NovelToon NovelToon
Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Novaa

Naik jabatan menjadi sekretaris CEO Adrian Dewangga (33) harus dibayar mahal oleh Nayla Safira (27). Ayahnya tewas usai menyelamatkan orang tua Adrian dalam kecelakaan maut. Demi melunasi utang nyawa dan menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Adrian dan Nayla terpaksa menikah secara rahasia.
Awalnya, Adrian menyetujui pernikahan rahasia ini karena baginya pernikahan tersebut murni sebuah bentuk tanggung jawab, bukan karena cinta. Di sisi lain, Nayla yang bertubuh gemuk memilih bersembunyi karena minder dan tak ingin dituduh memanfaatkan keadaan. Namun, setahun hidup berdampingan membuat rasa tanggung jawab Adrian perlahan menjelma menjadi cinta yang dalam. Ia muak terus berpura-pura asing.
Saat mereka akhirnya sepakat untuk membuka hati, status pernikahan itu justru terbongkar ke publik. Kejamnya dunia menghantam Nayla dengan tuduhan paling menyakitkan, ia dianggap tega menukar nyawa ayahnya demi posisi mewah di samping sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Benih Dengki

Usai menikmati hidangan siang khusus bernutrisi tinggi di kafetaria kantor, Nayla melangkah kembali ke lantai eksekutif dengan senyum manis yang tak kunjung pudar dari bibirnya. Langkah kakinya terasa begitu ringan. Perlakuan manis sang suami dan dukungan penuh dari para karyawan membuat hatinya diliputi kehangatan luar biasa.

Nayla mendorong pelan pintu ruang kerja CEO. Di dalam ruangan bernuansa elegan itu, Adrian sedang berdiri di dekat meja kerjanya seraya mendengarkan laporan dari Rio.

Tanpa rasa ragu atau canggung sedikit pun, meski ada Rio di ruangan itu, Nayla melangkah mendekat. Dengan gerakan alami nan penuh kasih, Nayla melingkarkan tangannya di leher Adrian, lalu mengecup pipi suaminya dengan lembut.

Cupp!

Rio yang sedang memegang tablet dokumen seketika terperanjat kaget. Asisten pribadi itu refleks menundukkan kepala, membuang muka ke arah dinding seraya berdehem canggung dengan wajah memerah.

"P-permisi... Saya permisi cek berkas di luar dulu ya, Pak, Mbak..." pamit Rio buru-buru seraya melangkah mundur keluar ruangan demi memberikan privasi penuh bagi pasangan suami istri tersebut.

Adrian terkekeh renyah melihat asistennya yang kelimpungan. Pria itu menyandarkan kedua tangannya di pinggang tegapnya, menatap Nayla dengan binar mata yang amat manja dan pekat akan rasa cinta.

"Sayang... Kamu senang?" tanya Adrian lembut.

"Senang sekali, Mas... Terima kasih banyak ya," tutur Nayla tulus, menatap lekat iris mata suaminya. "Kafetaria menu sehat itu bukan hanya sangat bermanfaat buat aku, tapi juga buat karyawan lain di kantor ini. Mas benar-benar suami dan bos yang luar biasa hebat."

Dipuji setinggi itu oleh sang istri, dada Adrian berdesir hebat. Senyum di bibir tampannya makin mengembang. Tanpa basa-basi, Adrian meraih pinggang istrinya, menarik tubuh Nayla secara perlahan lalu mendudukkannya di atas pangkuannya di kursi kebesaran CEO.

Adrian menundukkan wajahnya, memajukan bibirnya hendak mendaratkan ciuman mesra di bibir Nayla.

Nayla yang kaget refleks menahan dada bidang suaminya, tertawa kecil. "Mas... Jangan di sini ih! Nanti kalau Mas Rio mendadak masuk lagi bagaimana?"

Adrian memiringkan kepalanya, berbisik serak di dekat telinga Nayla. "Kalau begitu... Ayo kita pindah ke ruang istirahat pribadiku di dalam."

Namun, tepat saat Adrian hendak mengangkat tubuh istrinya menuju kamar istirahat di balik dinding rahasia...

Tok! Tok! Tok!

Pintu ruang CEO mendadak diketuk dari luar. Pintu terbuka sedikit, dan kepala Rio menyembul dari balik pintu dengan raut wajah serba salah.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya memotong waktunya, Pak Adrian, Mbak Nayla..." ujar Rio canggung. "Di lobi utama bawah... ada Bu Dewi Ambarwati. Beliau memelas minta bertemu dengan Anda berdua. Apakah Anda bersedia menerimanya?"

Mendengar nama itu, raut wajah Adrian seketika berubah dingin dan tegas. Pria itu menoleh menatap Nayla yang masih duduk di pangkuannya.

"Sayang... Ibumu kemari," tutur Adrian lembut, mengusap bahu istrinya. "Kamu ingin bertemu dengannya atau tidak? Kalau kamu tidak mau, biar security bawah langsung menyeretnya keluar dari gedung ini."

Nayla menarik napas panjang, meremas jemari suaminya. "Jangan, Mas... Kita temui saja. Aku ingin tahu apa yang ingin Ibu lakukan hari ini."

Adrian mengangguk paham. Ia menoleh pada Rio. "Bawa dia kemari, Rio."

"Baik, Pak."

Beberapa saat kemudian, Bu Dewi Ambarwati melangkah masuk ke dalam ruang kerja CEO yang serba megah. Wanita paruh baya itu masih berusaha tampil glamor dengan balutan gaun mahal dan tas merek ternama yang dijepit di ketiaknya. Namun, raut wajahnya tampak begitu lesu, panik, dan kehilangan keangkuhan yang biasa ia pamerkan.

Nayla sudah berdiri anggun di samping Adrian yang duduk tegap di balik meja kerjanya.

"Nayla... Pak Adrian..." sapa Bu Dewi dengan suara bergetar dan lembut yang dipaksakan. "Ibu kemari... Ibu bukan ingin mengajak kalian berdebat atau membuat keributan."

"Lalu ada perlu apa lagi Nyonya kemari?" potong Adrian dengan nada suara rendah nan tajam yang menyengat dingin.

Bu Dewi menelan ludah dengan tenggorokan kering. Ia menatap Nayla dengan pandangan memelas. "Ibu hanya ingin minta tolong, Nayla... Tolong bantu Ibu..."

Nayla menatap ibunya dengan tatapan datar dan tenang. "Tolong apa, Bu? Masalah pembelian lahan itu lagi?"

"Iya, Nayla... Ibu mohon," rengek Bu Dewi tanpa malu lagi. "Kondisi perusahaan ayah... Maksud Ibu, suami Ibu saat ini sedang dalam krisis keuangan yang sangat parah! Kami butuh suntikan dana besar agar tidak gulung tikar!"

Adrian menyahut dingin seraya bersedekap dada. "Nyonya Dewi... Apakah Anda tidak punya rasa malu sedikit pun? Setelah semua penghinaan dan makian yang Anda lontarkan pada istri saya di masa lalu, sekarang Anda datang berlutut meminta bantuan padanya?"

Bu Dewi tersentak, wajahnya memerah padam menanggung malu. "M-Maaf, Nak Adrian... Maafkan Ibu. Ibu sungguh tidak bermaksud... Ibu tahu Ibu salah..."

Melihat ibu kandungnya yang dulu begitu sombong kini terkulai lemas menahan malu, dada Nayla terasa bergetar. Bagaimanapun juga, wanita di hadapannya ini adalah orang yang telah melahirkannya.

Nayla menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh pada suaminya. "Mas... Baiklah. Mas Adrian akan membeli lahan milik Pak Baskoro."

Bu Dewi seketika mendongak dengan mata berbinar lega. "Beneran, Nayla?! Terima kasih, Nak! Terima kasih!"

"Tapi ada syaratnya, Bu," sela Nayla cepat dengan nada suara yang amat serius dan dalam.

"Ya! Apapun syaratnya, Nayla! Ibu akan penuhi!" seru Bu Dewi tanpa ragu.

Nayla menatap lurus ke dalam manik mata ibu kandungnya. "Ibu harus pergi ke Bandung... Mendatangi dan berziarah ke makam Bapak."

Suasana di ruangan seketika hening kaku. Bu Dewi membatu di tempatnya.

"Asal Ibu tahu..." puji Nayla dengan suara yang mulai serak menahan haru, "...meski dulu Ibu tega meninggalkan Bapak demi pria lain yang lebih kaya, Bapak tidak pernah sekali pun mengajari Nayla untuk membenci Ibu. Sampai akhir hayatnya, cinta Bapak untuk Ibu tidak pernah berkurang sedikit pun. Bapak tidak pernah mencari wanita lain atau menggantikan posisi Ibu selama hidupnya."

Nayla menyapu sudut matanya yang mulai basah. "Nayla tahu, Bapak memang tidak sekaya pria yang Ibu impikan. Tapi kalau saja waktu itu Ibu mau bersabar sedikit saja mendampingi Bapak... Bapak pasti akan mengusahakan seluruh kebahagiaan untuk Ibu."

Jleb!

Kata-kata tulus dari anak kandungnya itu bagaikan sembilu yang mengiris-iris dada Bu Dewi. Rasa bersalah, malu, dan penyesalan yang amat pekat mendadak membuncah menghantam kesadaran wanita itu. Air mata Bu Dewi menetes deras membasahi pipinya yang dipoles perona wajah mahal.

"M-Maafkan Ibu, Nayla..." isak Bu Dewi tergugu, menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Maafkan Ibu..."

"Jangan minta maaf padaku, Bu... Minta maaflah pada almarhum Bapak," bisik Nayla pelan. "Sudahlah... Pergilah, Bu. Besok datanglah ke makam Bapak di Bandung."

Bu Dewi mengangguk cepat seraya menyapu air matanya. "I-Iya, Nayla... Terima kasih... Ibu pergi dulu..."

Dengan langkah gontai dan bahu yang terguncang terisak, Bu Dewi melangkah keluar dari ruangan tersebut.

Sepeninggal Bu Dewi, Adrian langsung bangkit berdiri. Pria itu mendekap tubuh istrinya hangat, mengusap lembut punggung Nayla yang bergetar.

"Sayang... Kamu yakin ingin aku membantu keluarga mereka?" tanya Adrian lembut.

Nayla mengangguk pelan di dalam dekapan suaminya. "Iya, Mas... Setidaknya, itu satu-satunya cara agar ruh Bapak bisa merasa tenang dan bisa bertemu lagi dengan Ibu... Ya, walau aku tahu, kepergian Ibu ke makam besok bukan murni dari keinginan hatinya."

Adrian mengecup ubun-ubun istrinya dengan penuh kehangatan. "Baiklah, Sayang... Kalau itu memang bisa membuat hatimu tenang dan lapang, aku akan suruh Rio memproses pembelian lahan milik Pak Baskoro besok pagi."

.

.

Beberapa saat kemudian di Kediaman Baskoro....

Bu Dewi melangkah masuk ke dalam rumah dengan wajah lesu dan mata yang masih sembap. Tuan Baskoro yang sedang menunggu gelisah di ruang keluarga langsung membendung langkah istrinya.

"Bagaimana, Ma?! Apa kata Nayla dan Pak Adrian?!" cecar Tuan Baskoro panik.

Bu Dewi menghela napas panjang, mendaratkan tubuhnya di sofa. "Adrian Dewangga setuju untuk membeli lahan kita, Pa..."

"BENARAN?! AHH, SYUKURLAH!" seru Tuan Baskoro melompat gembira. "Kita selamat, Ma! Kita tidak jadi bangkrut!"

"Tapi ada syaratnya, Pa," potong Bu Dewi pelan. "Nayla mau aku pergi ke Bandung besok... Berziarah ke makam almarhum mantan suamiku."

Tuan Baskoro menghentikan sorak gembiranya. Namun demi uang miliaran rupiah yang akan menyelamatkan bisnisnya, ia mengangguk mantap tanpa ragu. "Ya tidak apa-apa, Ma! Pergi saja! Kalau perlu, Papa ikut menemanimu ke Bandung besok!"

Anita yang baru saja turun dari tangga seraya membawa tas mewahnya menatap kedua orang tuanya dengan raut wajah muak dan sinis.

"Dramatis banget sih!" cibir Anita tajam. "Orang yang sudah mati didatangi buat apa coba?! Cuma bikin repot saja!"

"DIAM KAMU, ANITA!" bentak Tuan Baskoro melengking, emosinya membuncah menatap putri manjanya itu. "Kamu itu tidak tahu diri ya?! Kamu tidak pernah peduli dengan kesulitan ekonomi yang Papa alami! Yang kamu tahu dari dulu cuma cara menghabiskan uang Papa demi gengsi sialanmu itu!"

Anita tersentak kaget dibentak sekeras itu oleh ayahnya. Wajah cantiknya memerah padam menahan malu dan marah. Tanpa membalas sepatah kata pun, Anita membuang mukanya dengan kasar, lalu menghentakkan kakinya melangkah cepat naik kembali ke kamarnya di lantai atas.

Brak!

Anita membanting pintu kamarnya dengan sangat keras. Pria itu melempar tas mewahnya ke atas kasur, dadanya kempas-kempis menahan amarah dan kekesalan yang membakar seluruh rongga dadanya.

Gadis itu berjalan mendekati cermin riasnya, menatap pantulan dirinya dengan mata berapi-api penuh kebencian dan rasa iri dengki yang teramat pekat.

"Gara-gara kamu... Papaku sampai tega membentakku seperti ini!" geram Anita dengan suara bergetar, meremas jemarinya hingga memutih.

Anita memoleskan lipstik di bibirnya dengan kasar seraya tersenyum culas nan menakutkan di depan cermin.

"Lihat saja nanti, Nayla Safira..." bisik Anita penuh nada ancaman yang dingin. "Aku pastikan hidupmu tidak akan pernah tenang! Aku akan korek semua rahasia di balik pernikahanmu dengan Adrian Dewangga... Sampai kamu hancur berkeping-keping!"

1
mheldaaa
kenapa ga up thor🥹🥹🥹
Novaa: maap kaka, hari ini double up kok🫰
total 1 replies
sryharty
dasar uget2
Agus Tina
Nah gitu Nayla, semangat untuk hidup sehatny
Yunie Silvia Putri
ha..ha..ha.. untug gak lepas tuh jantung bu dewi 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
kalau udah urusan duit..duit...duit..., segala cara d halalkan 😕😕
Ariany Sudjana
terus kenapa kamu harus sewot Anita, kalau Nayla jadi istri Adrian? atau kamu mau coba peruntungan kerja di grup dewangga? siapa tahu jadi istri kedua Adrian?
sryharty: Adrian nya ora Sudi ka beristrikan Anita 🤭🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Desi, jangan mentang-mentang kamu karyawan senior, menindas karyawan magang seenaknya 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
kenapa kamu ga ngomong terus terang Dewi, kalau Anita lebih cocok dengan Adrian? kan katanya tinggi, langsing, model papan atas, tapi sayangnya Anita itu pelacur murahan 😂😂🤣🤣 dan kelasnya jauh dibawah Nayla, yang perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, jadi jangan harap yah Anita bisa jadi istri konglomerat
Ariany Sudjana
dasar keluarga yang bodoh, mana mau Adrian membantu kalian, sudah nikmati saja kebangkrutan kalian 😂😂🤣🤣
Agus Tina
Mira turunkan berat badanmu bukan untuk membungkam mulit mereka tapi demi kesehatanmu juga nanti.
Novaa: Terimakasih sudah mampir kaka semoga terhibur🫰 tapi si mbak gemoy itu Nayla kak 😁
total 1 replies
Yunie Silvia Putri
bagusss Nayla, kamu harus tegas sama orang kayak gitu yg sudah meremehkanmu, semangat....💪💪
Ariany Sudjana
eh ada pelacur murahan yang ga tahu diri, sudah ditolong bukannya terima kasih, sama seperti ibu kamu, sama-sama pelacur murahan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ciye pa bos cemburu nih... kenapa ga sekalian informasikan kalau Nayla itu istri bapak?
Yunie Silvia Putri
😄😄😄 orang bucin mah memang gitu Rio, cemburunya kadang suka kelewatan.....😄😄😄😍😍
Yunie Silvia Putri
🖒🖒🖒🖒.....
best suka ama ceritanya
❤❤
Yunie Silvia Putri
waaahhhh parah nih emak nya, malu dia punya anak bertubuh gendut....
Yunie Silvia Putri
wah bakalan ada yg bucin nih sama istri gemoy nya 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
waahhh makin seru nihh, lanjut thor...
Yunie Silvia Putri
halo kk author baru mampir baca nih, suka ceritanya, tapi episode ini bacanya nangis terus...😢😢
Yunie Silvia Putri: kk author boleh tanya, kapan up bab selanjutnya uda gak sabar nunggu cerita selanjutnya, jangan lama2 ya up nya 😄😄😄
total 2 replies
Ariany Sudjana
yang pasti istri Adrian itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan seperti kamu yang pelacur murahan 🤣🤣😂😂 maklum yah, mama kamu kan pelacur murahan, yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi jadi istri konglomerat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!