NovelToon NovelToon
Air Panas Untuk Selingkuhanmu

Air Panas Untuk Selingkuhanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: NinLugas

Ranti merasa hidupnya sempurna. Suaminya, Sony, adalah pria idaman—penyayang, sukses, dan setia. Bahkan, Ranti begitu percaya pada Sony hingga tak pernah sekalipun menaruh curiga.

Namun, kebahagiaan itu hancur dalam sekejap. Kejadian tak terduga mengungkap kenyataan pahit. Ternyata menyimpan makna lain yang menyakitkan. Nama Raya, guru TK anak mereka.

Kekecewaan dan pengkhianatan mengguncang dunia Ranti. Kebohongan Sony selama ini tak hanya menghancurkan biduk rumah tangga mereka, tapi juga persahabatan Ranti dengan Raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: DIDIHKAN DENGAN DENDAM

Uap membumbung tinggi dari permukaan panci stainless steel berukuran sedang itu. Gelembung-gelembung air meletup beraturan, mengeluarkan suara gemuruh kecil yang memenuhi dapur rumah berarsitektur modern minimalis milik pasangan Sony dan Ranti.

Satu liter air. Pas satu liter.

Ranti memperhatikan air mendidih itu dengan tatapan kosong, tetapi jemarinya menggenggam erat gagang kayu panci hingga buku-buku jarinya memutih. Wajahnya yang biasa memancarkan kehangatan seorang ibu dan istri teladan kini bagai pahatan es—dingin, kaku, tanpa belas kasihan.

Di dadanya, sebuah kalung emas putih melingkar cantik. Sebuah liontin berhuruf huruf balok tersemat di sana: SR.

Dulu, ketika Sony melingkarkan kalung itu di lehernya pada malam ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, air mata Ranti menetes karena haru. "Sony dan Ranti," bisik suaminya kala itu sembari mencium tengkuknya lembut. "Simbol bahwa hanya ada kamu dan aku selamanya."

Ranti terkehuh sinis. Suara tawa pelannya tenggelam oleh gemuruh air mendidih.

Sony dan Raya.

Nama itu yang sebenarnya terukir di hati suaminya. Raya—wanita yang setiap pagi menyambut putranya di depan gerbang Sekolah TK dengan senyum manis berseragam rapi, wanita yang selalu Ranti beri bingkisan kue buatan sendiri sebagai bentuk terima kasih karena telah mendidik anaknya dengan sabar. Ternyata, di balik kesantunan itu, Raya juga melayani suaminya di atas ranjang.

Ranti mematikan kompor gas. Asap tipis masih membubung tajam, membawa hawa panas yang menyengat kulit wajahnya. Dengan tenang, Ranti melapisi kedua telapak tangannya menggunakan kain cempal tebal. Ia mengangkat panci berisi air mendidih 100 derajat Celsius itu perlahan-lahan.

Langkahnya mantap menaiki anak tangga menuju lantai dua. Di tangga tengah, dua wanita yang berdiri menunggunya menatap Ranti dengan wajah pucat pasi.

Tasya dan Lala. Dua sahabat karib Ranti yang sengaja ia hubungi sejam lalu untuk menjadi saksi atas pertunjukan terbesar dalam hidupnya.

"Ti... kamu benar-benar yakin mau melakukan ini?" bisik Tasya dengan suara bergetar. Tangannya gemetar memegang ponsel yang sudah dalam posisi merekam video.

"Ranti, pikirkan konsekuensi hukumnya..." tambah Lala, mencoba menahan lengan Ranti.

Ranti menghentikan langkahnya sejenak. Ia menoleh ke arah Lala, matanya berkilat tajam seperti sembilu. "Hukum dunia tidak ada yang sanggup membayar rasa sakit di dadaku saat ini, La. Kalau kamu tidak sanggup melihatnya, tunggu di luar."

Lala menelan ludah rapat-rapat. Melihat tekad bulat di mata Ranti, ia akhirnya mundur satu langkah dan mengangguk pelan pada Tasya.

Suara samar-samar mulai terdengar saat mereka mendekati kamar utama di ujung lorong. Desahan napas, helaan napas memburu, dan kalimat-kalimat manis kekanakan yang sangat Ranti kenal. Suara Sony. Dan suara Raya.

“Mas, pelan-pelan… nanti kalau Mbak Ranti atau anak-anak pulang bagaimana?”

“Ssstt… Ranti sedang menjemput anak-anak di rumah ibunya, sayang. Kita punya waktu dua jam. Kamu nikmati saja…”

Ranti berdiri di depan pintu kamar yang tidak terkunci rapat—sengaja disisakan sedikit celah karena hawa AC yang kurang dingin. Ranti menarik napas dalam-dalam. Bau parfum manis milik Raya menyeruak keluar, bercampur dengan aroma keringat pengkhianatan.

Tanpa ketukan, tanpa teriakan, Ranti menendang pintu kamar itu hingga menabrak dinding dengan dentuman keras.

BRAKKK!

Pemandangan di atas ranjang king size bertirai tipis itu seketika terpampang nyata. Dua tubuh tanpa sehelai benang pun saling bertindihan dalam posisi yang menjijikkan. Sony langsung membeku di atas tubuh Raya, sementara Raya menjerit kecil karena terkejut.

"Siapa?!" bentak Sony seraya menoleh panik ke arah pintu.

Matanya membelalak sempurna saat melihat Ranti berdiri tegak di ambang pintu, memegang panci stainless steel yang masih mengepulkan uap panas mendidih.

"Ran—Ranti?!" Sony berseru gagap, wajahnya yang tadi dipenuhi gairah kini berubah pucat bagai mayat. "Kamu... kenapa kamu sudah pulang?!"

Raya yang berada di bawah Sony menjerit histeris dan berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. "Mbak Ranti!"

Ranti tidak menjawab sepatah kata pun. Tidak ada derai air mata. Tidak ada teriakan emosional. Hanya senyum tipis, dingin, dan mematikan yang terukir di bibir merahnya.

Satu langkah Ranti maju.

"Ranti, tunggu! Jangan bertindak bodoh! Ini... ini tidak seperti yang kamu pikirkan!" Sony berteriak panik, mencoba bangkit dari atas ranjang dengan tergesa-gesa.

"Tidak seperti yang kupikirkan?" akhirnya suara Ranti terdengar, tenang namun begitu bergetar oleh kebencian mendalam. "Lalu apa, Mas? Kamu sedang mengajari guru TK anak kita tentang pelajaran anatomi tubuh?"

"Mbak Ranti, tolong maafkan saya! Mas Sony yang memaksa saya!" cerocos Raya ketakutan, badannya gemetar hebat di sudut ranjang.

"Memaksa?" Ranti terkekeh pelan. "Lalu kalung SR ini? Kamu pikir aku bodoh, Raya? Kalung ini bukan Sony dan Ranti. Tapi Sony dan Raya! Kalian membodohiku di rumahku sendiri, di atas ranjangku!"

Ranti mengangkat panci itu tinggi-tinggi.

"RANTI, JANGAAAAN!" teriak Sony.

SRRRRSHHHH!

Air mendidih satu liter itu menyiram deras ke arah ranjang. Sony yang berusaha melindungi tubuhnya membelakangi Ranti terkena siraman utama tepat di punggung, bahu, dan pinggang telanjang. Sisa air panas yang membual menyebar dan menyiram paha serta dada Raya yang tak sempat tertutup sempurna oleh selimut.

"AAAAARRGGGGHHH! PANASS! PANASSSS!"

Jeritan histeris memenuhi kamar utama itu. Suara raungan Sony memecah kesunyian rumah. Pria itu berguling-guling di lantai parket, merintih sakit saat kulit punggungnya seketika memerah matang dan melepuh hebat.

"Aplikasi air panas ini hadiah dari istri setia yang kamu khianati, Mas!" teriak Ranti seraya melempar panci kosong itu ke lantai hingga menimbulkan suara dentang yang memekakkan telinga.

"AKHHH! KULITKU! RANTI, KAMU GILA!" jerit Sony kesetanan. Kulit dadanya meleleh, merah kehitaman akibat lepuhan tingkat tinggi. Raya di sudut ranjang melipat tubuhnya sambil menangis histeris, paha dan kakinya tersiram air mendidih yang melepuh seketika.

"Mbak Ranti... tolong... sakit, Mbak... sakittt!" teriak Raya seraya mencengkeram sprei yang kini basah oleh air panas.

"Sakit?" Ranti melangkah mendekat, menatap Raya yang mengerang ketakutan. "Rasa sakit di kulitmu itu tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit di dadaku saat tahu wanita yang kupercayai mendidik anakku ternyata seorang penjahat kelamin!"

Sony, meskipun mengerang kesakitan hebat, rasa malu dan amarahnya membumbung tinggi. Dengan mata merah berair dan kulit punggung yang seperti terbakar, ia bangkit secara paksa. Kebencian menguasai dirinya.

"KURANG AJAR KAMU, RANTI!" raung Sony. Tangannya yang bergetar melayang ke udara, siap mendaratkan pukulan keras ke wajah istrinya. "WANITA IBLIS! AKU BUNUH KAMU!"

Namun sebelum tangan Sony menyentuh Ranti, sebuah dorongan kuat menghantam dadanya dari samping.

BBRUKKK!

Sony tersungkur ke lantai, mengerang makin keras saat punggungnya yang melepuh menghantam sudut meja rias.

"Jangan berani-berani touch dia, bangsat!" bentak Tasya yang maju membentengi Ranti dengan sapu tebal di tangannya.

Lala ikut maju, berdiri pas di depan Ranti dengan tatapan menyalang dan ponsel yang masih merekam video secara live. "Sentuh Ranti sedikit saja, video perzinahan dan tindakan kekerasanmu ini langsung tersebar di seluruh grup komite sekolah dan media sosial! Coba saja kalau kamu berani, Sony!"

Sony tergeletak di lantai, bernapas terengah-engah. Rasa panas terbakar di seluruh tubuh bagian belakangnya membuat badannya gemetar hebat. Ia menatap Ranti dengan mata penuh kebencian dan rasa tidak percaya.

"Kamu... kalian semua sudah merencanakan ini..." bisik Sony meringis kesakitan.

Ranti melangkah pelan, melewati Tasya dan Lala. Ia berlutut sedikit di samping Sony yang tak berdaya di lantai. Dengan jemarinya yang tenang, Ranti melepaskan kalung emas putih berinisial SR dari lehernya sendiri.

Ia melempar kalung itu tepat ke atas dada Sony yang melepuh.

"Mulai hari ini, tidak ada lagi Ranti dalam hidupmu, Sony," ucap Ranti pelan, tepat di depan wajah suaminya. "Simpan kalung ini untuk selingkuhanmu. Dan bersiaplah... karena air panas ini baru permulaan dari kehancuran hidup kalian berdua."

Ranti berdiri tegak, membalikkan badan tanpa memandang sedikit pun pada Raya yang masih merintih meraung-raung di atas ranjang.

"Tasya, Lala, ayo keluar," kata Ranti tenang. "Biarkan mereka menikmati hawa neraka yang mereka buat sendiri."

Dengan langkah anggun dan kepala terangkat tinggi, Ranti berjalan keluar dari kamar itu, meninggalkan dua manusia pengkhianat yang meliuk-liuk kesakitan di tengah pusaran dosa mereka sendiri.

1
Lee Mba Young
pengacara Sony keren banget, walau Sony napi ttp bisa memenangkan sidang🤣.
pengacara ranti abal abal cm butuh duit Tok mkne keder mengjadapi pengacara Sony. mkne ranti kalah sidang.

pdhl Sony jelas selingkuh Dan korupsi tp masih bisa dpt hak asuh. 👍
NinLugas: ka baca karya baru aku kak, perlu pembaca kritis kyk KK
total 1 replies
Lee Mba Young
pling enak pelakor Raya gk dpt karma.
Lee Mba Young
Cerita pling aneh. pdhl Sony napi dpt hak asuh.
farhan Dan pengacara ranti memang memgalah agar farhan bebas mndekati ranti tanpa bima. 🤣.
pdhl jelas jelas Sony napi kan 🤣
Lee Mba Young
pengacara Sony best banget pdhl Sony selingkuh, zina korupsi tp dpt bebas Dan dpt hak asuh🤣 .
ranty pengacara ne goblok 🤣
farhan kayak nya gk mau bima, cm mau ranti mkne suruh ranti nyerah.
NinLugas: kalau g gila authornya ya ceritanya yg gila kak🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee Mba Young
Ini hukum pling aneh, pdhl korupsi kok bisa bebas bersyarat.
pengacara ranti yg kurang keren
sunaryati jarum
Fitnah jika diselidiki dan ada bukti akurat,maka fitnah akan kalah
sunaryati jarum
Sony Seharus kamu akui dan terima kenyataan,ini semua karena kesalahan kamu.
Lee Mba Young
di sini pengadilan yg gk banget bpk nya napi tp dpt hak asuh itu dah aneh.
trus sekarang bpk nya nikah dng selingkuh annya apa gk di Banting tu anak.

ranti punya kerjaan hidup mapan knp gk dpt hak asuh. pdhl anak di bawah umur itu dng ibunya 🤣.
NinLugas: nnti d jelaskan d episode berikutnya nya y kk 🤣
total 1 replies
Lee Mba Young
Kenapa Sony bisa dpt hak asuh anak kn dia narapidana. kok aneh.
hrse dng status napi Dan gk punya penghasilan gk dpt hak asuh kan.
bukan kah kemarin hak asuh resmi ke ibunya. kok mulek.
sunaryati jarum
Kacang lupa akan kulitnya ,itu kamu Soni dan keluargamu
sunaryati jarum
Kamu malah.tambah cari masalah
NinLugas: terimakasih y kk atas dukungannya, 😍
total 1 replies
sunaryati jarum
Ada temen semasa kecil yang memberi dukungan
sunaryati jarum
Semoga kedepannya tidak ada lagi pengkhianat Ranti
sunaryati jarum
Orang tua Raya , bagus.Tidak membela tapi menyalahkan
sunaryati jarum
Tujuan kamu memang ingin merebut posisi Ranti, sudah pas kamu langsung dapat karma instan
sunaryati jarum
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!