Demi mendapatkan pembayaran SPP yang tertunggak dan kesempatan ikut ujian akhir, Ayu terpaksa mengikuti saran temannya mencari Sugar Daddy di sebuah kelab malam. Ia membutuhkan solusi instan—seorang pria kaya yang bersedia membayar mahal untuk kepatuhannya.
Sialnya, bukan Sugar Daddy impian yang ia dapatkan, melainkan seorang pria dominan berwajah tampan yang, ironisnya, tak punya uang tunai sepeser pun di dompetnya. Pria itu adalah Lingga Mahardika, CEO konglomerat yang penuh rahasia.
Lingga, meskipun kaya raya, ternyata adalah "Sugar Daddy Kere" yang sebenarnya—ia hanya bisa membayar Ayu dengan jaminan masa depan, martabat, dan pernikahan siri. Transaksi mereka sederhana: Ayu mendapatkan perlindungan dan status, sementara Lingga mendapatkan kepatuhan spiritual dan fisik untuk memadamkan hasratnya yang membara.
Akankah Cinta akan hadir diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Sugar Daddy KR
Pernikahan siri itu dilakukan dengan tergesa-gesa. Ken mengatur segala sesuatunya dengan efisien. Secara agama, Ayu kini adalah istri sah Lingga, meskipun usianya masih sangat muda.
Lingga, yang didorong oleh hasrat membakar, segera mengklaim haknya setelah Ken pergi. Ia mencium Ayu dengan tuntutan yang tak terbendung, mengangkatnya, dan membawanya ke kamar utama.
Saat mereka berdua di tempat tidur, Lingga, yang biasanya sangat terkendali, bergerak dengan desakan seorang pria yang telah menahan diri terlalu lama. Namun, saat Lingga hendak menghapus batas terakhir, Ayu menghentikannya dengan suara lembut.
"Tuan Lingga... tunggu," bisik Ayu, matanya memohon. "Maafkan saya. Tapi saya sedang dalam masa periode. Saya tidak bisa."
Pengakuan itu menghantam Lingga seperti balok beton. Wajahnya yang semula penuh hasrat langsung pucat pasi. Ia menarik diri sejenak, napasnya menderu. Ia telah membayar 100% gajinya, ia telah menikahi gadis ini, dan kini ia dihentikan oleh takdir biologis.
Lingga tersiksa. Ia adalah harimau lapar yang telah mengejar mangsanya selama berbulan-bulan, dan kini, mangsa itu berada di kandangnya, tetapi ia tidak diizinkan memakannya. Ia hampir gila.
"Tidak. Tidak bisa," desah Lingga, suaranya dipenuhi penderitaan dan kegeraman yang terpendam. "Aku tidak bisa menahan ini, Ayu. Aku sudah berada di ambang batas sejak kita kembali dari Bali. Aku tidak bisa tidur. Aku ketagihan."
Lingga menatap Ayu. Matanya memancarkan campuran kebutuhan yang menyakitkan, hasrat yang liar, dan penyesalan yang samar.
"Kau adalah istriku sekarang," kata Lingga, mencengkeram sprei dengan kuat. "Kau telah memberiku hakmu. Meskipun ada batas yang tak terhindarkan ini, aku tidak akan membiarkan hasrat ini membunuhku malam ini."
Tuntunan yang Menggila.
Lingga mengubah posisi. Ia tidak melanggar batas yang dilarang, tetapi ia menuntut keintiman lain. Ia menuntun Ayu, mengajarkannya. Ini bukan lagi tentang romansa atau kelembutan; ini adalah tentang pembebasan, tentang kontrol, dan tentang menumpahkan semua hasrat yang telah lama ia tahan.
"Bantu aku, Ayu," bisik Lingga, suaranya mendominasi. "Tolong aku mengakhiri siksaan ini. Kau istriku, dan aku butuh sentuhanmu untuk meledakkan ini."
Ayu, yang polos, terkejut dengan tuntutan itu, tetapi ia tidak menolak. Ia baru saja berjanji untuk menjadi seorang istri. Dan seorang istri, ia tahu, bertugas melayani suaminya. Ada rasa takut, tetapi ada juga dorongan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan pria yang kini menjadi pelindungnya.
Ayu memejamkan mata, membiarkan Lingga menuntun tangannya. Di bawah tuntunan Lingga, Ayu bergerak. Ia patuh, terkejut, dan perlahan-lahan menemukan bahwa tindakan ini, yang didorong oleh keputusasaan Lingga, juga membawa sensasi intens dan baru yang aneh baginya. Ia merasakan kekuatan, kerentanan, dan kepasrahan Lingga di tangannya.
Lingga, yang biasanya selalu menahan diri, kini meledakkan semua hasratnya dengan desahan yang keras dan dalam. Ia mencengkeram sprei, matanya tertutup, memanggil nama Ayu, menyalurkan semua kegilaannya.
Setelah pelepasan yang intens itu, Lingga terengah-engah. Ia ambruk di samping Ayu. Ia memeluk Ayu dengan erat, membenamkan wajahnya di leher Ayu, gemetar. Pelukan itu adalah pelukan rasa syukur, penyesalan, dan klaim kepemilikan.
"Terima kasih," bisik Lingga, suaranya nyaris tidak terdengar.
Ayu berbaring kaku, mencoba memproses apa yang baru saja terjadi. Ia telah menolak menjadi sugar baby, tetapi ia baru saja melakukan hal yang jauh lebih intim dan kompleks di bawah ikatan pernikahan siri. Ia merasa lelah, terkejut, dan... terikat secara tak terpisahkan pada pria yang ada di sampingnya.
Pagi hari pun tiba.
Ayu terbangun dengan perasaan sakit kepala. Lingga sudah bangun. Ia duduk di tepi tempat tidur, mengenakan bathrobe sutra, tampak muram.
Lingga menoleh. "Kau tidak perlu khawatir," katanya dingin. "Aku tidak akan memaksakan batas yang dilarang. Tapi kau telah melihat sisi diriku yang seharusnya tidak kau lihat."
Lingga menoleh, menatap Ayu dengan mata yang kembali menjadi Lingga Mahardika, CEO yang mengontrol.
"Kita akan kembali ke 'Jarak Profesional' yang ketat, Ayu. Tapi kau harus ingat. Di kamar ini, kau adalah istriku, dan aku akan mengklaim hakku saat kau sudah pulih. Dan kau tidak boleh menolakku. Itu adalah bagian dari janji yang baru kau buat."
Ayu mengangguk pelan. Di matanya, Lingga bukan lagi hanya bos yang tampan dan kejam. Dia adalah suami, seorang pria yang hasratnya bisa membuatnya hampir gila, dan sekarang Ayu adalah penawarnya.
***
Hai readers tersayang. Author datang lagi nih dengan karya baru. Yuks meluncur...
Cinta CEO Impoten.
Giska tidak pernah menyangka bahwa strategi konyolnya berdandan ala "Ondel-ondel nyasar"—lengkap dengan eyeshadow biru elektrik dan sanggul setinggi menara Eiffel—justru membawanya ke pelaminan. Niat hati ingin menggagalkan perjodohan, ia malah "diculik" oleh Aristha Dirgantara, CEO dingin yang butuh status pernikahan demi menutupi rahasia paling memalukan dalam hidupnya: Ia impoten.
Aris mengira Giska adalah perisai yang sempurna. Gadis berisik yang tidak akan menuntut nafkah batin, tidak akan dicurigai oleh media, dan cukup dibayar dengan kartu kredit tanpa limit.
Namun, Aris salah besar.
Kehadiran Giska bukan hanya membawa kebisingan, tapi juga membawa Jamu Guncang Jagad kiriman mertua yang baunya minta ampun, serta kehadiran Vino, "asisten pribadi" Aris yang menyimpan cemburu di balik senyum manisnya.
Di tengah sandiwara pernikahan yang makin absurd, Giska menyadari bahwa "aib" sang bos bukan sekadar masalah medis, melainkan trauma gelap
Akankah cinta bisa hadir diantara mereka???
Ayokk ditunggu ya readers tersayang 😍
pasti bulu bulunya berdiri....
upssss 🤭🤭🤭
bulu yang mana ea bun
..????
Halah mas mas senyum aja gengsiiii
jadi lingga lagi tak bermoral donk bunda....?
nty mlm kamu cari kotoran sapi lalu timpuk ke wajah lingga.... di jamin deh kamu puas.... cobain dehhhh
mending langsung sat set antrin itu si baby kucing.... 😀😀😀
karna yang kau pandang lurus lurus sudah manis..
jadi pahit itu sudah tak terasa lagi saat memandang ayu
srius tanya dengan nada halus sehalus sutra.....