NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baby Moon

Saat ini Gio dan Lusi sedang berlibur di Finlandia bersama orangtua Gio, kakaknya dan keluarga serta mama Wiske mamanya Lusi. Selain Baby Moon mereka juga merayakan natal disana. Rencananya mereka akan dua minggu di negara Finlandia ini.

Fasilitas di negara ini sudah diurus oleh Rahel jauh- jauh hari sebelum keluarga besar ini ada di negara ini Dion yang mengurusnya. Liburan kali ini, Dion tidak ikut dari awal keberangkatan karena ada urusan perusahaan yang harus dia selesaikan, kemudian dia akan menyusul.

Perut Lusia Irene Pong sudah membesar, sekarang usia kandungannya sudah enam bulan. Jadi kursi roda ibu hamil juga disiapkan. Agar ketika mereka jalan - jalan Lusi tidak kelelahan, Gio suaminya yang akan mendorongnya.

Perjalanan Jakarta ke Finlandia adalah perjalanan yang panjang yang memerlukan waktu tempuh dua puluh jam perjalanan dengan pesawat. Waktu terlama ketika mereka berada di bandara Doha Dubai waktu menunggu penerbangan menuju ke kota Helsinki di Finlandia.

Kota yang di kenal dengan malam yang panjang ini dan suhu terdingin. Suasana ini sangat disukai oleh Lusi. Ke negara Finlandia adalah impian darinya. Oleh suaminya dikabulkan. Akhirnya orangtua serta kakaknya juga mama mertuanya di ajak buat berlibur kesana, sekalian merayakan moment natal disana.

Sebenarnya Gio takut berada disini dengan kondisi Lusi. Namun oleh mami dan dokter Axelo yang memberi ijin, akhirnya Gio berani. Hal ini karena cuaca yang sangat dingin.

Kekuatiran Gio semakin berkurang ketika melihat raut wajah sukacita dari istrinya. Ketika mereka sedang menjelajahi keindahan kota ini di waktu siang hari namun masih terlihat gelap.

"Kamu bahagia sayang?"

"Mas.... Terima kasih ya. Aku bahagia sekali." Lusi berdiri dari kursi rodanya dan langsung memeluk laki - laki yang dia cintai. Yang adalah pelindungnya. Gio tidak mau kalah, dia membalas pelukan itu dan langsung mencium bibir istrinya. Moment langkah ini diabadikan oleh Dion asisten Gio.

"I love you."

"Mas adek malu, di lihat mama,mami, papi dan kakak."

"I love you."

"Love you more mas." Gio senang ketika mendengar ungkapan hatinya dibalas oleh istrinya.

"Kenapa harus malu. Kamu kan istri mas. Perempuan yang mas sayang."

"Oooo jadi hanya Lusi ya. Mami sudah ngak disayang." Gio kaget mendengar kata - kata maminya. Gio tersenyum, ternyata ada yang cemburu.

"Kapok ya dek. Perumpuan cemburuan kembali lagi." Kak Rahel mengoda adeknya.

Mami Hany semenjak suaminya bermasalah. Gio adalah sosok laki - laki yang melindungi dan memanjakan maminya. Perhatian itu berkurang semenjak Gio mencintai Lusia Irene Pong yang adalah seorang dokter.

"Sayang, sabar ya. Aku harus jinakkan pundi - pundi harta kita." Semua tersenyum, mendengar kata - kata Gio. Dia langsung memeluk dan mencium maminya.

Hari ini mereka sekeluarga, sedang menikmati aurora. Disitu Gio begitu bahagia melihat istrinya. Karena bahagianya Gio dia pun kembali memberi ciuman di bibir istrinya.

"Aku laki - laki beruntung memilikimu sayang."

"Aku loh mas yang beruntung. Disayangi oleh kamu."

"Harus sehat - sehat ya, agat kita bisa menua bersama."

"Amin. Mas juga harus sehat - sehat."

Malam ini, Lusi tidur gelisah karena seharian berkeliling tempat - tempat wisata di negara ini. Perutnya mengalami keram. akhirnya hari ini dari bagun pagi sampa siang hari yang tetap gelap, Lusi tetap di rumah pavilun di temani oleh Gio suaminya.

"Mas adek pingin jalan - jalan lihat pasar natal."

"Tidak sayang, kamu dirumah sama mas." Muka Lusi sudah cemberut. Namun dia sadar bahwa ini yang terbaik sedang suaminya lakukan agar dia selamat bersama calon anak mereka.

Malam natal begitu khusuk karena selesai pulang ibadah di gereja, mereka memilih menghabiskan waktu ini bersama orang - orang yang dia cintai. Di moment perayaan natal, dengan turunnya salju dan suhu mines dua derajat celsius.

Hanya Lusi yang tidak di ijinkan menikmati wine karena dia sedang hamil. Oleh pemilik pavilun mereka diberi sebotol wine mahal di malam natal.

"Selamat natal bidadariku yang sebentar lagi akan memberikan gelar baru bagiku, menjadi seorang dedy. Sehat - sehat selalu ya sayang. Tuhan Yesus memberkati. I love you honey." Lusi langsung memeluk suaminya, dia meneteskan air mata bahagianya. Mama Wiske yang melihat anaknya diperlakukan seperti ratu oleh suaminya meneteskan air mata bahagia. Dia langsung berdoa di dalam hatinya agar rumah tangga anaknya tidak seperti dia.

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!