NovelToon NovelToon
System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gen-1

Seorang pemuda yang memiliki rasa haus akan mimpi menjadi orang kaya, berangkat merantau penuh harapan tinggi.

Tapi, sesampainya dikota, tamparan keras menghantamnya.

Ternyata hidup dikota tidak semudah yang dia bayangkan.

Sampai pada akhirnya sistem datang seperti malaikat yang jatuh dari langit, memberi jalan baru baginya untuk melawan kerasnya hidup didunia orang dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gen-1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Perpisahan dengan Kehidupan Lama

Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Yuda akhirnya memasuki kawasan Wisma Nugrah.

Tempat Yuda ngekos.

Setelah menemukan tempat yang kosong, ia memperlambat mobilnya dan berhenti di area parkir.

“Sudah sampai, Sayang.”

Risa yang sejak tadi menikmati perjalanan menoleh ke arah luar jendela.

Pandangannya menyapu bangunan kos di hadapan mereka, lalu beralih ke Yuda.

“Jadi, di sini tempat kosmu?”

Yuda mengangguk santai. “Iya. Sudah hampir tiga tahun aku tinggal di sini.”

Risa kembali memperhatikan bangunan tersebut.

Tempatnya memang tidak terlalu mewah, tetapi terlihat cukup nyaman untuk ditinggali.

Ia lalu menoleh lagi kepada Yuda.

“Kalau begitu, selama ini kamu tinggal di sini sendirian?”

“Memangnya kamu pikir aku tinggal sama siapa?” Yuda balik bertanya sambil tersenyum tipis.

Risa langsung menyipitkan matanya. “Jangan mulai lagi, ya.”

Yuda tertawa kecil. “Iya, iya. Aku diam.”

Risa menggeleng pelan, merasa pacarnya itu memang selalu punya cara untuk menggodanya.

Namun, entah kenapa, ia justru mulai terbiasa dengan tingkahnya.

Yuda kemudian mematikan mesin mobil dan membuka sabuk pengamannya.

“Sudah, ayo turun. Kita masuk ambil barang-barang ku.”

Risa mengangguk, lalu turun dari mobil bersama Yuda.

Begitu keduanya memasuki area kos, seorang pria paruh baya yang sedang duduk ngopi sambil merokok di dekat teras langsung mengangkat kepalanya.

Awalnya, ia hanya melirik sekilas.

Namun, setelah mengenali wajah Yuda, ia langsung menegakkan duduknya.

“Lho? Yuda?”

Yuda menoleh dan tersenyum ramah. “Eh, Pak Rasman. Apa kabar?”

Pria bernama Rasman itu bangkit dari tempat duduknya, memperhatikan Yuda dari ujung kepala sampai kaki.

“Ya ampun, kamu ini Yuda, kan? Kok beda banget sekarang?”

Yuda terkekeh. “Memangnya saya berubah sebanyak itu, Pak?”

“Lah, jelas! Biasanya kamu pulang pakai seragam kurir, naik motor Beat. Sekarang penampilanmu begini, datang-datang malah bawa mobil mewah!”

Rasman mengamati Yuda sekali lagi sejenak sebelum melirik mobil mewah yang terparkir di luar.

“Jadi kurir sekarang sudah bisa menghasilkan banyak uang, ya?” godanya sambil terkekeh.

Yuda hanya tertawa. “Ah, Bapak bisa saja.”

Namun, pandangan Rasman kemudian beralih kepada Risa yang berdiri di samping Yuda.

Ia mengamati wanita itu sejenak, lalu menatap Yuda dengan tatapan penuh arti sambil mengangkat sedikit sudut mulutnya.

“Eh, ini pacarmu? Cantik sekali! Ckckck, ternyata diam-diam kamu hebat juga soal memilih wanita, Yud.”

Risa tersenyum malu, tanpa menyadari maksud tersembunyi di balik perkataan Rasman.

Sementara itu, Yuda hanya tertawa canggung.

Ia paham betul maksud Pak Rasman ini. “Haha, aku beruntung saja, Pak.”

Rasman langsung mencibir, "Halah, masih saja merendah. Tapi, ya, harus kuakui, kamu memang hebat, Yud."

Setelah berbasa-basi sebentar, Yuda pun berpamitan dan mengajak Risa masuk.

Belum sempat mereka melanjutkan obrolan, seorang ibu paruh baya keluar dari salah satu ruangan.

Begitu melihat Yuda, wajahnya langsung menunjukkan keterkejutan.

“Yuda? Kamu baru pulang?”

Yuda segera menoleh. “Iya, Bu.”

Ibu kos itu menghampiri mereka.

Namun, langkahnya sedikit melambat ketika melihat Risa berdiri di samping Yuda.

Matanya berpindah dari Yuda ke Risa, kemudian kembali lagi kepada Yuda. “Lho, ini siapa?”

“Kenalin, Bu. Ini Risa, pacar saya.”

“Pacar?” Ibu kos itu spontan mengulang perkataannya.

Yuda mengangguk sambil tersenyum.

Ibu kos terdiam sejenak, lalu menyambut Risa dengan ramah. “Aduh, cantik sekali pacarmu, Yu. Kalian kelihatan cocok banget!”

Risa tersenyum malu. “Terima kasih, Bu.”

Setelah berbasa-basi sebentar, Yuda akhirnya menyampaikan maksud kedatangannya.

“Oh iya, Bu. Saya mau mengambil barang-barang di kamar. Sekalian mau pamit, karena saya berencana pindah.”

Senyum ibu kos sedikit memudar.

“Pindah? Jadi kamu benar-benar mau pindah, Yu?”

“Iya, Bu. mau pindah hari ini.”

Ibu kos menghela napas pelan, lalu mengangguk meski terlihat sedikit berat hati.

“Ya sudah, kalau memang begitu keputusanmu. Ibu cuma berharap kamu baik-baik di tempat baru.”

“Terima kasih, Bu. Selama tinggal di sini, Ibu sudah banyak membantu saya.”

Ibu kos tersenyum sambil melambaikan tangannya. "Ini hal kecil."

Namun, setelah Yuda dan Risa bincang singkat dengannya lalu pamit dan berjalan menuju kamarnya.

Pandangan ibu kos tertuju pada mobil hitam besar didepan kosannya.

'Sejak kapan anak itu punya mobil mewah dan pacar secantik itu?'

Ia terdiam sejenak berpikir.

Beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba teringat video-video pendek yang sering ditontonnya.

'Jangan-jangan dia sebenarnya anak orang kaya yang sengaja pura-pura hidup sederhana? Ya ampun, jadi selama ini ada tuan muda kaya sewa di kosanku?!'

Ibu kos menghela napas pelan, teringat bahwa ia pernah berniat menjodohkan Yuda dengan putrinya.

Tapi memikirkan latar belakangnya ia kembali menghela nafas berat. 'Yah, pupus sudah harapanku. Pacarnya saja sudah secantik itu.'

Sementara itu, Yuda sama sekali tidak tahu bahwa kepulangannya ke Wisma Nugrah baru saja menggugurkan rencana perjodohan yang bahkan belum pernah dibicarakan kepadanya.

Setelah berpamitan dengan ibu kos, Yuda membawa Risa menuju kamarnya.

Begitu pintu terbuka, Risa melangkah masuk sambil mengamati keadaan di dalam.

Kamarnya tidak terlalu luas.

Hanya ada sebuah tempat tidur, lemari pakaian, meja kecil, dan beberapa perabot sederhana lainnya.

Meski begitu, semuanya terlihat rapi dan bersih.

Risa sedikit terkejut lalu mengangguk kecil. “Kamarmu cukup rapi juga, ya.”

Yuda tersenyum. “Tentu saja. Kalau berantakan, nanti malah susah mencari barang.”

“Kirain kamu tipe orang yang suka menumpuk barang sembarangan.”

“Memangnya aku terlihat seperti itu?”

Risa menahan senyum. “Kali aja kan, soalnya aku sering dengar kalau gambaran kamar laki-laki itu berantakan banget.”

Yuda hanya menggeleng geli, lalu berjalan menuju lemari pakaiannya.

“Aku mulai berkemas dulu. Kamu duduk saja.”

Risa mengangguk dan memilih duduk di tepi tempat tidur, memperhatikan Yuda yang membuka lemari.

Yuda kembali memandangi pakaian-pakaian yang sudah dikeluarkannya dari lemari.

Beberapa di antaranya masih terlihat bagus, tetapi ukurannya jelas sudah tidak cocok dengan tubuhnya sekarang.

Ia mengambil sebuah kaus, membentangkannya sebentar, lalu menghela napas.

“Sayang juga, ya. Padahal masih bagus.”

Risa yang duduk di tepi tempat tidur meliriknya dengan geli.

“Kalau sudah kekecilan, memangnya mau kamu pakai buat apa?”

Yuda menatap kaus itu sekali lagi sebelum melipatnya dengan rapi.

“Kenang-kenangan.”

Jawaban singkat itu membuat Risa mengangkat alis.

“Kenang-kenangan?”

Yuda mengangguk santai, lalu memasukkan kaus tersebut ke dalam tas.

“Iya. Sudahlah, nggak usah dipikirkan.”

Risa memandangnya beberapa saat, tetapi akhirnya hanya tersenyum kecil.

Ia tidak melanjutkan pertanyaannya, membiarkan Yuda berkemas tanpa mengganggunya lagi.

Yuda pun memutuskan untuk membawa semua pakaian lamanya.

Meski sudah tidak bisa dikenakan, ia belum ingin berpisah dengan barang-barang yang pernah menjadi bagian dari kesehariannya.

Setelah selesai dengan pakaian, ia beralih ke kursi gaming sederhana di dekat meja.

Kondisinya memang tidak istimewa, tetapi kursi itu sudah menemaninya melewati banyak malam saat bermain gim setelah pulang bekerja.

'Masih bagus, kasih aja ke adek pas pulang, pasti suka.'

Lalu bawa juga Laptop yang biasa digunakannya untuk bermain gim sekaligus sesekali bikin novel buat luang waktu.

Sementara itu, barang-barang lain yang tidak terlalu penting ia biarkan tetap berada di kamar.

...----------------...

Beberapa waktu kemudian.

10:23 WIB.

Matahari diluar perlahan mulai naik dan panasnya menyinari gedung Wisma Nugrah.

Setelah memastikan tidak ada barang lain yang perlu dibawa, Yuda menutup tasnya dan bersiap meninggalkan kamar yang telah menjadi tempat tinggalnya selama hampir tiga tahun itu.

Ia membawa tas berisi pakaian, sementara kursi gaming murah miliknya juga sudah disiapkan untuk dibawa pulang nanti.

Kursi itu rencananya akan diberikan kepada adiknya saat ia pulang kampung.

Risa sendiri membantu membawa sebuah tas berisi laptop.

Barang-barangnya tidak banyak, sehingga ia tidak perlu repot menyiapkan terlalu banyak bawaan.

Setelah berpamitan sekali lagi dengan ibu kos, Yuda dan Risa meninggalkan Wisma Nugrah.

Mereka memasukkan barang-barang tersebut ke dalam mobil, lalu kembali melaju menuju kawasan NavaPark.

Risa duduk santai di kursi penumpang, sesekali melirik Yuda yang fokus menyetir.

"Sayang, kita mau ke mana sekarang?"

"Ke tempat tinggalku."

Risa mengangguk.

Ia tidak bertanya lebih jauh, mengira Yuda akan membawanya ke apartemen atau rumah lain yang baru dibelinya.

Mobil Yuda terus melaju melewati gerbang otomatis NavaPark.

Ia hanya sempat melirik lalu mengangguk pada Pak Bambang dan Jaya yang sedang berjaga, lalu kembali fokus kembali jalan.

Pak Bambang yang mengenali mobil tersebut mengikuti pergerakannya dengan pandangan mata.

Namun, perhatiannya tak bertahan lama pada mobil itu, melainkan beralih pada wanita cantik yang duduk di kursi penumpang.

'Kemarin bersama gadis muda, sepertinya mahasiswi baru. sekarang bersama wanita dewasa yang cantik?'

Ia menghela napas dalam hati.

'Tuan muda ini benar-benar berbeda. Sudah kaya, tampan pula. Sepertinya bukan hal sulit baginya untuk menarik perhatian wanita.'

Di sampingnya, Jaya juga sempat memperhatikan mobil Yuda hingga menghilang di tikungan.

"Pak, sepertinya kehidupan Tuan Yuda semakin menarik saja," celetuknya.

Pak Bambang meliriknya sekilas. "Sudahlah. Kita tidak perlu ikut campur urusan pribadi beliau."

Meski berkata demikian, ia sendiri tak bisa menahan rasa irinya.

Sementara itu, mobil Yuda terus melaju menyusuri jalanan kawasan NavaPark.

Ketika mobil mereka memasuki kawasan NavaPark di BSD City, Risa sedikit terkejut.

Ia mengenal kawasan tersebut dari cerita beberapa temannya yang berasal dari keluarga berada.

Meski begitu, ia tidak banyak bertanya dan kembali bersandar di kursinya, membiarkan Yuda melanjutkan perjalanan.

Belakangan ini, Yuda memang sering melakukan hal-hal di luar dugaannya.

Jadi, ia tidak lagi terlalu terkejut jika pria itu ternyata memiliki rumah disini.

Tak lama kemudian, mobil itu berbelok memasuki sebuah jalan menuju vila dengan halaman luas dan gerbang tersendiri.

Yuda mengarahkan mobilnya masuk tanpa ragu.

Namun, saat mobil melewati gerbang, pandangan Risa mendadak tertuju pada tulisan yang tertera dengan jelas di sana.

Botanic Villa.

Ekspresi Risa seketika berubah serius.

Ia mengenal nama tempat itu.

Beberapa temannya yang berasal dari keluarga berada pernah membicarakan Botanic Villa, salah satu hunian mewah di kawasan NavaPark.

Risa bahkan pernah mendengar betapa mahalnya harga vila di sana.

Namun, ia tidak pernah membayangkan akan datang ke tempat itu, apalagi bersama Yuda.

Perlahan, ia mengalihkan pandangan kepada pria yang masih menyetir dengan santai di sampingnya.

Beberapa saat kemudian, ia menyadari sesuatu. 'Sebentar... kenapa Yuda membawaku ke Botanic Villa?'

Untuk sesaat, Risa hanya bisa terdiam, mencoba memahami situasi yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Bab Berakhir.

1
Gege Mas
uwaaasyeekk
Gege Mas
luncurkan 10k katanya thor...gassa...
Gege Mas
yaaah masih kelas bsd...pikir otor beli rumahnya mc di pik 2 yang ada private jetty buat naruh kapal pesiar mini..baruu howrang kayah rayah..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!