NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:634.6k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Lorenzo yang masih bersandar di dinding merasakan sakit di punggungnya. Dia juga mendengar semua isi pikiran Alina dengan jelas.

CIUMAN PERTAMAKU SUDAH DIREBUT OLEH LORENZO!

Kenapa harus dia?! Kenapa bukan pria tampan yang selama ini aku impikan?!

Wajah Lorenzo yang semula masih menahan rasa sakit perlahan berubah. Dia merasa tidak percaya kalau Alina baru pertama kali dicium.

Alina yang melihat perubahan ekspresi itu semakin gugup.

Lorenzo mengusap punggungnya yang masih terasa nyeri. "Kau ...." katanya pelan.

Alina menatapnya bingung. "Apa?"

Lorenzo mengangkat wajah dan menatapnya dengan sorot mata yang sulit dibaca. "Setelah aku menciummu, yang kamu pikirkan malah pria lain?"

Alina langsung membeku. Matanya membesar. Dia menatap Lorenzo seolah baru saja mendengar sesuatu yang tidak masuk akal.

Bagaimana dia tahu aku memikirkan pria lain?

Lorenzo menahan napas. Dia hampir saja tersenyum getir. Tentu saja dia tahu. Bahkan sebelum Alina mengucapkan satu kata pun, dia sudah mendengar semuanya dengan jelas. Namun, Alina tidak boleh tahu.

"Aku..." Alina menggigit bibir. "Aku tidak mengatakan apa-apa."

"Kamu tidak perlu mengatakannya," balas Lorenzo membuat Alina semakin bingung.

"Terus, dari mana kamu tahu?"

Lorenzo terdiam sesaat..Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia bisa mendengar suara di dalam kepala istrinya. Akhirnya, dia mengalihkan pandangan sambil mengusap tengkuknya.

"Dari ekspresimu."

Alina berkedip. "Ekspresiku?"

"Iya." Lorenzo menunjuk wajah Alina.."Setelah aku menciummu, wajahmu langsung seperti orang yang baru kehilangan sesuatu."

Alina terdiam.

Memangnya ekspresiku separah itu? Sampai bisa menunjukkan isi hatiku.

Lorenzo hampir tertawa mendengar pertanyaan dalam hati istrinya. Namun, dia segera menahannya.

Alina semakin memeluk kimono handuknya. Wajahnya masih merah. Dia merasa malu, kesal, sekaligus bingung.

Sementara itu, Lorenzo justru merasa sedikit tersinggung. Dia baru saja mencium istrinya karena benar-benar terpesona oleh wanita itu. Namun, hal pertama yang muncul dalam pikiran Alina justru tentang pria tampan lain.

Pria macam apa yang selama ini dia impikan?

Pertanyaan itu membuat Lorenzo semakin tidak nyaman.

Alina sendiri masih sibuk dengan pikirannya. Dia menundukkan wajah.

Ya ampun, memalukan sekali. Kenapa aku malah memikirkan pria lain setelah dicium suamiku sendiri? Terlebih itu ciuman pertamaku. Seharusnya aku senang karena pria itu Lorenzo, suamiku sendiri.

Lorenzo mendengarnya dengan jelas. Untuk sesaat, rasa kesalnya sedikit mereda. Setidaknya Alina juga merasa malu.

Namun, pria itu tetap tidak bisa melupakan satu hal. Kalau istrinya punya bayangan tentang pria ideal yang bahkan bukan dirinya.

Lorenzo mengembuskan napas panjang. "Sudahlah."

Alina mengangkat wajah. "Apa?"

"Pergilah ganti pakaian. Nanti masuk angin." Nada suara Lorenzo terdengar lebih tenang.

Alina mengangguk cepat. Dia berbalik menuju pintu dengan langkah terburu-buru. Namun, baru dua langkah, dia berhenti dan menoleh.

"Lorenzo."

"Hmm?"

Alina menunjuk punggungnya. "Masih sakit?"

"Menurutmu?" Lorenzo melotot karena tidak perlu ditanyakan.

Alina langsung merasa bersalah. "Maaf. Aku tadi terlalu kuat mendorongnya."

Lorenzo mengusap punggungnya sambil mendengus. "Memangnya kamu kira aku itu apa?"

Alina menunduk. "Maaf."

Lorenzo melihat wajah istrinya yang benar-benar merasa bersalah. Dia akhirnya menghela napas.

"Pergilah. Cepat ganti pakaianmu!"

Alina mengangguk dan segera keluar dari kamar.

Begitu pintu tertutup, Lorenzo berdiri sendirian. Tangannya masih berada di punggung yang terasa nyeri. Namun, pikirannya justru kembali pada satu hal. Pria tampan yang selama ini Alina impikan?

Lorenzo mengusap wajahnya. "Siapa sebenarnya pria itu?"

Di kamar sebelah, Alina mengganti pakaian sambil menutup wajah dengan kedua tangan.

Astaga! Kenapa malam ini kacau sekali? Apa malam ini kita akan melakukan malam pertama?!

Pikirannya justru melayang pada sesuatu yang jauh lebih membuatnya gugup. Malam pertama.

Alina langsung menelan ludah. Selama tiga tahun menikah dengan Lorenzo, mereka tidak pernah menjalani malam pertama seperti pasangan suami istri pada umumnya.

Tetapi sekarang keadaan mulai berubah. Lorenzo sudah tidak lagi bersikap seperti pria yang ingin segera menceraikannya. Mereka mulai makan bersama, bekerja bersama, bahkan sekarang tinggal serumah dengan jarak yang semakin sulit dipertahankan. Dan barusan, Lorenzo menciumnya.

Alina menutup wajah dengan kedua tangan.

"Kalau tadi saja aku sudah gugup seperti itu, bagaimana kalau suatu hari kami benar-benar menjalani malam pertama?"

Pipinya semakin merah. Dia buru-buru mengambil piyama.

"Astaga, Alina! Kenapa malah memikirkan itu?"

Namun pertanyaan itu sudah terlanjur muncul di kepalanya. Bagaimana rasanya jika suatu hari Lorenzo benar-benar mendekatinya sebagai seorang suami, bukan sekadar pria yang kebetulan terikat pernikahan dengannya?

Alina menggigit bibir. "Aku pasti gugup setengah mati."

Dia menarik napas panjang, kemudian menggeleng kuat-kuat. "Tidak. Jangan berkhayal macam-macam. Kami bahkan belum benar-benar saling mencintai."

Alina akhirnya berganti pakaian dan duduk di tepi ranjang. Tangannya menyentuh bibirnya sendiri tanpa sadar.

Beberapa detik kemudian, dia langsung menarik tangannya seolah baru tersadar. "Kenapa aku masih mengingat ciuman itu?"

1
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
Uba Muhammad Al-varo
Edgar makanya kepintaran otak mu dipakai untuk menyelidiki kebenaran yang sebenarnya terjadi bukan malah pintar kebelingger jadinya salah paham 🤔🤔🤔
Halimah
Tegang bgt bacanya...Itu Pablo n Darius oon apa gmn sih? udah d tolongin malah kek gitu
Pa Muhsid
gak tau bakal dikibulin Sama nyonya muda mu Antonio
Muft Smoker
semoga semua baik2 aj ,, baik Lorenzo atau pun Alina ,,
dn kebenaran biar cepat terungkap ,, meski semua terdengar sulit ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!