Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cafe senja
Olivia masih belum berminat untuk memenuhi tawaran didik.
keesokan harinya, Olivia berniat untuk melamar pekerjaan lagi, mengambil baju yang pantas untuk dikenakan, Tiba-tiba teringat kotak perhiasan pemberian neneknya itu.
Olivia membuka kota itu, mengamati bros pemberian nek marni. lalu menutupnya lagi.
Olivia kembali mendatangi beberapa perusahaan. tapi tak kunjung mendapatkan pekerjaan juga
*****
satu bulan berlalu Olivia masih setia menunggu pangilan telpon interview dari beberapa perusahaan yang di lamar, tapi tak kunjung mendapatkan panggilan juga. uang Olivia kian hari kian menipis
"via... sudah dapat kerjaan?" tanya bety
"belum bet... mungkin karena ijazah ku ya" ucap Olivia putus asa
"kenapa ndak kamu Terima aja tawaran mas didik? lumayan bisa buat nyambung hidup"
"benar juga ya"
"mau?" tanya bety
Olivia menganggukan kepala
"kalau oke. yuk kita cus.. sekarang mandi. berangkat" bety mendorong tubuh Olivia masuk kedalam kamarnya
Setelah berdandan, Olivia keluar siap untuk pergi ke cafe milik didik
*****
Sesampainya di salah satu ruko di tengah kota surabaya, Olivia dan bety masuk kedalam cafe milik didik
"selamat malam mbk. kita mau ketemu mas didik. apa bisa?"
"selamat malam. silahkan di tunggu ya mbk. saya panggilkan pak didik" ucap salah satu pelayan cafe itu
"keren ya cafenya bet"
"dari depan kelihatan biasa aja, tapi masuk. mewah" ucap Olivia sambil mengamati cafe milik didik
"selamat malam mbk Olivia, mbk bety" sapa didik
"selamat malam Mas didik"
didik duduk bersama dengan mereka
"bagaimana? mbk Olivia berminat mengisi di cafe ini?"
"untuk syaratnya apa ya mas?"
Didik mengajukan beberapa syarat yang harus di penuhi Olivia. bersedia menganti waktu jika penyanyi pertama libur, kedua dilarang bekerja diluar cafe, ketiga bersedia membayar pinalti jika putus di tengah kontrak kerja
"wah... untuk poin kedua kok rasanya berat ya mas?"
"mbk Olivia berniat untuk mencari pekerjaan lain?"
"tujuan saya ke kota ini memang untuk mencari kerja mas. tapi ndak stay di cafe. hobi saya memang menyanyi tapi tidak mau yang terikat seperti ini"
"tapi memang ini syarat yang harus di patuhi mbak"
"maaf ya mas. saya ndak bisa" ucap Olivia lalu pamit undur diri dari cafe milik didik itu
" kamu tadi ndak tanya gajinya via?" tanya bety di tengah berjalan
"ndak bet... aku ndak minat bekerja seperti itu"
"semua pekerjaan pasti terikat"
"tapi bukan itu pekerjaan yang aku mau bet. bolehlah nyanyi di cafe tapi aku mau yang part time"
"kita ke cafe lain lagi yuk"
"kemana?"
"ya seketemunya cafe vi.. bosen di kosan terus"
Olivia menyetujui saran temannya itu
"vi... ini cocok untuk kamu... konsepnya outdoor"
"aku juga senang bet... semoga cocok dengan kontraknya ya"
tak lama kemudian pemilik cafe itu menemui Olivia dan bety
"selamat malam" sapa pemuda tampan itu
"selamat malam Mas" sapa bety. " kenalkan saya bety dan ini teman saya Olivia "
Olivia dan dimas saling berkenalan
"jadi yang mana ini yang mau ngisi di cafe ini?" tanya dimas
"saya mas" Jawab Olivia
"boleh saya dengar dulu suaranya mbk Olivia?"
"boleh mas"
"oke sebentar ya" dimas meninggalkan Olivia dan bety, menghampiri home band di cafenya itu
Tak berapa lama Olivia di panggil dimas
"mbk Olivia, coba nyanyikan satu lagu" ucap dimas
Setelah berdiskusi dengan home band itu, Olivia menyanyikan lagu yang terbaru saat itu. terbelah jadi dua milik jesica gloria
...ʜᴀᴛɪᴍᴜ ʟɪʙᴀᴛᴋᴀɴ ʏᴀɴɢ ʟᴀɪɴ...
^^^ᴍᴇᴍʙᴜᴀᴛ ᴄɪɴᴛᴀ ᴍᴜ... ᴛᴇʀʙᴇʟᴀʜ ᴊᴀᴅɪ ᴅᴜᴀ^^^
suara Olivia mampu menarik perhatian pengunjung cafe tersebut
setelah menyelesaikan lagunya, Olivia dihampiri dimas
"kamu di terima disini mbk Olivia"
"terimakasih mas... " Olivia menjabat tangan dimas
"tapi untuk kontrak kerjanya mas?"
"saya jelaskan di dalam ya" dimas mengajak Olivia dan bety untuk masuk kedalam ruang kerjanya
"saya senang dengan ciri khas suaranya mbk Olivia"
"panggil saja Olivia mas, ndak usah pakai mbk"
"oke.. Olivia. saya jelaskan syarat untuk mengisi di cafe ini. yang pertama penyanyi kedua bersedia sewaktu-waktu untuk menggantikan penyanyi pertama jika berhalangan hadir atau libur, begitupun sebaliknya, penyanyi pertama bersedia mengantikan penyanyi kedua jika berhalangan hadir atau libur. yang kedua, bersedia membayar ganti rugi jika memutuskan mundur di tengah kontrak yang sedang berlangsung, yang ke tiga berhak mendapatkan insentif jika cafe mencapai batas maksimal pendapatan harian. yang ke empat mampu bekerja sama secara team, termasuk jika mendapatkan uang tips dari pengunjung cafe, bersedia berbagai dengan anggota home band "
"bagaimana Olivia? setuju?" tanya dimas
"boleh tanya mas"
"boleh. silahkan"
"jika saya mendapatkan pekerjaan selain di cafe ini bagaimana?"
"boleh... asalkan tidak bertepatan dengan jam mengisi di cafe ini. misalnya siang kamu kerja di kantor. malam ngisi di sini. boleh"
"oke mas"
"apa kamu yakin mau cari kerja lain via? malam disini trus pagi di kantor. apa kamu akan kuat?"
"dijalani dulu ya mas"
"tapi kamu terikat kontrak lho. kamu pikirkan baik-baik"
"iya mas. setuju" ujar Olivia, mengingat uangnya hanya sanggup untuk biasa hidup satu minggu kedepan, dia tidak akan melewatkan kesempatan ini
"oke" dimas mempersiapkan berkas yang harus di tanda tangani Olivia
Setelah selesai dengan perjanjian kerjanya, Olivia dan bety pulang kembali ke tempat kosnya
"besok kamu ke cafe sendiri ya via, masih ingat kan jalannya?"
"ingat bet. makasih ya. sudah nemani aku"
"aku yakin, cafe milik mas dimas pasti akan semakin rame. suaramu bagus banget via"
*****
Keesokan harinya Olivia bersiap untuk pergi ke cafe senja milik dimas. Olivia membuka kotak perhiasan itu, mengambil bros pemberian nek marni dan mengenakan di bajunya
"cantik" ucap Olivia mengamati bros itu
"berangkat via" sapa bety
"iya bet"
"mau diantar?" tawar bety
"terimakasih bet... aku sudah pesan taksi online"
dengan mengendarai taksi online, Olivia sampai dk cafe senja
Olivia bergabung dengan home band di cafe itu, berkenalan dengan satu persatu anggota band itu yang akan menjadi partner kerjanya
"ow.. nama kamu Olivia?" sapa ketus Mely penyanyi satu
"iya mbk Mely, mohon bimbingannya ya"
"tinggal nyanyi aja ndak usah di bimbing kan" ucapnya ketus lalu pergi ke panggung cafe senja
mely mulai melantunkan lagu
"via, sebentar lagi waktu mu. Mely sudah selesai" ucap kakok koordinator home band
Olivia bersiap diri, merapikan lagi penampilannya yang sudah rapi itu. menambah bedak dan lipstiknya
Mely turun menghampiri Olivia di samping panggung
"kalo nyanyi yang bener" ucapnya ketus
Olivia naik ke atas panggung, menyanyikan lagu pertama, duduk di kursi yang sudah disediakan. konsep letak home band di cafe senja ada di luar ruangan, suara merdu Olivia di dengar dari luar cafe hingga kejalan raya
banyak pasang mata yang mengagumi suara Olivia