Tagline:
"Ketika Pahlawan jatuh ke Neraka, dia tidak berdoa untuk diselamatkan. Dia bersiap untuk mengambil alih Tahta."
Sinopsis Cerita:
Ye Chen, sang penyelamat Alam Roh Sejati, telah membayar harga termahal demi menyelamatkan dunia dari kehancuran. Akibat memaksakan kekuatan Lima Kunci dan menahan jatuhnya Pulau Langit,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Bantingan Tulang Emas dan Kehancuran Ular Bayangan
Angin malam di Kediaman Klan Pedang Perak membawa bau anyir darah dan racun yang menyengat. Awan hijau beracun yang dilepaskan oleh pasukan Klan Ular Bayangan membuat tanaman di halaman layu dan menghitam dalam hitungan detik.
Di tengah halaman itu, Ye Chen berdiri dengan santai, mengabaikan racun yang berputar di sekelilingnya.
Tetua Ular Kematian, yang melayang beberapa kaki di atas tanah berkat kultivasi Dewa Fana Tingkat 5-nya, tertawa serak. Tawanya terdengar seperti gesekan sisik ular di atas batu tajam.
"Hahaha! Kau berani menantangku, Bocah? Aku bisa merasakan fluktuasi Qi di tubuhmu. Kau baru saja menyentuh Dewa Fana Tingkat 1! Di dunia ini, perbedaan satu tingkat adalah jurang pemisah, apalagi empat tingkat!"
Tetua itu menghentakkan tongkat kepala kobranya ke udara.
Teknik Ilahi Ular Bayangan: Lautan Bisa Pelebur Tulang!
Awan racun hijau pekat memadat, membentuk lima ekor ular kobra raksasa berukuran sepuluh meter yang terbuat dari cairan asam beracun murni. Ular-ular itu mendesis dan menerkam Ye Chen secara bersamaan dari lima arah berbeda.
Di belakang Ye Chen, Yin Xue berteriak panik, "Tuan Ye, menghindar! Racun itu bisa melelehkan artefak tingkat Dewa!"
Ye Chen tidak bergeser satu milimeter pun. Dia mengangkat kepalanya, pupil naganya menyala dengan warna emas yang angkuh.
"Melelehkan artefak tingkat Dewa?" Ye Chen menyeringai. "Sayang sekali, tubuhku lebih keras dari sekadar artefak."
Ye Chen menghentakkan kaki kanannya ke lantai halaman.
Tubuh Guntur Asura: Ledakan Gravitasi!
Seketika, ruang di sekitar Ye Chen terdistorsi. Lima ular kobra beracun itu tiba-tiba merasakan gaya tarik bumi meningkat ribuan kali lipat. Tubuh cairan mereka tidak bisa menahan beban gravitasi tersebut dan langsung terbanting ke tanah, meledak menjadi genangan cairan hijau yang tak berbahaya.
"Apa?!" Mata Tetua Ular Kematian melotot hampir keluar dari rongganya. "Teknik ruang dan gravitasi? Kau bukan Dewa Fana biasa!"
"Kau terlalu banyak bicara," suara Ye Chen tiba-tiba terdengar, bukan dari bawah, melainkan dari udara... tepat di samping telinga sang Tetua.
Langkah Naga Awan!
Di Alam Dewa yang gravitasinya sangat berat ini, Ye Chen telah sepenuhnya beradaptasi. Kecepatannya kembali seperti hantu.
Tetua Ular Kematian tersentak. Insting bertahannya meledak. Dia mengayunkan tongkat kepala kobranya ke arah suara Ye Chen. Mulut kobra di ujung tongkat itu membuka, menembakkan jarum hitam mematikan dari jarak nol.
TRANG!
Bukan suara daging yang tertusuk, melainkan suara logam beradu.
Tangan kiri Ye Chen, yang dilapisi cahaya emas gelap dari Tulang Emas-nya, menangkap tongkat itu tepat di mulut kobranya. Jarum hitam itu menancap di telapak tangan Ye Chen, tapi tidak bisa menembus kulitnya, malah patah menjadi dua.
"Mustahil! Tongkatku terbuat dari Baja Hitam Dunia Bawah!" Tetua itu gemetar ngeri.
"Tongkat yang bagus," kata Ye Chen datar. "Tapi pemiliknya lemah."
KRAAAAK!
Ye Chen meremas tangan kirinya. Mulut kobra dari tongkat itu remuk menjadi serpihan besi.
Sebelum Tetua Ular Kematian bisa merapal sihir pertahanan atau melarikan diri, tangan kanan Ye Chen melesat, mencengkeram leher keriput pria tua itu.
"Kau..." Tetua itu tersedak, kakinya menendang-nendang udara. Aura Tingkat 5-nya meledak liar, mencoba membakar tangan Ye Chen dengan racun, tapi Mutiara Penelan Surga di dalam Dantian Ye Chen langsung melahap setiap inci energi yang mencoba menyakitinya.
Ye Chen menatap mata pria tua yang kini dipenuhi teror murni.
"Di dunia bawah, aku membantai ras iblis dan dewa palsu. Kalian, ular-ular kecil di pinggiran alam ini, mengira bisa menggigitku?"
Ye Chen memutar tubuhnya di udara, lalu membanting tubuh Tetua Ular Kematian itu lurus ke bawah, menghantam lantai halaman.
BOOOOOOM!
Gelombang kejut yang mengerikan meratakan sisa-sisa tembok dan patung hias di halaman Klan Pedang Perak. Kawah sedalam sepuluh meter terbentuk dari titik benturan.
Di dasar kawah itu, Tetua Ular Kematian terbaring hancur. Tulang-tulangnya remuk menjadi bubuk. Organ dalamnya meledak. Jiwa Dewa Fana-nya langsung padam akibat benturan fisik murni yang mengandung Niat Kehancuran Asura.
Mati dalam satu serangan.
Puluhan anggota Klan Ular Bayangan yang tersisa berdiri mematung. Senjata mereka bergetar, lalu jatuh berdentang ke lantai. Pemimpin mereka, ahli Tingkat 5 yang tak terkalahkan di wilayah ini, dihancurkan seperti serangga?
"Lari... MONSTER!"
Para pembunuh itu berbalik dan lari kocar-kacir menembus malam.
Ye Chen mendarat dengan mulus di tepi kawah. Dia tidak mengejar kroco-kroco itu. Mengotori tangannya lebih jauh tidak sepadan dengan energi yang dikeluarkan. Dia berjalan turun ke dasar kawah, mengambil cincin penyimpanan dari mayat Tetua itu.
"Mutiara Penelan Surga..." Ye Chen membatin. Pusaran hitam muncul di telapak tangannya, menyerap sisa-sisa esensi Qi Dewa Tingkat 5 dari mayat tersebut.
Hawa hangat yang murni mengalir ke dalam meridian Ye Chen.
Krak.
Hambatan kecil di Dantiannya pecah.
Dewa Fana Tingkat 1 Puncak... Tembus!
Dewa Fana Tingkat 2 (Awal).
Ye Chen menghembuskan napas panjang yang menghasilkan uap putih. "Sempurna. Pemanasan yang bagus."
Dia melompat keluar dari kawah dan berjalan kembali ke arah bangunan utama.
Di teras, Yin Xue berdiri dengan mulut terbuka lebar. Di belakangnya, bersandar pada pintu yang dipegangi pelayan, adalah Yin Yue—Pewaris Utama yang baru saja disembuhkan Ye Chen beberapa saat lalu. Dia memaksakan diri turun setelah mendengar ledakan.
Mata biru es Yin Yue menatap Ye Chen dengan campuran antara rasa takut dan kekaguman yang luar biasa.
"Kau... sendirian membunuh Tetua Ular Kematian?" suara Yin Yue lemah, tapi penuh takjub.
Ye Chen membersihkan debu dari jubahnya. "Dia terlalu banyak bicara dan mengotori halamanmu. Anggap saja ini layanan ekstra."
Yin Yue tersenyum pahit, batuk pelan. "Layanan ekstra ini telah menyelamatkan seluruh klan kami. Tuan Ye, kekuatan Anda... Anda sama sekali bukan pengembara biasa. Siapa Anda sebenarnya?"
"Seseorang yang sedang mencari jalan ke pusat dunia," jawab Ye Chen, melangkah menaiki tangga teras. Dia menatap Yin Yue. "Aku sudah menepati janjiku. Menyembuhkanmu, dan sekarang membereskan musuh klanmu. Sekarang giliranmu."
"Apa yang Anda inginkan, Tuan Ye? Harta? Batu Dewa? Atau... posisi di klan ini?" Yin Yue membungkuk sedikit, menunjukkan rasa hormat tertinggi.
"Aku membaca di perpustakaan kalian tadi," kata Ye Chen, langsung ke intinya. "Untuk menyeberangi Jurang Kehampaan menuju Domain Pusat dan mencari sisa-sisa Tanah Suci Kunlun, aku butuh Kapal Dewa Tingkat Surga, atau akses ke formasi teleportasi antar-domain."
Yin Yue menghela napas panjang. Wajah cantiknya terlihat serius.
"Tuan Ye, Formasi Teleportasi Antar-Domain di wilayah utara ini hanya ada satu. Dan itu dikuasai oleh penguasa mutlak wilayah ini: Sekte Bintang Jatuh (Fallen Star Sect)."
Mendengar nama itu, mata Ye Chen menyipit. Sekte Bintang Jatuh... Nama yang sama dengan sekte di dunia bawah tempat dia mendapatkan Kunci Bulan. Apakah ini kebetulan, atau cabang utama mereka di Alam Dewa?
"Bagaimana cara aku menggunakan formasi mereka?" tanya Ye Chen.
"Sangat sulit," sela Yin Xue. "Sekte Bintang Jatuh sangat angkuh. Mereka tidak mengizinkan orang luar menggunakan formasi itu. Kecuali..."
Yin Xue menoleh pada kakaknya. Yin Yue mengangguk pelan.
"Kecuali Anda menjadi juara di Turnamen Pertarungan Bintang (Star Combat Tournament) yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali," lanjut Yin Yue. "Turnamen itu akan diadakan tepat tiga bulan lagi di ibu kota wilayah ini. Pemenangnya tidak hanya mendapatkan hak menggunakan formasi, tapi juga diangkat sebagai Tetua Kehormatan di Sekte Bintang Jatuh."
Ye Chen tersenyum. Senyum yang membuat darah para musuhnya di masa lalu membeku.
Turnamen. Hal yang paling dia sukai. Tempat di mana dia bisa membantai jenius-jenius yang sombong, menyerap kekuatan mereka secara sah, dan mengambil hadiah utama.
"Tiga bulan..." Ye Chen menimbang-nimbang. "Itu waktu yang cukup bagiku untuk mencapai tingkat menengah Dewa Fana."
Ye Chen menatap Yin Yue. "Klanmu pasti punya kuota peserta untuk turnamen itu, kan?"
"Kami punya tiga slot," jawab Yin Yue. "Saya, Yin Xue, dan seharusnya Paman Yin Hao. Tapi... karena Yin Hao kini cacat pikiran, dan saya baru sembuh, kami kekurangan orang kuat."
Yin Yue berlutut dengan satu kaki di hadapan Ye Chen. Sebagai pewaris klan besar, ini adalah tindakan penundukan mutlak.
"Tuan Ye. Jika Anda bersedia mewakili Klan Pedang Perak di turnamen itu, kami akan menyerahkan seluruh perbendaharaan klan untuk mendukung kultivasi Anda selama tiga bulan ini. Segala obat, batu dewa, dan artefak yang kami miliki... semuanya milik Anda."
Ye Chen menatap wanita itu. Tawarannya sangat menguntungkan. Ye Chen butuh sumber daya besar untuk mendorong tubuh Naga Asura-nya berevolusi di alam ini.
"Bangunlah, Yin Yue," Ye Chen membalikkan badannya, menatap bulan raksasa di langit Alam Dewa.
"Siapkan sumber dayanya besok pagi. Tiga bulan dari sekarang, aku akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalan di turnamen itu. Dan setelah aku memenangkan formasi itu... aku akan pergi ke pusat dunia."
Aliansi telah terbentuk. Tiga bulan latihan neraka dengan sumber daya tak terbatas akan segera dimulai. Dewa Asura sedang bersiap untuk mengguncang turnamen terbesar di wilayah utara.
(Akhir Season 4 - Bab 28)