Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.
Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 Rahasia Nathalie
Ashika sampai di kantornya dengan napas yang ngos-ngosan menahan emosi. "Mas Rio memang keterlaluan," geram Ashika.
Hingga tidak lama kemudian, sebuah panggilan masuk ke ponsel Ashika. Dia tahu siapa yang menghubunginya. "Ngapain wanita ini menghubungiku?" batin Ashika.
Cukup lama Ashika berpikir, hingga dia pun memutuskan untuk mengangkatnya. 📞"Halo!"
📞"Ashika, kamu pasti tahu siapa aku? aku ingin bertemu dengan mu," seru Nathalie.
📞"Aku tidak mau bertemu denganmu," sahut Ashika.
📞"Sombong sekali kamu, memangnya kamu pikir kamu siapa? kalau kamu tidak mau, aku akan bongkar semua rahasia kamu," ancam Nathalie.
📞"Rahasia apa?" Ashika terkekeh di ujung telepon itu.
📞"Kalau kamu adalah anak dari seorang pelacur," sahut Nathalie dengan senyumannya.
Seketika Ashika terdiam sejenak, dia kaget dari mana Nathalie tahu mengenai dirinya.
📞"Bagaimana? jam makan siang aku tunggu kamu di restoran xxx, kalau kamu gak datang maka reputasi kamu akan hancur," ucap Nathalie.
Tanpa menunggu jawaban dari Ashika, Nathalie pun menutup sambungan teleponnya. Ashika tampak mengepalkan tangannya, mau tidak mau dia harus menemui Nathalie karena bukan keluarga Barata yang dia lindungi, kali ini Ashika melindungi Mama dan Papa sambungnya. Jika semua tahu kalau Mamanya mantan pelacur, bisa-bisa Mamanya mendapat cibiran dari lingkungannya bahkan Papa sambungnya pun akan terkena imbasnya dan Ashika tidak mau sampai seperti itu.
Rio tampak uring-uringan di kantor, Ikbal tidak menghiraukannya dia hanya bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Mulai hari ini Ikbal sudah tidak mau ikut campur urusan keluarga Barata. Justru saat ini dia sedang mencari cara supaya dia bisa keluar dari keluarga Barata dan memulai hidupnya yang baru.
"Kurang ajar kamu, Pasha. Aku tidak akan membiarkan kamu merebut Ashika dariku," geram Rio.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat. Ashika mengambil tas dan juga kunci mobilnya, dia memutuskan untuk menemui Nathalie. Beberapa saat kemudian, Ashika sampai di restoran itu dan Nathalie sudah menunggu di sana.
"Hai, Ashika! silakan duduk," seru Nathalie dengan santainya.
Ashika duduk di hadapan Nathalie, dia memperhatikan perut Nathalie yang sudah terlihat membesar itu. Hatinya begitu sakit, tapi dia berusaha untuk setenang mungkin, dia tidak mau terlihat lemah di depan Nathalie. "Apa yang mau kamu katakan? cepatlah, aku tidak punya banyak waktu," seru Ashika dingin.
"Lihatlah, perut aku sudah mulai terlihat dan aku saat ini sedang mengandung anaknya Rio. Jadi, aku ingin kamu mundur dan berikan Rio sepenuhnya untuk aku," seru Nathalie dengan santainya.
Ashika tersenyum sinis. "Enak sekali kamu kalau ngomong, coba kamu tanyakan kepada Mas Rio siapa yang dia pilih? soalnya kalau Mas Rio benar-benar mencintai kamu, sudah pasti dia menceraikan aku tapi nyatanya sampai saat ini dia lebih memilih menyembunyikan pernikahan terlarang kalian," sahut Ashika tak kalah santainya.
"Kurang ajar, wanita mandul sepertimu sampai kapan pun tidak akan diterima oleh keluarga Rio. Lihatlah aku, sebentar lagi anak ini yang akan menjadi pewaris tunggal keluarga Barata dan pastinya mereka akan sangat bahagia dengan kelahiran cucu yang selama ini mereka inginkan," sinis Nathalie.
Ashika bangkit dari duduknya, hendak pergi tapi Nathalie menahan lengan Ashika. "Hai, wanita mandul bagaimana? pokoknya kamu harus melepaskan Rio untukku, karena aku tidak mau anakku lahir tanpa seorang Ayah," seru Nathalie.
"Seharusnya dari awal kamu sadar akan perbuatan yang kamu lakukan. Kalau kamu siap jadi pelakor, maka kamu harus siap juga menanggung akibatnya salah satunya anak kamu harus siap-siap tidak punya Ayah dan harta warisan tidak akan turun ke anak kamu karena anak kamu tidak akan mendapatkan hak waris," sahut Ashika.
"Kurang ajar!" Nathalie hendak menampar Ashika tapi sebuah tangan menahan Nathalie.
Ashika dan Nathalie sama-sama menoleh. "Mas Pasha," lirih Ashika.
Nathalie membelalakkan matanya kala melihat Pasha. "Kamu!" seru Nathalie dengan wajah terkejut.
Pasha menghempaskan tangan Nathalie. "Jangan sentuh Ashika dengan tangan kotormu," seru Pasha dingin.
"Jaga ucapan kamu, Pasha!" bentak Nathalie.
"Jadi kamu wanita yang sudah menjadi selingkuhan Rio? Rio benar-benar bodoh, membuang berlian demi sebongkah batu bangunan," hina Pasha.
"Mas Pasha kenal sama dia?" tanya Ashika.
Pasha tersenyum penuh arti. "Mau aku bongkar bagaimana kelakuan kamu, Nathalie?" seru Pasha dengan tatapan meremehkan.
"Kurang ajar kamu Pasha, jangan ikut campur urusan aku!" bentak Nathalie.
"Jangan ganggu Ashika lagi, kalau tidak aku akan bongkar siapa kamu sebenarnya," ancam Pasha.
Nathalie panik, tanpa bicara apa pun Nathalie pun langsung pergi membuat Ashika semakin bingung. "Kamu kenapa begitu raut wajahnya?" goda Pasha.
"Mas Pasha harus cerita semuanya," seru Ashika dengan tatapan menyelidik.
"Cerita apa?" goda Pasha kembali.
"Ih, Mas Pasha bercanda mulu," kesal Ashika sembari mencubit pinggang Pasha.
"Aw, sakit," keluh Pasha.
"Bodo amat," ketus Ashika.
Ashika pun pergi dan Pasha segera menyusul Ashika. "Jangan marah dong, aku minta maaf," seru Pasha sembari menahan lengan Ashika.
"Kamu nyebelin, kamu sama saja kaya Mas Rio," kesal Ashika.
"Eh, jangan samakan aku sama si Rio ya, aku sama sekali gak suka," sahut Pasha.
"Ya terus, Mas Pasha kenal sama Nathalie itu artinya Mas sama saja kaya Mas Rio. Kalau kenal sama Nathalie, berati kelakuan Mas juga sebelas dua belas sama kaya Mas Rio," geram Ashika.
"Aku kenal sama dia tapi kelakuan aku gak sama kaya si Rio. Aku hanya sebatas tahu siapa Nathalie yang sebenarnya," sahut Pasha.
"Siapa Nathalie sebenarnya?" tanya Ashika kembali.
"Kalau aku ceritakan siapa Nathalie sebenarnya, apa kamu akan memaafkan Rio?" tanya Pasha dengan menatap Ashika sangat dalam.
"Aku sudah ingin cerai dengan Mas Rio, aku tidak mungkin melanjutkan pernikahan yang sama sekali sudah tidak aku inginkan. Nathalie sedang hamil dan Mas Rio tidak mungkin melepaskan Nathalie begitu saja karena dia sudah sejak lama ingin mempunyai anak," sahut Ashika.
"Tapi kalau Rio akan meninggalkan Nathalie bagaimana? dan memilih kamu?" tanya Pasha.
"Aku tetap tidak mau, enak saja apa nantinya aku bakalan disuruh ngurus anak Nathalie? enak benar dia," kesal Ashika.
Pasha terkekeh. "Kalau begitu lebih baik kamu cepetan bicara sama Rio, dan bongkar kebusukan Rio. Kalau kamu terus-terusan menunggu Rio ngaku sendiri, mau sampai kapan? dia pengecut gak bakalan berani terus terang," ucap Pasha.
"Iya, aku mau bicara dulu sama Papa Anton karena bagaimana pun selama ini Papa Anton orang yang menyayangi aku dengan tulus," sahut Ashika.
"Pokoknya aku akan mendukung apa yang akan menjadi keputusan kamu. Aku sebagai teman hanya ingin melihat kamu bahagia," ucap Pasha.
"Iya, terima kasih ya, Mas," sahut Ashika dengan senyumannya.
.lili kyk nya kecintaan sm boy deh..
.ayo lili sadar lah . tunjukan km kuat.. jg nangisan