NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25 topeng di atas air dan transaksi berdarah

Kota Seribu Sungai bukanlah sekadar pemukiman; itu adalah labirin raksasa yang dibangun di atas delta sungai terbesar di Benua Timur. Di sini, hukum kekaisaran menjadi kabur, digantikan oleh hukum emas dan besi. Ribuan jembatan batu melengkung menghubungkan pulau-pulau buatan, diterangi oleh jutaan lampion roh yang tidak pernah padam, menciptakan ilusi bahwa bintang-bintang telah jatuh dan mengapung di atas air.

Udara berbau rempah-rempah, dupa, dan sedikit amis darah yang tersamarkan. Ini adalah surga bagi pedagang, penjahat, dan kultivator liar yang ingin menghilang.

Sebuah perahu kecil meluncur tanpa suara di bawah Jembatan Naga Hitam, salah satu gerbang masuk tidak resmi ke distrik pasar gelap. Di atas perahu itu, berdiri seorang pria muda dengan jubah cendekiawan berwarna biru tua yang elegan, ditemani seorang gadis pelayan yang membawa kotak kayu panjang.

Itu adalah Xing Shenyuan dan Lin Xiaoyue. Namun, penampilan mereka telah berubah drastis.

Shenyuan tidak lagi memancarkan aura dingin yang mematikan. Wajahnya tampak sedikit lebih pucat, seperti tuan muda yang sakit-sakitan, dan auranya ditekan hingga ke tingkat Pembentukan Fondasi. Xiaoyue mengenakan cadar tipis, menyembunyikan kecantikannya yang mulai mekar, dan busur saktinya disembunyikan dalam bentuk gelang perak di pergelangan tangannya.

"Guru... tempat ini sangat ramai," bisik Xiaoyue, matanya melebar melihat hiruk-pikuk kapal dagang raksasa yang sedang bongkar muat di dermaga.

"Ramai berarti aman, Xiaoyue," jawab Shenyuan pelan, matanya menyapu bayangan di bawah jembatan, mencari tanda-tanda pengintai. "Di hutan, kau bersembunyi di balik pohon. Di kota, kau bersembunyi di balik kerumunan. Ingat identitas kita: Aku adalah Tuan Muda Ye, pedagang barang antik dari wilayah Barat, dan kau adalah pelayanku."

Login: Jantung Perdagangan Gelap

Perahu mereka merapat di dermaga kayu tua yang berlumut. Di sini, tidak ada penjaga bea cukai resmi, hanya preman-preman dari Geng Naga Air yang memungut upeti. Shenyuan melemparkan kantong kecil berisi sepuluh batu roh kepada penjaga dermaga tanpa bicara. Penjaga itu menimbang kantong tersebut, tersenyum lebar memperlihatkan gigi emasnya, dan memberi isyarat agar mereka lewat.

Begitu kaki Shenyuan menyentuh tanah dermaga, Sistem di kepalanya bergetar.

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Distrik Pasar Gelap Kota Seribu Sungai (Area Pertukaran Nasib)]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

> [Catatan: Area ini memiliki konsentrasi Karma yang tinggi.]

>

"Login," batin Shenyuan sambil berjalan santai di tengah kerumunan.

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Topeng Wajah Seribu Ilusi" (Artefak Tingkat Roh) dan "Token VIP Paviliun Bayangan Air" (Item Akses Khusus).]

> [Deskripsi Item:]

> * Topeng Wajah Seribu Ilusi: Sebuah topeng tipis tak kasat mata yang menyatu dengan kulit wajah. Dapat mengubah struktur tulang wajah dan aura pengguna sesuai keinginan. Kebal terhadap pemeriksaan ahli di bawah Ranah Transformasi Roh.

> * Token VIP Paviliun Bayangan Air: Token giok hitam yang menandakan status "Tamu Terhormat" di rumah lelang terbesar kota ini. Memberikan akses ke ruang privat dan diskon biaya transaksi.

>

Shenyuan tersenyum tipis. Sistem ini selalu memberinya apa yang ia butuhkan tepat waktu. Tanpa topeng ini, menyembunyikan identitas aslinya dari ahli tingkat tinggi akan sulit. Ia segera mengaktifkan topeng itu. Wajahnya bergeser sedikit—tulang pipinya menjadi lebih tinggi, matanya sedikit lebih sipit. Ia kini benar-benar menjadi orang asing.

Token itu muncul di dalam lengan bajunya, dingin dan berat.

"Ayo, Xiaoyue. Kita akan mengunjungi Paviliun Bayangan Air."

Paviliun Bayangan Air: Pertemuan dengan Madam Hong

Paviliun Bayangan Air adalah bangunan termegah di distrik itu. Tingginya lima lantai, dibangun dari kayu hitam yang tahan api, dengan atap berlapis emas. Di depannya, dua patung singa batu menjaga pintu masuk, mata mereka terbuat dari batu delima yang bersinar merah.

Antrean panjang kultivator terlihat di depan pintu utama, menunggu giliran untuk masuk atau menyerahkan barang dagangan. Namun, Shenyuan tidak mengantre. Ia berjalan langsung menuju pintu samping yang dijaga oleh dua kultivator Inti Emas berwajah garang.

"Berhenti! Pintu ini khusus untuk..."

Shenyuan tidak menjawab. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, memperlihatkan Token Giok Hitam yang baru saja ia dapatkan.

Wajah kedua penjaga itu berubah seketika. Arogansi mereka lenyap, digantikan oleh rasa hormat dan sedikit ketakutan. Token hitam itu hanya diberikan kepada individu yang memiliki kekuatan setara Ketua Sekte atau kekayaan setara negara kecil.

"Maafkan mata kami yang buta, Tuan Terhormat!" Salah satu penjaga membungkuk dalam-dalam, keringat dingin menetes di dahinya. "Silakan masuk. Kami akan segera memberitahu Madam Hong."

Xiaoyue mengikuti di belakang, berusaha menahan rasa gugupnya. Guru benar-benar hebat, batinnya. Bagaimana dia bisa punya token itu?

Mereka diantar ke sebuah ruang privat di lantai teratas. Ruangan itu mewah, lantainya dilapisi permadani bulu macan putih, dan dindingnya dihiasi lukisan pemandangan yang bisa bergerak sendiri. Aroma teh roh kelas satu memenuhi udara.

Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Seorang wanita cantik berusia tiga puluhan masuk. Ia mengenakan qipao merah ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya, dengan kipas sutra di tangan. Auranya lembut namun menekan—seorang ahli Jiwa Baru Lahir Tahap Awal.

Ini adalah Madam Hong, penguasa bayangan kota ini.

"Jarang sekali ada pemegang Token Hitam yang wajahnya asing bagi saya," ucap Madam Hong dengan suara serak yang menggoda. Ia duduk di seberang Shenyuan, matanya yang tajam meneliti pemuda itu. "Tuan Muda Ye, benar? Apa yang membawa angin dari Barat ke gubuk kecil kami ini?"

Shenyuan menyesap tehnya dengan tenang. "Saya bukan datang untuk berbasa-basi, Madam Hong. Saya datang untuk membersihkan gudang."

Shenyuan memberi isyarat pada Xiaoyue. Gadis itu meletakkan kotak kayu panjang di atas meja dan membukanya.

Madam Hong melirik isi kotak itu. Matanya menyipit.

Di dalam kotak, tergeletak tiga senjata:

* Sebuah pedang besar dengan hiasan api (Milik Tetua Kelima Sekte Pedang Langit).

* Sepasang pedang kembar yang memancarkan hawa dingin (Milik Tetua Keempat).

* Sebuah pedang tipis dengan aura angin yang masih berputar (Milik Tetua Ketiga).

Hening.

Madam Hong menutup kipasnya. Senyum menggoda di wajahnya hilang, digantikan oleh ekspresi bisnis yang serius dan dingin.

"Tuan Muda Ye," ucapnya pelan. "Apakah Anda tahu bahwa Sekte Pedang Langit sedang memburu pembunuh tiga Tetua mereka dengan harga yang sangat tinggi? Menjual barang ini di sini sama saja dengan mengundang perang."

"Saya tahu," jawab Shenyuan santai. "Itulah sebabnya saya datang ke Paviliun Bayangan Air. Saya dengar tempat ini bisa mencuci barang apa pun menjadi bersih, asalkan harganya cocok."

Madam Hong menatap Shenyuan lama. Ia mencoba menembus aura pemuda itu, tapi yang ia temukan hanyalah kabut tebal. Siapa orang ini? Dia hanya terlihat seperti tahap Pembentukan Fondasi, tapi ketenangannya saat menjual barang bukti pembunuhan ahli Jiwa Baru Lahir sungguh mengerikan.

"Kami bisa membelinya," akhirnya Madam Hong berkata. "Tapi risikonya besar. Kami akan memotong 40% dari harga pasar."

"20%," potong Shenyuan. "Dan saya tidak ingin uang tunai sepenuhnya. Saya ingin Informasi."

"Informasi apa?"

"Tentang Lelang Bawah Tanah bulan depan. Saya dengar ada fragmen artefak kuno bernama 'Kunci Bintang' yang akan dilelang."

Mata Madam Hong membelak sedikit. "Dari mana Anda mendengar itu? Itu adalah informasi rahasia tingkat tinggi."

"Dunia ini penuh dengan telinga, Madam," Shenyuan tersenyum tipis. "Jadi, apakah kita sepakat? Tiga senjata tingkat Bumi Puncak ini, ditukar dengan 50.000 Batu Roh Kualitas Tinggi dan satu undangan ke lelang itu."

Madam Hong berpikir sejenak. Keuntungan dari menjual kembali senjata-senjata ini di pasar gelap benua lain sangat besar. Risikonya sepadan.

"Sepakat," Madam Hong mengulurkan tangannya yang halus. "Senang berbisnis dengan Anda, Tuan Muda Ye. Tapi ingat... jika Sekte Pedang Langit datang ke sini, kami tidak pernah bertemu."

"Tentu saja," Shenyuan menyambut jabat tangan itu. Tangannya dingin seperti es.

Gangguan: Tuan Muda Keluarga Jin

Setelah transaksi selesai, Shenyuan dan Xiaoyue keluar dari paviliun dengan kantong penyimpanan baru yang berat berisi batu roh dan sebuah gulungan undangan emas.

Namun, saat mereka hendak menyeberangi jembatan untuk kembali ke dermaga, jalan mereka dihadang.

Lima orang pria berbadan besar dengan pakaian sutra mencolok berdiri di tengah jembatan. Di tengah mereka, seorang pemuda gemuk dengan banyak cincin di jarinya sedang mengunyah buah roh dengan angkuh.

Ini adalah Jin Bao, putra bungsu dari Keluarga Jin, salah satu keluarga pedagang terkaya di kota itu. Dia dikenal sebagai penguasa jalanan yang suka memeras pendatang baru.

"Hei, kau yang berjubah biru!" teriak Jin Bao, menunjuk Shenyuan dengan dagunya yang berlipat. "Aku lihat kau baru keluar dari ruang VIP Madam Hong. Pasti bawa barang bagus, ya? Di kota ini ada pajak jalan. Serahkan kantong penyimpananmu, dan aku akan biarkan pelayan cantikmu itu pergi... setelah dia menemaniku minum arak malam ini."

Para pengawalnya tertawa terbahak-bahak. Mereka semua berada di ranah Inti Emas. Bagi orang biasa, ini adalah kekuatan yang menakutkan.

Xiaoyue mengerutkan kening, tangannya bergerak ke arah gelang peraknya. "Guru, izinkan aku..."

Shenyuan mengangkat tangan, menghentikan Xiaoyue. "Jangan kotori tanganmu dengan sampah, Xiaoyue."

Shenyuan melangkah maju. Ia tidak marah. Ia bahkan tidak terlihat kesal. Ia menatap Jin Bao seperti seseorang menatap kecoa di dapur.

"Minggir," ucap Shenyuan pelan.

"Hah? Kau menyuruhku minggir? Kau tahu siapa bapakku?!" Jin Bao meludah ke tanah. "Patahkan kakinya! Ambil wanitanya!"

Dua pengawal Jin Bao maju, tinju mereka diselimuti Qi logam yang keras.

Shenyuan menghela napas. "Baiklah. Kebetulan Panji-ku belum mendapat camilan hari ini."

Shenyuan tidak bergerak. Tiba-tiba, bayangan di bawah kakinya memanjang. Dari dalam bayangan itu, bukan tangan manusia yang muncul, melainkan cakar-cakar hantu berwarna hijau transparan.

Teknik Bayangan: Cengkeraman Hantu.

Sret!

Sebelum kedua pengawal itu menyentuh Shenyuan, bayangan itu mencengkeram pergelangan kaki mereka.

"Apa ini?!"

Dalam sekejap, kedua pengawal berbadan besar itu ditarik paksa masuk ke dalam bayangan di lantai jembatan. Tidak ada teriakan. Mereka lenyap begitu saja, seolah ditelan bumi. Hanya terdengar suara krrkk pelan—seperti suara tulang yang digiling—dari bawah papan kayu jembatan.

Jin Bao menjatuhkan buah rohnya. Mulutnya menganga. Tiga pengawal sisanya mundur dengan wajah pucat pasi.

"Sihir... sihir hitam!"

Shenyuan melangkah lagi. Bayangan di sekitarnya bergerak liar seperti tentakel gurita.

"Tuan Muda Jin," suara Shenyuan kini terdengar bergema, seolah datang dari segala arah. "Apakah bapakmu pernah memberitahumu... bahwa ada orang-orang di dunia ini yang tidak boleh kau tatap matanya?"

Shenyuan mengangkat jarinya. Sebuah jarum energi ungu terbentuk.

Jin Bao jatuh berlutut, celananya basah. "Ampun! Ampun, Tuan! Saya buta! Saya punya uang! Jangan bunuh saya!"

Shenyuan menghilangkan jarum itu. Membunuh putra keluarga kaya di tengah jalan raya akan menarik terlalu banyak perhatian yang tidak perlu saat ini. Ia lebih suka menanamkan teror.

"Aku tidak butuh uangmu," bisik Shenyuan saat berjalan melewati Jin Bao yang gemetar. "Tapi ingat wajah ini. Jika aku melihatmu lagi menghalangi jalanku, kau akan bergabung dengan pengawalmu di dalam bayanganku."

Shenyuan dan Xiaoyue berjalan pergi, meninggalkan Jin Bao yang masih bersujud di jembatan, dikelilingi kerumunan yang terdiam ketakutan.

Malam di Penginapan: Rahasia Kunci Bintang

Malam itu, mereka menyewa kamar di sebuah penginapan terpencil di pinggiran kota. Shenyuan memasang formasi isolasi suara dan deteksi di sekeliling kamar.

Ia membuka gulungan undangan lelang yang ia dapatkan dari Madam Hong. Di dalamnya terdapat daftar barang yang akan dilelang. Di urutan terakhir, tertulis:

[Item Misterius: Fragmen Peta Bintang Kuno]

Asal: Reruntuhan Dinasti Langit yang hilang.

Diduga merupakan kunci menuju "Jantung Dunia".

"Akhirnya," gumam Shenyuan. "Potongan pertama."

Sistem tiba-tiba memberikan notifikasi.

> [Analisis Sistem:]

> [Objek Terdeteksi dalam Katalog: "Fragmen Peta Bintang Kuno".]

> [Kecocokan: 99% dengan Tanda Tangan Energi Lantai Keempat Makam Bintang.]

> [Misi Mendesak: Dapatkan fragmen ini dengan segala cara. Jika jatuh ke tangan Kekaisaran, lokasi Makam Bintang akan terekspos.]

>

Shenyuan mengerutkan kening. "Terekspos? Artinya Kekaisaran juga mengincar benda ini?"

Benar saja. Saat ia membalik halaman katalog itu, ada catatan kecil di sudut bawah:

"Peminat Utama: Perwakilan Keluarga Kekaisaran Pusat."

Shenyuan tertawa dingin. "Ayah... kau benar-benar tidak membiarkanku istirahat. Kau mengirim orang untuk membeli kunci rumahku sendiri?"

"Guru, jika Kekaisaran terlibat, harganya pasti akan sangat mahal," ujar Xiaoyue khawatir. "Apakah 50.000 batu roh cukup?"

"Tidak akan cukup," Shenyuan menggeleng. "Kekaisaran memiliki sumber daya tak terbatas. Kita tidak bisa menang dalam adu harga."

"Lalu bagaimana?"

Mata Shenyuan berkilat ungu. Ia memandang ke luar jendela, ke arah menara Paviliun Bayangan Air yang bersinar di kejauhan.

"Jika kita tidak bisa membelinya... kita harus membuatnya hilang sebelum lelang dimulai. Atau, kita pastikan orang yang membelinya tidak pernah sampai ke rumah."

Shenyuan mengeluarkan Panji Sepuluh Ribu Jiwa. Tie Zha muncul dalam bentuk asap kecil di atas meja.

"Tie Zha," panggil Shenyuan.

"Ya, Tuanku," suara hantu itu parau.

"Aku butuh matamu. Masuklah ke dalam bayangan kota ini. Cari tahu siapa utusan Kekaisaran yang datang untuk lelang ini. Aku ingin tahu nama, kekuatan, dan kebiasaan tidurnya."

Tie Zha menyeringai. "Pekerjaan intelijen? Saya suka. Bau tikus kekaisaran selalu mudah dilacak."

Hantu itu melesat keluar melalui celah jendela, menghilang ke dalam malam.

Interlude: Bayangan di Istana

Sementara itu, di Ibu Kota Kekaisaran.

Su Yan sedang berdiri di balkon istana Permaisuri, menatap bulan. Di tangannya ada sebuah surat rahasia yang baru saja ia terima dari jaringan mata-matanya.

"Pangeran Pertama telah membuka Segel Gudang Terlarang. Dia mengambil 'Cermin Pemanggil Iblis'. Dia berniat menggunakannya pada pertempuran berikutnya di Dataran Angin."

Su Yan meremas surat itu hingga hancur menjadi debu.

"Dia benar-benar gila," bisik Su Yan. "Memanggil iblis sungguhan hanya untuk membunuh adiknya? Ini bukan lagi perang saudara. Ini akan menjadi bencana."

Su Yan menyentuh anting gioknya—alat komunikasi darurat dengan Shenyuan. Ia mengirimkan pesan singkat:

"Langit akan runtuh di Ibu Kota. Iblis akan dipanggil. Bersiaplah, Tuan."

Penutup Bab: Persiapan Perampokan

Kembali di Kota Seribu Sungai.

Shenyuan menerima pesan Su Yan. Wajahnya menjadi muram.

"Iblis?" Shenyuan mendengus. "Xing Jian bodoh itu... dia pikir dia bisa mengendalikan entitas dari luar dunia ini?"

Namun, ini juga peluang. Jika Ibu Kota kacau karena serangan iblis, perhatian Kaisar akan teralihkan dari lelang di kota ini.

"Xiaoyue," Shenyuan berdiri. "Rencana berubah. Kita tidak akan menunggu lelang. Kita akan mencuri barang itu malam ini, langsung dari gudang penyimpanan Paviliun Bayangan Air."

"Mencuri?! Tapi Guru, tempat itu dijaga oleh formasi tingkat tinggi dan mungkin ahli Transformasi Roh!" Xiaoyue terkejut.

Shenyuan tersenyum, kali ini senyum yang penuh percaya diri.

"Formasi? Bagi orang lain, formasi Paviliun itu adalah dinding besi. Tapi bagiku... yang memiliki Mata Batin Penembus Ilusi dan pengetahuan dari perpustakaan Makam Bintang... formasi itu hanyalah pintu yang lupa dikunci."

Shenyuan mengenakan kembali topengnya.

"Malam ini, Tuan Muda Ye akan tidur nyenyak di penginapan. Tapi Hantu Makam akan berjalan-jalan."

Di luar, guntur mulai bergemuruh. Hujan deras turun membasahi Kota Seribu Sungai, menyamarkan jejak, dan mencuci darah yang akan segera tumpah.

* Kultivasi: Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir.

* Item Baru: Topeng Seribu Wajah, Token VIP.

* Keuangan: 50.000 Batu Roh (Modal).

* Misi Berikutnya: Infiltrasi Gudang Harta Paviliun Bayangan Air.

* Ancaman: Utusan Kekaisaran & Potensi Panggilan Iblis di Ibu Kota.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!