"tolong....."
"tolong kami..."
"lepaskan rantai inii..."
"toloongg!!!!"
Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.
Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?
yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15. Reinkarnasi Nadira dan Rehan
Nadira beserta Aksara dan Elsa sudah bersiap untuk pergi menuju pondok pesantren kiyai Syafiq. Mereka sudah mempacking barang-barangnya dan siap untuk berangkat sekarang juga.
"ayah, bunda Nadira pamit dulu ya. Do'ain Nadira supaya Nadira bisa cepat belajar dan mampu menyelesaikan masalah iblis itu" ucap Nadira sambil menyalami dan memeluk orang tuanya
"do'a kami selalu menyertaimu nak, ingatlah Allah di setiap keadaan" ucap bunda Liana
"jaga diri kamu nak, ayah tidak bisa menemanimu karna kami juga akan pulang. Insya Allah jika kamu sudah siap kembali ke desa ini, ayah akan menyusulmu" ucap ayah Wijaya mengelus kepala sang putri
"Elsa, kamu juga jaga diri ya. Jangan lupa untuk terus berdzikir" ucap bunda Liana yang juga memeluk Elsa.
Elsa terharu karena keluarga sahabatnya ini sangat baik padanya. Tidak pernah orang tua Nadira membedakan Antara dirinya dan Nadira. mereka menganggap Elsa juga putri mereka karena Elsa sudah tidak mempunyai orang tua
"te-terima kasih bunda" ucap Elsa menahan air matanya
Aksara juga berpamitan kepada orang tuanya. setelah mereka berpamitan, mereka pun akan memasuki mobil yang akan di sopiri oleh Zayyan. Karena kakak laki-laki Nadira ingin memastikan bahwa sang adik baik-baik saja hingga sampai ke pesantren
"tungguuuu!!!" teriak seseorang yang membuat mereka menoleh serempak
"hah hah hah! Aku- boleh hah hah ikut kalian nggak?" tanya pria itu dengan nafas yang tersengal
"loh kamu mau ikut Re?" tanya Aksara
"iya, aku udah izin sama bapak, ternyata bapak sangat setuju" ucap Rehan
"Ya udah sekalian barang kamu taruh dibakasi belakang" ucap Zayyan
"Nadira kamu didepan ya" ucap Zayyan lagi
"terus Elsa gimana? Masa sama dua cowok?" tanya Nadira
"alaahh aku mah paling belakang aja, biar bisa sambil tiduran" ucap Elsa
"ya udah yok kita berangkat keburu siang. nanti sampai sana kemalaman" mereka pun akhirnya berangkat dengan tidak lupa berdo'a agar perjalanan mereka di mudahkan
"darah...pilihan..."
"wadaahh pilihann.."
Nadira menoleh ke arah hutan yang ada disamping jalan, ia merasa ada suara sayup-sayup
Ketika ia menoleh ke belakang, tatapannya bertemu dengan tatapan tajam milik Rehan
"kenapa?" tanya Rehan
"nggak papa, kalian ada denger suara nggak?" tanya Nadira
"nggak!".
"iya!"
Nadira mengerut keningnya karena mendapat jawaban yang berbeda dari teman-temannya.
Aksara dan Elsa jawab tidak Rehan menjawab Iya. Nadira pun menoleh ke arah kakaknya yang fokus menyetir
"kalo kakak denger nggak?" tanya Nadira pada Zayyan
"apapun yang kalian dengar maka abaikan saja. Ia hanya mencoba menakuti agar kalian down dan akhirnya menyerah" ujar Zayyan yang masih tetap fokus menyetir
Ia sendiri juga mendengar, namun yang ia heran. Darah pilihan sudah tentu Nadira, tapi wadah? siapa yang menjadi wadah? Wadah apa maksudnya. ia akan tanyakan itu pada kiyai Syafiq nanti
"kenapa ada kata-kata wadah pilihan?" batin Nadira
"wadah apa maksudnya?" batin Rehan
"suara apaan sih" batin Aksara dan Elsa
.
Mereka menempuh perjalanan selama 8 jam. ditambah mereka berhenti untuk sholat dan makan. akhirnya pukul delapan malam mereka sampai di pesantren kiyai Syafiq.
kedatangan mereka disambut langsung oleh kiyai dan ummi Hasnah beserta para santri.
"Assalamu'alaikum" rombongan Nadira mengucapkan salam
"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" balas semua penghuni pesantren
"akhirnya kalian sampai juga kesini, apa ada gangguan?" tanya kiyai Syafiq
"Alhamdulillah tidak kiyai" jawab Zayyan
"Alhamdulillah, mari masuk kalian pasti lelah" ajak kiyai Syafiq mengajak calon murid barunya
"kita makan dulu ya, tadi ummi dan santriwati udah masak banyak" ucap ummi Hasnah
"terima kasih banyak ummi maaf bikin repot" ucap Nadira yang merasa tak enak
"tidak repot kok, kami malah senang jika kalian betah disini" ucap ummi Hasnah tersenyum
Mereka pun makan bersama di ruang besar seperti aula yang khusus menjadi tempat makan bersama. Namun ada sekat untuk memisahkan yang laki-laki dan perempuan.
Setelah makan dan sholat isya', Nadira dan Elsa di tunjukkan kamar mereka. Satu kamar yang cukup luas dengan dua ranjang tidur.
Sedangkan yang laki-laki masih mengobrol dengan kiyai Syafiq di saung dekat mushollah.
"kiyai ada yang ingin saya tanyakan" ucap Zayyan
"katakan nak" kiyai Syafiq mempersilahkan Zayyan bicara dengan menghadapkan tubuhnya ke arah Zayyan
"tadi sebelum kami keluar desa, saya Nadira dan Rehan mendengar seperti suara sayup-sayup yang mengatakan darah pilihan dan wadah pilihan" ucap Zayyan
"lalu?" tanya kiyai
"yang saya heran siapa wadah yang dimaksud dan wadah apa kiyai?" tanya Zayyan
"sebenarnya, ini agak sulit. Tapi... Wadah yang dimaksud adalah tubuh pemuda ini!" ucap kiyai sambil menunjuk ke arah Rehan.
Yang ditunjuk pun terkejut tak percaya. kenapa malah dia?
"lah kenapa saya kiyai? Saya tidak tau apa-apa tentang masalah iblis itu. Saya kesini juga ikut-ikutan saja" ucap Rehan
"kamu ikut kesini karena takdir nak, kamu dan Nadira ada sepasang saudara yang dipilih oleh iblis itu untuk membangkitkan kekuatannya agar bisa menguasai dan mengendalikan semua manusia" ucapan kiyai Syafiq membuat mereka semua sangat terkejut dan syok.
Bagaimana mungkin dua orang yang berbeda orang tuan malah menjadi saudara? Bukankah ini tak masuk akal?
"bagaimana mungkin kiyai? orang tua kami berbeda dengan Rehan. kenapa mereka bisa jadi saudara?" tanya Zayyan tak mengerti
"jika diceritakan maka akan sangat panjang dan tak masuk akal. Tapi..apa kalian percaya dengan reinkarnasi?" tanya kiyai Syafiq
"reinkarnasi hanya ada di dongeng kiyai, bagaimana bisa ada di kehidupan nyata?" tanya Aksara yang masih belum mengerti
"ya, tapi itulah kenyataannya sekarang. Nadira dan Rehan dulunya adalah saudara kembar yang berhasil mengalahkan iblis yang sekarang ada didesa kalian. Namun karena iblis itu sangat kuat. Ia hanya kehilangan kekuatan dan tidak musnah. Namun, kedua saudara kembar itu meninggal dunia akibat luka yang mereka dapat dari pertarungan itu. Sebelum menghembuskan nafas terakhir. Saudara kembar itu menyatukan tangan mereka yang terdapat tanda lahir bulan dan bintang di pergelangan tangan mereka. dengan nafas yang terputus-putus, mereka mengucapkan kalimat "kami akan lahir kembali untuk membinasakan mu!!" tubuh mereka mengeluarkan dua cahaya biru terang. Dan akhirnya reinkarnasi itupun benar-benar terjadi" kiyai Syafiq menyelesaikan ceritanya
"eee saya masih belum ngerti kiyai, jika memang saya dan Nadira saudara kembar dulunya, kenapa iblis itu Malah menginginkan kami?" tanya Rehan
"karena iblis itu mengira kalian tidak mengingat peristiwa itu, karena ia mempunyai kemampuan untuk menghapus memori kalian. dan benarkan kalian tidak mengingat apapun dak bahkan tidak saling mengenal" ucap kiyai Syafiq
"jadi, jika iblis itu menemukan Wadan dan berhasil mengambil darah Nadira, maka apa yang terjadi kiyai?" tanya Aksara
"dia akan menggunakan wadahnya untuk mempengaruhi orang agar menyembahnya dan darah Nadira akan membangkitkan kekuatannya agar jika ada manusia yang meminta sesuatu maka ia langsung mengabulkannya" ucap kiyai Syafiq lagi
"tapi kiyai, almarhum kakek saya menyembahnya dan dia mengabulkan keinginan kakek saya. Bearti dia masih ada kekuatan?" tanya Zayya
"itu bukan dia, melainkan pengikut barunya yang sudah ia perdayai dengan ilmu yang ia sedot dari anak buahnya".
"maksud kiyai?" tanya Zayyan yang masih belum bisa mencerna perkataan kiyai Syafiq
"setelah kakekmu, dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa jika kakekmu tidak memberikan tumbal, namun, saat kakekmu hendak taubat. seseorang memberi iblis itu tumbal agar bisa terus memilki kekuatan dan membalas dendam" jelas kiyai Syafiq
Ketiga laki-laki itu terperangah mendengar cerita sang kiyai. Adakah manusia bodoh yang menyembah sesuatu yang hanya mengandalkan tumbal baru bisa mengabulkan sesuatu?
"bodoh sekali orang itu menyembah sesuatu yang baru berguna jika diberi tumbal" ucap Aksara menggelengkan kepalanya
"iya, kalau nggak ada tumbal dia nggak bisa apa-apa, gitu kok disembah" ucap Rehan terheran-heran
"itulah manusia, yang Hanya mengedepankan nafsunya. Dendamnya maka ia gelap mata dan tertutup akal sehatnya dengan melakukan hal bodoh yang ia anggap benar" ucap Zayyan