NovelToon NovelToon
SETELAH AKU PERGI

SETELAH AKU PERGI

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Persahabatan / Cinta setelah menikah / CEO / Mafia
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.

Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.

Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.

Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?

Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?

Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Pergi

"Mei, Aku hanya mencobanya saja. Tidak ada maksud apapun." Melisa masih saja berusaha membela diri.

Andai saja, Meila tidak tahu rencana ibu dan kakak perempuannya itu, Meila mungkin akan percaya dengan ucapan Melisa. Tapi Meila tahu tujuan Melisa mencoba mengenakan gaun pengantinnya itu, karena Melisa yang akan mengenakannya nanti, saat pernikahan Zayan dan Meila tiba.

Meila menatap Melisa dengan tajam. Bukan kemarahan yang menggebu, tapi tatapan yang mengancam. Tatapan itu seolah ingin mengatakan, "Aku bukan lagi Meila yang kalian anggap tidak berdaya, anak pembawa sial ataupun hal buruk lainnya."

Tatapan Meila beralih pada ibunya. Bibirnya terangkat menghadirkan senyum mencemooh. "Apa kalian pikir Aku tidak tahu rencana Mama di hari pernikahan aku nanti," ucapnya.

Tidak ada pembelaan dari nyonya Hana. Mungkin terkejut, karena Meila mengetahui rencana jahatnya yang dia susun untuk menyingkirkan Meila di hari pernikahannya.

Setelah diam sesaat, detik kemudian, wanita paruh baya itu sadar, lalu nyonya Hana membalas tuduhan Meila. "Jangan asal bicara Meila!" Ibu kandung Meila itu seolah tidak terima dengan tuduhan putri bungsunya itu.

"Betul itu. Kami tidak punya rencana apa pun Meila," timpal Melisa menambahkan.

Wajah Meila tidak bergeming mendengar pembelaan MeIisa. Kakaknya itu justru terlihat panik. Sehingga tanpa sadar, penyangkalannya itu terdengar seperti sebuah pengakuan. Mengakui dirinya terlibat dalam rencana jahat yang sudah di susun ibu mereka.

"Mei, kalau masalah gaun, aku yang memberikan izin Melisa mencobanya. Kami tidak sengaja bertemu di butik. Melisa datang untuk mencoba gaun keluarga miliknya. Kebetulan gaun kamu dipajang di etalase, Melisa melihatnya dan dia ingin mencoba gaun itu. Dia kakak kamu, aku pikir tidak masalah dia mencobanya." Zayan kembali menjelaskan untuk membela Melisa.

Penjelasan Zayan, membuat Meila semakin bulat dengan keputusannya untuk membatalkan pernikahan mereka. Hal seperti ini saja Zayan tidak bisa mengerti perasaan Meila. Bagaimana selanjutnya? Meila tidak bisa hidup dengan pria yang berpihak pada keluarganya. Keluarga yang selalu memberikan luka.

"Saya pulang bukan untuk berdebat. Tapi ingin mengambil barang-barang saya."

Zayan gelisah. Sorot mata Meila sulit ditebak. Tidak ada kelembutan disana seperti biasanya. Dan caranya bicara sangat datar. Tidak mencari perhatian seperti biasanya. Dan kata Saya yang Meila sebutkan untuk memanggil dirinya sendiri sangatlah formal.

"Duduk Mei, kita sudah lama tidak berkumpul seperti ini." Mirza, kakak pertama Meila itu ikut bicara. Maksud hatinya ingin membuat Meila tenang. Tapi Meila terlalu banyak menyimpan luka. Selembut apapun Mirza bicara, tidak lagi berguna.

"Kalian nikmati saja obrolan kalian. Saya tidak ingin menganggu."

Tidak ada keramahan yang Meila tunjukkan pada Mirza. Suaranya dingin dan datar. Sama seperti yang dirasakan Zayan, Mirza ikut gelisah melihat perubahan sikap adik bungsunya itu.

Malas berdebat dengan keluarganya dan Zayan, Meila kembali berbalik. Kaki Meila kembali melangkah menjauhi keluarganya. Keluarga cemara menurut orang-orang diluar sana.

Kini kaki itu mulai menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai tiga, lantai dimana kamar Meila berada. Kamar Meila berada di lantai paling atas bangunan mewah ini. Berada tepat di samping laundry room, dan berhadapan dengan rooftop. Ruangan yang sebenarnya bukan diperuntukkan untuk kamar, melainkan gudang. Meskipun begitu, Meila tidak pernah kecil hati.

Tiba di kamarnya, Meila menyapu seluruh ruangan yang tidak terlalu besar itu. Sangat sederhana. Sangat berbeda jauh dengan kamar milik Melisa, sang kakak, putri kesayangan keluarga Aksara. Namun Meila merasa kamarnya ini, satu-satunya ruangan yang hangat dari semua ruangan yang ada di kediaman Aksara.

Pandangan Meila tertuju pada sebuah koper. Semua barang-barang yang dia butuhkan sudah Meila simpan di dalam koper tersebut, sebelum dia pergi ke butik tadi pagi. Meila tinggal membawanya saja. Tidak banyak yang Meila bawa, karena ini barang terakhir miliknya yang dia butuhkan.

Selama ini Meila sudah memindahkan barang-barang miliknya sedikit demi sedikit ke apartemen. Apartemen yang dia beli dengan hasil keringatnya sendiri. Meila sudah lama berencana keluar dari rumah itu. Namun, dia belum menemukan alasan yang tepat.

Selesai dengan urusannya di kamar, Meila kembali turun sambil membawa koper. Tentu saja hal itu menarik perhatian semua orang yang berada di ruang tamu kediaman Aksara.

Zayan yang sudah kembali duduk di samping Melisa, segera bangkit mendekati calon istrinya. Zayan sangat yakin, Meila tetap akan menjadi istrinya. Pertengkaran di butik, menurut Zayan bukan masalah besar.

Sayang, Zayan tidak tahu. Dengan mengizinkan Melisa mengenakan gaun pengantin milik Meila, itu sama saja merendahkan diri Meila.

"Kamu mau kemana Mei?" tanya Zayan. "Jangan memperbesar masalah yang terjadi di butik tadi. Melisa haya ingin mencobanya saja," ucap Zayan lagi.

"Iya Mei, Aku hanya mencobanya saja, tapi kamu sudah marah duluan dan merobek gaun itu." Melisa menimpali ucapan Zayan.

Seperti biasa, dia akan membuat keluarganya percaya bahwa dia tidak punya maksud apa-apa. Meila saja yang melebih-lebihkannya. Jurus itu biasanya selalu berhasil, membuat Meila disalahkan oleh keluarga mereka.

"Gaun itu sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena itu aku merobeknya," balas Meila. Jangan dikira dia akan diam saja seperti biasanya.

"Jangan sombong kamu Meila. Zayan mengeluarkan banyak uang untuk gaun itu."

Meila tersenyum mengejek, mendengar ucapan ibunya. Gaun itu Meila buat dengan hasil keringatnya sendiri, bukan uang Zayan.

"Betul begitu Dokter Zayan yang terhormat. Apakah gaun itu Anda yang menyiapkannya untuk Saya?" Meila melemparkan jawabannya pada Zayan.

Zayan tidak bisa bicara apapun. Dia tahu betul, Meila tidak ingin Zayan mengeluarkan uang sedikitpun untuk gaun itu. Zayan hanya membiayai acara untuk pestanya saja. Meila hanya tersenyum mengejek melihat Zayan hanya diam saja.

"Hanya gaun biasa. Harganya tidak seberapa," seru nyonya Hana, yang tidak ingin kalah berdebat. Meila malas berdebat, jadi dia tidak memperpanjang masalah gaun itu.

"Saya pulang untuk mengambil barang-barang yang Saya perlukan. Saya pamit. Saya pergi dan tidak akan tinggal di rumah ini lagi." Suaranya dingin dan tidak ada ancaman di sana, agar keluarganya peduli.

Harapannya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarganya sangat besar. Membuat Meila terus bertahan tinggal di kediaman Aksara, meskipun harus menerima perlakuan yang berbeda. Namun sejak tahu ibunya dan Melisa ingin merusak hari bahagianya, keputusan Meila semakin bulat untuk pergi dari kediaman itu.

Kejadian butik hari ini, hanya mempercepat keputusan Meila untuk keluar dari kediaman Aksara. Ditambah dengan satu keputusan besar lainnya, membatalkan pernikahannya dengan Zayan yang akan berlangsung lima hari lagi.

Meila sendiri tidak menyangka dengan keputusannya sendiri. Bahwa dia memilih pergi, bukan hanya pergi meninggalkan keluarga Aksara, tapi juga meninggalkan Zayan, pria yang dia harapkan bisa menjadi sandaran.

Suara tawa menggema di ruang tamu kediaman Aksara. Tawa yang mengejek Meila. "Memangnya kamu bisa apa diluar sana."

Meila tidak menghiraukan ucapan wanita yang sudah melahirkannya itu. Keluarganya tidak tahu, jika. Meila sudah bekerja. Mereka juga tidak tahu, jika Meila sudah menyelesaikan kuliahnya yang sepenuhnya dibiayai oleh beasiswa yang Meila terima.

Setidak peduli itu keluarga Aksara pada Meila, sehingga mereka tidak tahu keberhasilan Meila diluar sana. Bagi keluarga itu, hanya Melisa yang hebat dan bersinar.

"Mei, kamu tidak bisa pergi. Pernikahan kita tinggal lima hari lagi." Zayan mencoba menasehati Meila.

"Aku sudah katakan di butik tadi pagi. Aku tidak akan melanjutkan rencana pernikahan kita, Zayan." Tatapan mata Meila tajam pada Zayan. Pria yang dia kira bisa memberikan rumah untuknya, ternyata ikut menghina dirinya.

Zayan berubah, setelah Meila memperkenalkan pria itu dengan seluruh keluarga Aksara, sebagai calon suaminya. Tidak ada lagi tatapan yang mendamba pada sosok tampan dihadapannya ini. Zayan selalu saja memihak keluarganya. Pria itu selalu mengatakan, "Meila, mereka itu keluarga kamu. Hargai mereka."

Zayan dan Meila memutuskan untuk menikah, setelah dua tahun menjalin kasih. Karena itu Meila mengajak Zayan untuk bertemu kedua orang tuanya, hal yang selalu Meila hindari. Mengingat di keluarga itu ada Melisa, orang yang selalu menginginkan apa yang menjadi milik Meila. Pertemuan itu harus terjadi. Meila harus memperkenalkan calon suaminya dan meminta restu keluargnya.

Setelah pertemuan itu, kakak perempuannya itu terus mendesak orang tua mereka untuk menikahkan Zayan dengan dirinya. Meila sudah menduga apa yang akan dilakukan Melisa. Melisa menginginkan calon suaminya, seorang dokter muda yang cukup terkenal.

Melisa dan keluarganya bahkan mampu membalikkan keadaan. Membuat keluarga Zayan yang dulu baik padanya, jadi berubah. Mereka menginginkan Melisa yang menjadi pendamping hidup Zayan. Menurut mereka, Melisa lebih pantas menjadi pendamping Zayan, dari pada Meila. Sayang, orang tua Zayan dan Zayan sendiri tidak tahu seperti apa Melisa yang sebenarnya.

"Aku pergi." Meila berlalu begitu saja, tanpa memberikan kesempatan Zayan untuk bicara. Begitu juga dengan keluarganya.

"Ini bukan akhir. Tapi baru awal," gumam Meila.

1
Noey Aprilia
Orng ga tau malu mh emng ky gt....
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Al Fatih
Penasaran kelanjutannya gimana🤔
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
Muft Smoker
suka banget cerita km kak ,,
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
Ais
merinding aku baca novelmu thor penuh intrik kekuasaan keserakahaan dan balas dendam yg luar biasa matang dipersiapkan sm narendra klo boleh nebak berarti beni dan barra ini saudara kembar ya thor makanya barra bs melahirkan anak kembar sepasang ngak sabar membaca pertemuan meila dan arbie jg bibi ana smoga mereka bs merebut kembali apa yg seharusnya menjadi hak keluarga danunevra yg diambil scr paksa sm saudara tiri kakeknya meila dr pihak ibunya
Noey Aprilia
Hhhhhmmmm......mkin seru....
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
Muft Smoker
makiin kesini makiin menarik kak cerita ny ,,
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
Muft Smoker
waah baguuuus ,,
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Muft Smoker
pov Pak beni : KEJUTAAAAAAAAAN!!!!!

Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
Dew666
👍👍👍👍👍
Noey Aprilia
Mantapppp.....
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
Al Fatih
semakin seru.....
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Noey Aprilia
Akhrnyaaaa......
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
Muft Smoker
hai kak aq mampir ksni ,,
Dew666
🏆👄💜
Allea
napa ga up tiap hari sih ka
Noey Aprilia
K dpan'nya siap2 jntungan....scra bnyak msuh yg mnyerang,enth dr phak yg mna.....meila jgn lmah y...abs ni km hrus bnr2 brltih buat jg drimu sndri.....
Noey Aprilia
ga sbar nunggu biang keroknya hncur...tp d mlai dr para kacungnya dlu,abs tu bru bosnya....
Noey Aprilia
Bagoosss......
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....
Al Fatih
Pengen liat kehancuran Melisa😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!