NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Tuan Muda

Terjerat Obsesi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Sepucuk surat mengundang Syaheera untuk kembali ke kota kelahirannya. Dalam perjalanan ke kota tersebut, dia bertemu Gulzar Xavier, pria baik hati yang menolongnya dari pria mesum di kereta.

Kedatangan Syaheera disambut baik oleh ayahnya dan keluarga barunya. Namun, siapa sangka, ternyata sang ayah berniat menjodohkan dirinya dengan Kivandra Alistair, Tuan Muda lumpuh dari keluarga Alistair.

Cinta Syaheera pada ayahnya membuat gadis ini tak ingin membuatnya kecewa. Namun, pada malam pertemuannya dengan Kivandra, takdir kembali mempertemukan dirinya dengan Xavier, dan sejak itu benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Xavier yang hangat, atau Kivandra yang dingin, akan kepada siapa Syaheera menjatuhkan pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaheera part 24

Dermaga Lumina, 03:15.

Kivandra Alistair, duduk pada kursi speedboat dengan kemeja tak terkancing sempurna. Jaket yang diberikan Millo hanya tersampir di bahu. Jujur saja, hatinya mulai cemas sebab terlalu lama membiarkan wanitanya bersenang-senang dengan pria lain.

"Awas kau Xavier! Kalau Syaheera lecet sedikit saja, kau harus membayarnya dengan satu anggota badan," geram Kiv.

"Semua sudah siap, Tuan," Alvin melaporkan. Kali ini bukan hanya mereka bertiga, tapi Kivandra membawa beberapa anak buah, demi memberikan pelajaran pada penculik wanitanya.

Kiv merasakan getaran dari saku celana, itu panggilan dari Jack.

"Kami sudah menunggu di dermaga."

Menyalakan rokok sembari memberi perintah agar segera berangkat, Kiv mengembuskan asap rokok disertai helaan napas berat. Ini adalah toleransi berat dalam hidupnya untuk Syaheera.

Beberapa jam bersama, dalam pelarian, berbekal cinta yang membara, akankah Syaheera bisa menjaga kesucian dirinya?

Hal ini mulai mengusik pikiran Kiv. Dia sedang bertaruh dengan takdir. Akankah membawa pulang Syaheera dalam keadaan baik, atau ____

"Ash! Seharusnya aku langsung menyusul mereka!" Dan, ya, sesal memang selalu datang terlambat.

Seorang pria berdiri tegak di ujung dermaga. Memakai mantel berbulu dengan motif harimau, sambil berkacak pinggang.

"Si bodoh itu, dia memilih jalur air padahal kita punya helikopter."

Cito menenggak minuman dalam botol kaca berukuran kecil, alisnya berkerut ketika sensasi pahit dan manis menyapa lidah. "Kau yang bodoh atau dia yang bodoh? Di tengah rapat Kanagara harus pulang ke Zenko, kau pikir dia ke sana naik apa?"

Jack tertawa singkat dengan senyum yang singkat pula. "Aku lupa. Maaf, bodoh."

Wajah tidak terima Cito membuat tawa Jack berkelanjutan. "Kita sejenis. Jadi, akan ada aku yang bodoh dan kau yang bodoh."

Membuang pandangan dengan decih jengah, "Si bodoh pertama."

"Si bodoh kedua," balas Jack kembali menatap hamparan air di depannya.

Anak buah di dekat mereka menggelengkan kepala, rumor yang beredar tentang Jack and the geng tidak semuanya benar. Contohnya sekarang, hanya karena satu kata 'Bodoh' membuat mereka terlihat seperti orang bodoh.

Beberapa menit berlalu, deru mesin speedboat membelah kesunyian. Anak buah Jack membentuk barisan pada tepian dermaga, siap menyambut kedatangan Kivandra.

Millo turun lebih dulu, disusul Alvin kemudian Kiv.

"Si bodoh ketiga, apa kau masih membutuhkan kami untuk membawa pulang wanitamu?"

Sembari membuang rokok ke sembarang arah, Kiv memicingkan mata, menatap Cito yang tertawa.

"Dia mulai mabuk. Abaikan saja," ujar Jack. "Apa aku harus ikut serta?"

"Si bodoh ke empat, si bodoh ke lima." Cito mengoceh, menunjuk pada Alvin dan Millo bergantian. Wajahnya seperti kepiting rebus, merah merona.

"Tidak perlu. Dia hanya orang sok pintar yang mengambil jalan salah. Dia pikir Ludo bisa menyembunyikan wanitaku. Cih! Menggelikan."

Jack mengangguk seraya memberi isyarat pada anak buahnya. "Kita kembali ke markas."

Jawaban serempak anak buah Jack menggema.

"Bagaimana dengan Tuan Cito?"

Melirik pada Cito yang komat-kamit sembari rebahan di dermaga, "Ash, merepotkan. Angkut dia," ujar Jack pada anak buahnya.

Di sela hati yang resah, Kiv terkekeh melihat Cito dipikul seperti sekarung beras oleh satu anak buah Jack bertubuh tinggi besar. Cukup menjadi hiburan, setidaknya tingkah Cito membantu otot wajahnya yang ketat karena emosi sedikit longgar.

Rombongan Kiv dan Jack berpisah di persimpangan menuju Villa keluarga Gulzar dan jalan poros luar kota.

Barisan pohon tinggi dan rimbun perlahan mengantarkan Kiv dan rombongan ke suatu bangunan mewah, besar dan memiliki tiga tingkat.

2 jam yang lalu ...

Setelah berhasil meninggalkan Lumina, Xavier merasakan lega dalam hatinya. Akhirnya dia berhasil membawa pergi wanitanya, cinta pertamanya, wanita yang akan menjadi pendamping satu-satunya dalam hidupnya.

Tiga pelayan menyambut kedatangan Xavier dan Syaheera di Villa keluarga Gulzar. Dengan percaya diri Xavier memperkenalkan Syaheera sebagai calon istrinya kepada mereka.

Rona merah bersemu di wajah Syaheera, ketika sebutan calon istri itu diberikan kepadanya.

Hati yang gundah karena pergi meninggalkan rumah dan keluarga seketika sirna, berganti dengan rasa cinta yang kian menggebu pada lelaki pujaan hati.

"Kau pasti sangat lelah. Mau aku gendong ke kamarmu?"

Mereka berada di tepi kolam saat itu. Memang, Syaheera merasa lelah sekali, tapi suasana di tepi kolam membuatnya enggan untuk pergi.

"Aku ingin mandi. Rasanya tubuhku lelah sekali."

"Mandi di jam segini sebetulnya tidak baik. Tapi kalau itu maumu, kita akan bersenang-senang di sini."

Xavier masuk ke dalam kolam renang, membentangkan kedua tangan ke arah Syaheera.

Gadis itu semakin tenggelam dalam pesona Xavier, tanpa ragu dia melemparkan tubuh dalam pelukannya.

Malam menjadi saksi cinta mereka yang hangat dalam dekapan udara dingin. Air yang menggenangi tubuh mereka sungguh tiada berarti. Cinta ini terlalu hangat, geloranya begitu hebat, mengaduk hati yang penuh rindu dan keinginan menjalin cinta untuk selamanya.

Usai bermain di kolam renang, Syaheera digendong ala bridal menuju ruang ganti. Tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, Xavier memberikan ruang luas untuk wanitanya.  Cintanya pada Syaheera akan berjalan dengan perlahan, tanpa paksaan, tanpa tekanan.

"Kau tidur di kamar utama. Aku akan tidur di kamar lainnya."

Syaheera sudah berganti pakaian, gaun tidur yang menutupi tubuh moleknya dengan sangat rapi.

Sudut bibir Syaheera tersenyum kecil, ketika mengenakan pakaian itu. Dia pikir Xavier akan meminta pelayanannya memberikan pakaian yang seksi. Sekali lagi, dia merasa dihargai.

"Kau tidak tidur di sini?"

Wajah tenang Xavier seketika merona.

"Maksudku ___ kenapa bukan kau yang tidur di sini, dan aku di kamar lainnya?" Syaheera menjelaskan. Dia tahu apa yang membuat wajah sang kekasih berubah warna.

Sontak Xavier tertawa, dia sangat tampan saat ini. Syaheera melangkah mendekat, memandangnya dengan hati meletup-letup.

Dua tangan Xavier letakkan di pundak kekasihnya, dia sedikit merunduk demi bisa bicara dan menatap dalam manik indah itu. "Kau adalah segalanya bagiku. Semua yang terbaik hanya akan aku serahkan kepadamu."

"Tapi ..."

"Tidak ada tapi," Xavier menegaskan.

Bukan sekali ini Syaheera mengahadapi penekanan, tapi penekan dari Xavier tidak sedikitpun menyakiti hatinya. "Baiklah jika itu maumu."

Usapan lembut di pipi Syaheera juga tatapan hangat itu, Xavier selalu memperlakukannya dengan baik. "Sudah lewat tengah malam. Sebaiknya kau tidur. Besok kita pikirkan langkah selanjutnya."

Meraih jemari besar Xavier yang masih berada di pipinya, Syaheera mengangguk sembari menggosok pipinya pada jemari itu. Dia seperti kucing yang menemukan tuannya, sangat merasa aman dan damai.

Saat itu, sebuah panggilan menyita atensi Xavier.

"Panggilan dari rekan kerja."

"Kau masih akan bekerja?" Syaheera terlihat tidak rela, dia tahu Xavier tengah sibuk dengan proyek besar.

Semoga langkah ini tidak mendatangkan batu besar yang menghalangi karir sang kekasih.

"Hem," angguk pria ini. "Akan selesai cepat. Setelah itu aku akan segera tidur."

Senyum kecil Syaheera mengiringi kepergian Xavier dari kamar.

Rekan kerja yang sudah mengetahui kedatangan Xavier di kota Ludo, mengajaknya bertemu untuk membahas pekerjaan. Xavier merasa keberatan, sebab rekan kerja itu meminta untuk bertemu sekarang juga.

"Drafter meminta sketsa kerja secepatnya, sedangkan kita baru punya sketsa kasar."

Proyek ini sudah menarik perhatian para pejabat Lumina. Mereka sangat menantikan terwujudnya bangunan mewah yang akan menjadi ikon kota Lumina. Setelah proyek ini selesai, sudah ada beberapa proyek yang menunggu mereka. Jadi, wajar jika pekerjaan mereka dituntut untuk cepat selesai.

"Baiklah, kita bertemu di kantormu, 'kan?"

"Tidak. Aku di kantor pusat."

Ingin rasanya Xavier menggeram. Kantor pusat berada di wilayah perkantoran daerah kota Ludo, butuh waktu 1-2 jam untuk mencapai tempat itu.

Merasakan keraguan Xavier, rekan kerja ini berucap. "Sebelumnya aku menghubungi Devan, dia terdengar mabuk. Kau tahu kebiasaannya, 'kan."

Xavier dapat merasakan betapa putus asanya Don, rekan kerjanya ini.

"Baiklah. Aku akan pergi. Siapkan kopi untukku," pintanya akhirnya.

Usai bicara dengan Don, Xavier kembali ke kamar yang dihuni Syaheera. Gadis itu sudah tidur, ia tidak tega membangunkannya untuk berpamitan. Kecupan lembut ia berikan di kening Syaheera, sebagai tanda kasihnya sebelum akhirnya meninggalkan villa.

Beberapa waktu ketenangan masih menyelimuti villa keluarga Gulzar. Syaheera terbangun karena merasa haus, ketika hendak menuang air yang tersedia di atas nakas, ia terkejut mendengar kegaduhan.

Bertelanjang kaki ia menuju beranda kamar. Dari lantai 3 itu ia melihat orang-orang berpakaian jas lengkap berwarna hitam menahan tiga pelayan.

Oh, tidak!! Itu pasti orang-orang Kiv.

Ia berbalik hendak mendatangi Xavier, namun ...

"Maaf, Nona. Kami harus membawa Anda."

Alvin, begitu sopan bicara pada Syaheera. Nyali gadis ini bergetar mendapati Alvin bersama orang-orang besar berpakaian serba hitam.

"Alvin! Kalian menculikku!" Syaheera mundur, terpojok pada jendela dengan bingkai kaca nan besar.

Syaheera kembali terkejut dengan pergerakan dari balik tirai, belum sempat ia menoleh, Kiv memukul lehernya hingga ia kehilangan kesadaran.

Tubuh kecil itu jatuh tak berdaya dalam dekapan sang pria, pria yang sejak awal sudah mengakuinya sebagai Nyonya Kivandra.

Berjalan sembari menggendong Syaheera ala bridal, melewati tirai-tirai panjang dan lebar yang bergejolak seperti ombak mengharu lautan.

"Bakar villa ini."

...To be continued ......

1
ZasNov
Akhirnya Kiv bisa membawa pulang calon istrinya..
Nangis aja Xavier, lagian aneh2 aja Syaheera malah ditinggal di vill. Keadaan lg genting jg ah. Ngomel kan jdinya 😂🤣
ZasNov
Duh Xavier bener2 ya.. Bisa2nya ninggalin Syaheera sendirian. Diculik Kiv baru tau rasa lho..
ZasNov
Bahagianya Syaheera & Xavier, mereka benar2 saling mencintai & melengkapi.. Tapi setelah ini akan ada badai yang mungkin tidak akan bisa mereka kalahkan.. 😖
ZasNov
Cito kocak bgt nih.. 😂🤣
ZasNov
Sesama bodoh dilarang saling menghina.. 🤣
ZasNov
Bukannya kamu lebih peduli meeting sma ngurusin bisnis kamu ya Kiv.. 😑
ZasNov
Xavier ga bakalan biarin Syaheera lecet, Kiv.. 🤭 Palingan disayang, dimanja, diperhatiin.. 🤣
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
ZasNov
Gimana keadaan Oza.. Duh semua kena.. 😭
ZasNov
Ah sediiihh.. Kasian Luke.. 😭😭😭
ZasNov
Tuh kan bener, Luke jadi tumbal.. 😭
Mana Xavier sama Syaheera juga belum tentu berhasil kabur..
ZasNov
Wah kepo nih..
ZasNov
Wah Jack udah beneran insyaf nih? tapi baku hantam masih ga bang? 😆
ZasNov
Hmm, ternyata target Kiv itu Zeter property, karena tujuan utamanya Syaheera..
ZasNov
Kiv berusaha menyelesaikan masalah setenang dan sesantai mungkin, tp kayaknya hatinya ga baik2 aja..
ZasNov
Coba nanti Xavier bilang didepan Kiv.. 😂🤣
ZasNov
Iya bener.. 🥺 Aku jd inget Luke. Dia pasti dapet hukuman..
ZasNov
Aduh Syaheera, kalian lg melarikan diri bukan piknik.. 😂🤣
ZasNov
Apa Xavier dan Syaheera berhasil kabur ya? Kiv kayaknya ga bakalan tinggal diam..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!