NovelToon NovelToon
Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:49.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Pernikahan ini hanya ikatan di atas kertas. Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu, apalagi mencintaimu.”

Duka membeku di hati Arjuna. Sejak kepergian istri tercintanya, jenderal muda yang disegani itu mengubur rapat hatinya untuk siapa pun. Namun, sebuah wasiat terakhir memaksanya menikahi Arunika, perempuan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan menjadi pendamping hidupnya.

Di mata Arjuna, Arunika hanyalah wanita bertubuh gemuk, sederhana dan tak pantas berjalan di sisinya. Ia menerima pernikahan itu semata demi menghormati pesan terakhir mendiang istrinya dan memberikan seorang ibu bagi putra kecil mereka.

Saat Arunika perlahan menaklukkan hati putra kecilnya, sang Jenderal pun mulai goyah.

​Bisakah Arjuna mempertahankan dinding esnya ketika wanita yang ia remehkan justru menjadi satu-satunya alasan jantungnya berdetak kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Dokter spesialis anak kembali memeriksa kondisi fisik Nakula untuk terakhir kalinya secara menyeluruh. Setelah membaca ulang seluruh hasil laboratorium dan memantau perkembangan pesat pada luka-luka lebam di tubuh bocah itu, sang dokter mengembangkan senyuman lega.

"Keadaan kesehatanmu sudah jauh membaik, Nakula," ujar dokter ramah.

Bocah kecil itu langsung mendongak menatap penuh harap. "Berarti, aku sudah boleh pulang ke rumah, Dok?"

"Boleh sekali," jawab dokter sambil mengangguk. "Tapi dengan satu syarat mutlak."

Nakula langsung menegakkan posisi duduknya di ranjang. "Apa syaratnya, Dok?"

"Kau harus banyak istirahat total di rumah selama beberapa hari ke depan. Jangan dulu ikut kegiatan fisik yang berat atau bermain berlari-larian terlalu lelah. Jaringan kulit dan luka di tubuhmu masih butuh waktu untuk pulih seratus persen."

Nakula mengangguk patuh tanpa membantah. "Iya, Dok, aku janji."

Dokter beralih menatap Arjuna dan Arunika yang berdiri mendampingi. "Ingat, jika tiba-tiba timbul demam tinggi, pusing hebat, atau keluhan nyeri lain, segera bawa kembali ke sini."

"Baik, Dokter. Terima kasih atas bantuannya selama ini," ucap Arjuna tegas.

Beberapa menit kemudian, administrasi selesai dan mereka meninggalkan ruang rawat rumah sakit.

*

*

*

Di dalam kabin mobil yang melaju tenang, suasana terasa sedikit canggung pada awalnya. Mayor Dimas duduk di balik kemudi, fokus mengemudikan kendaraan. Sementara di jok belakang, Arjuna duduk di sisi kanan, Arunika di sisi kiri, dan Nakula berada tepat di tengah-tengah di antara mereka berdua.

Sesekali, bocah itu melirik diam-diam ke arah sang ayah, lalu bergantian menatap Arunika di sampingnya. Entah mengapa, hari itu ia merasakan kebahagiaan yang teramat besar yang belum pernah dirasakannya seumur hidup. Perlahan-lahan, senyuman kecil yang tulus menghiasi wajah pucatnya.

"Ada apa, Nakula? Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Arunika lembut penuh perhatian.

Nakula menggeleng malu-malu. "Aku... merasa senang sekali, Ma."

"Karena sudah sembuh dan boleh pulang?"

Nakula mengangguk cepat. "Dan..." ia menoleh menatap Arunika binar. "...nanti aku ingin makan masakan buatan Mama."

Arunika tersenyum lebar. "Tentu saja boleh, Sayang."

"Mama mau masak ayam goreng kesukaanku?"

"Boleh."

"Sup hangat?"

"Boleh."

"Telur dadar tebal?"

"Boleh juga, jagoan."

Nakula terkekeh kecil gembira. "Kalau semuanya boleh, nanti aku makan yang banyak ya, Ma!"

Arunika mengusap lembut puncak kepala bocah itu. "Asal kamu cepat pulih total, Mama akan masakkan apa pun permintaanmu."

Arjuna yang sejak tadi hanya diam menyimak di sudut kursi, tanpa sadar ikut tersenyum tipis melihat kehangatan itu. Namun, senyum tersebut segera ia sembunyikan rapat-rapat demi menjaga wibawa.

Beberapa saat kemudian, Arjuna berdeham pelan untuk menarik perhatian. "Nakula."

"Iya, Pa?" jawab bocah itu cepat.

"Nanti setelah kita sampai di rumah utama..." Arjuna menatap lekat mata putranya. "...kita akan bermain sebuah permainan drama kecil."

Nakula mengedipkan matanya bingung. "Drama kecil?"

"Ya."

"Memangnya drama apa yang harus kita mainkan?"

Arjuna melirik sekilas ke arah Arunika. Wanita itu mengangguk pelan memberi isyarat agar Arjuna melanjutkan penjelasannya.

"Nanti begitu sampai, Papa akan berpura-pura memarahi Mama di hadapan Nenek dan Bibi."

Mata Nakula langsung membelalak kaget. "Hah? Memarahi Mama?"

"Iya, tapi itu cuma pura-pura alias akting."

"Beneran cuma pura-pura, Pa?"

"Iya, Nak."

"Kenapa kita harus pura-pura begitu?" tanya Nakula heran.

Arunika tersenyum menjelaskan. "Nakula masih ingat, kan? Orang-orang jahat biasanya baru akan merasa lengah dan sombong kalau mereka merasa sedang di atas angin dan menang."

Nakula berpikir sejenak mencerna kalimat itu. "Berarti..."

"Betul. Kita buat mereka percaya kalau Papa masih memihak dan membela mereka," lanjut Arunika lembut. "Supaya mereka tidak menaruh curiga apa pun."

Arjuna mengangguk setuju. "Kalau mereka sudah lengah dan sombong, Papa akan jauh lebih mudah membuktikan semua kejahatan busuk mereka secara hukum."

Nakula akhirnya mulai mengerti. "Jadi, nanti kalau Papa marah-marah sama Mama..."

"Itu cuma sandiwara teater saja," sambung Arjuna. "Jadi jangan sedih, ya."

Nakula mengangguk pelan patuh. "Iya, Pa."

"Lalu Nakula juga jangan langsung membela Mama di sana, ya."

"Iya, Pa."

"Yang penting, diam saja dan lihat permainannya."

Nakula tersenyum kecil. "Seru juga ya, kayak di film-film televisi."

Ucapan polos itu membuat Arunika dan Arjuna saling berpandangan sekilas, sebelum akhirnya sama-sama tersenyum tipis menghadapi kepolosan anak itu.

Tak lama kemudian...

Mobil mewah itu memasuki gerbang dan halaman megah kediaman keluarga Wiratama.

Dari balik kaca jendela ruang tamu, Ratna yang sedang duduk menyesap teh hangat mendadak membelalakkan matanya kaget.

"Itu mobil siapa?!"

Wina ikut berdiri tergesa-gesa. "Itu kan mobil dinas Arjuna, Ma!"

Arunika turun dari mobil lebih dulu membukakan pintu. Disusul oleh Nakula yang berjalan pelan. Lalu Arjuna melangkah tegap di belakang mereka berdua.

Wajah Wina langsung berbinar penuh kemenangan palsu. "Ma, lihat itu!"

"Apa, Wina?"

"Arjuna berhasil menemukan mereka berdua!"

Ratna menyeringai puas setinggi langit. "Mama sudah bilang dari awal. Pasti perempuan gendut itu akan langsung dimarahi habis-habisan oleh Arjuna karena lancang pergi tanpa izin."

Wina terkekeh senang. "Bagus sekali! Biar si pembawa sial itu tahu akibatnya kalau berani mencari masalah dengan kita!"

Damar yang sejak tadi asyik bermain game konsol di sofa langsung ikut berlari menghampiri jendela.

"Paman pasti akan menghukum si pembawa sial Nakula dan perempuan itu!"

Ratna mengangguk penuh keyakinan diri yang tinggi.

"Sebentar lagi kalian lihat sendiri buktinya. Putra kesayangan Mama tidak mungkin akan pernah membela istri baru yang baru dikenalnya, ketimbang ibu dan kakaknya sendiri!"

Mereka sama sekali tidak menyadari satu kenyataan, bahwa orang paling berbahaya di dalam rumah itu saat ini bukanlah lagi Arunika. Melainkan Arjuna.

1
Ita rahmawati
nah ini bener bner Badas,, ditindas balik nindas 🤣
Ita rahmawati
dih pak jenderal pake ngedipin mata sebagai isyarat segala 🤣
Melia Gusnetty
pasti si damar anak haram...🤭😜
Melia Gusnetty
sdh ku duga..ternyata mak tiri dn kk tiri...
dasar parasit gk tau diri...dh d tampung mlh ngelunjak ..merasa jd nyonya besar...tunggu aja hukuman utk kalian parasit..
sutiasih kasih
lhoooo ibu tiri trnyata.... jgn" wina kakak tiri....
ya elahhhhhhh..... bner" benalau tak tau diri.... 😄😄😄
Esther
Lanjutkan Arunika, jangan biarkan mereka jadi parasit dirumah Arjuna suamimu.

Sejak awal penasaran, kemana bapaknya Damar
Esther
Oalah ternyata bukan keluarga kandung, gitu gayanya kayak penguasa rumah
Sri Rahayu
kok Arunika bisa tau rahasia Wina ya...lanjut Thorr😘😘😘
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: nebak dia kak🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
rupanya Ratna ibu tirinya Arjuna...pantas.saja Ratna kejam sama Nakula...rupanya nenek tiri...
kl Wina kakak kandung atau kakak tiri Arjuna ya 😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Elina thea
kerja bagus arunika~~~ teruslah lawan mereka,kalo perlu segera usir mereka biar gak ganggu nakula lagi.
Muft Smoker
yx bnr dr awal cerita gx prnh tuh bpa ny si bocah gaib dsebut ,, gx mungkin kn si Wina nikah ma makhluk halus 😱😱😱
Maria Lina
lgi ya thor plisssss
Maria Lina
mantap arunika hajar aj wkwk
Mundri Astuti
gantian arunika beraksi 😂😂
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk... klo gak... aq tumbuk
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good sayg... itu dy yg sll aq tny".... uda di wakil kn
Endang Sulistiyowati
Ternyata mereka cuma keluarga tiri. benar2 parasit sikapnya.
Bantai aja Nika, mumpung Arjuna lagi tugas, jadi ga perlu akting2an kalian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
hoooh keten
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kasian🤣🤣🤣
rheisha
hajar tipis-tipis nika,biar berasa disiksa nya hahaha....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!