NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: gustikhafida

Cahaya, wanita berusia 21 tahun. Sikapnya yang ceria dan periang, kini seketika menjadi diam pada suaminya yang bernama Rian Pamungkas.

Pernikahan yang selama 3 tahun mereka hiasi dengan kebahagiaan, seketika sinar di mata Cahaya.

Air mata terus mengalir saat tak sengaja melihat suaminya bermesraan dengan sahabatnya yang bernama Vina.

Sahabat yang tidak pernah dia sangka akan menjadi duri di dalam rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustikhafida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Apa! Fajar!" pekik Rian, "Sayang, kenapa kamu harus meminjamkan mobilmu ke pria itu. Kamu tahu sendirikan, kalau fajar menyukaimu!" ucap Rian..

"Aku capek, Mas. Aku mau tidur. Jangan ganggu aku!" ujar Aya merubah posisinya menjadi memunggungi Rian.

Rian menghembuskan napasnya kasar. Dia meraih pundak istrinya, "Ada apa denganmu, sayang! Jika aku membuat masalah, kamu bisa tegur aku. Tapi jangan seperti ini. Aku tidak bisa di diamkan olehmu. Kamu tahu kan, aku sangat mencintaimu!" ucap Rian di abaikan Aya.

Merasa di abaikan. Rian merebahkan tubuhnya di samping Aya sambil tangannya melingkar di pinggang Aya, "Kita sudah lama tidak melakukan itu. Lebih baik, kita lakukan, yuk!" ajak Rian.

Tangan Aya melepas tangan Rian yang melingkar di pinggangnya, "Aku capek!" ucap Aya menarik selimutnya sampai atas leher. 'Mana mungkin, aku bisa melakukan itu denganmu, Mas. Apa bisa, aku melayani suamiku dengan ikhlas? Sedangkan aku, mengetahui jika suamiku selingkuh dengan sahabatku sendiri? Rasanya sangat sakit!' batin Aya memejamkan mata.

Ke esokkan hari. Sudah pukul 7 pagi, dan Aya masih berpura-pura memejamkan mata saat mendengar suara nada dering di ponsel suaminya.

Rian yang baru saja keluar dari kamar mandi pun segera mengangkat telfon dari Vina sambil sesekali melirik istrinya yang tertidur.

"Malam ini, aku akan tidur di rumah denganmu. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Aku tutup telfonnya. Aku tidak mau Aya tahu tentang ini!" ucap Rian yang di dengar oleh Aya.

'Jadi, malam ini kamu mau alasan apa lagi, Mas? Jujur aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit ini. Aku akan mengambil keputusan lagi. Maafkan aku, mungkin keputusan ku ini, keputusan yang terbaik untuk pernikahan kita!' batin Aya menghapus air matanya.

Rian meletakkan ponselnya di atas meja, dia berjalan menuju lemari dan memakai pakaiannya. Setelah memakai pakaiannya, Rian berjalan lagi menuju ranjang di mana istrinya sedang berpura-pura tidur.

Di ciuumnya kening serta bibbir istrinya yang mungil. "Bangun sayang, sudah siang!" ucap Rian mengusap pipi Aya, membuat Aya pura-pura menggeliat lalu membuka kelopak matanya.

Rian tersenyum manis saat melihat wajah istrinya yang baru bangun tidur. "Kamu mandi, habis itu sarapan pagi. Aku ada pekerjaan mendadak di kantor dan mungkin aku akan menginap di kantor." ucap Rian.

Aya menganggukkan kepala, dia merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Di raihnya ponsel yang berada di atas meja.

"Sayang, jika aku mempunyai salah. Aku minta maaf, ya! Aku tidak mau kamu mendiamkanmu seperti ini."

"Tidak, Mas! Aku mau mandi!" ucap Aya, lalu melihat uluran tangan suaminya.

"Aku harus pergi. Kamu jaga diri baik-baik, ya!" pinta Rian.

Aya menghirup udara sebanyak mungkin, lalu mengeluarkannya kasar. Dia menyalami tangan suaminya, "Hati-hati!" hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Aya saat melihat suaminya pergi keluar kamar.

Setelah benar-benar hilang dari balik pintu kamarnya. Aya mengambil ponselnya lagi dan mengetik sesuatu pada temannya Fajar, membuat fajar seketika menelfon Aya.

Aya menggeser tombol hijau dan mendekatkan benda pipih itu ke telinganya, "Hallo, Mas!" ucap Aya.

"Kamu yakin dengan keputusanmu, Ay? itu bukan keputusan main-main loh!" ucap fajar mengingatkan teman wanitanya.

"Aku yakin, Mas! Aku tidak bisa di bohongi lagi. Aku capek, hatiku lelah, Mas! Sakit. Sudah cukup aku memendam selama beberapa hari ini. Dan sekarang, aku ingin memutuskan untuk bercerai. Setelah ini, aku akan bersiap-siap ke pengadilan untuk mengurus surat ceraiku!"

"Aku temani, ya? Kebetulan pekerjaanku tidak banyak. Dan sekalian, aku mau mengembalikan mobilmu ini." ucap Fajar.

"Tidak perlu, Mas. Aku tidak mau ibu mertua dan Mas Rian salah paham padamu. Aku tidak mau, Mas Rian mengatakan jika kamu menyukaiku. Padahal, jelas-jelas, kamu tidak menyukaiku. Kamu menganggapku sebagai adikmu sendiri, kan?" u

ujar Aya membuat fajar terdiam.

'Aku memang menyukaimu, Ay. Setelah perceraian itu terjadi, aku akan berusaha menaklukkan hatimu. Kamu orang baik, dan sudah sepantasnya kamu mendapat pendamping hidup yang baik juga!' batin fajar.

"Mas! Kamu masih dengar ucapanku, kan?" tanya Aya membuat fajar tersadar dari lamunannya.

"Iya, aku dengar, Ay. Tapi, aku akan tetap menemanimu. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu, Ay!" ucap Fajar tak ingin di bantah.

"Huh! " Baiklah. Kita bertemu di depan komplek saja, Mas! Aku tidak mau ibu mertuaku tahu, dan dia menuduh kita yang tidak benar!" ucap Aya yang di setujui oleh fajar.

Setelah mengakhiri panggilannya. Aya masuk ke dalam kamar mandi. Dia melakukan ritual mandinya secepat kilat. Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk Aya menyelesaikan mandi paginya. Dia berjalan keluar kamar mandi dan mencari pakaian di dalam lemari.

Setelah selesai berdandan. Aya segera mencari berkas-berkas untuk menggugat cerai suaminya.

Drt ...

Drt ....

Getaran ponsel dari atas meja, membuat Aya terkejut saat sedang memandang buku nikahnya. Segera Aya mengambil ponsel dan mengangkat telfon dari fajar.

"Ada apa, Mas?" tanya Aya memasukkan berkas itu ke dalam tas nya.

"Aku sudah hampir sampai, Ay. Kamu sudah di mana?" tanya fajar.

"Aku masih di rumah. Kamu tunggu sebentar, Mas! Aku akan kesana!" ucap Aya lalu memutuskan panggilannya.

Aya berjalan keluar kamar dan menuruni setiap satu persatu anak tangga.

Setelah di lantai dasar, Aya bertemu dengan ibu mertuanya yang sedang bersantai di depan televisi.

"Ibu, aku pamit keluar dulu. Aku mau ke butik!" ucap Aya bohong.

"Butik atau mau menemui selingkuhanmu, itu!" sindir Iris.

Aya mengambil tangan ibu mertuanya dan menyalaminya. "Maafkan aku, Bu. Tapi, di butik ada masalah. Aku tidak bisa meladeni ucapan Ibu terlalu banyak. Aku pergi!" titah Aya berlari keluar rumah.

"Dasar sok sibuk. Pantas saja dia tidak hamil-hamil. Untung, Rian menikah dengan Vina dan sebentar lagi aku akan mempunyai cucu," gumam Iris dengan senyum bahagianya.

Aya berjalan menuju komplek depan perumahannya dengan cepat. Hanya membutuhkan waktu 10 menit, Aya sudah bisa melihat mobilnya yang terparkir tak jauh dari pandangannya. Segera Aya masuk ke dalam mobil.

"Capek, Ay?" tanya fajar perhatian.

"Tidak, Mas! Oh, iya. Maaf, aku sudah merepotkanmu, Mas!" ucap Aya memasang sabuk pengamannya.

"Tidak merepotkan. Tapi, kamu yakin dengan keputusan ini. Kamu akan menjadi janda muda, Ay! Apalagi kamu menikah dengan Rian di usiamu yang masih sangat muda. Kamu siap dengan status barumu itu?" tanya fajar sekali lagi.

"Siap tidak siap aku harus melakukan ini, Mas. Aku tidak bisa membiarkan hatiku di patahkan berulang kali. Rasanya sakit, Mas. Aku tidak sanggup!" ucap Aya.

1
Anonymous
Sya bodoh lemah,
Susi Yanti
aya hrs berfikir gmn klo dia sendiri ternyata hamil anak Rian dong
Yuni Harti
Luar biasa
helmi
bab bak yang aku skip berharap bab selanjutnya sudah cerai..eh tahu2 masih belum juga...
helmi
astaga kayaknya cerainya ini pas mau selesai🤣🤣
helmi
sudah sampai bab 50 belum juga cerai.
ichapurie
cerita yg bisa menjadi inspirasi buat yg pengen jadi pelakor, karena disini pelakor yg seperti wc umum, diterima apa adanya oleh penghianat, /Facepalm/
Daryati Idar
d sini yg menang pelakorny
ichapurie
Ceritaya tentang pelakor dan penghianat yg menang, untung lgsg baca ending, gak zonk
Rochma Wati
Luar biasa
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
lebay baget si Aya,,
Amilawati
muak aku bacah cerita yg perempuan ya TDK punya hrga diri/tolol
block ajah la
Amilawati
karakter Aya yg menjijikan bukan karakter pelakor ya
Amilawati
semoga Aya matiii
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
aya pelacur juga ya
Amilawati
malas bacahaya karakter utamanya Bosh tolol dn muarahn
Amilawati
aya TDK tegas juga,, tingkahnya kaya to LC, murahan
siti sariningsih
gemes rasanya sama Ay, terlalu lemah, tinggalin aja Ray yg banyak drama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!