NovelToon NovelToon
RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Wanita perkasa / Putri asli/palsu
Popularitas:75.6k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Hana, seorang anak yang tertukar pada saat dilahirkan, akhirnya bisa kembali kepada keluarganya. Namun, ia tak pernah menyangka, perasaan bahagia, kehidupan manis dengan orang tua, semuanya hanya harapan palsu semata. Ia diambil hanya untuk reputasi orang tua. Diabaikan, ditindas, bahkan mati pun tidak dipedulikan.

Jiwanya tidak menerima kematian, ia menoreh takdir pada langit, meminjam jiwa yang kuat.

Jiwa seorang Ratu hebat dari kerajaan Amerta, terpanggil untuk membalaskan dendam Hana. Jiwa leluhur yang terusik oleh derita sang penerus. Pewaris kehormatan dari kerajaan agung Amerta.

Nasib semua orang pun berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Mobil yang membawa Hana tiba di parkiran gedung perusahaan miliknya. Setelah menempuh perjalanan yang menyebalkan. Kemacetan terjadi di jalan utama menuju perusahaan. Namun, Hana tidak mempedulikan semua itu.

Ia membuka ponsel, membaca pesan dari Liana yang telah berendam di air obat. Hana menghela napas panjang, menyimpan benda itu di dalam tasnya lagi. Alan memperhatikan gerak-gerik sang adik, menelisik setiap garis wajah yang dulu selalu lembut dan penuh dengan ketakutan. Kini, terasa asing dan setiap kali menatap hanya ada dendam dan kebencian di sana.

"Mau Kakak antar ke dalam? Sekalian Kakak perkenalkan kepada semua orang," tawar Alan tak berkedip matanya menatap Hana.

Dia cantik walau hanya berdandan apa adanya. Hana melirik, tersenyum sinis. Membuat Alan salah tingkah sendiri.

"Kakak?" tanya Hana khawatir telinganya salah mendengar. Alan sendiri yang memanggil dirinya kakak.

Alan menghela napas panjang, menatap Hana penuh sesal. Dulu, ia tidak pernah melihat Hana sama sekali. Setiap pulang dari perjalanan bisnis, tak pernah lupa membawa hadiah untuk Shopia, tapi Hana selalu dilupakan. Ia selalu menerima barang-barang yang tak diinginkan oleh Shopia.

"Maafkan Kakak, Hana. Kakak tahu salah, Kakak benar-benar menyesal," ucap Alan dengan rasa sesal di hati.

Hana mendengus. Menjatuhkan tubuh pada sandaran kursi. Perlahan kelopak matanya berkedip, tatapan pun berubah tajam dan dingin.

"Buktikan saja jika kau memang benar-benar menyesal. Mungkin aku bisa memaafkan mu," ketus Hana seraya membuka pintu mobil dan keluar.

Ia melenggang penuh percaya diri, angkuh, tapi sekaligus berwibawa. Alan mengeratkan tangan pada kemudi, lalu keluar menyusul Hana yang sudah tiba di ambang pintu. Dua orang satpam menjegal langkahnya, mereka tampak asing dengan sosok Hana.

"Nona, ini perusahaan. Untuk dapat masuk ke dalam, Anda harus memiliki janji temu terlebih dahulu," ucap salah satunya seraya menunjukkan keberadaan resepsionis untuk mengkonfirmasi janji pertemuan.

Hana menarik napas, menelisik wajah kedua penjaga keamanan yang menghadang langkahnya.

"Kau memang laki-laki jujur dan bertanggungjawab. Aku akan mempertahankan mu untuk tetap bekerja di sini, tapi rekanmu ... besok kau tidak perlu bekerja di sini lagi," ucap Hana melirik mereka berdua bergantian.

Satpam itu naik pitam, menatap Hana dengan tajam.

"Kenapa aku harus mendengarkanmu?" ketusnya.

Hana mendekat, matanya yang tak berkedip menekan perasaan satpam tersebut. Ia mundur seiring langkah Hana yang terus maju mengikis jarak dengannya. Hingga tak ada lagi tempatnya untuk mundur, tubuh itu menabrak pintu kaca dan melorot ke bawah.

Wajahnya pucat, pancaran matanya penuh dengan ketakutan. Ia mengangkat tangan, melindungi diri dari pukulan Hana.

"Kau tidak bisa bekerja di sini lagi. Karena aku memecatmu! Aku tidak pernah menyukai seorang penjilat. Pergilah ke bagian HRD untuk mengambil surat pengunduran dirimu sekaligus gaji bulan ini," ujar Hana seraya menjauh dari satpam yang sudah seperti tikus ketakutan itu.

Alan mengernyit melihat Hana yang mengintimidasi karyawan tanpa segan di hadapan karyawan lainnya. Ia menggeleng dan mendekat, mengajak Hana masuk di bawah tatapan bingung semua karyawan yang ada di lobi.

Di sana pula ada Shopia yang baru saja tiba. Ia menyusul setelah berdiskusi dengan Tuan Haysa.

"Kau keterlaluan, Hana! Kau anggap dirimu sudah menjadi pemilik perusahaan ini? Orang-orang di perusahaan ini adalah orang-orang yang aku rekrut sendiri. Mereka tidak akan memihak kepadamu," katanya dengan geram.

Shopia melenggang mendekati pintu, penjaga keamanan yang dipecat Hana bangkit dan berlari mendekatinya, meminta keadilan.

"Nona, Nona! Tolong saya, Nona! Perempuan tadi memecat saya dari perusahaan ini, Nona! Tolong selamatkan saya!" rengeknya bersimpuh di kaki Shopia.

Hana yang masih belum jauh menghentikan langkah dan berbalik. Menatap Shopia yang berdiri mematung di luar gedung.

"Kenapa dia memecatmu? Memangnya apa yang sudah kau lakukan?" tanya Shopia ketus.

Peniaga keamanan itu bangkit, menceritakan apa yang terjadi. Shopia mendengarkan dengan saksama, kemudian tersenyum sinis.

Kau yang membuat masalah sendiri, Hana. Kau pikir karyawan ini akan berbalik menghormatimu? Kita lihat saja!

Shopia berjalan memasuki gedung diikuti penjaga keamanan yang melangkah di belakangnya sambil menunduk. Mereka berhadapan dengan Hana yang sudah menunggu. Mata tajam dan dingin Hana menghujam manik satpam di belakang Shopia. Ia mengkerut ketakutan, tatapan Hana seolah-olah bisa membunuhnya saat itu juga. Padahal, tak ada yang tahu siapa Hana di perusahaan itu.

"Hana, kenapa kau memecat orang tanpa alasan? Mereka hanya menjalankan tugasnya memberitahumu tentang prosedur kedatangan di perusahaan ini. Kau tidak bisa bertindak sesuka hatimu di sini," tegur Shopia berperan menjadi atasan yang peduli kepada bawahannya.

Melihat dan mendengar keributan di lobi, karyawan perusahaan pun berkumpul untuk menyaksikan atasan mereka yang menegur orang asing.

"Aku memperlakukan mereka dengan baik selama ini. Selama mereka tidak membuat kesalahan, kenapa harus dipecat? Lagi pula, kau bukan siapa-siapa di sini. Akulah direktur utama Hamaly Grup. Aku yang memutuskan semuanya," ujar Shopia dengan pongah.

Ia masih berharap Hana sama seperti yang dulu. Polos, menurut, dan tidak membantah. Kenyataannya, Hana justru tersenyum sinis. Langkahnya mengetuk lantai, semakin mendekati Shopia.

"Jadi, kau ingin mengatakan bahwa kau adalah yang paling berkuasa atas perusahaan ini? Kau juga ingin mengklaim bahwa kau adalah pemilik Hamaly Grup. Begitu?" tanya Hana, pelan dan menekan.

Tekanan yang dihantarkan dari setiap kata membuat Shopia mengunci bibirnya erat. Ia sendiri tidak tahu mengapa setiap kali berbicara dengan Hana terasa seperti berbicara dengan sosok agung yang tak bisa disinggung. Namun ....

"Tentu saja! Perusahaan ini adalah kerja kerasku. Kau tidak berhak berbuat semena-mena di sini!" sengit Shopia meski harus menekan rasa gugup yang melanda dirinya.

"Kau lupa, pagi tadi aku sudah membayar kerja kerasmu. Rupanya sudah terlalu lama aku membiarkanmu menempati posisiku di perusahaan ini, sehingga kau menganggap semua ini adalah milikmu. Mulai sekarang, kau tidak diizinkan menginjakkan kaki di perusahaan ini!" cetus Hana menohok hati Shopia.

Gadis itu terpukul mundur, tak menyangka Hana akan membuka semuanya di hadapan karyawan. Desas-desus pun tak terelakan, para karyawan menatap Shopia aneh.

Hana tersenyum, melirik saudari angkatnya dengan remeh. Ia meminta Alan mengumpulkan semua karyawan dan membuat pengumuman besar. Para karyawan berkumpul dalam hitungan detik, meninggalkan pekerjaan mereka untuk memenuhi panggilan Alan.

"Dengar semuanya! Saya akan memperkenalkan kepada kalian semua direktur yang baru. Ini adik kandungku, bernama Hana Haysa. Dialah pemilik perusahaan ini. Mulai sekarang kalian akan bekerja kepadanya. Bukan lagi Nona Shopia. Kalian mendengar?" seru Alan dengan lantang.

Hana melirik dingin, masih tak ingin disebut sebagai adik kandung, tapi untuk saat ini ia membiarkan Alan demi meraih kepercayaan semua orang.

"Kak, kau ...!" Shopia memanggil lirih.

Ia menangis, lalu berlari keluar gedung. Tak menyangka hidupnya yang enak dan bergelimang harta, kini harus berakhir.

"Salam kenal semuanya! Saya Hana, mulai sekarang saya adalah pemimpin di perusahaan ini. Mohon kerjasama semuanya. Saya sangat tidak menyukai karyawan yang suka menjilat dan menggunakan kekuasaan untuk menindas karyawan yang lain. Bekerjalah dengan jujur dan penuh tanggung jawab! Terima kasih!" ucap Hana disambut tepuk tangan meriah oleh semua karyawan.

"Hana, jika ada yang tidak kau mengerti, jangan sungkan untuk bertanya kepada Kakak. Kakak akan meluangkan waktu untukmu," tawar Alan sepenuh hati.

Hana menghela napas dalam, menatap sang kakak dengan senyuman.

"Tidak perlu! Terima kasih! Aku sudah memiliki orangku sendiri," katanya seraya meninggalkan Alan yang tercengang dengan kata-kata tadi.

Siapa?

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣 selir bertemu ratu
Ziah Salsabilah
lnjutttttt
kaylla salsabella
kira" siapa ya
vj'z tri
tes tes tes cek cek cek 123 hallo /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
kaylla salsabella
seru🤣🤣🤣
Tiara Bella
Hana luar biasa KK kknya malah gk bisa apa².
Reka Cantika
Lanjutkan
kaylla salsabella
kira" siapa ya
Maria Lina
kok 1 melulu thor biasakn 2 thor
kaylla salsabella: mungkin anak nya author belum sembuh kak
total 1 replies
Reka Cantika
semoga lekas sembuh ya Thor
Eka Haslinda
semoga dede segera sembuh.. aaammiinnn
kaylla salsabella
semoga cepet sembuh dedeknya
tutiana
gws buat dedenya Thor
vj'z tri
semoga cepet sembuh ya Thor 🤲🤲🤲🤲amin
Yogi Prakoso
gak papa Thor semoga lekas sembuh dede nya
Tiara Bella
gpp Thor moga cepet sembuh bt ddnya yg lg sakit....
kaylla salsabella
sepertinya suruhan selir
kaylla salsabella
iya liana kemana
kaylla salsabella
syukur in tunggu giliran mu shopi🤣🤣🤣
Tiara Bella
liana pasti' diculik sm selir itu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!