NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan dipusat perbelanjaan

Pagi yang cerah Ana menyiram bunga di taman depan rumah, sambil bernyanyi dan sesekali menggoyangkan pinggulnya dengan riang.

“Ayo goyang dumang biar hati senang pikiran pun tenang...” ia terus bernyanyi sedangkan Dewa yang melihat itu hampir tersedak salivanya, ia duduk dikursi sambil mesam-mesem, melihat tingkah pacar uniknya.

“Woy pendek!” teriak Dewa, Ana langsung menghentikan nyanyian nya dan berbalik, wajahnya langsung memerah melihat Dewa yang duduk tenang dikursi tidak jauh dari nya, Malu.

“Apa mas?” jawab Ana kikuk karena aibnya terbongkar.

“Aku antar yuk.” ucap Dewa, membuat Ana malah bingung.

“Kemana?” tanya Ana mematikan kran air.

“Katanya mau pulang, aku antar ke terminal.” lanjut Dewa walau tidak rela, membuat Ana terkejut, bukankah semalam Dewa yang ngotot tidak membolehkan Ana pulang, kenapa bisa jadi berubah haluan.

“Mas Dewa serius?” tanya Ana mendekat.

“Mau gak, kalau gak mau ya sudah gak jadi,” Ana terdiam, ragu.

“Dua hari lagi aja mas.” jawab Ana, membuat Dewa mengerutkan alisnya heran.

“Kenapa?, kemaren loe ngotot ingin pulang, kok sekarang malah gak mau diizinkan untuk pulang.” tatap Dewa curiga.

“Gak papa, dirumah paling nanti sama emak malah disuruh bersih-bersih, mager aku.” jawab Ana membuat alasan padahal ia kasian dengan Dewa. Mendengar itu mata Dewa berbinar seketika.

“Ya udah kalau gitu nanti sore kita jalan, beli baju, buat lebaran,” ajak Dewa serius.

“Mas Dewa serius, jangan PHP ya, nanti aku ditinggal, ujung-ujungnya aku bayar sendiri, lagi kere ini, gak punya duit.” jawab Ana yang ragu, takut ditinggalkan begitu saja.

“Loe pikir gue sejahat itu, baju loe itu lho paling harganya sehari uang jajan gue, Oliv aja yang minta tas tiga ratus juta gue jabanin, masa baju loe yang paling mahal sepuluh juta, gak gue beliin,” sahut Dewa sombong. Membuat hati Ana berdenyut, bukan sakit tapi shock.

“Woy.. mas Dewa, baju apa sepuluh juta, mahal banget, mending gue beliin motor buat kuliah, seratus ribu juga udah bagus baju, ngapain beli mahal-mahal, pemborosan.” jawab Ana, kini malah gantian Dewa yang terkejut.

“Emang ada baju seratus ribu, itu baju apa pel lantai.” ucap Dewa songong, karena kaos yang paling murah ia miliki harganya lima juta. Ana meringis mendengar ucapan Dewa.

“Ya baju lah mas, ini kaos yang aku pake Cuma lima puluh ribu,” ucap Ana polos.

“Hah,” Dewa menarik ujung kaos Ana memegang nya, dan berdecih.

“Gak bagus, panas ini, dah pokoknya nurut aja nanti ikut aku, jadi pacar harus nurut.” ucap Dewa tidak mau dibantah, Ana memasang wajah cemberut, mendengar ucapan Dewa membawa-bawa status pacar, masih tidak percaya kalau cowok rese, nyebelin, laknat bin ngeselin adalah pacarnya, entah pacar seperti apa yang Dewa maksud, mungkin hanya pacar pura-pura , atau pacar iseng, dari pada jomblo, Ana tidak berharap lebih, dan masih stay dengan hatinya seperti biasa, santai tanpa merasa punya pacar, menganggap Dewa hanyalah majikan nya, sepolos itu pikiran Ana, yang tidak mau ribet dengan status yang diberikan Dewa padanya.

Dipusat perbelanjaan Ana ngang-ngong melihat baju-baju yang begitu bagus, saat ia melihat bandrolnya Ana melongo, menarik jaket Dewa, membuat yang empunya menoleh.

“Apa pendek,” tanya Dewa sembari memicingkan matanya bingung. Ana pun menarik Dewa untuk mendekat padanya, Dewa terpaksa menunduk.

“Mas disini mahal semua, keluar yuk, beli di pasar malam, satu baju disini bisa beli sepuluh disana,” ucap Ana berbisik, Dewa langsung menyentil kening Ana pelan.

“Gak usah ribet, toh aku yang bayar, pusing amat Ama harga, tinggal pilih, sana pilih yang kamu mau,” ucap Dewa gemes dengan tingkah pacar perhitungannya, biasanya cewek langsung kalap kalau diajak belanja, Ana malah banyak mikir bahkan minta balik dan ke pasar malam, emang dipikir Dewa kere apa, gengsi dong, anak pengusaha kaya raya beliin baju pacar di pasar malam, kalau ada yang tahu apa tidak jatuh harga dirinya. Ana kembali meringis pasrah dan kembali melihat-lihat baju, sampai suara ketiga cewek dari arah pintu masuk menarik atensi Ana, Dewa langsung berlari mendekati Ana, begitu tahu mantannya ada disana, ia menyelipkan kartu berwarna gold ke tangan Ana.

“Pake ini, gue cabut, gue tunggu diparkiran." ucap Dewa langsung ngacir, tidak mau ketahuan oleh mantan dan ribet.

“Pengecut, gitu bilang pacar, laknat memang,” gerutu Ana meneruskan memilih baju.

“Woy gaes, lihat nih siapa yang lagi belanja, ada orang susah disini,” ucap Mita lantang membuat beberapa orang menoleh, Ana hanya mendengus kesal.

“Wah, gak nyangka ada orang udik disini, jangan-jangan mau nyolong lagi,” tuduh Oliv seenak jidat,.

“Wah, bener juga, ibu-ibu hati-hati ya, jangan sampe kehilangan dompet, soalnya ada orang susah disini,” sahut Selly disertai senyuman sinis, Ana tersenyum, tidak terprovokasi, mana bisa ia dibully enak saja.

“Kenapa ditoko semewah ini ada 4njing menggonggong, siapa yang merasa punya 4njing tolong, dirantai agar tidak berisik disini.” balas Ana lebih pedas, membuat ketiganya seketika meradang.

“Apa loe bilang, beraninya loe ngatain kita 4njing, loe gak tahu siapa kita,” teriak Oliv yang tidak terima.

“Bodo amat siapa kalian, kalian pikir kalian sepenting itu, hingga aku harus tahu,” balas Ana yang tidak ada takut-takut nya padahal ia sendirian dan mereka bertiga. Membuat ketiganya semakin geram.

“Mba!, usir saja gadis miskin ini dari sini, pasti juga gak bisa bayar, malah nyolong nanti,” ucap Selly kekeh menuduh Ana mau nyolong. Pegawai yang tahu siapa Oliv pun mendekat.

“Maaf mba, kalau hanya mau lihat-lihat dan bikin keributan sebaiknya mba keluar saja,” ucap pegawai wanita itu dengan nada datar. Ana menghela nafas, muak dengan drama yang disajikan oleh mantan pacar majikan nya, yang katanya pacar tapi malah kabur.

“Aku bisa bayar,” ucap Ana memperlihatkan kartu Dewa, setidaknya ia tidak bisa dipermalukan, oleh Oliv end the Genk, pegawai itu langsung melirik kearah Oliv, yang juga terkejut melihat Ana mempunyai kartu sakti, setahunya Anak Maba dihadapannya adalah anak tidak mampu karena pulang pergi naik angkot, kadang gojek.

“Nyolong kartu siapa loe,” tanya Oliv ketus, dan tidak terima kalau ia kalah dari anak maba, yang sudah ia incar karena dekat dengan Dewa dan Genk nya. wajah Ana terlihat kesal seketika menghadapi ketiga curut dihadapannya.

“Kamu datang-datang, nuduh aku nyolong, dan bikin keributan, sekarang aku buktikan kalau aku gak bakal nyolong, mulut kamu masih ribut juga, mau kamu apa, bukannya kamu yang matre, pacar jemput gak bawa mobil baru yang kamu inginkan saja langsung kamu putus, sekarang yang lebih gak masuk akal itu siapa? Ha!” serang Ana balik dengan lantang dan langsung bisik-bisik terdengar dari beberapa orang.

“Wah, gila juga tuh cewek, itu cewek anak pak Dewan itu bukan, gak nyangka ternyata matre.” ucap salah satu pengunjung kepada temannya, membuat wajah Oliv seketika merah padam, maksud hati ingin mempermalukan Ana, kenapa malah berbalik padanya.

“Awas kau ya!” ucap Oliv mengacungkan telunjuknya kearah wajah Ana dan langsung berbalik, keluar dari toko tersebut. Ana menghela nafas lega.

1
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!