NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:389
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2 Berkenalan

"Ini adalah Putri Xiu Ren, anak dari Mentri Keuangan" kata Pimpinan Dayang, dia berbaju hijau bawahan biru dengan sanggul kepala yang besar.

Dia memandangku tersenyum, aku memberi hormat.

"Putri Ang adalah anak Perdana Mentri" kata Pimpinan Dayang, dia memberi hormat, kudengar Putri Ang sangat pandai dia juga anak yang bebas, mungkin bebas seperti aku atau lebih, aku tidak tau kata Dayang May dia bebas.

"Putri Nay adalah anak Mentri Pertanian" kata Pimpinan Dayang, kami saling mengangguk memberri hormat, dia juga pandai dalam urusan rumah tangga berdasarkan informasi lengkap dari Dayang May.

Kami bertiga duduk berjejer rapi, diberikan selembar kertas untuk menulis nama.

Kutuliskan namaku sebesar kertas "XIU REN"

Ternyata mereka meminta aku mennulis cita-cita dan kesukaan.

Kertasku tidak ada tempat untuk menulis lagi.

Orang-orang menertawakanku, aku gemetar, "Apakah aku bisa minta satu kertas lagi?"tanyaku.

"Ini Putri Xiu Ren" kata seorang dayang menyerahkan padaku.

Aku harus menulis ulang sedangkan mereka yang lain sudah mengumpulkan lembaran kertasnya.

Setelah itu, kami boleh kembali.

"Xiu Ren, ada tinta di hidungmu" kata Putri Ang, menyerahkan saputangan.

"Aku punya saputangan" kataku, mengelap wajah.

Kulihat Putra Mahkota sedang sibuk berlatih berpedang bersama Ziu.

Aku tersenyum ke arah Ziu namun Ziu tidak melihatku.

"Pangeran sangat tampan bukan?" tanya Nay yang disebelahku dari tadi.

Aku hanya diam, kupikir biasa saja untuk orang yang memandang rendah orang lain.

**

Aku pulang dengan tandu, Ibu bilang lenteraku harus di siapkan dari sekarang.

"Kita berhenti ke pengrajin lentera" kataku.

Hari sudah hampir malam perjalanan dari Istana.

Aku masuk pelan, kakiku nyaris tersandung, beruntung aku masih memegang daun pintu.

"Permisi ada orang disini?" tanyaku.

Seorang pengrajin keluar, "Aku Xiu Ren, Putri Mentri Keuangan ingin mengambil lentera?" kataku

"Nona, lentera anda belum selesai, maafkan saya terlalu banyak pesanan" kata Pengrajin.

Seorang masuk dari luar, "Ziu...?" kataku.

Ziu menunduk padaku, memberi hormat.

"Ayah, apa pesanan pangeran sudah selesai" kata Ziu pada pengrajin.

"Ini" kata Pengrajin menyerahkan sebuah busur kayu dan anak panah.

"Ayahmu?" tanyaku.

"Iya nona.." kata Ziu.

"Oh..." kataku

"Paman, kapan aku akan kembali mengambil lenteraku?" tanyaku.

"Mungkin dua atau tiga hari lagi" kata Pengrajin.

 "Baiklah aku akan kembali" kataku.

Ziu masih berdiri di sampingku.

"Aku duluan Ziu" kataku pergi dengan tandu.

Padahal aku mau berteman dengan Ziu hanya dia terlihat kaku karena aku nona bangsawan.

**

"Dayang...aku tadi bertemu Ziu lagi" kataku

"Lalu Pangeran Fang?" tanya Dayang May.

Aku menggeleng.

"Nona suka pada Pengawal Ziu?" tanya Dayang May.

"Tidak..." kataku

"Lalu kenapa nona memperhatikan dia terus?" kata Dayang May.

"Memang salah, aku kan memang bertemu dengannya" kataku.

"Nona jangan terlalu akrab dengan pengawal, apalagi nona adalah calon istri dari Pangeran" kata Dayang May.

"Bukankah itu baik, dia lebih mengenal Pangeran" kataku.

"jadi nona ingin mendekati pangeran melalui Ziu" tanya Dayang May.

Aku tidak bisa menjawab pertayaannya, aku juga bingung.

Aku hanya ingin berteman dengan Ziu, karena dia berada di sekitarku juga.

Kamar tidurku sudah siap, aku harus beristirahat malam ini karena besok pagi harus berlatih menari untuk penampilan di Istana.

Tapi sekarang semua berubah, cita-cita yang kuimpikan tampil menari dan melukis di istana sudah tidak lagi, aku juga tidak suka lingkungan Istana semenjak aku di tertawakan tidak bisa membaca, seandainya aku bisa menghilang berganti dengan orang lain aku rela, aku berharap, aku bisa berubah pandai cantik dan melakukan apa yang mereka inginkan.

**Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!