Meca Aprillian menyukai tetangganya yang bernama Alvero miller dari dulu semenjak mereka masih kecil sampai ia dewasa,
Yang lebih konyol nya Meca sudah menganggap Vero sebagai tunangannya sejak dari kecil, itu berawal dari permainan pernikahan pernikahan yang mereka mainkan di waktu dulu
Meca tau jika Vero tidak menyukainya dan menbencinya tapi Meca yakin suatu saat Vero akan membalas cintanya
Namun,ada saat Meca berhenti dan menyerah untuk memperjuangkan Vero bahkan Meca rela pergi jauh dari tempat yang dia tinggali sedari kecil hanya untuk mengubur rasa yang di milikinya untuk tunangannya.
Ketika Meca pergi dalam beberapa tahun dan tak kembali, Kenapa Vero justru merasa kehilangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
STOOOOP....teriak Meca, tak kuat lagi dengan ocehan Vero
Cukup tau Lo sangat benci sama gue, Mulai saat ini... gue berhenti.
berhenti memperjuangkan Lo, Hari ini dan seterusnya gue nggak akan gangguin Lo lagi, maaf... sudah membuat hidup Lo nggak Nyaman, Maaf....sudah menjadi Benalu di hidup Lo, Semoga hari hari Lo bahagia. dan semoga Tasya bisa jadi pacar yang baik. Kata Meca kesal menutup pintu balkon lalu pergi kembali ke kamar meninggalkan Fina dan Vero yang mematung.
"Puas Lo Ver...hah? Lo akan nyesal, tidak mempercayai ucapan Meca tentang Cewek Lo yang bermuka Dua itu." Kata Fina kesal lalu pergi meninggalkan balkon Meca.
Meca pov
Sakit...sangat sakit, gue mulai menangis sungguh perkataannya sangat menyakitkan. Gue benalu di hidup dia, Sebencinya itu dia ke gue. Cukup, gue akan Kubur rasa ini di hati yang paling dalam. Rasa Cinta tak terbalaskan. Benar kata Fina gue akan lupaain semuanya tentang dia dan menciptakan kebahagian gue sendiri.
setelah selesai menangis gue bergegas membereskan barang barang yang akan di bawah pergi, mungkin menerima tawaran beasiswa itu awal yang baik buat gue.
Gue mulai menulusuri setiap inci isi kamar, Mata gue tertujuh ke kotak besar yang ada di atas lemari, gue buka isinya masih tersusun rapi,ini barang barang hadiah dari Vero setiap gue ulang tahun, Tapi ada satu barang yang sangat gue rawat, kotak kecil yang berbentuk hati, isi nya Cincin Tunangan gue dan Vero.Bukan! Lebih tepatnya permainan anak kecil yang di mana kami harus di paksa untuk bertunangan. 2 cincin yang terbuat dari tumbuhan yang kelihatannya sudah sangat kering.
Gue ambil kotak itu dan gue taro di nakas, lebih tepatnya gue mau kasih ke Vero dan sepucuk surat untuknya.
*******
Vero pov
Kejadian semalam sangat gue sesali, perkatan gue pasti sangat melukai hatinya,Bodoh. Gue sangat bodoh dengan perkataan gue sendiri bisa bisanya gue berkata tanpa di saring dulu. Maaf Meca...
Apa benar semua yang Meca ucapkan tentang Tasya, ini yang bikin buat gue lepas kontrol yang mengakibatkan omongan pedas keluar dari mulut gue.
Gue berlari terburu buru di koridor Kampus,Nggak memperhatikan jalan, pikiran gue entah kemana sampai sampai gue menabrak seseorang,Bugh...
Sorry...gue ngg_ kalimat gue terpotong setelah liat siapa yang gue tabrak,Meca.
Dia hanya melirik sekilas, cuek dan pergi tanpa satu kata pun. Gue tertegun lama melihat punggung Meca masuk ke ruangan para petinggi kampus.Dia yang bisa gue lihat kapan saja, yang dulu slalu muncul di hadapanku dengan senyum nakal.yang dulu jika bertemu selalu menggodaku dengan mata lucu dan jahil. kini dia seolah Gue orang asing baginya.
Gue tiba tiba rindu dengan tingkahnya yang konyol.
Meca pov
Kenapa?
Kenapa harus bertemu Vero hari ini setelah kejadian semalam, Hati gue sakit jika mengingat kata kata dia yang begitu menusuk,BENALUH kata itu terus mengiang di otak gue.
Nyaris saja tadi gue senyum dan godain dia, tapi gue harus pegang kata kata gue, yang tidak akan mengganggunya lagi, tidak merusak hari harinya yang indah. Tapi ya sudahlah toh hari ini gue akan pergi meninggalkan kota ini. pergi untuk melupakan Tetanggaku.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya