benar mencintai Aisyah, Aisyah pasti akan mengatakan kepada semuanya. " jawab Aisyah yakin.
" baiklah, tapi ingat Aisyah! jangan sesekali kamu mempermainkan hati. Jangan sampai kamu terkena karma dengan apa yang kamu perbuat sendiri " ucap Faisal dan Aisyah hanya mengangguk.
________
Kabar kecelakaan yang menimpa Rico pastilah langsung didengar oleh kedua orang tuanya. Ya, meskipun mereka juga tau karena di hubungi oleh pihak rumah sakit.
Kedua orang tua Rico terus berlari, mencari ruangan dimana Rico di rawat. Setelah berhasil menemukannya mereka masuk dengan tergesa-gesa karena mereka sangat khawatir dengan keadaan anak tunggalnya itu.
" Astaghfirullah, Rico!! " ucap Susan sembari melangkah mendekati Rico yang memejamkan matanya rapi bukan karena dia tertidur.
Susan dan Marno sangat khawatir, mereka panik melihat keadaan Rico sekarang. " Ujian apa ini, Rico. " imbuh Marno.
Rico membuka matanya dengan pelan dan langsung mendapati wajah-wajah tegang dari kedua orang tuanya. " Ayah, Bunda. Kalian datang? " Rico berusaha keras untuk bisa meraih tangan kedua orang tuanya dengan bergantian lalu bangun dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Yang pasti itu langsung mendapatkan bantuan dari Marno dan juga Susan.
" Hati-hati" ucap Marno dan Susan bersamaan.
Dengan bantuan kedua orang tuanya, akhirnya Rico busa bersandar dan setelah berbaring di ranjangnya.
" sebenarnya apa yang terjadi, Rico? " tanya Susan.
" hanya kecelakaan kecil, Bun. bukan masalah besar " ucap Rico dengan yakin berusaha menghibur Bundanya yang sangat khawatir.
" beneran! " tekan Marno.
" Iya, Yah. Rico tidak apa-apa, ini hanya luka kecil saja sebentar juga sembuh "
klek...
Pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Hasan dari sana. Bunyi yang di timbulkan membuat Marno dan Susan langsung menoleh.
Hasan yang mendapatkan tatapan itu langsung mendekati keduanya, mengalami mereka dengan begitu hormat. " saya Hasan, om tante. Saya ya membawa Rico kesini. " ucap Hasan sekaligus memperkenalkan dirinya pada kedua orang tuanya Rico.
" Terima kasih Nak. Sudah bersedia menolong Rico " ucap Susan dengan lembut.
Hasan hanya mengangguk dan juga tersenyum, dan ingin kali bicara, namun belum juga kata-katanya keluar pintu masuk terbuka dan ternyata ada Aisyah dan juga Faisal yang masuk.
"Assalamu'alaikum.. " ucap Aisyah dan Faisal.
" wa'alaikumsalam. " jawab nya bersamaan.
Faisal dan Aisyah masuk, mereka mendekat dan tentunya juga mengalami kedua orang tua Rico sama seperti yang di lakukan Hasan barusan.
" kalian siapa? " tanya Marno.
" saya Faisal, Om. Dan ini adik saya, Aisyah " jawab Faisal.
Mendengar nama Aisyah seketika membuat Susan langsung menoleh ke arahnya. Gadis cantik, berhijab syar'i dan terlihat penuh dengan sopan santun dan kelembutan.
" apa ini yang namanya Aisyah? dia cantik dan sempurna pantesan saja Rico sangat menyukai gadis ini, bahkan Rico selalu membawanya ke alam bawah sadarnya juga" batin Susan yang langsung mengagumi Aisyah.
" benar-benar calon mantu idaman " celetuk Susan tanpa sadar.
Sontak Rico langsung menubruk Susan dengan tatapan matanya. Menatap Susan yang sepertinya belum sadar akan hal itu. Bahkan bukan hanya Rico yang menatapnya tapi semua yang ada di sana.
" ekhem!! " Marno berdekhem memecah keheningan yang seketika langsung terjadi.
" maaf Om, tante. Kami harus pamit. " ucap Faisal.
" Baiklah. Sekali lagi terima kasih sudah menolong anak saya " tutur Susan.
" sama-sama, Tan. " jawab Faisal lagi.
Mereka bertiga pun benar-benar pulang setelah itu, tinggal Rico dan kedua orang tuanya. Susan terus menatap Rico. " apa gadis itu yang bernama Aisyah, Rico? " tanya Susan.
" Iya, emangnya kenapa, Bun? "
" Dia cantik ya, cocok jadi mantu Bunda. " ucap Susan dengan girang.
" Jangan terlalu berharap pada gadis yang akan menjadi milik orang lain, Bun. " jawab Rico dengan malas.
" maksudnya..?? "
" dia akan bertunangan, Bun. Dan yang jelas bukan dengan Rico. Jadi Bunda jangan banyak bermimpi "
" kenapa nggak boleh bermimpi, bahkan kamu selalu bermimpi juga kan? bunda sangat tau, Rico. Kalau sebenarnya kamu itu sangat menyukai gadis itu " tebak Susan yang memang seratus persen benar.
" menyukai atau mencintai itu tak harus memiliki kan Bun. Karena bagi Rico cinta yang abadi itu tidak harus saling memiliki kan? " ucap Rico dengan sedih.
BERSAMBUNG......
------------------
INILAH BUKTI KATA2 RICO KE IQBAL KMARIN DI RESTO...
RICO - AISYAH
IQBAL - SHELVIA
DANTE - MEYKA
FAREL - FELISHA..
YG MSH TANDA TANYA
FAISAL DGN SIAPA...? AIRA ATAU ANA...??
DN JUGA HASAN - (?????)..
SKRG IQBAL MATI2AN KEJAR2 SHELVIA SEPUPUNYA IHKSAN & AISYAH...