NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Ratapan Sang Tuan Muda

Di sudut Labirin Gravitasi yang telah runtuh, kegelapan menyelimuti tanah obsidian. Itu bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan pancaran Hukum Kehancuran dari Fragmen Harimau, salah satu bagian dari Kuali Pembelah Surga.

Mo Xie terbaring di atas genangan darahnya sendiri. Tangan kirinya masih menggenggam erat fragmen kuali, tetapi harga yang harus dibayarnya begitu mengerikan.

Energi Yin purba mengalir deras ke dalam tubuhnya. Energi itu terlalu murni dan buas untuk dijinakkan. Alih-alih menyatu dengan Tulang Surgawi Tahap ke-10, energi tersebut justru menganggap tulangnya sebagai sesuatu yang harus dihancurkan.

Krreekk... Krakk!

Retakan terdengar dari dalam tubuhnya. Sumsum tulang Mo Xie mendidih dalam hawa dingin yang menusuk jiwa, sementara racun hitam keunguan terus menggerogoti tulangnya dari dalam. Kulitnya mulai retak dan kabut kematian keluar dari tubuhnya.

Cahaya di matanya perlahan meredup.

Ia sedang sekarat.

Tulang yang selama ini menjadi senjata terkuatnya kini berubah menjadi sumber kehancurannya sendiri.

"Suamiku!" Jeritan Xue Ling'er memecah kesunyian.

Ia berlutut di samping Mo Xie tanpa mempedulikan racun yang membakar kulitnya. Air mata mengalir dari matanya dan membeku menjadi kristal merah ketika menyentuh hawa dingin di sekitar tubuh Mo Xie.

"Bertahanlah... jangan mati."

Ling'er segera menyayat pergelangan tangannya. Darah Yin murni mengalir keluar. Selama ratusan tahun, darah itu selalu membantu meredam penderitaan Tulang Surgawi Mo Xie.

Ia menempelkan pergelangan tangannya ke bibir Mo Xie.

Namun begitu darah itu masuk, darah tersebut langsung membeku lalu hancur menjadi debu.

Energi Yin dari Kuali Leluhur terlalu kuat. Ia menolak segala sesuatu yang dianggap lebih lemah.

Ling'er menatap napas Mo Xie yang semakin lemah. Tulang rusuknya mulai terlihat di balik kulit yang retak.

Jika energi itu tidak segera dijinakkan, Mo Xie akan lenyap sepenuhnya. Bahkan jiwanya tidak akan sempat memasuki siklus reinkarnasi.

"Kau tidak akan mati di sini, Mo Xie."

Suara Ling'er bergetar, tetapi tatapannya berubah tegas.

"Kau pernah membawaku keluar dari lautan darah alam bawah. Sekarang giliranku menyelamatkanmu."

Ling'er duduk bersila di hadapan Mo Xie. Ia menggigit ujung lidahnya lalu memuntahkan seteguk esensi darah jantung. Dengan jari yang berlumuran darah, ia menggambar pola kuno di dahi, dada, dan kedua telapak tangannya, lalu melukiskan pola yang sama di dada Mo Xie.

Inilah Ritual Jembatan Roh Darah.

Seni terlarang dari zaman kuno yang menjadikan tubuh, meridian, dan jiwa seseorang sebagai jembatan untuk menanggung energi yang seharusnya menghancurkan orang lain.

"Demi darah, demi jiwa, demi ikatan yang menolak maut..."

Ling'er merapal mantra sambil menekan kedua telapak tangannya ke dada Mo Xie.

Wuussshh!

Pola darah itu menyala.

Dalam sekejap, meridian Mo Xie dan Ling'er terhubung. Energi Yin yang mengamuk di tubuh Mo Xie mendadak menemukan jalan keluar. Energi itu mengalir melalui lengannya, melewati pola darah, lalu menyerbu tubuh Ling'er.

"Aaahhh!"

Ling'er menjerit.

Meridiannya langsung retak. Organ dalamnya hancur lalu dipulihkan oleh Darah Yin, hanya untuk kembali dihancurkan oleh energi kuali.

Namun ritual itu berhasil.

Di dalam tubuh Ling'er, energi Yin yang buas dipaksa melewati esensi jiwanya. Setiap jejak kebuasannya perlahan terkikis oleh penderitaan yang ia tanggung.

Setelah dijinakkan, energi itu mengalir kembali ke tubuh Mo Xie.

Kelopak mata Mo Xie perlahan terbuka.

Kesadarannya kembali.

Namun pemandangan di hadapannya membuat hatinya terasa lebih sakit daripada luka yang baru saja dialaminya.

Ling'er sedang menanggung semua penderitaan untuknya.

Kulit putihnya dipenuhi retakan hitam. Darah mengalir dari mata, hidung, dan telinganya, sementara rambut hitamnya perlahan memudar menjadi putih. Aura kultivasinya pun terus merosot, dari Kaisar Hukum Suci menjadi Kaisar biasa, lalu Raja.

Semua itu terjadi karena esensi jiwanya terbakar demi menjinakkan energi kuali.

"Ling... er..."

Suara Mo Xie serak.

Ia mencoba menggerakkan tangan, tetapi tubuhnya belum mampu dikendalikan. Tulang-tulangnya sedang mengalami perubahan besar.

"Hentikan!"

Air mata darah mengalir dari sudut matanya.

Pria yang pernah membantai jutaan jiwa tanpa gentar kini hanya mampu menyaksikan wanita yang dicintainya mengorbankan diri di hadapannya.

"Jangan bergerak, Suamiku."

Suara Ling'er hampir tak terdengar. Ia masih memaksakan senyum meski wajahnya telah berlumuran darah.

"Terima energi ini. Jangan biarkan pengorbananku sia-sia."

Seketika, energi Yin yang telah dijinakkan mengalir deras ke dalam sumsum tulang Mo Xie.

Booom!

Aura hitam meledak dari tubuhnya.

Energi itu akhirnya menyatu dengan Tulang Surgawi Tahap ke-10. Sumsum tulangnya memadat dan menyerap misteri penciptaan serta kehancuran yang terkandung dalam Kuali Pembelah Surga.

Tubuh Mo Xie bergetar hebat.

Tulang Surgawi Tahap ke-11!

Bersamaan dengan terobosan itu, persepsi spiritualnya meluas. Untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang selama ini tersembunyi jauh di dalam tulang punggungnya.

Sebuah benang spiritual merah tua melilit setiap ruas tulangnya.

Benang itu berdenyut seperti makhluk hidup.

Itulah rantai parasit. Mata dan telinga Kaisar Iblis Kuno.

Amarah Mo Xie meledak.

Ia mengerahkan seluruh kekuatan barunya dan memusatkan niat membunuh pada benang tersebut.

Benang spiritual itu putus.

Pada saat yang sama, Mo Xie merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sejak tiba di Alam Primordial.

Kebebasan.

Ia bukan lagi ternak yang dipelihara para penguasa.

Untuk pertama kalinya, hidupnya benar-benar berada di tangannya sendiri.

Ritual Jembatan Roh Darah berakhir ketika energi ganas dari fragmen kuali mulai habis.

Tubuh Ling'er langsung ambruk.

Mo Xie bergerak secepat kilat dan menangkapnya sebelum tubuh itu menyentuh tanah. Ia mendekap istrinya dengan hati-hati.

Napas Ling'er masih ada, tetapi sangat lemah. Separuh jiwanya telah hilang dan kultivasinya runtuh hingga ke dasar. Rambut putihnya tergerai di lengannya.

Wanita yang dahulu ditakuti sebagai Permaisuri Kematian kini begitu rapuh hingga hampir seperti manusia biasa.

"Bodoh..." Mo Xie menundukkan kepala. "Kau benar-benar bodoh."

Air mata darah membasahi bahu Ling'er. Tubuhnya bergetar hebat.

Ling'er perlahan mengangkat tangan dan menyentuh wajahnya.

"Kau... berhasil, Mo Xie." Senyumnya begitu lemah. "Kau... sudah bebas."

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Ling'er pingsan dalam pelukannya.

Mo Xie terdiam.

Ia hanya memeluk istrinya dalam keheningan.

Beberapa saat kemudian, getaran di tubuhnya berhenti. Kesedihan yang memenuhi hatinya perlahan membeku, digantikan oleh niat membunuh yang begitu pekat hingga membuat ruang di sekitarnya bergetar.

Mo Xie mengangkat kepala.

Mata merah darahnya dipenuhi aura kematian. Tulang Surgawi Tahap ke-11 beresonansi dengan amarahnya hingga kehampaan di sekelilingnya mulai retak.

Kaisar Iblis Kuno telah menanam metode kultivasi parasit ke dalam tubuhnya. Karena itulah Ling'er harus mengorbankan dirinya demi menyelamatkannya.

Semua penderitaan ini berasal darinya.

Mo Xie menggendong Ling'er dengan satu tangan. Dengan tangan lainnya, ia menarik Sabit Tulang Hitam yang kini telah pulih dan berevolusi.

"Kaisar Iblis..."

Suaranya dingin.

"Aku bersumpah atas nama jiwaku. Aku akan kembali ke Jurang."

Mata merahnya menatap kehampaan.

"Aku akan meruntuhkan takhtamu dan mencabut tulangmu satu per satu. Aku akan membakar seluruh Iblis Kuno menjadi abu."

Tatapannya semakin dingin.

"Semua demi setiap helai rambut putih di kepala istriku."

Di tengah reruntuhan Kuali Pembelah Surga, sosok Mo Xie berdiri dalam diam sambil menggendong wanita yang dicintainya.

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!