Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 (Malam Pertama)
Pagi harinya Ira merasakan tubuhnya sakit semua dan ingin segera bangun, namun ia merasakan ada sesuatu yang berat menindih tubuhnya, perlahan Ira membuka matanya dan langsung teriak karena terkejutnya
"Aaa!!'
Satria langsung mengerjapkan mata dan terbangun mendengarkan teriakan Ira
"Ada apa sih Ir, kenceng banget teriaknya?" Ucap Satria
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ira
"Tidur" jawab Satria
"Tapi gak peluk-peluk gini juga"Ira berusaha keluar dari pelukan Satria
"Diam, aku masih ngantuk ni"
"Aku mau bangun, bentar lagi subuh Sat, lepasin pelukannya" ucap Ira
Satria berdecak lalu melepaskan pelukannya, Ira langsung melesat ke dalam kamar mandi dan melakukan ritual paginya, kemudian melanjutkan sholat subuh dan membangunkan Satria lagi, kini Satria sudah terbangun dan melakukan kewajibannya untuk beribadah
Satria menoleh ke atas tempat tidur ternyata Ira sudah tidur lagi, perlahan Satria naik ke atas ranjang dan menatap Wajah Ira dengan intens, hatinya berdesir melihat wajah dan leher jenjang istrinya, perlahan Satria menyentuh wajah Ira, menjelajahi mata, hidung dan bibirnya, dengan pelan Satria mendekatkan wajahnya
"Ir, kamu sudah tidur?" Bisik Satria di telinga Ira,
"Sudah" jawab Ira
"Sudah mimpi?" Tanya Satria sambil tersenyum geli
"Sudah"
"Sampek mana mimpinya?"
"Satria!!" Teriak Ira kenceng dan langsung di bekap oleh tangan Satria
"Jangan kenceng-kenceng teriaknya, gak dengar di luar masih banyak saudara, malu, dikira kita lagi melakukan yang enak-enak" ucap Satria
Ira langsung mengangguk-anggukkan kepalanya seperti anak kecil dan Satria terkekeh melihatnya
Satria pun menarik tubuh Ira lagi dan memeluknya paksa, Ira melototkan matanya memberi peringatan namun tidak di hiraukan oleh Satria
"Jangan peluk gini kenapa sih Sat?"
"Manggil suami yang sopan, gak boleh kayak gitu, gak baik di dengar orang" ucap Satria
"Terus aku manggil apa?"
"Ya terserah, penting jangan pakek nama"
"Sayang aja ya?"
"Boleh, harus komitmen ya sana panggilannya"
"Maksudnya?"
"Ya kalau manggil sayang, harus sayang beneran lo"
"Hadeh, Iya Iya, kalau kamu sayang, aku juga iya, kalau kamu aneh-aneh ya nggak jadi sayangnya, aku panggil Sapi"
Satria langsung tertawa mendengar kata Sapi keluar dari mulut istrinya, kemudian Satria menarik tubuh Ira untuk di peluk, namun Ira berusaha melepaskan dirinya
"Aku meluk istri sendiri masak gak boleh, kamu itu aneh Ir, di peluk gini aja sudah heboh teriak-teriak, gimana coba kalau aku masukin?"
"Ya enak" jawab Ira gitu aja
"Coba ya?"
"Jangan berani, ini dah pagi Sat"
Satria langsung membalikan tubuh Ira dan menindihnya, Ira yang hampir ketiduran karena capek langsung kaget dengan apa yang dilakukan Satria dan kini sudah ada di atas tubuhnya
"Apa yang kamu lakukan, jangan gila sat, minggir"
"Gak akan"
Satria memegang wajah Ira dan menindih tubuhnya, jantung Ira berdetak kencang begitu juga dengan yang dirasakan Satria, tangan Ira berusaha meronta namun dengan cepat Satria memeganginya, kini bibir Satria sudah menyentuh lembut bibir istrinya, perlahan Satria **********, pemberontakan Ira kini mulai memudar, dirinya sudah ikut terbuai saat Satria bermain lembut di bibirnya
Gigitan kecil di berikan di bibir Bawah ira hingga hingga Ira membuka mulutnya dan memberikan kesempatan Satria untuk segera mengakses ke dalamnya, permainan lidah kini sudah terjadi, suhu tubuh keduanya sudah semakin meningkat, tangan Satria beralih pelan menyusuri tubuh Ira dan meremas sesuatu yang kenyal dan memberikan rangsa*ngan nikmat di tubuh Ira
Perlahan Ira mulai mendesah, Satria tersenyum saat mendengar ******* lembut dari bibir Ira, kini Satria beralih ke leher jenjang istrinya, di kecup perlahan dan menyusuri nya dengan belaian lidahnya, Ira sudah benar-benar melayang, hingga tubuhnya mulai menegang, tangan Satria menggunakan kesempatan itu dengan membuka baju Ira hingga tak terasa istrinya sudah polos, Satria menghirup bau tubuh Ira yang sangat menyegarkan baginya, hasratnya kian membuncah
Ira merasa sudah tidak kuat lagi menahan hasratnya, tangannya bergerak sendiri membelai tubuh Satria dan kemudian membuka bajunya, Ira terkejut melihat tubuh suaminya yang sixpack dan terlihat sangat seksi, aneh bagi Ira karena merasa semuanya mengalir begitu saja dan sangat nyaman yang dia rasakan, di kecupnya dada bidang Satria perlahan
Satria semakin tidak bisa lagi mengendalikan dirinya, sentuhan yang dilakukan Ira membuat dirinya terus menikmati setiap inci tubuh istrinya, tangannya menyusuri bagian bawah Ira dan terasa hangat disana, Satria melakukannya dengan sangat pelan agar tidak membuat Ira terkejut, karena Satria yakin ini adalah pengalaman pertama bagi Ira
"Kamu siap?"
Ira mengangguk, tapi betapa terkejutnya saat tiba-tiba saja Satria menghentikan aksi menyentuhnya
"Ada apa Sat?" Tanya Ira bingung
"Memohon lah sayang" ucap Satria lirih di telinga Ira
"Apa?, Ini_, kau, baiklah, aku mohon"
"Katakan lebih keras sayang"
"Aku mohon, lakukanlah, aku menginginkanmu"
Satria langsung tersenyum dan ******* kembali bibir Ira, kini seranganya tidak selembut tadi, tapi mampu membangkitkan gai#rah Ira lebih tinggi lagi, tubuh Ira menegang dan mengge*linjang hebat, desa#han berulang kali lolos dari mulut keduanya
Tangan Satria dengan lembut membelai area in*tim istrinya, memasukkan jarinya hingga membuat Ira memekik, dan tak lama kemudian Satria menyusuri tubuh istrinya dan berlabuh di di bagian intim Ira yang sangat lembut, di sana sudah sangat terlihat basah dan Satria dengan pelan menciumnya, memainkan lidahnya disana
"Aah, Sayang" ucap Ira dengan tubuh yang menegang
"Aku masukkan sayang"
"Lakukan pelan"
Satria kini menempatkan miliknya yang sudah menegang, kedua paha Ira pun sudah terbuka lebar menyambut penyatuan, perlahan Satria mencoba memasukkan miliknya, tampak raut wajah Ira berubah seperti menahan sakit, Satria menghentikannya karena tidak tega
"Sakit yang?"
"Sshh, iya"
"Aku teruskan?"
"Lakukan, aku siap"
Satria mencium kening, mata, hidung dan bibir istrinya untuk memberikan ketenangan dan mengalihkan rasa sakitnya, hingga kemudian Satria mencoba kembali memasukkan pusakanya dengan mendorongnya lebih kuat lagi
"Ah, sakit Sat"
"Tahan sebentar lagi"
Satria mencoba mendorongnya kembali dan kali ini akhirnya mampu memasukkannya dengan jeritan kecil dari istrinya, Ira menahan semuanya dengan mencengkram punggung Satria hingga tergores, rasa perih dan sakit seperti sedang membelah tubuhnya
Satria menghentikan gerakannya dan membenamkan sesaat miliknya di dalam sana, terlihat air mata Ira menetes dan Satria menghapusnya pelan, kemudian ******* kembali bibir istrinya untuk mengalihkan rasa sakitnya, saat terdengar desa*han kembali, Satria perlahan menggerakkan miliknya maju mundur
Ada sensasi yang sangat kuat kini merayap dan mengisi seluruh tubuh keduanya, rasa nikmat yang belum pernah dirasakan menghantam keduanya hingga dengan insting alamiah, keduanya menggerakkan tubuhnya untuk mencari puncak kenik*matan
Gerakan Satria semakin cepat dari sebelumnya, Ira mengge*linjang hebat, dan sesaat kemudian keduanya berteriak dan tak perduli lagi dengan apa yang akan orang lain dengar
"AAAKH !"
Sesuatu yang meledak bersamaan sudah terjadi dengan keduanya, Satria masih memacu tubuhnya perlahan, terdengar nafas yang masih memburu, Satria hendak mengulanginya lagi tapi terlihat Ira yang masih kadang meringis menahan rasa sakitnya kembali
"Aku sudahi, atau kita lanjut lagi?" Ucap Satria dengan lembut
"Cukup Sat, perih"
Satria tersenyum dan menciumi wajah istrinya berkali-kali
"Terimakasih sayang" bisik Satria di telinga Ira
Satria segera beranjak dan berbaring di samping tubuh istrinya, keduanya kini mengistirahatkan tubuhnya di bawah selimut yang sama, hampir saja mereka tertidur dan tiba-tiba saja ada suara ketukan dari pintu kamar Satria mengagetkan keduanya
(Akhirnya Author bisa membuat mereka berteriak, bagaimana dengan para pembaca tercinta?, yuk teriakkan suaramu..hehehe)
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️