NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

     Nafis dan Farid sudah sampai di kediaman Nafis. Keduanya datang dengan kendaraan berbeda. Nafis dengan motor maticnya sementara Farid di jemput oleh kang Joko.

    Meskipun tadi sudah sempat singgah, Farid masih saja kagum dengan rumahnya Nafis. Rumah dua lantai yang begitu asri dengan pohon rambutan di depannya. Rumah gaya minimalis yang saat pertama kali melihat Nafis langsung jatuh cinta.

   " Saya begitu suka dengan desain rumah ini, keren mbak Nafis ?" Nafis tersenyum mendengar ucapan Farid.

   " Arsiteknya orang mana?"

   " Waduh saya malah tidak paham, soalnya saya beli jadi mas Farid."

   " Bagitu ya tapi, serius ini benar-benar keren mbak."

   " Kalau mbak Nafis bosen jangan di jual ke orang lain ya, saya suka rumah ini "

   " Lha mau njenengan buat apa ?"

   " Ya buat liburan kalau lagi penat sama urusan pekerjaan "

   " Yang di ujung tadi kosong mas, kalau njenengan mau "

  " Iya kah ?" Nafis mengangguk.

   " Suka saja sama udara Magelang. Sejuk dan cenderung adem. Kayaknya nggak butuh Ac deh kalau di sini "

   " Kalau sedang musim panas pas siang juga masih butuh kok mas, apalagi kalau ruangan tertutup. Mari silahkan masuk "

   Farid mengikuti langkah Nafis masuk ke dalam rumah. Farid lagi-lagi di buat kagum sama penataan ruang tamu rumahnya Nafis. Sederhana, cenderung klasik tapi benar-benar perpaduan yang cantik. Sepertinya selera Nafis lebih cenderung ke Klasik, itu terlihat dari gebyok (pembatas ruangang dari kayu ukir Jepara). Lalu kursi pun dari kayu jati yang di ukir cantik. Di sudut ruangan Nafis meletakkan bunga Anggrek asli yang kebetulan sedang berbunga atau entah sengaja di pilih yang berbunga.

   " Selera mbak Nafis benar-benar bagus ya " Nafis hanya tersenyum mendengar penuturan Farid.

   " Ini perpaduan yang begitu cantik mbak, sudah sejak awal begini atau mbak Nafis ubah sendiri ?"

   " Meja kursi ini sudah ada saat saya beli rumah ini mas, kata beliau pemilik rumah sebelumnya ini bonus untuk saya. Kalau gebyok ini baru, nggak sengaja nemu waktu jalan-jalan ke Jepara. Dan untungnya pas dengan ukurannya"

   " Apa-apa itu kalau sudah jodoh ya mbak " Nafis mengangguk.

  " Silahkan duduk mas, maaf saya tidak bisa menemani soalnya sudah di tunggu pihak Polres."

  " Iya tidak apa-apa. Oya di dekat sini ada penginapan tidak ya ?"

   " Ada hotel tapi, agak jauh mas dari sini. Atau begini saja, njenengan bisa menginap di rumah sebelah tapi, fasilitasnya ya begitu tidak semewah hotel."

   " Boleh, memang tidak apa-apa ?"

   " Tidak mas, karena di sana isinya memang karyawan laki-laki. Dan biasanya kalau ada tamu menginap memang istirahatnya di sana"

   " Ya Sudah di situ saja tidak apa-apa"

    " Alhamdulillah kalau njenengan berkenan. Nanti biar di antar mbak Nur kesana. Oya Mas Farid mau minun apa ?"

   " Kalau ada kopi boleh deh tapi, jangan terlalu banyak gulanya ya " Nafis mengangguk.

 " Kalau begitu saya tinggal sebentar ya mas" Farid mengangguk.

   Nafis bergegas menuju dapur dan membuatkan kopi serta menyiapkan sedikit camilan untuk tamunya itu. Sebenarnya tidak enak ada tamu tapi, malah dia tinggal. Mau bagaimana lagi, dia tidak menolak panggilan dari pihak Polres yang selama ini sudah bekerja sama dengannya.

   " Mbak tolong ini di antar kedepan buat tamu saya ya. Terus nanti siapin kamar di rumah sebelah untuk tamu saya. " Ucap Nafis setelah membuat kopi.

   " Siap bu, di masakin buat makan malam tidak bu?"

   " Boleh mbak Nur, sama tolong pesenin bebek bakar di warungnya Mas Anton ya"

  " Iya bu "

  " Saya siap-siap dulu ya mbak, Ada panggilan di polres"

  " Lha tamunya bu ?"

  " Itu mbak yang saya nggak enak. Nanti biar beliau istrirahat dulu di rumah sebelah."

" Baik bu "

Nafis bergegas menuju lantai atas. Dia harus segera datang ke Polres sebagai bentuk profesionalismenya sebagai seorang psikolog rekanan Polres.

Sepanjang bersiap Nafis berkali-kali menghela Nafas. Dia bukan tak bisa membaca gelagat Farid. Akan tetapi tidak mau menebak-nebak saja. Dia justru khawatir jika tebakannya benar. Gelisah itu dia bawa sepanjang dirinya bersiap.

Tak butuh waktu lama, Nafis pun telah selesai dengan stelan kerjanya. Hari ini Nafis tampil rapi dengan baju warna putih dengan jas warna abu-abu. Dia padankan dengan Jilbab berwarna hitam. Memang biasa begitu tampilan Nafis jika ada pangilan pendampingan di Polres maupun Polda.

Semua barang-barang yang bisa menunjang kinerjanya sudah dia siapkan. Dia lun bergegas turun agar bisa segera berangkat.

Sampai di ruang tamu Nafis terbengong-bengong melihat kelakuan ART dan beberapa pegawai butiknya. Mereka sedang bergantian meminta foto dengan Farid. Melihat Farid, Nafis merasa tak enak dengan tamunya itu.

" Ya Allah kalian ngapain ?" Semua orang hanya nyengir melihat kedatangan Nafis.

" Tamu saya kalian apain "

" Nggak papa mbak Nafis. Santai saja, mereka hanya meminta foto sama saya " Ucap Farid yang membuat Nafis merasa semakin tak enak.

" Maaf ya mas Farid, atas kelakuan orang-orang saya yang membuat mas Farid tidak nyaman."

" Tidak apa-apa mbak Nafis. Tenang saja"

Nafis beralih menatap mbak Nur yang di tatap hanya tersenyum.

" Mumpung ketemu artis bu " Nafis mengeleng sembari tersenyum geli akan tingkah Art dan pegawai butiknya itu.

" Sudahkan minta fotonya. Sekarang kembali ke pekerjaan kalian masing-masing. Terus mbak Nur tolong panggilkan kang Tejo apa kang Maman buat antar saya ke Polres."

" Kang Tejo baru saja meluncur mengantarkan pesenan baju ke pelangan kita bu. Kalau Maman kan ijin, hari istrinya mau melahirkan. Kan ibu yang nggak ijinin kang Maman masuk, begitu mendekati Hplnya istrinya kang Maman."

" Ya Allah iya kok bisa lupa ya mbak"

" Biar saya yang antar saja bagaimana. Sekalian saya mau ijin pinjam mobilnya sebentar untuk jalan-jalan " celetuk Farid tiba-tiba.

" Bagaimana ya mas ?" Farid tau Nafis tak nyaman dan takut jika ada yang melihat akan kembali menjadi skandal.

" Tenang mbak saya tidak akan keluar dari dalam mobil, agar tidak menciptakan huru-hara." Merasa tak enak menolak akhirnya Nafis mengangguk setuju.

Nafis juga berfikir ini bisa mengurangi rasa tak enaknya karena sedang ada tamu tapi, malah dia tinggal. Sementara Farid bersorak dalam hati.

Akhirnya Nafis berangkat dengan di antar Farid dengan mengendari Honda Jazz merah milik Nafis yang jarang sekali Nafis pakai. Mobil yang menjadi hadiah karena dia bisa menyelesaikan S2 nya tepat waktu.

Nafis berharap tidak ada yang melihatnya bersama Farid kali ini. Dia tak mau ada skandal.

Perjalanan mereka terasa mulus sampai di Polres. Farid memenuhi janjinya tidak turun dari dalam mobil. Itu membuat Nafis bernafas lega.

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Kasih Bonda
Aamiin trima kasih.💪kak
Elia Rossa
Aamiin yra..makasih kakak author..🤗. doa yg sama buat kakak juga ya
nunik rahyuni
tokoh ummi g kluar lg thor ..sesekali kluarkan buat luapan esmosssi..😁
masih sj jd laki2 model robot setelan pabrik hanafi..😁
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ma Em
Hanafi dan ibunya msh saja kelakuannya menyebalkan tdk ada sadar2 nya , semoga Nafis makin sukses tunjukan pada mantan suami dan mantan mertua tanpa mereka juga hdp Nafis bahagia .
𝐈𝐬𝐭𝐲
ternyata mereka belum tobat juga toh masih saja sok😂😂
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
tenggelamkan ke laut saja org modelan kya itu..
bu suuusiiiii ada orang tak berguna tenggelamkan bu...biar jd santapan iwak teri
Mayra Zahra: siap kakak. doakan otak encer ya kakak biar tidak mgelantur ceritanya
total 4 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
bagooooes abi👏👏
nunik rahyuni
jd laki laki kok bodoh...g usah kawin jd buntut biyung mu sj..panggilan sj umi abi..harusnya paham beragama..mudahan abi bawa madu jg 👏👏
nunik rahyuni
padahal yo pinter mesti yo cantik soalnya duit adaodal jg ada kok mau model laki kya ini ..buang ja jauh jauh tukar tambah
nunik rahyuni
demi alloh jg kok tahan nya sampe punya anak 2 hidup sm laki macam ini..asli aq heran..ikut gabung thor mampir liat judulnya kya pinisirin....alon alon q mbc thor no skip..semangat lanjut sampe tomat..🤣 tamat maksudnya💪💪
La Rue
Semangat buat anak²nya Farid dan Bunda Nafis
Kasih Bonda
next Thor semangat
Reni Anggraeni
up lg thorrr
Kasih Bonda
next Thor semangat
Naufal hanifah
luar biasa /Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!