NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Monster Laba-laba

Getaran di bawah kaki mereka semakin kuat.

Isabella yang baru saja hendak melanjutkan perjalanannya, kembali menghela nafas. Ternyata perjalanannya kembali harus di tunda akibat tamu tak di undang itu. Aeron pun mengangkat kepalanya dan memandang ke arah hutan yang gelap. Suara gemuruh terdengar semakin keras.

Grrrraaaak...!

Isabella dan Aeron saling berpandangan, mereka menghela napas hampir bersamaan.

"Sepertinya kita memang belum diizinkan untuk melanjutkan perjalanan," gumam Isabella.

Aeron tersenyum tipis.

"Sepertinya begitu."

Belum sempat mereka melanjutkan percakapan, tanah di hadapan mereka tiba-tiba pecah.

BOOM!

Sosok raksasa keluar dari dalam tanah. Dua ekor laba-laba raksasa dengan tubuh hitam mengerikan berdiri di hadapan mereka. Delapan matanya yang berwarna merah menyala menatap Isabella dan Aeron dengan penuh kebencian. Tubuhnya begitu besar hingga hampir menutupi pandangan mereka terhadap hutan.

“Laba-laba?!” Tanya Isabella, dia sedikit terkejut saat melihat Laba-laba di hadapannya ini. Ternyata Laba-laba di dunia ini ukurannya bisa sebesar ini, di dunianya dulu ukuran Laba-laba sangat kecil dan dia hanya perlu menginjaknya untuk membunuh Laba-laba itu. Tapi Laba-laba di dunia ini, sepertinya membunuhnya cukup membutuhkan usaha.

Isabella lalu menoleh ke arah Aeron.

“Kenapa ukurannya sebesar ini?!” Tanya Isabella, rasa penasaran muncul di kepalanya. Kira-kira apa makanan dari Laba-laba sebesar ini.

Aeron segera berdiri di samping Isabella, segera memperingati Isabella untuk jauh lebih berhati-hati. Karena Laba-laba ini memiliki racun yang cukup mematikan.

“Berhati-hatilah. Jangan sampai terkena jaring atau air liurnya.” Kata Aeron.

“Air liurnya?” Tanya Isabella, dia baru mengetahui kalau Laba-laba ternyata juga memiliki air liur.

Aeron mengangguk serius.

“Jaring mereka sangat kuat dan mengandung racun. Sekali tubuhmu terjerat, akan sangat sulit untuk melepaskan diri. Racunnya akan perlahan masuk ke tubuhmu. Begitu juga dengan air liur nya, jika itu mengenai tubuhmu maka kulitmu yang terkena air liur itu akan melepuh hingga akhirnya racunnya dengan cepat memasuki tubuhmu dan dalam waktu kurang dari semenit kau akan mati dan tubuhmu akan membusuk.” Jelas Aeron, mendengar perkataan Aeron. Isabella bergidik ngeri, ternyata Laba-laba di dunia ini bukan hanya tubuhnya yang besar tapi racunnya juga sangat mengerikan.

“Dan setelah mangsanya mati?” Tanya Isabella penasaran, jika mangsanya mati apa yang akan di lakukan oleh Laba-laba ini. Apakah dia akan memakannya atau meninggalkannya begitu saja.

“Mereka akan memakannya.” Kata Aeron.

Isabella kembali bergidik, ternyata dia dan Aeron dimata Laba-laba itu adalah makanan.

Aeron kemudian melanjutkan.

“Laba-laba ini sudah membunuh banyak hewan di hutan ini. Bahkan manusia yang masuk ke wilayah mereka juga pernah menjadi mangsa.” Kata Aeron.

Mendengar itu, ekspresi Isabella berubah serius.

“Kalau begitu, kita harus lebih berhati-hati.”

Kedua laba-laba itu tiba-tiba mengangkat bagian depan tubuh mereka.

Sssshhh!

Dua jaring putih langsung melesat ke arah Isabella.

Melihat dua jaring itu ke arahnya, Isabella segera melompat ke samping.

WUSSH!

Jaring itu menghantam tanah dan langsung menempel kuat pada pepohonan di belakangnya.

“Nyaris saja!” Ucap Isabella sambil mengelus dadanya, tidak lucu jika dia harus mati karena serangan jaring Laba-laba.

Melihat mangsanya lolos, kedua laba-laba itu mengeluarkan suara melengking.

KRRRIIIIIIII!

Kemudian mulut mereka terbuka.

CRESSSH!

Cairan hitam pekat disemprotkan ke arah Isabella.

Isabella segera mengangkat tangannya.

BOOOM!

Sebuah perisai es muncul di hadapannya. Cairan hitam itu menghantam permukaan es dan menimbulkan suara mendesis.

SSSSSS!

Sebagian permukaan es bahkan mulai terkikis.

“Benar-benar beracun…” Kata Isabella, Isabella menyipitkan matanya. Kalau cairan itu mengenai tubuhnya secara langsung, akibatnya pasti tidak akan bagus.

Isabella kembali mengangkat tangannya. Kristal-kristal es mulai bermunculan di udara membentuk panah-panah es.

FWOOSH!

Puluhan panah es lalu melesat menuju kedua laba-laba itu.

KRAK! KRAK!

Beberapa panah menancap di tubuh mereka.

Namun, sebelum Isabella sempat melanjutkan serangannya—

“Jangan lupakan aku!”

Aeron maju, Angin berputar dengan cepat di sekeliling tubuhnya.

WUSSHHH!

Puluhan bilah angin lalu melesat ke arah kedua laba-laba itu. Bilah-bilah itu begitu tajam hingga mampu mengiris kaki dan tubuh kedua laba-laba tersebut.

KRAAAK!

Darah hitam menyembur dari tubuh kedua Laba-laba itu. Kedua laba-laba itu lalu menggeram kesakitan.

KRIIIIIII

“Isabella! Sekarang!”

Aeron berteriak.

“Gunakan tombak esmu!”

Isabella mengangguk.

Namun bukannya membuat tombak es, Isabella justru mengangkat kedua tangannya.

“Tidak.”

Aeron terkejut.

“Tidak?”

Isabella tersenyum kecil.

“Aku punya cara yang lebih baik.”

Air tiba-tiba muncul dari udara.

WOOOSH!

Dalam sekejap, sebuah bola air raksasa terbentuk dan mengurung kedua laba-laba itu. Kedua monster tersebut mengamuk di dalamnya.

KRRRIIII!

Namun mereka tidak bisa keluar, Isabella kemudian mengepalkan tangannya.

“Sekarang…”

Air di dalam bola itu mulai berputar, lalu puluhan tombak air terbentuk di dalam bola air itu.

FWOOSH! FWOOSH! FWOOSH!

Tombak-tombak air menusuk tubuh kedua laba-laba dari berbagai arah.

KRAK!

Tubuh kedua monster itu akhirnya berhenti bergerak. Isabella kemudian mengubah ekspresinya menjadi serius.

KRIIIIING!

Kedua laba-laba itu berteriak sebelum akhirnya seluruh bola air itu langsung membeku dan kedua laba-laba itu juga ikut membeku di dalamnya.

Isabella kembali mengangkat satu tangannya, lalu...

CRAAAAASH!

Bola es itu hancur menjadi ribuan kristal kecil.

Tubuh kedua laba-laba ikut hancur dan jatuh ke tanah.

Aeron terdiam, menatap Isabella dengan tatapan kagum.

“…”

Isabella menghela napas.

“Sudah selesai.”

Namun tiba-tiba—

Ting!

Sebuah benda kecil berkilau jatuh dari antara pecahan es itu.

Isabella menunduk.

“Oh?”

Dia mengambil benda itu.

Sebuah kristal berwarna gelap berada di telapak tangannya.

“Inti sihir.” Kata Isabella.

Aeron mengangguk.

“Benar, itu inti sihir dari monster itu.”

Mata Isabella langsung berbinar.

“Bagus, kalau di jual berapa harganya?”

Aeron tersenyum tipis.

“Tergantung jenis dan kualitasnya.”

Isabella menggenggam Inti sihir itu.

“Lumayan.”

Kemudian dia tiba-tiba teringat sesuatu.

“Tunggu…”

Isabella menoleh ke belakang.

Tiga monster yang sebelumnya mereka kalahkan masih tergeletak di sana.

“Aku hampir lupa, inti sihir mereka belum kuambil!”

Kata Isabella, lalu dia segera berlari menuju ketiga monster tersebut. Aeron hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Baru saja selesai bertarung, sekarang malah memikirkan uang.” Kata Aeron takjub.

“Aku tidak boleh menyia-nyiakan sesuatu yang bisa dijual!” Ucap Isabella.

Isabella lalu berjongkok di depan monster pertama.

Dengan menggunakan pisau, dia membelah bagian dada monster tersebut dengan hati-hati. Saat dia melihat inti itu, dia segera mengambilnya hingga tangannya di penuhi darah monster itu.

“Dapat satu!”

Dia kemudian mengambil kristal dari monster kedua.

“Dua!”

Lalu monster ketiga.

“Dan tiga!”

Isabella melihat seluruh inti sihir yang berhasil dikumpulkannya. Kini total ada lima kristal sihir di tangannya. Senyumnya semakin lebar.

“Kalau semuanya dijual…”

Isabella mulai membayangkan berapa banyak uang yang akan dia dapatkan, hari ini dia mendapatkan 5 dan kemarin juga dia mendapatkan 1 di tambah dengan tubuh monster beruang itu. Isabella lalu menoleh pada Aeron.

"Aeron, apa tubuh ke lima monster ini bisa di jual?" Tanya Isabella.

"Sayangnya tidak, tubuh kedua laba-laba itu beracun sedangkan tiga monster sisanya tubuh mereka terlalu alot dan busuk. Siapa yang mau memakannya. Tidak semua tubuh monster bisa laku di jual nona, hanya monster-monster tertentu saja.“ Jawab Aeron.

Isabella mengangguk.

"Berarti dari kelima monster ini hanya inti sihir mereka saja yang bisa ku jual."

"Ya."

"Tidak masalah, ini juga sudah menguntungkan." Kata Isabella.

Aeron tertawa kecil.

“Kau mulai terlihat seperti seorang petualang sungguhan.”

Isabella memasukkan semua inti sihir itu ke dalam ruang penyimpanannya.

“Kalau begitu…”

Dia menatap hutan yang luas di hadapannya.

“Sepertinya kita bisa mendapatkan lebih banyak lagi, Aeron.” Kata Isabella.

Aeron langsung menatapnya.

“Jangan bilang kau ingin mencari monster lain.”

Isabella tersenyum.

“Bukankah kau bilang inti sihir mereka bisa dijual? Bahkan harganya juga lumayan mahal?”

Aeron terdiam beberapa saat.

"Aku merasa mulai menyesal memberitahumu.”

Aeron memandang Isabella dengan tatapan pasrah.

“Jangan terlalu bersemangat. Hutan ini sangat berbahaya.”

Isabella mengangguk.

“Aku tahu.”

Namun, matanya masih tertuju pada cincin ruang penyimpanannya yang kini telah berisi 6 inti sihir dan satu beruang besar sekarang.

Aeron menghela napas.

“Kalau begitu, setidaknya kita harus berhenti dulu, kita perlu beristirahat dan mengumpulkan tenaga kita kembali.”

Isabella baru menyadari bahwa setelah bertarung beberapa kali, tubuhnya memang mulai terasa lelah.

“Kau benar.”

Mereka kemudian berjalan menuju sebuah pohon besar dan duduk di bawahnya. Isabella mengeluarkan botol air dari ruang penyimpanannya lalu meminumnya.

“Aeron.”

“Hm?”

“Kalau Inti sihir ini dijual, kira-kira kita bisa mendapatkan berapa banyak uang?”

Aeron berpikir sejenak.

“Inti sihir dari monster tadi kualitasnya tidak terlalu tinggi. Tapi lima kristal mungkin cukup untuk membeli makanan dan beberapa kebutuhan dasar.”

Isabella tersenyum.

“Bagus.”

Dia lalu melihat ke arah hutan.

“Kalau begitu kita cari lagi.”

Aeron hampir tersedak.

“Kita bahkan baru saja beristirahat Isabella!”

“Jangan menyia-nyiakan waktu yang ada, Aeron." Kata Isabella.

“Isabella, jangan lupa bahwa kita sedang berada di dalam hutan yang dipenuh oleh monster.”

Isabella berdiri.

“Justru karena itu.”

Dia mengepalkan tangannya.

“Kalau ada monster yang menyerang kita, kita tinggal membunuh mereka dan mengambil inti sihir mereka.”

Aeron terdiam, sepertinya tuannya ini, di otaknya hanya ada uang saja.

Tapi belum sempat mereka pergi, Naga hitam tadi justru menghadang mereka berdua.

Mereka bahkan sampai melupakan keberadaan naga yang satu ini.

Bersambung

1
@Mita🥰
seru
Dewi Habibah
bagus ceritanya
@Mita🥰
wah sepertinya ada yang mengendalikan para monster " itu deh
@Mita🥰
lagi Thor 🥰🥰
Murni Dewita
💪💪💪💪 sampai finish ya thor
Naru_Ch@n: siap siap👍
total 1 replies
@Mita🥰
lanjut Thor Bagus ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
Murni Dewita
yaelah dikit amat thor
kiu kiu
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!