NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.

Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.

Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Tak banyak perubahan setelah kegiatan panas mereka yang terjadi, hanya saja Melia yang jarang pulang ke asrama karena permintaan Dimas.

Kini, libur semester telah tiba. Melia nampak bersantai duduk di balkon sembari memperhatikan Dimas yang sedang menjemur pakaian mereka.

"Kak" panggil Melia mendongak menatap Dimas.

"Kenapa Sayang?" sahut Dimas dengan sabar dan telaten, ia menjemur pakaian dalam milik nya dan milik Melia tanpa rasa malu.

"Aku lagi kepengen mangga muda, disini ada yang jual mangga muda nggak sih?"

Deg

Dimas terpaku lalu menatap Melia sejenak, ia menaruh pakaian yang akan di jemur nya tadi kembali ke dalam keranjang.

Berjongkok di samping Melia, Dimas menatap lekat Melia lagi.

"Lagi kepengen?" tanya Dimas sekali lagi mencoba meyakinkan pendengaran nya.

Melia mengangguk sebagai jawaban, ia sudah membayangkan mangga muda yang membuat nya menelan ludah sendiri.

"Kamu.. Nggak lagi ngidam kan?" tanya Dimas membuat Melia melirik sinis ke arah Dimas.

"Nggak semua yang kepengen itu karna ngidam ya Kak! Bisa aja karna emang lagi pengen. Lagian.. Aku lagi kedatangan tamu bulanan, masa iya hamil" sungut Melia di akhiri dengan suara lirih.

Dimas nampak berpikir lalu manggut-manggut pelan. "Nanti Kakak cariin ya, tunggu Kakak selesai jemur pakaian" balas Dimas tak ingin membuat mood Melia hancur.

Melia mendongak menatap Dimas yang kembali melakukan aktivitas nya menjemur pakaian.

Kedua nya sering melakukan pergulatan di ranjang itu, tapi masih belum ada hasil yang di tunggu-tunggu oleh Dimas.

"Mungkin kita belum di kasih karna belum waktu yang tepat, Kak. Jangan murung ya" ucap Melia membuat Dimas melirik nya sekilas di sertai senyuman.

"Iya Sayang, kita tunggu hasil nya dengan sabar"

Ia benar-benar mengharapkan kehadiran anak di antara mereka, tapi ia juga tak ingin egois pada Melia yang begitu ia cintai.

Usai menjemur pakaian, Dimas segera menggendong Melia masuk ke dalam rumah.

"Aku masih mau berjemur Kak" ucap Melia nampak berontak di gendongan Dimas.

"No, nanti kamu ikutan kering kayak jemuran" Melia tertawa pelan saat mendengar balasan Dimas yang menurut nya tak masuk akal.

"Mana bisa aku kering Kak, aku selalu basah apalagi kalau.."

"Shtt, jangan memancing singa yang sedang tidur ya kelinci kecil" bisik Dimas mencela ucapan Melia yang terdengar ambigu.

Melia kembali tertawa dan meminta untuk di turunkan di sofa, ia akan menonton tv dan menunggu Dimas membeli buah mangga muda seperti keinginan nya.

"Selain mangga muda, apa lagi? Biar sekalian Kakak beli nya" tanya Dimas sudah berganti celana dari yang awal nya pendek, menjadi panjang.

"Mangga muda itu aja Kak, sama sambal rujak nya kalau ada. Pasti enak kalau di cocol di sambal gitu" Melia merasa air liur nya siap menetes karena membayangkan.

Dimas mengangguk pelan. "Kakak beli buah nya dulu ya, jangan kemana-mana" Dimas mengecup pucuk kepala Melia sebelum beranjak pergi.

"Kakak bawa hp kan?" tanya Melia di angguki Dimas.

"Kalau aku kepikiran sesuatu, nanti aku kabarin lewat hp ya" ucap Melia membuat Dimas tersenyum tipis dan mengangguk pelan.

Ia pun keluar dari apartemen dan menuju supermarket yang sudah pasti menyediakan berbagai macam barang atau makanan yang di butuhkan.

Setelah mendapatkan mangga muda, Dimas segera membayar dan menunggu sejenak saat melihat Melia yang nampak mengetik.

Tring!

-"Belikan kompresan dong Kak, perut ku mulai nyeri lagi, aku kelupaan bawa kompres dari asrama"

Isi pesan Melia membuat Dimas berbalik dan mencari kompresan perut pereda nyeri haid. Tak hanya kompresan yang di beli nya lagi, melainkan camilan serta coklat untuk Melia karena sudah pasti Melia akan selalu merasa perut nya lapar dan butuh camilan.

1
ハニサ
yg smpt bca komen aku, baca ya🙏

buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭
ハニサ: klau bsa rebut peringkat ku jg sih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!