NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tepung Beras dan Pikiran yang Berantakan

Dapur utama kediaman Asturia pagi itu dipenuhi kepulan uap dan aroma manis yang menenangkan. Han-seol, ibu Shaneen, sudah mengenakan celemek bunga-bunganya yang cantik. Di hadapannya, terdapat adonan Tteok (kue beras) yang putih bersih dan kenyal.

"Ninin-ah, kuncinya adalah perasaan. Jangan hanya gunakan logika Oxford-mu, gunakan hatimu saat membentuknya," ujar Han-seol dengan suara lembutnya yang khas.

Shaneen mengangguk patuh. Dia mengenakan celemek putih yang sangat bersih—bahkan tidak ada satu noda tepung pun yang berani menempel di sana. Tangannya yang menggunakan sarung tangan plastik transparan mulai mengambil sedikit adonan.

Biasanya, Shaneen akan membagi adonan dengan timbangan digital agar beratnya sama persis hingga 0,1 gram. Dia akan membulatkannya dengan diameter yang identik. Baginya, kue beras yang tidak seragam adalah penghinaan terhadap estetika kuliner.

Namun, hari ini... ada yang salah.

Setiap kali Shaneen membulatkan adonan, bayangan Matthias yang berlutut di depannya di paviliun tadi terus muncul. Dia teringat bagaimana tangan besar yang kasar itu menyentuh punggung tangannya dengan sangat lembut. Dia teringat napas hangat Matthias di puncak kepalanya.

"Ninin? Kenapa kau melamun? Lihat itu, bentuknya jadi lonjong," tegur Han-seol sambil tertawa kecil.

Shaneen tersentak. Dia melihat ke bawah dan benar saja—kue beras di tangannya tidak bulat sempurna. Bentuknya agak miring ke kiri, menyerupai... rahang Matthias yang tegas.

"Ah! Maaf, Eomma. Aku hanya... memikirkan aransemen lagu baru," kilah Shaneen cepat. Dia segera meremas adonan itu dan mencoba membulatkannya lagi.

Sepuluh menit berlalu, dan Shaneen masih berkutat dengan satu biji kue beras. Dia terus-menerus merapikannya, tapi pikirannya tetap melayang pada ucapan Matthias: "Berikan aku slot waktu di mana aku boleh 'mengganggu' keteraturanmu."

"Ninin-ah," Han-seol mendekati putrinya, menyandarkan dagunya di bahu Shaneen dengan manja. "Apa Jenderal Matthias itu setampan itu sampai membuat putri pintarku lupa cara membuat lingkaran?"

"Eomma! Apa yang kau katakan?!" Shaneen memekik, wajahnya memerah seketika. "Dia itu menyebalkan! Dia kaku, sombong, dan... dan dia sangat mengganggu!"

"Tapi kau menyukai gangguannya, kan?" Han-seol tersenyum penuh arti. "Ibu perhatikan, sejak dia datang, kau jadi sering melamun. Kau tidak lagi terlalu stres memikirkan kabel-kabel studio atau urutan buku. Kau mulai punya 'kekacauan' yang manis di kepalamu."

Shaneen terdiam. Dia menatap tumpukan kue beras di depannya. Ada lima biji yang bentuknya tidak simetris—sesuatu yang biasanya akan langsung dia buang ke tempat sampah. Tapi anehnya, kali ini dia hanya menatapnya dengan perasaan campur aduk.

"Dia bukan kekacauan yang manis, Eomma. Dia itu... risiko keamanan," gumam Shaneen pelan.

"Risiko keamanan bagi hatimu, maksudmu?" goda Han-seol sambil mencubit pipi Shaneen yang kemerahan.

Tiba-tiba, Samuel masuk ke dapur dengan gaya santainya. Dia melihat nampan kue beras milik Shaneen dan langsung tertawa keras.

"Wah! Lihat ini! Putri Perfeksionis kita membuat kue beras bentuk telur puyuh? Hahaha! Ninin, apa kau sedang sakit? Atau Jenderal itu sudah berhasil merusak sensor simetrimu?"

"KAK SAMUEL! KELUAR!" Shaneen melempar segenggam tepung ke arah kakaknya, namun Samuel dengan lincah menghindar.

"Hahaha! Aku akan melaporkan ini pada Ayah! Ninin sedang jatuh cinta sampai lupa cara menimbang adonan!" teriak Samuel sambil berlari keluar dapur.

Shaneen menghela napas panjang, menunduk menatap tepung yang berceceran di lantai dapur. Biasanya dia akan langsung mengambil penyedot debu, tapi kali ini dia membiarkannya. Dia justru mengambil salah satu kue beras yang paling "berantakan" bentuknya, lalu tersenyum tipis.

"Sialan kau, Matthias von Falkenhayn. Kau benar-benar merusak sistemku," bisiknya.

Dia memutuskan untuk tetap mengukus kue-kue beras yang tidak simetris itu. Dan diam-diam, dia menyiapkan sebuah kotak kayu kecil yang rapi untuk mengirimkan "kekacauan" pertamanya itu ke markas militer Matthias besok pagi.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!