NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bullying dan Balas Dendam / Dendam Kesumat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.

Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.

Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.

Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.

Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.

Trimakasih, jangan lupa like, coment***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB.05. KE KU-BU-RAN.

Matahari sudah condong ke barat, Darren dan Agung turun dari mobil mencari pak Lurah desa Loloan. Mereka membawa oleh-oleh alat ibadah. Menurut Agung warga desa Loloan tidak mau menerima makanan karena takut di "cetik" atau di ra-cun oleh orang sakti.

Desa ini kampung sekali, jalanan masih tanah dan rumah berjauhan seperti di pedalaman. Untuk apa orang berlibur ke desa Beduwi, di desa Loloan saja sudah begini sepinya apalagi disana.

Agung memencet bell dan gonggongan anjing menyambutnya. Darren sudah siap sedia, kalau anjing itu sampai m*nggigit ia akan men*ndangnya. Bukan takut luka tapi takut kena Rabies, kadang anjing kampung tidak di vaksin.

"Selamat sore pak, ada perlu apa?" tanya ibu tua sambil membuka pintu gerbang.

Anjing putih yang berada di belakangnya menerobos keluar dan menggonggong ke arah Darren sejadi-jadinya.

"Blacky..Blacky..jangan nakal." seru ibu itu sambil mengusir anjingnya.

"Kaing...kaing..." anjing itu masuk kembali ke dalam dengan ekor yang mengkerut.

"Sore ibu, kami mau bertemu dengan pak Komang, apakah beliau ada di rumah?" ucap Agung ramah.

"Silahkan masuk, apa mau mengurus surat-surat?"

"Kami ingin mencari kost, tapi izin dulu sama bapak supaya tidak salah."

"Oh.. begitu, kalau berkenan silahkan mengambil salah satu kamar yang berada di belakang rumah kami."

"Ibu ada kamar kosong?" tanya Agung pura-pura bodoh, padahal mereka sudah tahu biodata pak Lurah sampai detilnya.

"Ada tiga kamar, boleh ambil salah satunya."

"Tapi kami ingin bertemu dengan bapak sebelum membayar kost, rencananya kami disini seminggu."

"Baik, silahkan masuk."

Mereka masuk dan langsung di ajak ke ruang tamu. Pak Lurah dari tadi sudah menunggu. Dia berdiri saat Darren dan Agung memberi salam. Agung lalu menyerahkan oleh-oleh, tampak wajah pak Komang bersinar.

"Trimakasih, repot-repot bawa oleh-oleh, silahkan duduk. Ada perlu apa anak muda datang kesini?" tanya pak Komang sopan.

Menurut gosip yang beredar pak Komang punya ilmu putih ditakuti oleh warga desa sebelah. Warganya bisa terhindar dari pengaruh ilmu Le-ak, karena pak Komang tegas dan tidak menjanjikan hal-hal yang tidak masuk akal.

Makanya warga desa semua hormat dan percaya kepada pak Komang, mereka tak mau desa Loloan imagenya jelek seperti desa Beduwi. Padahal pak Komang sudah sepuh, semua giginya ompong, rambut sudah memutih tapi tetap tidak dikasi pensiun.

Setelah mereka diduk, kemudian Darren mengutarakan maksud kedatangannya.

"Saya ini Influencer yang ingin mencari inspirasi dan ingin mengenal lebih banyak kebiasaan warga desa Beduwi." ucap Darren ke pokok tujuan.1

"Orang luar tidak boleh masuk ke desa itu, aparat sudah memasang spanduk dan papan larangan. Sebaiknya urungkan niat kalian kesana."

"Kami malah tertantang untuk pergi kesana." sahut Agung tenang.

"Disana berbahaya, semua penghuninya punya ilmu Le-ak dan mereka suka minum darah manusia."

Baru kali ini Darren bertele-tele untuk mengambil tindakan. Biasanya mereka berdua langsung ke tempat kejadian, tidak perlu izin sana-sini. Kalau begini korban duluan menin66al.

Segigih apapun Pak Lurah melarang tapi Darren dan Agung pasti akan pergi ke desa Beduwi.

Singkat cerita Agung dan Darren sudah masuk kamar kost. Dari sini mereka akan menuju desa Beduwi. Mobil di amankan di garasi, mereka bersiap menunaikan tugas

Malam menjelang, Agung begitu tegang menantikan apa yang akan terjadi pada tubuh Darren. Dia berusaha melawan rasa kantuk demi memantau gerak-gerik sang bos. Sampai pukul sebelas malam belum ada tanda-tanda Darren akan berubah.

Semakin malam suasananya semakin sepi dan mencekam. Desa ini seperti kota mati, tak ada suara apapun kecuali suara binatang malam cret-nong dan jangkrik.

"Kita harus menyusup ke desa Beduwi, lebih cepat kebih baik." ucap Darren mengagetkan Agung. Padahal suara Darren sangat pelan, tapi mampu membuat jantung Agung deg-degan, mungkin karena ia mengkhayal kalau Darren berubah wujud.

"Oke, aku akan menyiapkan senjata real dan senjata gaib..." Agung berusaha mengatur nafasnya.

"Apa itu senjata ghaib?"

"Bawang merah, garam kerosok, bubuk merica dan air suci." sahut Agung seraya mengambil benda itu yang tergantung di pintu kamar.

"Berarti pak Lurah sudah tahu tujuan kita, makanya dia mempersiapkan benda ini."

"Tidak bos, semua kamar di desa Loloan di isi benda ini untuk penangkal Le-ak." jelas Agung

Selama sepuluh tahun terakhir, k*sus penc*likan menjadi k*sus yang dingin dan di abaikan oleh aparat. Lebih baik polisi memasang papan peringatan, larangan masuk ke desa Beduwi, jika ada orang yang nekat masuk serta hilang di desa itu polisi angkat tangan. Khan sudah dilarang!!.

"Sudah hampir tengah malam mari kita bergerak." ucap Darren memasukan dua pistol ke balik jubahnya. Ia juga membawa granat nenas.

Mereka berdua sengaja memakai jubah panjang warna hitam dan topeng setan. Pakaian mereka persis seperti malaikat pencabut nyawa. Darren yang punya ide untuk berpakain begitu.

"Kalau kita keluar lewat depan anjing pak Komang pasti akan menggonggong. Kita harus lewat samping dan kemungkinan anjing liar akan menyambut kita."

"Bos, disini rumah penduduk tidak begitu rapat, termasuk berjauhan. Jadi lebih menguntungkan bagi kita. Kendalanya kita berhadapan dengan binatang buas. Karena disini masih hutan."

"Apapun yang menghadang harus ditembak, tidak mungkin ada orang baik lewat malam-malam disini.

"Bersiaplah untuk melompat ke atas tembok." bisik Darren setelah berada di samping. Ia bersyukur tuan rumah irit memakai lampu, jadi seluruh rumah gelap gulita.

"Kenapa tidak lewat belakang, ada pintu bambu yang gampang dibuka?"

"Biasanya orang kampung memelihara babi di belakang, takut babinya ngamuk. Lebih baik kita berdiri di atas tembok untuk memantau situasi." ucap Darren penuh perhitungan.

Mereka menerobos kebun warga, dengan mengandalkan kompas mereka akhirnya bisa masuk ke desa Beduwi. Suasana desa ini sungguh mencekam, membuat bulu kuduk seketika berdiri. Yang membuat mereka agak lega tidak ada penerangan jalan dan anjing disini tidak menggonggong tapi melolong.

Dalam kegelapan malam mereka terpaksa menerobos semak belukar, untung tidak hujan dan pakaian mereka tertutup dari kepala sampai kaki, jadi duri tidak masuk ke kulit dan nyamuk tidak bisa menggigit.

Mereka juga memakai kaca mata Agen yang bisa melihat jarak jauh, sekaligus bisa merekam apa yang terlihat.

"Harus menuju kemana, rumah disini hampir sama bentuknya dan masih kuno, juga gelap gulita. Tidak mungkin kita menggunakan senter."

"Sebaiknya kita pergi ke ku-bu-ran, aku yakin mereka akan men*mbalkan orang pasti di kubu-ran untuk Ibu kali." bisik Darren.

"Rasanya aku tidak sanggup dengan hawa mis-tis begini. Aku takut berteriak jika melihat sesuatu."

"Jangan terpengaruh apapun yang kita lihat, karena kita sendiri sudah seperti h*ntu, malah mereka yang akan takut."

"Jika kita menemukan Le-ak apa yang harus di lakukan? Masalahnya Le-ak itu manusia ghaib yang bisa berubah seratus kali." ucap Agung ragu.

*****

1
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
kabur gung 🤣🤣 itu juga kalo kamu masih ada tenaga buat kabur...
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
serasa mau ke pesta Halloween👻🍬
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
saking penasarannya plus tegangnya si Agung nungguin itu ilmu yg dibeli di olshop beneran ngepek apa ga 😅
❤️⃟Wᵃf Nesia
Aluna cepat cari bantuan untuk temanmu
❤️⃟Wᵃf Nesia
ratunya masa bisa salah si 🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kasian sekali hidupmu aluna terasa tertekan smaa dua org itu
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
segala ada add on nya ilmu leak 🤣🤣 blm lagi ada diskonan juga... dukun jaman now 😅
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
waduh Darren ini masuk golongan yang mn ya 🤔
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
udah keburu nyebur ya sekalian aja nyelem ya😅
❤️⃟Wᵃf Nesia
kok makin penasaran yah ceritanya menarik
❤️⃟Wᵃf Nesia
ternyata sudah ada larangan keras dari polisi
❤️⃟Wᵃf Nesia
Prustaii ditinggal Pacar
❤️⃟Wᵃf Nesia
ceritanya mbah dukun
Anonymous71
mata-mata agensi
Anonymous70
lanjut thor semangat
Anonymous69
sakit banget pasti
Anonymous68
keren banget novelnya
Anonymous67
mantap daren
Anonymous66
lanjut
Anonymous65
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!