NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Alex berdiri tegak di depan kedua anak itu. Tatapannya tenang, namun penuh wibawa.

“Aku datang menjemput kalian," ulangnya lagi. Begitu kalimat itu keluar dari mulutnya, Kenzo langsung berdiri dari bangku dengan wajah dingin.

“Kami tidak akan pergi!” Nada suaranya tegas meskipun ia masih anak kecil. Ia bahkan menarik tangan adiknya.

“Kenzi, kita tunggu Mommy saja.”

Namu, Kenzi malah menatap Alex dengan mata berbinar. Seolah sangat senang melihat pria itu. Alex menyilangkan kedua tangannya di dada, lalu berkata dengan santai.

“Bukannya kalian ingin bicara denganku?”

Kenzo mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

Alex menatap langsung ke arah Kenzi.

“Kamu yang mengirim email kepadaku, bukan?”

Mata Kenzi langsung membesar.

“Daddy baca?”

Alex mengangguk pelan.

“Kamu bilang ingin bertemu denganku, Kamu ingin membuat kesepakatan.” Kalimat itu langsung membuat Kenzi meloncat kecil dengan semangat.

“Iya!” Ia menoleh pada kakaknya dengan wajah cerah.

“Kak! Dia datang! Dia benar-benar datang!”

Kenzi langsung berbalik lagi ke Alex.

“Ayo kita pulang!”

Namun, tangan Kenzi tiba-tiba ditarik kuat oleh Kenzo.

“Tidak.” Kenzo menatap adiknya dengan serius.

“Kita tidak ikut.”

Kenzi mengerutkan kening.

“Tapi Kak—”

Kenzo menatap Alex dengan tajam.

“Aku tidak percaya padanya.”

Alex hanya menatap bocah itu dengan ekspresi tenang. Kenzo lalu berkata dingin.

“Kalau kamu ingin bicara … kita bicara di sini saja.”

Beberapa guru yang melihat dari jauh mulai merasa suasana sedikit aneh. Namun, Alex hanya tersenyum tipis.

“Kesepakatan seperti itu tidak cocok dibicarakan di halaman sekolah.” Ia menatap kedua anak itu bergantian.

“Lagipula…” Tatapannya kembali ke Kenzo.

“Bukankah kamu ingin memastikan aku tidak mengganggu hidup kalian?”

Kenzo terdiam, kalimat itu tepat mengenai pikirannya. Alex lalu berkata santai.

“Ayo ikut denganku. Kita bicara dengan tenang.”

Kenzo masih terlihat ragu. Tetapi, Kenzi sudah menatap kakaknya dengan mata penuh harap.

“Kak … ayo! Aku mau bicara dengan Daddy.”

Kenzo menghela napas panjang dengan kesal. Anak itu akhirnya menatap Alex lagi dengan wajah serius.

“Kalau kami ikut … kau harus menepati kesepakatan kami.”

Alex menatapnya dengan tatapan tajam namun penuh minat.

“Kesepakatan apa?”

Kenzo menjawab dengan dingin.

“Kau tidak boleh mengganggu Mommy kami.” Beberapa detik Alex hanya menatap bocah itu, lalu ia berkata singkat,

"Masuk ke mobil dulu.”

Kenzo masih menahan tangan Kenzi. Namun, Kenzi sudah hampir melompat kegirangan. Ketika Kenzi hampir melangkah menuju mobil, suara sang guru tiba-tiba menghentikan mereka.

“Tunggu sebentar!"

Semua orang menoleh. Guru itu berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat dengan wajah sedikit ragu namun tetap tegas.

Ia menatap Alex dengan sopan.

“Maaf, Tuan.”

“Tapi saya harus memastikan sesuatu terlebih dahulu.”

Alex menatap wanita itu tanpa mengubah ekspresinya.

“Apa itu?”

Guru itu kemudian berkata hati-hati,

“Apakah Anda benar ayah dari kedua murid ini?”

Ia menunjuk Kenzo dan Kenzi.

“Karena jika tidak, kami tidak bisa mengizinkan mereka ikut dengan Anda.”

Beberapa guru lain yang berada di halaman ikut memperhatikan situasi itu. Alex langsung menyipitkan matanya sedikit. Tatapannya berubah tajam dan dingin. Aura pria itu seketika terasa menekan. Namun, sebelum Alex sempat mengatakan apa pun Mario segera melangkah maju.

Ia tersenyum sopan kepada guru itu.

“Tidak perlu khawatir.”

Guru itu menatapnya.

Mario kemudian berkata dengan nada profesional,

“Tuan Alex memang orang tua dari kedua anak itu.”

Kenzo langsung mengerutkan kening. Namun, Kenzi terlihat sangat bangga.

“Iya! Daddy!”

Guru itu terlihat masih sedikit ragu.

“Tapi tadi salah satu dari mereka mengatakan bukan…”

Kenzo langsung memalingkan wajahnya dengan kesal. Sementara Kenzi malah mengangguk kuat.

“Iya! Dia Daddy kami!”

Guru itu akhirnya menatap Alex lagi.

Pria itu berdiri dengan sikap tenang, aura dinginnya masih terasa kuat.

Beberapa detik kemudian guru itu menghela napas kecil.

“Baiklah…”

“Kalau begitu kalian boleh pulang.”

Kenzi langsung tersenyum lebar.

“Yeay!”

Namun, Kenzo masih berdiri dengan wajah datar. Ia menatap Alex dengan mata penuh kewaspadaan. Seolah pria itu bukan ayahnya melainkan seseorang yang harus ia hadapi dengan hati-hati.

Alex berdiri di samping mobil hitamnya.

Pintu belakang sudah terbuka.

Kenzi bahkan sudah berdiri di depan pintu dengan wajah penuh semangat, hampir saja naik ke dalam mobil. Namun, Kenzo masih berdiri di tempatnya. Tatapannya penuh penolakan.

Alex menatap anak laki-laki itu beberapa detik. Lalu ia berkata dengan suara yang sedikit lebih lembut dari biasanya.

“Masuklah,” Nada suaranya tidak keras, bahkan terdengar sabar. Namun, Kenzo tetap menatapnya dengan wajah kesal.

“Aku belum setuju.”

Alex menghela napas pelan.

“Kita akan bicara. Tentang kesepakatanmu.”

Kenzo masih tidak bergerak.

Sementara Kenzi sudah hampir masuk ke mobil.

“Cepat Kak!”

Namun, sebelum situasi itu berlanjut suara mobil lain tiba-tiba berhenti di depan gerbang sekolah.

Semuanya menoleh, sebuah mobil tua berhenti agak mendadak.

Pintu mobil langsung terbuka.

Tasya turun dengan wajah panik. Begitu matanya melihat Alex berdiri di dekat kedua anaknya, dadanya langsung terasa sesak.

“Tunggu!”

Ia berjalan cepat mendekat. “Kenzo! Kenzi!”

Kedua anak itu langsung menoleh.

“Mommy!” Kenzi langsung berlari kecil menuju Tasya.

Tasya memeluk anak itu dengan erat. Tatapannya kemudian beralih pada Kenzo.

“Kamu tidak apa-apa?”

Kenzo mengangguk pelan tetapi kemudian Tasya menatap Alex. Tatapannya langsung berubah tajam.

“Kau lagi.” Nada suaranya penuh kemarahan yang ia tahan sejak pertemuan terakhir.

Alex berdiri tenang menghadapi tatapan itu. Seolah sudah menduga reaksi Tasya.

Tasya melangkah lebih dekat dan langsung menarik tangan Kenzo.

“Ayo kita pulang,”

Ia menatap Alex dengan dingin.

“Aku sudah bilang sebelumnya. Jangan mendekati anak-anakku lagi.”

Namun Alex tidak bergerak sedikit pun. Ia hanya berkata dengan suara rendah.

“Mereka yang memintaku datang.”

Tasya mengerutkan kening. “Apa?”

Alex menatap kedua anak itu.

Perdebatan kecil di depan gerbang sekolah mulai menarik perhatian beberapa guru dan orang tua murid yang belum pulang.

Tasya masih berdiri di depan kedua anaknya seolah menjadi penghalang.

“Kamu tidak berhak membawa mereka pergi,” ucapnya tegas.

Alex menatapnya tanpa emosi.

“Mereka yang memintaku datang. Nona Tasya, kita hanya perlu bicara.”

Namun, Tasya tetap menggeleng.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan.”

Ketegangan di antara mereka semakin terasa.

Saat itulah pintu mobil tua milik Tasya terbuka. Seorang pria tinggi keluar dari dalam mobil. Beberapa langkah kemudian ia sudah berdiri tidak jauh dari mereka. Tatapannya langsung tertuju pada Alex dan sebaliknya Alex juga langsung mengenali pria itu.

Dua pria dengan aura kuat berdiri saling berhadapan.

Dion berjalan mendekat lalu berdiri di samping Tasya.

“Tasya,” dia berkata pelan.

“Kita pulang saja.”

Namun, sebelum Tasya menjawab Dion sudah menatap Alex dengan dingin.

“Tuan Alex. Saya rasa Anda tidak perlu mengganggu mereka lagi.”

Kalimat itu membuat Mario yang berdiri di dekat mobil sedikit tegang.

Sementara Alex hanya mengangkat alisnya tipis. Ia menatap Dion dengan tajam.

“Dion Wijaya.” Nada suaranya terdengar datar, namun jelas mengenal pria itu.

“Sudah lama tidak bertemu.”

Dion tidak tersenyum, tatapannya tetap dingin.

“Aku hanya tidak ingin ada masalah di depan sekolah anak-anak.”

Namun, Alex tiba-tiba berkata dengan suara rendah namun tajam.

“Masalah ini bukan urusanmu.”

Ia menatap Dion lurus-lurus.

“Ini urusan keluargaku.”

Kalimat itu membuat Dion langsung terdiam. Beberapa detik ia hanya berdiri tanpa bicara. Tatapannya perlahan beralih pada Tasya.

Sementara Tasya juga terlihat sedikit terkejut mendengar kata itu.

'Tuan Alex suami Tasya?' Dion menatap Tasya tak percaya.

1
Yani Suryani
Alex, kamu selalu mengancam orang, sekarang Kamu diancam anakmu sendiri 😀
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
Iis Kurniasih
Jalan cerita tidak bertele² ...msh enak bt dibaca n lebih mudah dimengertinya......
Munas Tuti
benernya culik balik Jessi...buang jauh2
Munas Tuti
daaah Alex jangan curiga ke mana2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!