Menikah karena terpaksa dengan Mario asisten dari saudaranya. Untuk menutupi aib dirinya dan juga keluarganya.
Membuat Valery memperlakukan Mario dengan semena mena.
Mario yang tidak mempermasalahkan perlakuan Valery terhadapnya. Menerima dengan ikhlas karena Mario tahu sifat Valery apalagi Valery sedang mengandung.
Disaat keduanya sudah tumbuh rasa cinta. Disitulah terjadi ke salah pahaman. Membuat Mario langsung keluar dari rumah dan meninggalkan Valery. Dan Valery begitu kehilangan sosok Mario pria yang sudah merubah dunianya.
Akankah keduanya bersatu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 Hal Penting
Jam menunjukkan pukul delapan malam saat Mario kembali ke rumah Lery. Jam yang masih tergolong masih sore bagi dirinya. Senyum terukir dari kedua sudut bibir Mario saat melihat Lery sang istri sedang menggendong Marco di ruang keluarga. Kemudian Mario langsung menghampiri keduanya.
“Istriku sayang dan anak papa yang ganteng,” ucap Mario tapi tidak di hiraukan oleh Lery yang langsung menatap Mario dari ujung kaki ke ujung kepala. “Apa yang kamu lihat istriku sayang. Apa tingkat ketampananku meningkatkan?”
“Ke mana saja kamu baru pulang? Dan apa ini baju siapa yang kamu pakai? Aku tidak pernah melihat kamu memiliki baju ini di rumah,”
“Ya tentu saja bajuku. Jangan berpikir yang negatif. Aku hari ini pergi ke apartemenku. Untuk membersihkan nya. Sudah lama aku tidak membersihkannya,”
“Tapi kenapa ponselmu di matikan?”
“Bukan dimatikan sayangku. Baterai ponselku habis dan aku lupa di apartemenku tidak ada kabel untuk mengisi baterai ponsel,” bohong Mario sambil mengambil alih Marco dari gendongan Lery.
“Awas saja kalau sekali saja kamu membohongiku. Aku tidak akan segan-segan menendang kamu dari rumahku ini. Dan membuat kamu kembali ke asal menjadi ka...” ucapan Lery berhenti saat dengan tiba-tiba Mario mencium bibir Lery.
“Oke istriku. Sebagai pengganti karena aku pulang telat aku akan memasak makan malam untuk kita oke,” sambung Mario setelah melepas tautan bibirnya kemudian memberikan Marco kepada Lery dan dirinya langsung menuju dapur untuk memasak.
“Mario aku sudah kenyang. Jangan memaksaku untuk menghabiskan semua makanan yang kamu masak ini,” ucap kesal Lery saat Mario terus saja menyuapi dirinya ketika keduanya sedang menikmati makan malam.
“Kamu harus makan yang banyak agar Marco mendapat asupan gizi yang cukup. Dan aku pun puas. Walaupun aku tidak bisa menghisapnya tapi aku bisa bermain di gundukan besar dan juga penuh ini sayang,” ucap Mario sambil memegang gunung kembar Lery.
“Apaan sih malu dilihat mbak,” sambung Lery sambil menampik tangan Mario yang masih memegangi gunung kembarnya saat beberapa asisten rumah tangganya masih sibuk membersihkan alat-alat dapur yang baru saja Mario gunakan untuk memasak.
“Tidak masalah mbak juga pengertian. Oh iya malam ini kita bikin adik untuk Marco bagaimana?”
“Mario!”
“Apa sayang. Dosa loh menolak suami,”
“Bodo amat,” sahut Lery yang langsung beranjak dari duduknya kemudian meninggalkan Mario menuju kamar Marco. Membuat Mario langsung tersenyum dan ikut beranjak dari duduknya mengikuti sang istri.
Mario langsung menaruh dagunya di pundak Lery. Saat Lery sedang memompa asi untuk Marco di dalam kamar Marco. Ciuman singkat Mario berikan di ceruk leher istrinya dan tangannya jahil memegang gunung kembar Lery yang terpasang alat untuk memompa asi di boba istrinya.
“Setelah ini. Aku boleh menghisap boba ya? Aku ingin merasakannya,”
“Mario jangan bercanda!” kesal Lery saat Mario mulai jahil menciumi gunung kembarnya.
“Berisik sekali ponsel milikmu. Mengganggu kesenangan saja,” ucap Mario saat ponsel Lery yang berada di atas meja di dekatnya berbunyi.
“Mario biarkan saja,” ujar Lery sambil merebut ponsel miliknya yang baru saja di ambil oleh Mario. Kemudian Lery langsung mematikan ponsel miliknya.
“Siapa tahu penting sayang,”
“Diam!”
“Oke istriku sayang. Aku ke kamar terlebih dulu. Dan aku menunggumu. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu,”
“Katakan saja di sini. Aku akan mendengarkannya,”
“Nanti saja di kamar. Kamu fokuslah biar kamu punya stok asi yang banyak untuk Marco. Dan Marco tidak akan mengganggu kita saat nanti aku akan memberikan adik untuk Marco sekaligus membuat kamu men de sah merasakan kenikmatan,” ucap Mario sambil mencium pipi Lery kemudian dirinya langsung keluar dari kamar Marco. Membuat Lery hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghidupkan ponsel miliknya yang baru saja dirinya matikan,"
Bersambung.................
ini to...
kpn lak wesss ndang....
rono rene...mario...