NovelToon NovelToon
Aturan Nomor 1 Jangan Jatuh Cinta Dengan Dosen

Aturan Nomor 1 Jangan Jatuh Cinta Dengan Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ziziyuuu

Aturan Nomor 1: Jangan pernah jatuh cinta dengan dosen sendiri.
Aturan yang dibuat Kila sendiri, dan kemudian dia langgar di detik berikutnya.
Kehidupan kampus Kila yang tadinya membosankan, berubah total setelah dosen baru itu masuk.
Tiba-tiba penuh dengan hal-hal mendebarkan. Bimbingan yang bikin jantung mau copot, jemputan mobil hitam di gerbang kampus, sampai makan malam canggung di mana dia dipanggil "calon mantu".

Dosen baru itu adalah Pak Rhaegar. Dosen dingin kayak kulkas, dan... orang yang paling Kila hindari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ziziyuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pagi itu Kila akhirnya kembali ke kampus setelah 4 hari izin.

Rambutnya sudah keramas, kemeja kampusnya rapi, dan dia datang dengan motor matic putihnya yang sudah dia cuci bersih pagi tadi. Di dalam jok motor, ada blazer Elvano yang sudah dicuci wangi dan dilipat super rapi. Mau dibalikin hari ini.

Baru saja Kila parkir dan lepas helm, dia sudah melihat motor besar yang tidak asing parkir 2 slot di sebelahnya.

Elvano. Duduk di atas motornya, helmnya belum dilepas, hoodie hitam. Dari jauh sudah kelihatan dia nungguin.

Begitu lihat Kila turun dari motornya, Elvano langsung turun.

"Kila," panggilnya.

Kila agak kaget sambil betulin rambutnya yang berantakan kena helm. "Van.. kamu ngapain di sini sepagi ini?"

Elvano tidak jawab. Dia langsung melihat muka Kila lekat-lekat. Mata sembabnya sudah hilang, pipinya sudah tidak pucat.

"Kamu sudah baikan?" tanyanya pelan.

Kila mengangguk. "Sudah. Mama juga sudah baikan. Sidangnya lancar."

Elvano menghela napas lega. "Bagus. Aku khawatir."

"Oh iya, ini..." Kila buru-buru membuka jok motornya, mengeluarkan blazer lecek yang sekarang sudah rapi dan wangi. "Blazer kamu. Terima kasih ya waktu itu..."

Elvano menerima blazer itu, tapi tidak langsung pergi.

"Tadi malam Kak Elvar chat aku. Dia bilang kamu sudah balik hari ini," kata Elvano akhirnya, agak malu. "Makanya aku tunggu di sini. Takut kamu belum sarapan."

Dari dalam tas motornya, Elvano mengeluarkan satu kotak susu kecil dan satu roti.

"Nih. Makan dulu."

Kila menatap roti itu. Tiba-tiba matanya berkaca-kaca lagi.

"Terima kasih, Van..." bisik Kila.

Elvano tersenyum. "Jangan nangis lagi di koridor ya. Nanti dikira aku yang bikin kamu nangis lagi."

Tanpa Elvano dan Kila sadari Pak Rhaegar sudah berdiri di belakang mereka, dengan kemeja putih rapi, tas kerja kulit hitam, dan wajah kulkas pagi-pagi.

"Pak... Pak Rhaegar..." Kila langsung berdiri tegak.

Elvano juga langsung berdiri tegak, menyembunyikan roti dan susu di belakang punggungnya. "Pagi, Pak!"

Pak Rhaegar menatap blazer yang sekarang ada di tangan Elvano, lalu menatap motor Kila, lalu menatap roti yang diumpetin Elvano.

Hening 3 detik yang terasa seperti 3 jam.

"Kila," kata Pak Rhaegar akhirnya, menatap Kila. "Kuesioner yang kemarin sudah saya rekap. Ada di meja saya. Nanti ambil jam istirahat. Sendirian saja."

Kata "sendirian saja" itu dia tekankan pelan.

Elvano langsung menangkap sinyal bahaya.

"Siap, Pak!" jawab Kila cepat.

Pak Rhaegar mengangguk. Lalu dia menatap Elvano.

"Elvano, tugas metodologi bab 3 kamu belum saya terima. Saya tunggu hari ini."

"Siap, Pak! Hari ini saya kumpul, Pak!" jawab Elvano panik.

Pak Rhaegar tidak menjawab lagi. Dia hanya berjalan melewati mereka berdua menuju gedung dosen, tapi sebelum pergi, dia sempat melirik motor matic putih Kila sekilas.

Setelah Pak Rhaegar hilang di tikungan, Elvano baru bisa napas lagi.

"Gila... aura kulkas pagi-pagi tuh beda ya, Kil. Dinginnya nembus jaket," bisik Elvano.

Kila mengangguk, tapi di dalam hatinya... dia malah sedikit senyum.

Karena dia tau. Kata "Nanti ambil jam istirahat. Sendirian saja" itu bukan hukuman.

Itu cara Pak Rhaegar bilang: "Aku ada yang mau aku omongin sama kamu berdua saja, tidak di depan orang lain."

"Van, kamu duluan ke kelas ya. Aku mau... habisin dulu rotinya," kata Kila sambil tersenyum.

Elvano mengangguk. "Aku tunggu di kelas! Hati-hati motor kamu jangan lupa dikunci stangnya!"

Kila duduk di bangku taman dekat parkiran, membuka roti itu. Motor matic putihnya parkir rapi di sebelah motor besar Elvano. Di kejauhan, dari jendela lantai 2 gedung dosen, dia bisa melihat siluet seseorang dengan kemeja putih sedang berdiri menatap ke arah parkiran.

Pasti Pak Rhaegar.

Kila pura-pura tidak lihat, dan mulai makan rotinya pelan-pelan.

Biar dia tau, Kila sudah sampai dengan selamat, sudah sarapan, dan sudah baikan.

1
Rini Hanindya Salma Nurazizah
bagus
Linda Natalia
lanjut kak,crita nya bagus
Rian Moontero
mampiiirr😍👍
Wien Ibunya Fathur
ceritanya lumayan seru...
ayok ada dibaca🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!