NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pelakor jahat / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. kontrak pernikahan

.

Sharmila menegakkan tubuhnya lalu melihat ke sekeliling, menyadari dirinya bukan berada di halaman rumahnya. Ia menoleh ke arah Zayden dan bertanya.

"Kita ada di mana?"

"Ada di parkiran Pratama Group," jawab Zayden datar lalu membuka pintu mobil dan turun.

Sharmila menatap punggung pria itu yang menjauh dengan kening berkerut. "Pratama Group? Untuk apa malam-malam ke tempat ini?" gumamnya.

"Nona," seru sopir yang membuka pintu untuknya.

Sharmila mengangguk dan mengucapkan terima kasih lalu turun, mengejar langkah Zayden dengan perasaan kesal. "Kenapa sih dia?" gumamnya lagi.

Sharmila melihat sepertinya Zayden sedang marah. Tapi dia bingung karena tidak tahu apa yang membuat pria itu marah. Dalam hatinya bertanya-tanya apakah dia baru saja melakukan kesalahan.

Di sepanjang jalan, Sarmila begitu mengagumi perusahaan yang dipimpin oleh Zayden. Begitu besar dan mewah, menunjukkan kekuasaan yang tak bisa dibantah.

*

"Kenapa kita ke sini malam-malam seperti ini?" tanya Sharmila ketika mereka telah berada di ruang kerja Zayden.

Mata wanita itu mengedar ke seluruh ruangan. Ruang kerja yang cukup luas dengan desain interior yang mewah benar-benar menunjukkan kapasitas seorang Zayden Arya Pratama, terkesan angkuh, dingin dan penuh kuasa.

Zayden duduk bersandar di atas kursi kebesarannya. Kedua tangannya bersedekap menatap datar ke arah Sharmila.

"Karena aku merasa sepertinya ada yang ingin kamu pertanyakan.”

Mengambil nafas dalam, mempertahankan kesabaran, Sharmila segera duduk di kursi yang berada tepat di hadapan Zaidan hanya berseberangan dengan sebuah meja besar. Dalam hatinya wanita itu ingin memaki, Zayden bahkan sama sekali tak berbasa-basi untuk menyuruhnya duduk.

“Sekarang, katakan! Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Zayden.

Sharmila menata pria itu dengan wajahnya yang datar. Keningnya berkerut, apakah pria itu bisa membaca pikirannya?

“Tadi waktu di depan Kakek dan David, kamu mengatakan bahwa Pratama grup akan bekerja sama dengan Natakusuma dalam penggarapan proyek di kota B. Kenapa kamu berkata begitu? Bukankah sebelumnya kamu ingin menguasai proyek itu seorang diri?

Zayden tersenyum kecil, masih dalam posisi kedua tangan yang bersedekap dan mata yang menatap lurus ke arah Sharmila.

“Menurutmu, kenapa aku melakukan itu?"

"Aku tidak tahu, Aku tidak bisa membaca pikiranmu, dan aku juga tidak suka main tebak-tebakan,” jawab Sharmila dingin.

“Permisi Tuan. Saya mengantar teh untuk Anda berdua." Kedatangan seorang OB yang kebetulan shift malam, membuat Zayden yang baru saja ingin membalas kata-kata Sharmila kembali menutup mulutnya.

Sharmila mengangguk dan mengucapkan terima kasih, beda halnya dengan Zayden yang tetap memasang raut datar.

“Jadi, apa alasanmu?" Sharmila kembali bertanya setelah OB pergi.

“Aku tidak menyangka ternyata Nyonya Pratama seorang pemalas," ucap Zayden sambil tertawa terkekeh. “Bahkan untuk menebak hal sekecil itu pun tidak mau," lanjutnya.

Sharmila hanya mengangkat kedua bahunya. Sebelah tangan yang meraih cangkir teh dan menyesapnya perlahan, dengan mata yang tak beralih dari pria yang sedang duduk angkuh di hadapannya. Sama sekali tidak terpengaruh. Mengingat mereka adalah musuh, mungkin dia harus membiasakan diri untuk mendengar kata-kata pedas dari Zayden.

Zayden menghela nafas dan membetulkan letak duduknya. Kedua matanya menatap lekat wajah wanita di hadapannya. “Kalau aku mengatakan padamu bahwa aku benar-benar mencintaimu apakah kau akan percaya?"

Sharmila memutar bola matanya malas. "Jangan mengalihkan pembicaraan, pertanyaanku!”

Zayden menahan dadanya yang terasa nyeri. Sudah ia duga walau dia bicara Sharmila juga takkan percaya. Tapi pria itu tetap memasang senyum di wajahnya.

“Kenapa menurutmu itu tidak mungkin? Padahal bisa saja, Aku mencintaimu, selalu karena kamu membenci David, aku juga ikut membenci orang itu. Apa menurutmu alasan itu tidak masuk akal?"

Sharmila menghela nafas lelah kedua tangannya terlipat di depan dada bersedekap dengan posisi yang sama persis seperti Zayden. “Selera humormu cukup tinggi juga."

Apa yang bisa dilakukan oleh Zayden selain lebih bersabar lagi. "Baiklah baiklah. Aku tahu Nyonya Pratama tidak suka bercanda. Biar aku katakan intinya.”

Sharmila hanya diam dan memperhatikan, menunggu apa yang akan diucapkan oleh pria itu.

“Natakusuma group sedang kekurangan dana, dan tidak mampu mengembangkan proyek sebesar itu. Kamu dan pamanmu tahu, tapi orang luar sana dan para investor bahkan tidak tahu.”

Sharmila terdiam, apa yang diucapkan oleh Zayden memang benar. Dan sebenarnya dalam pernikahan mereka, bukan Zayden yang sebenarnya mengambil keuntungan dari proyek kota B. Namun Sharmila juga memanfaatkan Zayden untuk membiayai proyek tersebut.

“Kamu pasti tidak mau orang lain tahu itu kan?" tebak Zayden. “Sedangkan kamu juga tidak mau proyek yang sudah susah payah kamu tangani sejak awal tiba-tiba diberikan kepada David.”

Lagi-lagi Sharmila terdiam. Zayden benar-benar seperti cenayang yang bisa menembus masuk ke dalam otaknya.

“Sekarang kita bekerja sama. Tapi bisa saja David tiba-tiba cari masalah, apalagi dia tahu kalau kita menikah cuma pura-pura. Suatu saat dia pasti akan membongkarnya menggunakan itu sebagai senjata untuk menjatuhkan kamu. Dan kamu akan terkena masalah di hadapan para dewan direksi dan pemegang saham.”

Rahang Sharmila mengeras, tanpa sadar tangannya terkepal. Sebenarnya memang ini yang ia takutkan. David bukan orang yang mudah dihadapi. Ayah dari Vivian itu adalah orang yang sangat licik dan suka menghalalkan segala cara. Jadi, jalan satu-satunya yang bisa ia tempuh adalah berlindung pada Zayden.

“Lalu apa maumu sekarang? Aku tahu kamu untuk membelaku tentu bukan hal gratis?”

Zayden membuang nafas kasar. Wanita di hadapannya ini selalu berpikiran buruk padanya. Tapi mau bagaimana lagi, hatinya sudah benar-benar terjerat. Tangan Zayden bergerak membuka laci yang ada di meja kerjanya, mengeluarkan sebuah map hitam yang sengaja ia buat setelah mereka berdua menikah.

Zayden membuka map itu, memeriksanya sebentar kemudian meletakkannya di meja di hadapan Sharmila. “Kamu lihatlah kontrak ini! Kalau kamu merasa ragu kamu boleh berkonsultasi dulu dengan pengacaramu,”

Kening Sharmila berkerut tapi ia mengambil juga map itu, menatap sebentar ke arah Zayden sebelum perlahan membukanya.

“Kontrak pernikahan?" tanyanya tak mengerti. Ia kembali menatap ke arah Zayden untuk minta jawaban. “Kita ini hanya pura-pura menikah, untuk apa harus memakai surat kontrak segala?”

Sharmila tertawa terkekeh membaca setiap poin yang ada di kontrak tersebut. Bahkan ada poin tentang pelimpahan harta jika satu di antara mereka selingkuh. Apakah Zayden terlalu serius dalam mendalami perannya?

Zayden menyesap tehnya yang mungkin sudah dingin, lalu membuang nafas kasar. "Bisnis adalah bisnis, dan aku tidak mau dirugikan,” ucapnya.

“Hahhh, aku tahu. Tuan Zayden ini memang semua harus dihitung untung dan rugi.”

"Tentu saja, kalau tidak begitu Bagaimana aku bisa sekaya ini sekarang,” ucap Zayden dengan sombong. Bibirnya tersenyum mengejek, matanya terlihat meremehkan, tanpa Sharmila tahu jika dalam hatinya ia berkata...

“Tak peduli bagaimana cara kamu berpikir tentangku, yang penting aku bisa mengikatmu untuk tetap di sisiku.”

1
v_cupid
wahhh
Zakaria Nasution
kebanyakan masalalu
v_cupid
mulai deh
v_cupid
sip cerita nya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih kak
total 1 replies
Marina Tarigan
kedua veo oni bodoh soal perasaan pintar dlm minpin perusahaan mknya keterbukaan perlu dlm pernikahan
Marina Tarigan
katanya impoten sarmila juga pernah menhangka begitu
Marina Tarigan
hantam saja Karina semoga kamu bisa kalau kau berhasil terima kasih hancurpun lenya dari muka bumi ini emang kami pikori kami tdk makan dari perusahaan itu mampus pun kamu semua ke naraka sana apa urusan kami
Marina Tarigan
jgn binatang yg serakah itu menang thour sdh cukup korban ayahnya Aria yg korban dan mati sdh cukup aria yg susah payah membesarkan perusahannya itu berkembang buat Karina dan Tristan sepeperti Devan yg salah yg hancur bukan yg kerja keras
Marina Tarigan
hancurkan Tristan biadap sm kek ibunya serakah kurang ajar biadap mau merebut punys orang yg sdh kamu plototi uang ayahnya Rian sampai dipenjara dan meninggal ulah Karina biadap itu tak selamanya kamu bisa moroti orang niadap
v_cupid
waahh musuh baru muncul
v_cupid
lucu
Marina Tarigan
semoga otong Devan tifur selamanya karena niatnya mau meniduri Sarmila gak jadi deh
Marina Tarigan
hancur bagi orang yg menganggap sepele pd hal yg sangat pentimg masa pernikahan yg tgl beberapa memit lagi ditunda besok dimana letak otaknya sdh salah berulah terus nilmati daja nak
Marina Tarigan
terima ksh penyelamat semoga Devan tgl nama saja ya upah orang gila
Marina Tarigan
dlm situasi imi sedikit aku rasa Sarmila kurang peka pd hal sdh ber kali2 Devan selalu mengusiknya aturannya kantor itu kantor besar kgm lawan dgn kata2 membangkitkan kemarahan tpi dhn kelembutan supaya bisa terhinfar dr orang yg sdh lepas kendali tapi karena imo verita halu boleh2 saja harus pake taktik bukan marah2
Marina Tarigan
good Devan baru Devan namanys bagus sekali tdk bisa secara baik kekerasan ya semoga berhasil dan akibatnya Sarmila akan makin benci padamu dan keselamatanmu mkn terancam beserta perusahaanmu bodat
Marina Tarigan
orang gila mau merampas istri orang aneh
Marina Tarigan
tak ada itu seberaninya menilai orang presiden istrinya saja tak berani bertindak begitu ini artis ya 1 triliun honornya sekali manggung ya. ada2 saja
Marina Tarigan
masa pernikahan yg sesuai peraturan yg sdh dilaksanakan secara agama hukum sandiwara aneh
Marina Tarigan
vivian zdevan manusia biadap gila tdk waras masa pernikahan hari h ditunda begitu saja sdh dirias pengantin nya persiapan sdh selesai semua mampus lo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!