Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.
Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.
Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.
[Sistem Analisis Nilai Aktif.]
[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]
Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.
Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.
Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?
(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10—Koin Emas
Jam istirahat pertama berbunyi, kantin sekolah penuh oleh suara sendok, dan kerumunan serta tawa para siswa. Namun Rahmat tidak berada di sana, bagi pejuang rupiah sepertinya bahkan untuk jajan dan istirahat itu membuang waktu.
Ia berjalan menaiki tangga darurat menuju rooftop sekolah, atap sekolah itu jarang dipakai. Pastinya sepi oleh orang.
Ada sesuatu yang ingin ia coba dengan sistemnya, sesuatu yang baru bahkan belum pernah ia coba maka dari itu ia mencari tempat yang sapi.
Disana hanya ada beberapa bangku panjang dan pagar pembatas. Angin siang berhembus kencang, memainkan rambut Rahmat, dari ketinggian sini ia bisa melihat beberapa orang bermain di lapangan basket.
Tapi dia kesini bukan karena itu, Rahmat berjalan ke sudut paling sepi. Melirik ke kanan dan ke kiri, setelah yakin tidak ada orang baru ia mengaktifkan sistem..
Hari ini… ia akan mencoba sesuatu.
Sesuatu yang sejak semalam terus berkedip di sudut sistemnya. Fitur baru dari kemarin-kemarin.
[Gacha item – Fitur Khusus]
[Kesempatan Tersisa: 3]
[Catatan: Hasil Acak Berdasarkan Probabilitas Nilai]
Rahmat menyipitkan mata. “Acak, ya…”
Ia menarik napas. Ini pertama kalinya ia melakukan gacha, jadi agak ragu karena hoki-hokian hasilnya.
“sistem aktifkan, fitur gacha item.”
Layar di depannya berubah menjadi lingkaran bercahaya biru. Di tengahnya ada tuas virtual. Dan beberapa item yang bisa ia lihat, ada lima jenis.
Ada emas, jam kuno, lukisan kuno, dan beberapa item sampah yang tidak berguna.
Di bawah tuas virtual, tertulis sebuah nominal. Harga untuk melakukan satu kali putar itu senilai 10 juta.
“10 juta, ya. Kalau dilihat-lihat, semua untung kalau dijual. Kecuali dua item sampah itu!”
[Ding!]
[Apa Tuan ingin mencoba melakukan gacha item?]
[Nominal satu kali gacha 10 juta]
[Ya] [Tidak]
Kesempatan hampir di atas 50% kalau gini, jadi lebih baik ia berani ambil resiko. Lagian mencari barang kuno jaman sekarang agak repot.
Dengan tanpa ragu, ia menekan tombol setuju.
[Ding.]
[Konfirmasi Penggunaan 1/3]
Tuas berputar, Rahmat menunggu sampai tuas berhenti.
Cahaya berputar cepat. Biru berubah menjadi hijau. Lalu—
Kilauan emas menyambar, tuas itu berhenti di sebuah emas batang.
━━━━━━━━━━━━━━━
[Hasil: RARE – EMAS FISIK 100 GRAM]
[Lokasi Klaim: Brankas Pribadi Sistem]
[Nilai Pasar Saat Ini: ± Rp310.000.000]
━━━━━━━━━━━━━━━
Rahmat membeku. Buset, seratus gram, itu bukan nominal receh dengan modal 10 juta dia balik berkali-kali lipat.
“top markotop ini mah!” Gumamnya senang.
Jantungnya berdetak lebih cepat, ini pertama kali dia mempunyai emas batang terlebih sebesar ini.
Sistem melanjutkan:
[Catatan: Emas dapat dicairkan atau dijual melalui mitra terverifikasi.]
Rahmat menghembuskan napas pelan. “Oh,ya omong-omong, dimana aku bisa ambil itu emas?”
[Tuan bisa ambil di brankas pribadi sistem]
“Brankas pribadi?”
[Semacam ruang penyimpan barang di sistem, tuan bisa berteriak ‘Inventory!’ dan anda akan melihat isi brankas pribadi anda!]
Harus banget teriak? Oke, sudah sampai sejauh ini ia harus mencoba.
“Inventory!”
Sebuah layar kembali muncul, berbentuk kotak-kotak. Ada item emas dengan logo ala-ala game disana. Rahmat memencet logo emas itu, lalu sebuah emas 100 gram langsung muncul di tangan.
“Wow ini gila! Seperti game saja.”
Tidak mau mencolot karena membawa emas di sekolah dia memutuskan untuk mengembalikan di ruang penyimpanan sistem.
Satu putaran saja… sudah segini.
Masih ada dua, Rahmat ingin mencoba lagi.
Ia menatap layar beberapa detik.
“Aktifkan lagi.”
Kali ini menampilkan beberapa hadiah menarik lebih ke arah kemampuan sih. Harganya lebih murah daripada sebelumnya, sekitar 3 juta.
[Apa tuan ingin melakukan gacha item?]
“Ya, coba.”
[Ding.]
[Penggunaan 2/3]
Lingkaran berputar lebih cepat dari sebelumnya. Warna kali ini tidak secerah tadi.
Cahaya berhenti di warna ungu redup.
━━━━━━━━━━━━━━━
[Hasil: EPIC – Analisis Psikologi ]
[Efek: Dapat membaca kecenderungan emosi & niat lawan bicara (Akurasi 75%)]
[Durasi Aktif: Permanen]
━━━━━━━━━━━━━━━
Rahmat mengangkat alis. “Bisa membaca kecenderungan emosi lawan bicara? Gila, gue jadi cenayang apa gimana gitu!”
Ini bukan uang, tapi mendapatkan sesuatu yang lebih berbahaya. Membaca emosi, niat, kalau dalam dunia negosiasi itu akan berguna banget. Ini seperti melihat celah sebelum orang lain sadar mereka punya celah.
Rahmat merasakan sensasi aneh di kepalanya. Seperti sesuatu disinkronkan.
Angin rooftop terasa lebih tajam.
Masih tersisa satu kesempatan. Ia menatap layar lebih lama kali ini. Probabilitas selalu punya harga.
“Terakhir.”
Kali ini dia gacha lagi, mengorbankan uang 5 juta.
[Ding.]
[Penggunaan 3/3]
Putaran kali ini lebih lama. Cahaya berubah-ubah cepat. Hijau. Biru. Ungu.
Lalu berhenti—Merah tua.
Ia tidak berkilau.
Tidak berputar cepat.
Tapi menyala berat… seperti bara api yang dalam.
Layar sistem bergetar tipis.
━━━━━━━━━━━━━━━
[Hasil: LEGENDARY – ARTEFAK LANGKA]
[Item: Koin Emas VOC 1742 – Batavia Mint – Grade Mint State]
[Kelangkaan: Sangat Tinggi – Terdaftar < 5 Unit di Dunia]
[Nilai Pasar Global: ± Rp3500.000.000 – Rp520.000.000]
[Status: Siap Klaim]
━━━━━━━━━━━━━━━
Rahmat tidak langsung bereaksi.
Lima ratus juta.
Otaknya butuh beberapa detik untuk memproses angka itu.
Bukan lima puluh juta.
Bukan seratus juta.
Setengah miliar.
Jantungnya berdetak keras sampai ia bisa merasakannya di tenggorokan.
“Koin… VOC?” gumamnya pelan.
Rahmat tidak langsung bereaksi. Keuntungan 320-500 jutaan itu bukan main, otaknya sampi butuh beberapa detik untuk memproses angka itu..
Jantungnya berdetak keras sampai ia bisa merasakannya di tenggorokan.
“Koin… VOC?” gumamnya pelan.
Sistem menampilkan visual detail. Koin emas tebal dengan ukiran lambang VOC di satu sisi.
Di sisi lain tertera angka tahun 1742 dan simbol Batavia Mint. Kondisinya nyaris sempurna—tidak aus, tidak tergores.
[Catatan: Artefak ini sebelumnya berada dalam koleksi pribadi yang tidak terdokumentasi.]
[Probabilitas Lelang Internasional: Tinggi.]
[Rekomendasi: Jual Melalui Rumah Lelang Premium.]
Rahmat menelan ludah. Itu artinya kalau dijual ke si pak tua mencurigakan itu agak sulit, ya. Tapi bagaimanapun Kalau emas 100 gram masih terasa “uang”, ini terasa seperti sejarah.
Tangannya sedikit gemetar.
“Inventory.”
Kotak sistem terbuka. Di sana, ikon kecil berbentuk koin emas berpendar merah. Ia menyentuhnya.
Dan—Sebuah koin emas berat muncul di telapak tangannya. Padat, dingin, beratnya terasa nyata.
Rahmat langsung menutupnya kembali ke inventory.
“Gila… ini bukan cuma kaya,” bisiknya.
Ini lompatan level kehidupan. Kalau dijual dengan benar… Ia bisa langsung tembus setengah miliar.
Artinya: Hutang 1 milyar bukan lagi mustahil.
BIP!
BIP!
Ponselnya berdering, ia mengecek siapa yang menelponnya di jam segini. Baru saja ia ungkit, ternyata biang keroknya yang nelpon.
Tomy menelponnya, pasti bahas hutang. Dan rahmat yang sekarang sudah punya cukup banyak untuk melunasi