Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Dengan Adegan Klise
"Seperti yang di harapkan kota masa kuno, sangat estetik, lentera yang bergelantungan menjadi satu satunya pencahayaan di seluruh kota, dan meskipun sudah sedikit larut kota bahkan belum menunjukkan waktu akan sepi, ini menarik, sayang sekali aku hanya bisa berada di luar sebentar, jika bisa lebih lama bukankah itu akan menjadi jauh lebih baik" ia menghela nafas pelan, ia ingin tenang dan tak terlibat dalam hal apapun, namun ia lahir dalam keluarga bangsawan yang rumit, meskipun amat sangat engan juga hanya bisa terlibat
Bug
Suara sesuatu yang jatuh membuatnya terkejut dan menatap nyalang benda yang jatuh tersebut, dan dia adalah seorang pria malang yang muncul dengan tubuh menyedihkan
"Cerita yang sangat klise, malam gelap seorang wanita cantik sedang asik menikmati suasana malam nan indah di ganggu ketenangannya oleh kedatangan seorang pria yang bernasib malang" ia memeriksa tubuh si pria dengan teliti
Adegan ini juga sering terjadi, dan umumnya ini akan menjadi pertemuan yang begitu menarik, membuat si pria jatuh cinta dan bahkan melakukan banyak hal bodoh untuk menemukan si penyelamat
"Dasar bodoh, apa yang sedang ku pikirkan" Ia terkikik geli saat mengingat itu, tapi beberapa saat kemudian meminta mengerut saat mendapat hasil dari pemeriksanya
"Luka dan racun, benar benar cerita sempurna sebuah kehidupan kuno ini, racun dan racun, pria yang terkena racun di tolong oleh seorang gadis dan akhirnya si pria akan menyerahkan dirinya sebagai balas budi, jatuh cinta pada pandangan pertama saja sudah hal bodoh apa lagi memberi tubuh sebagai alat balas budi" Setelah mahluk ini jatuh tak lama kemudian bahkan ada beberapa orang yang datang
Lagi dan lagi ia menggeleng, kehidupan ini sama persis seperti drama pendek yang sesekali ia lihat di ponsel
"Akan merepotkan jika harus berurusan dengan mereka, lebih baik menghindar saja" Ia menarik si pria ke dalam pohon yang kebetulan memiliki celah.
"Jangan bergerak, jika kau tak menghargai nyawa mu aku berbeda" ia mendengus apa apaan tatapan itu, meski gelap nafas si pria dapat dia rasakan, aroma Cendana yang begitu khas
"Kau"
"Cup" Keduanya terdiam sejenak akan tetapi masih mempertahankan posisi agar keberadaan tidak di ketahui
Apa apaan ini, ia jelas jelas sangat lemah tadi, tapi saat ini berani membuka suara, apa ia sangat ingin mati?
"Jika kau ingin mati setidaknya kau jangan menyeret orang lain bersama mu, kau bisa membakar tubuh mu atau mengikat diri di dalam air, aku berhati baik dan penyayang, jadi jangan membuat ku kesal" Ia membatin, orang masa kuno di kenal penuh kesopanan dan di ikat peraturan, apa apaan mencium di pertemuan pertama
Tapi, ciuman ini cukup menyenangkan, tanpa sadar Liu Yan terkekeh pelan, kembali mengecup singkat bibir si pria yang sudah hampir kehilangan kesadaran
"Aku hanya mengambil apa yang menjadi milik ku, kita sudah impas" Pria inilah yang menciumnya terlebih dahulu, ia tak suka di rugikan,
Maka harus mengambilnya kembali, toh ia juga sekarang gadis moderen, jangankan sebuah ciuman, ia bahkan pernah melakukan hal yang lebih dari pada itu
"Cari di sekitar sini, jangan biarkan dia lepas, ia terluka cukup dalam dan terkena racun cinta sebelumnya dan tak akan mungkin lari lebih jauh" Ucap si pembunuh dengan suara lantang,
"Pantas saja semakin tak terkendali, aku benar benar sial, menganggap kejadian di drama bodoh, tapi malah terjebak dalam kebodohan drama itu" Ia menghela nafas pelan menatap pria menyedihkan ini, ia mengambil sebuah batu kecil di balik kantung bajunya dan melemparnya ke arah yang berlawanan
Racun cinta ya, pria ini nampak lemah, tapi saat di cium sangat bersemangat, orang mesum ini, merencanakan hal buruk di setiap kesempatan.
"Di sana kejar" Teriak si pembunuh dan langsung berlari ke arah yang di tunjukan Zhang Liu
"Huh, untung saja sudah pergi" ia menghela nafas pelan
"Kau bisa menjadi bajingan tapi jangan begitu bajingan hingga melahap siapapun yang kau lihat" Zhang Liu berucap dengan nada malas, bagai mana tidak,
Ciuman pertama kali adalah kesalahan fahaman dan dia sudah mengambilnya kembali, akan tetapi, ciuman setelahnya?, semua karena pria itu ia bahkan dengan tak tau malu terus mengecup bahkan mengigit leher Zhang Liu.
"Kau ini tak tau malu, menjauh lah, aku akan anggap hal ini tak pernah terjadi" Ia melangkah mundur akan tetapi pria itu sangat menyedihkan membuat Zhang Liu tak tega meninggalkannya begitu saja
"Huh, sudahlah, aku tak akan perhitungan dengan mu"
"Aku tak akan bertanya mengapa kau keracunan, akan tetapi racun ini juga tak bisa di atasi dengan bertahan, kau harus berjuang untuk melepaskan diri mu dalam stuasi ini" ia baru saja datang ke dunia ini, ia belum memiliki banyak pengetahuan mengenai tempat ini.
"Aku akan memiliki solusi untuk sakit mu ini"
"Katakan"
"Kau ingin yang nyaman atau yang menyakitkan?, jika kau ingin obat yang nyaman aku bisa mengantar mu ke rumah bordir, kebetulan juga tak jauh dari sini dan jika kau ingin" Liu Yan nampak santai,
Ini pertama kali ia keluar istana tapi malah langsung di hadapkan dengan pria yang terkena ramuan cinta, ini bukan novel ibu tunggal yang membesarkan anak jenius selama bertahun tahun
"Obat yang menyakitkan" Si pria penuh tekat, sudah seperti ini
"Baiklah, pria masa ini memiliki harga diri tinggi ya, sudah seperti ini tak juga berbaik hati untuk menyerah" Ia menjawab ringan, pria ini memiliki prinsip
Di berikan pengobatan yang menyenangkan malah menginginkan hal sulit
"Jangan salahkan aku, aku hanya bisa membantu sebisa ku saja, ini akan berdampak pada tubuh mu sendiri, jangan menyalahkan aku jika terserang demam" Ia membawa tubuh besar si pria ke tepi danau, angin malam berhembus dan membuat suasana terasa dingin, tangan kecilnya menyentuh air danau
Musim dingin baru berakhir, air sangatlah dingin, salju baru saja meleleh, dan pria ini bersikeras untuk mendapatkan pengobatan yang menyakitkan jadi ia hanya bisa mengeraskan hati saja.
"Berjuanglah dengan baik, ini pilihan yang kau buat, jadi apapun yang terjadi nantinya tak ada hubungan dengan ku" ia melempar si pria ke danau, setelahnya membiarkan si pria tenggelam beberapa saat, saat nafas si pria habis ia kembali muncul ke permukaan
"Karena aku berbaik hati aku akan menunggu mu beberapa saat lagi" ia berucap sembari mencari tempat duduk yang nyaman untuk bersandar
Menunggu sampai mentari pagi muncul, pria ini di aniaya, sebagai gadis baik ia tak akan memanfaatkan pria yang dalam keadaan tak sadar.