Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
"Kini semakin hari, Juna mengisi hari hari nya dengan penuh penyesalan... Penyesalan, karna telah menyakiti perasaan wanita, wanita yang telah mengisi hati Juna,.. Hanya saja karna keegoisan nya membuat nya tidak sadar akan hal itu... Tapi kini semua telah terlambat.. Walaupun Juna bilang jika ia mencintai Safira.. Toh Safira tidak akan percaya dengan semuda itu"...
Ayah,... Boleh kah Alira menjenguk adik Alira yah'....??? Alira ingin bermain besama dengan adik Alira, ayah..!! "Rengek Alira ke ayah nya"..
"Iya sayang.. Nanti kita akan menjengung adik dan juga bunda..."
"Hore...Hore..."Teriak Alira sambil melopat karna senang nya...
__________
Kenapa kau belum memberikan nama untuk putri nak...??? "Tanya bunda panti ke Safira", apa yang kau tunggu...
"Bunda, Safira belum menyiapkan nama yang sesuai untuk anak ku..." Ucap Safira..
"Kau yakin itu alasan nya nak..??? Atau ada alasan yang lain...??? " Tanya bunda kembali..
"Sebenarnya ada alasan tersendiri bunda.."
_____________
Assalamualaikum.. "Ucap Juna saar sedang berada di depan pintu panti"..
Waalaikum salam... "Ucap bunda dan Safira bersamaan".. Bunda, seperti nya itu suara mas Juna,.. Tolong yah, bunda bilang kalau Safira lagi sibuk.. "Ucap Safira.."
"Eh, nak Juna,.. Ada perlu apa nak Juna kemari...????" Tanya bunda panti..
"Maaf bunda, saya kemari, hanya karna ingin mengantar dan menitip Alira sebentar, katanya dia rindu ingin bertemu dengan adik nya dan bunda nya"... Ucap Juna..
Halo Alira sayang,.. Kau rindu nak bersama bunda dan adik mu...??? "Ucap bunda"..
"Iya oma.." Ucap Alira.."
"Baikalah kalau begitu saya pamit dulu.. Maaf karna merepotkan dan menitip Alira di sini.." Ucap Juna lalu berjalan menuju ke mobil nya..
"Safira yang mendengar suara mobil Juna telah pergi, langsung berjalan keluar dan memeluk erat tubuh Alira.." Bunda juga sangat rindu dengan mu sayang.."
Bunda.. Alira sangat rindu dengan bunda,.. Dan Alira juga ingin bermain dengan adik... "Ucap Alira"
"Baiklah sayang, bagaimana kalau sekarang kita ke kamar.." Ucap Safira, dan dengan semangat nya Alira berjalan sambil menggandengang tangan Safira menuju ke kamar...
............
"Apa yang harus ku lakukan Safira agar kau bosa memaafkan ku..." Batin Juna, saat sedang berada di Rs miliknya... Juna terus memandangi foto Safira yang berada di hp nya.. Yang dulu ia potret secara sembunyo sembunyi saat Safira masih berada di rumahnya...
"Aku merindukan mu Safira,.. Sangat sangat merindukan mu..." Batin Juna, dan tanpa terasa air mata Juna kembali menetes, kala teringat akan perlakuan nya ke Safira dulu.. "Aku menyesal, telah berlaku kasar kepada mu...
"Suara dering hp Juna, mambuat nya tersadar akan lamunannya.." No baru, siapa yang yang menelpon ku... "Ucap Juna", lalu tak menggubris panggilan tersebut..
"Selang beberapa saat, hp Juna terus saja berdering, dengan panggilan dari no yang sama.. Dan karna penasaran, akhirnya Juna pun menerima panggilan tersebut.."
Halo.. "Ucap Juna"
Halo ayah ini Alira,.. Bisa kan Alira izin bermalam di rumah bunda..." Ucap Alira"
Tapi sayang,.. Apakah bunda mu tidak marah jika kau bermalam di situ...???
"Bunda tidak marah ayah, bunda justru menyuruh ku untuk meminta izin kepada ayah terlebih dahulu,.. Jadi bagaimana ayah, apa ayah mengizinkan ku..???
"Iya sayang, ayah menginzinkan mu.. Tapi ingat jangan membuat bunda menjadi lelah karna mengurus mu.."
"Iya ayah,.. Ouh ya ayah sudah dulu yah,.. Ayah mau tidak bicara sama bunda...???"
"Iya, ayah ingin berbicara dengan bunda"..
"Halo, ada apa...??? Kata Alira ada yang ingin mas sampai kan...?? "Ketus Safira,. Karna sebenarnya Safira tidak ingin berbicara, hanya saja karna saat ini ada Alira di samping nya jadi mau tidak mau Safira memilih mengalah..
"Maaf yah' , telah merepotkan mu, karna harus sampai membuat Alira menginap di situ..
"Tidak masalah.. Jika Alira bahagia maka akupun turut bahagia.."
"Jika kebahagian Alira adalah ingin kau tetap menjadi bunda nya dan tetap berada di sisiku... Apa kau mau...??? "Ucap Juna"
Tut...tutt.tutttt "Safira memutuskan panggilannya dan tidak menjawab ucapan Juna"..
"Safira, jika Alira bisa mengembalikan mu di sisi ku, maka akan kucoba untuk menggunakan cara itu,.." Dan maafkan Ayah Alira karna harus melibatkan mu, untuk mengajak bunda Safira mu kembali ke rumah kita.."