seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alina kerja di Cafe
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN..
Alina kini kelas tiga SMK namun tetap masih aja dirinya selalu dapat bully dari teman teman nya sungguh miris kehidupan Alina, entah kapan dirinya bisa bahagia Alina pun ngga tau tapi Alina selalu sabar jalani kehidupan nya ini tanpa orang tua hidup nya seperti tak punya apapun..
"Alhamdulillah.. Sore ini, aku bisa kerja,"gumam Alina dengan tersenyum.
"Alina, Lo kenapa senyum sendiri?"tanya Anisa membuat Alina tersenyum.
"Gue sekarang, sekolah sambil kerja Nis!"jawab Alina membuat Anisa terkejut.
"Wahh.. Selamat ya, semoga betah kerja!"ucap Anisa membuat Alina tersenyum.
___________________________________________________
Sementara itu di tempat lain di sebuah perusahaan terkenal ada seorang pria pengusaha bernama Devano berusia 27 tahun, berstatus duda karena sang istri meninggal entah karena apa? Dan sejak itu juga Devano jadi pria keras seperti sekarang ini..
"Tuan, sore ini ada pertemuan Client di Cafe!"ucap David sang Asisten.
"hemm.. Baiklah!"ucap Devano dengan wajah datar.
"saya nanti sore, sekaligus makan di restoran!"ucap Devano membuat David ngangguk.
_
_
_
SORE HARI KEMUDIAN..
Sore ini Alina sedang bekerja di sebuah Restoran untung bosnya mau terima karyawan yang masih sekolah karena kalo tidak pasti Alina bingung, mau kerja dimana karena ngga mau dianggap benalu oleh sang bibi yang selalu hina Alina..
"Alina, bawa minum ini ke ruang VIP!"ucap Tania sang bos.
"siap bos!"patuh Alina dengan menunduk.
Alina pun pergi membawa beberapa minum menuju ruangan VIP mungkin yang pesan adalah seorang pengusaha, saat keruangan itu Alina pun meletakkan minum nya ke meja namun minuman terakhir tumpah karena ada yang pasang kaki..
"Hey! Kalo jadi pelayan yang benar dong!"bentak Devano membuat Alina kaget.
"Maafkan saya tuan!"ucap Alina dengan menunduk merasa bersalah.
"kamu tau, ini jas harga nya mahal kamu harus ganti sebesar 10jt!"tegas Devano membuat Alina kaget.
Alina mana bisa mengganti kan jas itu dengan 10jt dirinya saja belum ada uang untuk mengganti rugi ini juga baru pertama kerja, lalu Alina pun menghela nafas udah pasti akan di pecat karena udah ceroboh dengan menumpahkan jus nya!
"Saya, mana bisa ganti rugi sebesar itu tuan,"ucap Alina dengan menunduk.
"Saya tak mau tau, kamu harus ganti dengan cara apapun!"tegas Devano membuat Alina menghela nafas.
"misal dengan kamu, menjadi Asisten pribadi saya!"ucap Devano membuat Alina terkejut.
Alina bingung karena dirinya sedang bekerja di tempat ini masa harus pindah menjadi Asisten pria ini yang sungguh galak, namun Alina tak mau sampai di tuntut apalagi pria yang di hadapannya adalah seorang pengusaha sukses seperti nya sangat kaya!
"Baiklah.. jika itu, bisa membuat saya bayar kerugian anda,"ucap Alina membuat Devano tersenyum miring.
"Okey, besok datang di perusahaan saya!"tegas Devano membuat Alina ngangguk.
"tumben, tuan menjadi kan Asisten pribadi pada orang yang belum di kenal?"gumam David merasa heran.
"apakah.. Boleh setelah, pulang sekolah?"tanya Alina membuat Devano ngangguk.
"Hemm.. Tentu saja, dan ini alamat perusahaan saya!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
Alina hanya bisa menurut saja karena hanya jadi Aspri ngga masalah yang penting ngga kena kasus apapun sungguh Alina takut akan di hukum polisi karena tak bisa membayar ganti rugi nya karena tak punya uang untuk membayar ganti rugi nya yang lumayan besar..
"Syukurlah.. aku tak di tuntut,"gumam Alina dengan menghela nafas.
"saya heran kenapa setiap, ada kamu pasti si4l!"gerutu Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
"kita baru bertemu tuan,"ucap Alina merasa bingung membuat Devano membulat kan matanya.
Devano ngga jawab karena takut malah Alina ngira kalo selalu di ingat takut nya malah terlalu pede karena Devano gengsian, lalu Devano pun pergi tanpa jawab pertanyaan Alina membuat Alina menghela nafas memang aneh pria yang didepan nya itu..
"dasar aneh!"gumam Alina.
_
_
_
MALAM HARI KEMUDIAN..
Malam ini di kediaman keluarga Dirgantara Devano baru saja pulang kerja merasa begitu lelah seharian kerja lalu melihat mamahnya bersama teman teman Arisan nya, Devano anak yang cuek tak peduli dengan apapun dirumah nya entah kenapa apa mungkin saja pernah ada kejadian yang buat Devano seperti ini?
"Nak, mamah mau bicara!"ucap Vania membuat Devano menghela nafas.
"tinggal bicara, tapi kalo perjodohan aku ngga mau!"tegas Devano membuat Vania menghela nafas.
"Ayolah.. Sekali aja, kita bahas itu,"ucap Vania menatap sang putra.
Devano hanya geleng kepala nya lalu pergi seolah tak hiraukan ucapan sang mamah langsung ke kamar nya ingin istirahat, lalu tiba-tiba mamahnya masuk kamar nya membuat Devano mengerutkan keningnya lalu duduk di ranjang seperti nya izinkan Mamahnya bicara..
"Hemm.. mau bicara apa mah?"tanya Devano membuat Vania tersenyum.
"Nahh.. Gitu dong, jadi mamah ingin jodohkan mu!"jawab Vania membuat Devano ngangguk.
"dengan teman mamah!"ucap Vania menatap sang putra.
Sejujurnya Devano masih tak mau di jodohkan karena masih ingin setia dengan istrinya yang sudah meninggal terlebih dahulu, karena Devano sangat mencintai sang istri untuk saat ini mungkin Devano udah ngga mau menikah lagi memutuskan untuk setia dengan kekasihnya..
"Maaf mah.. Tapi, Aku ngga mau menikah lagi,"ucap Devano membuat Vania kaget.
"aku masih ingin, setia dengan istri ku,"ucap Devano lagi membuat Vania menghela nafas.
"Baiklah.. Kalo begitu, tolong terima Novi sebagai sekretaris mu,", ucap Vania membuat Devano menghela nafas.
"datang saja dulu, jika serius ingin kerja!"ucap Devano membuat Vania ngangguk.
Vania pun pergi dari kamar putranya merasa lega udah bujuk Devano untuk menerima Novi karena dirinya ingin dekat kan mereka siapa tau Devano suka dengan Novi, karena jika paksa Devano untuk menikah malah buat Devano marah..
"Aku tau, tujuan mamah untuk apa,"gumam Devano dengan geleng kepala.
Devano segera melepaskan kemejanya ingin mandi malam ini karena sangat lengket tubuhnya ingin sekali berendam untuk tenang kan pikiran nya juga, lalu Devano melangkah masuk ke kamar mandi nya yang sudah di siapkan air hangat untuk dirinya berendam..
"Uhh.. Hangat rasanya,"celetuk Devano.
Devano berendam di bathtub yang sudah ada air hangat dan juga aroma terapi untuk menenangkan pikiran nya, namun tiba-tiba pikiran nya muncul wajah seorang gadis membuat Devano menghela nafas entah kenapa malah mengingat gadis yang membuat nya kesal hari ini..
"Hah! Ngapain dia, muncul di pikiran ku!"gerutu Devano dengan sebal.
__________________________________________________
Sementara itu di sisi lain ada Alina yang sedang membereskan tempat tidur nya sambil memikirkan besok sore, dirinya harus ke perusahaan pria pemarah itu entah Alina ngga tau siapa nama tuan muda itu memang wajahnya tak asing karena seperti pernah bertemu..
"Dia bilang, pernah bertemu itu artinya sebelum nya pernah bertemu dengan pria itu tapi dimana?"gumam Alina merasa bingung.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"