NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Happy reading<<<<<<<

 

"Asyik banget bawah motornya Yoyo ini.. Nanti Insyaallah kalau Gue punya duit Gue mau beli deh." ujar Imlie karena motornya memang sudah di sita Mama dan Papanya.

"Kayanya makan seblak malam gini enak nih. Gue cari gerobak seblaknya ah." ujar Imlie tapi tiba tiba sebuah motor besar di kendarai menyesuaikan laju motornya di sampingnya.

Imlie langsung sedikit kaget.

"Kenapa Lo keluar malam malam gini hah? Gue ada izinin Lo?" tanya Aryan menatap tajam Imlie.

"Gue laper." jawab Imlie tanpa menatap Aryan.

"Tatap Gue sialan." kesal Aryan tidak suka saat berbicara dan Imlie malah tidak menatapnya.

"Gue lagi fokus takut ketabrak." jawab Imlie santai. dan dengan cepat Aryan menghadang motor besarnya membuat Imlie dengan cepat mengerem.

"Putar balik kita ke restoran." ujar Aryan menatap lama Imlie dari atas motornya.

"Nggak." jawab Imlie.

"Nurut." tekan Aryan.

"Nggak." ujar Imlie males.

"Kalau itu gini aja sampai pagi." ujar Aryan santai dan malah duduk sambil melipat tangannya serta menatap Imlie dengan tatapan mengejek.

"Ck." decak Imlie dan berniat mundurkan motornya. Tapi Aryan menahannya.

"Lepasin." ujar Imlie.

"Masih marah soal tadi, hmm?" tanya Aryan.

"Pake di tanya lagi." gumam Imlie yang masih di dengar Aryan.

"Jangan jutek jutek." ujar Aryan entah kenapa merasa gemes dengan sikap Imlie yang satu ini, merajuk padanya.

"Minggir Aku mau makan seblak." ujar Imlie.

"Nggak, udah malem itu makanan nggak sehat." ujar Aryan santai.

"Nggak, Aku pengen makan seblak." ujar Aryan menolak.

"Belum juga Gue halalin dan apa apain udah ngidam aj.. hmppphh" belum juga Aryan menyelesaikan perkataanya sudah di bekap mulutnya oleh Imlie.

"Kak, Kakak apa apaan sih. Jangan ngaco ya." kesal Imlie.

"Ck, yasudah kalau gitu putar balik motornya terus ke restoran Gue." ujar Aryan.

"Nggak, Aku nggak mau... Kalau Kakak nggak mau minggir Aku bakal pake cara gila." ancam Imlie.

"Cara gila? Kaya berani aja Lo." ujar Aryan.

"Oke....... BANG LEPASIIN BANG... LO MAU COPET YA.. TOLOOOOONG PAK BUK TOLONGG SAYA MAU DI COPEET." teriak Imlie dan Aryan sedikit kaget dengan suara lantang Gadisnya ini. Tapi, Aryan hanya diam menatap Imlie.

"HEH, PENCOPEEET BISA BISANYA KAMU MAU COPET DI TEMPAT UMUM INI YA.. IBU IBU KELUARIN KURSI KURSI JUALAN KALIAN DAN KITA GEBUKIN AJA SEKALIAN." teriak para pedagang tapi Aryan masih tetap diam.

Bukannya Aryan yang takut malah Imlie di buat takut. Takut Aryan di gebukin.

Aryan tersenyum tipis menatap Imlie yang wajahnya menunjukan kekhawatiran.

"Gemes." batin Aryan.

"Heh, Kamu pencopeeettt berani sekalih ya.. Lepasin tangan Mu dari motor gadis itu." ujar seorang Ibu Ibu.

"Dia Istri Saya yang lagi ngidam. Ibu Ibu pasti tau kan Ibu Hamil sering aneh aneh." ujar Aryan membuat Imlie melotot bukan main.

"Sialan." batin Imlie.

"Bukan Pak, Buk.. Dia pencopeet tolong Saya." ujar Imlie.

"Mana yang harus kita percaya." ujar para pedagang itu.

"Kalian harus mempercayai Saya..." ujar Aryan dan mengarahkan hpnya ke arah para pedagang itu Imlie pun juga melihatnya.

"Ooh Istrinya to. Maaf ya atuh.. Neng kalau Ibu hamil jangan keluar malam malam kaya gini Buk. Tidak baik, nurut ya sama Suaminya. Ibu lihat lihat kalian masih muda. Jadi, maklum lah baru memulai." ujar seorang Ibu Ibu malah membuat Imlie kesel.

"Saya bukan Istrinya dan belum hamil Buk.. nih Buk lihat perut Saya aja masih rata." kesal Imlie.

"Kan mungkin baru sebulan jadi masih rata." ujar Ibu itu dan Imlie hanya menggeleng frustasi.

"Streees Gue." ujar Imlie Aryan sejak tadi merasa gemes bukan main.

"Boleh di karungi nggak ya." batin Aryan.

Setelah Ibu Ibu itu pergi Imlie menatap Aryan tajam. "Kak, kenapa sih harus kaya tadi." kesal Imlie.

"Itu namanya senjata makan Tuan Bumil.

Hehheheheh." kekeh Aryan.

Mata Imlie membola "apa? Bumil? Stop! Jangan bicara seperti itu Aku nggak mau dengar omong kosong itu." ujar Imlie.

"Makanya jangan ngelawan, putar balik motornya dan Kita ke restoran." ujar Aryan.

"Tapi Gue pengen makan seblak. Gimana yaa." batin Imlie.

"VIONAAAAAA AWAS ADA TRUK." teriak Imlie karena dia tau jika mendengar mendengar nama Viona Aryan akan langsung bereaksi dan bener saja Aryan langsung menatap ke belakang bahkan tangannya pun sudah di lepaskan.

"Ck, kalau Viona aja cepat." Ujar Imlie yang sudah terlepas dari jebakannya Aryan motornya pun sudah berada di depan motornya Aryan.

Aryan yang matanya mencari cari keberadaan Viona langsung menatap tajam Imlie yang sudah melajukan motornya setelah mengatakan hal tadi.

"Sepertinya Gue harus cari tempat jualan seblak yang jualannya di tempat tempat yang sedikit jauh dari jalan gitu biar kagak di lihat sama si Aryan." ujar

Imlie kemudian masuk ke gang kecil karena di situ ada warung seblak yang cukup rame.

"Alhamdullilah." ujar Imlie kemudian menghentikan motornya di depan warung itu. Dia masuk dan semua mata menatap padanya.

"Wih, bening bangeeet."

"Masyallah cantik nyoo.. Ini warga sekitaran sini ya, kok Gue baru lihat." ujar para pembeli yang sedang makan mereka terkesima dengan kecantikannya Imlie apalagi sekarang Imlie memakai hoodie yang sampai menutup kepalanya.

"Kak, ini seblaknya temanya prasmanan gitu kita yang milih ya?" tanya Imlie yang mengembalikan keterdiaman karyawan itu yang juga ikut melongoh melihat Imlie.

"Iya dek." jawab karyawan warung itu yang sedikit besar dan rame sehingga membutuhkan dua karyawan.

"Wahhh!!! Asyik ini. Nanti kapan kapan Gue ajak teman teman Gue Ah." batin Imlie dan mengambil sebuah mangkok plastik untuk memilih isi isiannya.

"Gue ambil baksonya 5 aja deh, sosis, jamur enoki, kerupuk, mie, telur 1 butir aja deh. Dan...." kemudian Imlie melanjutkan untuk mengambil yangblainnya sehingga kini ada 10 macam pilihannya.

"Ini Kak, level 10 ya Kak." ujar Imlie membuat karyawan seblak itu tergangah.

"Serius nih Dek? Nggak takut perutnya sakit? Kamu masih kecil Lo." ujar karyawan seblak itu karena memang wajahnya Imlie baby face.

"Kak, Saya sudah SMA kok masih kecil sih." ujar Imlie.

"Ooh masih SMA, maaf ya Saya kira SMP." jawab karyawan itu.

"hehee nggak papa Kak." jawab Imlie dan duduk di sebuah kursi kosong.

"Dek, duduk di sini aja sama kota kita." ujar seorang Pria.

"Nggak." jawab Imlie cuek.

"Wih, judes amat Ceweknya. Menantang nih." ujar Pria itu dan mereka tersenyum penuh arti.

Imlie pun membuka hpnya dan banyak sekalih pesan dan telfon dari Aryan.

Imlie>>>>>>>

"Pulang aja Gue lagi mau senang senang sambil makan seblak dulu. Jangan ganggu."

Aryan>>>>>>>

"Lo bandel ya, sherlock sekarang. Ini udah malam Imlie."

Read

Imlie hanya membacanya membuat Aryan geram sejak tadi dia mencari gadis itu.

Dreeeet

"Pulang sekarang atau Lo bakal tau akibatnya." ujar Aryan setelah Imlie mengangkat telfonnya.

"Dih, tadi Vionanya kagak ada? Kayanya tadi khawatir banget tuh." ujar Imlie membahas perihal tadi.

"Pulang sekrang." geram Aryan.

"Dih, kayanya situ Bapak Aku aja. Bapak Aku aja kagak peduli sama Aku kenapa Kakak peduli.. Udah ya bye byeee." cerocos Imlie dan mematikan sambungan itu membuat Aryan kesal bukan main.

"Sialan." batin Aryan.

"Semakin bandel ya Lo" batin Aryan.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!