Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.
Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.
Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini
Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini
Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.
Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alvonso dan Laras
Laras terbangun dan duduk di ranjang melihat anak - anaknya masih tertidur. Laras mengedarkan pandangannya dan melihat Alvonso sedang tertidur duduk sambil memegangi tangan anaknya.
Laras bahagia melihatnya kemudian Laras melihat 2 sahabatnya sedang duduk di sofa. Laras pun masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah selesai Laras keluar dan berjalan menuju ke 2 sahabatnya Clarisa dan Maria.
" La, siapa laki - laki itu ?" tanya Maria sambil menunjuk Alvonso yang sedang duduk dan tertidur di sanping ranjang anaknya.
" Dia Alvonso bosku tempat aku kerja dan bapak dari ketiga anak - anakku." jawab Laras
" What ??" teriak mereka serempak
Alvonso dan 2 anak kembar terbangun mendengar suara teriakan 2 sahabat Laras.
Laras melototkan ke 2 sahabatnya sedangkan 2 pelakunya hanya bisa cengar cengir meminta maaf.
" Maaf mengganggu." ucap Maria dan Clarisa tersenyum kikuk
Tidak berapa lama jari - jari tangan kecil Alvonso bergerak.
" Mommy.. " lirih Alvonso junior
Alvonso dan Laras terkejut dan menghampiri anak pertamanya.
"Sayang, kamu sudah sadar, mana yang sakit sayang?" tanya Laras
" Punggung Al masih perih Mom, Paman gimana adakah yang sakit ?" tanya Alvonso junior
" Sayang jangan panggil dia paman panggilah Daddy, Al pengen ketemukan dia Daddy Al?" jawab Laras.
" Benarkah Mom?" tanya Alvonso junior tersenyum bahagia.
Mommy mengangguk dan Alvonso kecil tersenyum.
" Daddy." panggil Alvonso junior
" Iya sayang, daddy senang melihatmu maafkan daddy membuatmu terluka" ucap Alvonso sendu
" Tidak daddy, Al tidak ingin daddy terluka." ucap Alvonso junior tulus
" Terima kasih sayang tapi jangan lakukan itu ya daddy jadi sedih kalau terjadi denganmu." jawab Alvonso
Alvonso mengecup kening anaknya dan memeluk dengan sayang. Alvian dan Alviana datang dan meminta daddynya untuk memangkunya.
" Mas aku tinggal ya biar kalian bisa mengobrol aku akan ke kantin sama 2 sahabatku untuk menjelaskan semuanya." bisik Laras ditelinga Alvonso
Alvonso hanya mengangguk dan tersenyum
" 3 Al kalian disini sama Daddy ya, Mommy sama Mama dan Bunda ingin keluar sebentar. Di meja sudah ada makanan kalian makan ya!" perintah mommynya.
" Ok Mom." jawab 3 Al
Laras, Clarisa dan Maria keluar menuju kantin rumah sakit. Mereka memesan makanan sambil menunggu pesanannya. Laras pun di sidang oleh mereka.
" Gimana La, cerita donk?" tanya Maria
Laras pun menceritakan semuanya dan rencananya mereka akan segera menikah. Besok Laras dan ke tiga anaknya menemani Alvonso untuk menemui ibunya Alvonso.
" Aku senang jika kamu bahagia bila bersamanya, jika dia menyakiti hatimu kabari kami, kami akan selalu membantumu." kata Clarisa
" Iya La kami akan selalu ada untukmu." ucap Clarisa tulus
" Terima kasih kalian berdua memang sahabat baikku. Kamu gimana Mar, sudah menemukan tambatan hati?" tanya Laras
" Aku naksir dokter Kennath pemilik rumah sakit ini tapi aku takut terluka." ucap Maria sendu
" Apa yang membuatmu takut? tanya Clarisa
" Aku takut dia anak kaya raya pemilik rumah sakit ini juga dia seorang CEO sedangkan aku ya walau ayahku seorang CEO juga tapi perusahaan kecil kalah jauh dengan dokter Kennath. Jangan terlalu berharap nanti sakit, apalagi kalian tahu aku sudah dua kali terluka." jawab Maria sendu
" Lupakan masa lalumu Cla, berteman baik saja dengan dr. Kennath jodoh tidak akan kemana." jawab Laras sambil memberi nasehat
" Betul katamu La, jadi jangan putus asa ya Mar?" sambung Clarisa.
" Kalau kamu gimana Cla?" tanya Laras
" Belum ada, doain semoga aku bisa bertemu dengan jodohku." ucap Clarisa
" Oh ya sudah malam aku mau pulang ya pamit." Clarisa
" Maaf ya Cla aku tidak bisa menemani aku ada janji jadwal operasi." ucap Maria sambil melihat jamnya, Maria terkejut sebentar lagi jadwalnya.
" Maaf aku duluan sebentar lagi mau operasi bye." ucap Maria
Maria pamit dan pergi menuju ke ruangan prakteknya, Clarisa pun ikutan pamit pulang sedangkan Laras menuju ke ruang rawap inap.
Ceklek
Laras membuka pintu kamar dan melihat Alvonso bercanda dengan ke 3 anaknya. Laras sangat bahagia melihat mereka.
" Wah sepertinya seru nich, Mommy ikutan donk ?" ucap Laras sambil tersenyum
" Boleh Mom, Daddy lucu Mom bisa menirukan suara binatang." ucap Alviana
" Kalian senang ya bisa bertemu dengan Daddy?" tanya Laras
" Senang Mom, sebenarnya kita sudah dua kali ketemu Mom tapi kami tidak tahu kalau paman sebenarnya Daddy." jawab Alvonso junior
" Daddy waktu itu kok tidak mengenal kami?" tanya Alvonso junior karena hanya dia yang belum tahu sedangkan kedua adiknya sudah diberitahukan oleh daddynya.
" Maaf ya soalnya Mommy dan Daddy mau bikin kejutan buat kalian bertiga tapi karena kak Alvonso terluka kejutannya jadi batal deh." ucap Alvonso berbohong lagi.
" Sekarang sudah malam kalian tidur ya." perintah Laras
" Baik Mom." jawab 3 Al serempak
3 anak kembar itupun tidur sedangkan Laras dan Alvonso duduk di sofa.
" Mas, besok pagi kalau mandi tidak membawa pakaian ganti ?" tanya Laras
" Oh ya Mas akan menelepon Ronald dulu." jawab Alvonso
Alvonsopun menelepon asistennya Ronald setelah selesai handphonenya dimasukkan kembali ke kantong jasnya.
" Mas jasnya tidak dibuka ?" tanya Laras
"Kenapa kamu ingin melihat tubuhku ?" tanya Alvonso sambil menggoda
" Aish Mas kok sekarang jadi mesum sih? maksud aku apakah mas tidak merasa panas?." tanya Laras.
" Mesum sama kamu tidak apa - apa, mas tidak sabar menikah denganmu. Panas sih, ya sudah mas buka jasnya." ucap Alvonso
Alvonso membuka jasnya beserta dasinya dan menaruhnya di atas meja kemudian membuka 3 kancing bagian atasnya terlihat dadanya yang berbulu yang membuat Laras tidak berkedip ditambah kemeja lengannya di gulung menambah ke tampanannya.
" Aku tahu aku tampan." ucap Alvonso puji diri sendiri.
" Siapa yang melihatnya , aku cuman memikirkan kalau bulu Mas dicabut sakit tidak ya?" tanya Laras berkilah karena ketahuan memandangi tubuh Alvonso.
" Ya sakitlah sayang tega sekali dirimu berfikir seperti itu." ucap Alvonso sambil memeluk Laras
Laras hanya senyum, mereka berdua ngobrol sambil memandang ke tiga anaknya yang sedang tertidur
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut