NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Di kontrakan Michelle, sinar matahari sudah mulai menerobos melalui celah tirai kamar yang tertutup sebagian.

Tasya masih terbaring di kasur lipat yang disiapkan untuknya, sedang merenung tentang apa yang harus dilakukan setelah kabur dari rumahnya kemarin malam.

Tiba-tiba, ponselnya yang terletak di atas meja kecil mulai berbunyi dengan nada dering yang cukup keras, suara yang dia kenal sebagai nada khusus untuk panggilan dari orang tuanya.

Tut...tut....tut....

Suara dering itu membuat Tasya sedikit terkejut dan segera meraih ponselnya. Di layar ponsel muncul nama "Papah ku" dengan foto keluarga yang sudah lama tidak diperbarui.

Dengan hati yang sedikit berdebar, dia akhirnya memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut.

"Tasya! Dimana kamu sekarang? Cepat pulang ke rumah ini! Jangan coba-coba kabur lagi atau kamu akan tahu konsekuensinya!"

Suara Papahnya yang keras dan penuh kemarahan langsung terdengar dari sisi lain telepon, membuat Tasya sedikit terkejut dan menjauhkan ponsel dari telinganya sebentar.

"Papah! Sudah aku bilang berkali-kali kan bahwa aku tidak mau di jodohkan dengan orang yang aku tidak kenal! Aku sudah dewasa dan bisa memutuskan sendiri tentang hidupku!" jawab Tasya.

Dengan suara yang penuh kesal dan tekad, tidak ingin lagi tunduk pada keinginan orang tuanya yang selalu memutuskan segalanya untuknya.

"Pokoknya aku tidak mau di jodohkan, titik! Jangan hubungi ku lagi kalau hanya untuk membicarakan hal itu!" tanpa menunggu jawaban dari Papahnya.

Tasya langsung mematikan telepon dan melemparkannya ke atas kasur dengan sedikit kesal.

Setelah beberapa saat menenangkan diri, Tasya berdiri dengan resolusi yang kuat. Dia memutuskan bahwa dia tidak akan terus-terusan bersembunyi dan merasa sedih karena masalah ini.

"Baiklah, sekarang waktuku untuk mengambil kendali hidupku sendiri," gumamnya pelan sambil menatap cermin kecil yang ada di dinding kamar.

Dia kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi dan menyegarkan diri, setelah itu memilih salah satu setelan baju mahal yang dia bawa dari rumah, sebuah rok mini berwarna merah dengan blus putih yang elegan, lengkap dengan sepatu hak tinggi yang membuatnya terlihat lebih tinggi dan percaya diri.

Setelah siap, Tasya mengambil kunci mobilnya yang dia sembunyikan di belakang rumah kontrakan Michelle.

Sebuah mobil sport berwarna putih yang dia bawa saat kabur dari rumah. Dia tahu bahwa parkirannya tidak terlalu jauh dari sini, hanya beberapa blok saja di jalan raya utama.

"Untung saja aku masih ada kartu kredit ini yang belum diblokir oleh Papah dan Mamah," ucapnya pelan sambil memegang kartu emas yang ada di dalam dompetnya.

Dengan cepat dia membuka pintu kontrakan dan keluar, menutupinya dengan hati-hati agar tidak mengganggu tetangga yang masih sedang istirahat.

Setelah beberapa menit berkendara melalui jalan raya yang mulai ramai, Tasya akhirnya sampai di salah satu mall mewah yang terletak di kawasan pusat kota, salah satu tempat favoritnya untuk berbelanja sebelum masalah perjodohan ini muncul.

Dia memasuki mall dengan langkah yang percaya diri, menyapa petugas keamanan yang mengenalnya dengan senyum hangat, kemudian mulai berjalan ke arah butik-butik yang dia sukai.

Pertama kali dia masuk ke sebuah toko perlengkapan rumah tangga mewah, membeli beberapa barang yang dia butuhkan untuk tinggal sementara di kontrakan Michelle.

Mulai dari handuk mandi baru, perlengkapan mandi pribadi, hingga beberapa peralatan makan yang praktis untuk digunakan.

Setelah itu dia pergi ke toko baju untuk membeli beberapa setelan baju kasual yang lebih sesuai dengan kehidupan sehari-hari di kontrakan kecil, bukan seperti baju mahal yang biasanya dia kenakan saat menghadiri acara-acara keluarga.

"Sudah lama sekali aku tidak berbelanja dengan santai seperti ini," ucapnya dengan senyum bahagia saat melihat sebuah gaun mini berwarna biru muda yang sangat cocok untuknya.

Dia segera mengambilnya dan masuk ke kamar pasang untuk mencobanya. Setelah merasa puas dengan pilihan belanjanya, dia pergi ke kasir untuk membayarnya dengan kartu kreditnya, menikmati sensasi bisa memutuskan sendiri apa yang ingin dia beli tanpa campur tangan Papah dan Mamahnya.

Namun saat dia sedang keluar dari toko baju dan berjalan menuju area makanan court untuk membeli sesuatu untuk dimakan, matanya tiba-tiba melihat sosok wanita yang sangat akrab baginya.

Mamahnya yang mengenakan gaun panjang berwarna hitam dengan perhiasan mahal di leher dan tangan nya, sedang duduk di sudut lounge mall bersama dengan beberapa teman bisnisnya yang juga berasal dari kalangan keluarga kaya.

Mereka sedang duduk santai sambil menikmati secangkir teh dan berbicara dengan penuh canda tawa.

"Hah, sial! Kenapa Mamah ada di sini juga? Aku harus segera pergi sebelum ketemu!" bisik Tasya.

Dengan cepat, segera berbalik dan mulai berjalan mundur perlahan, mencoba menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan tas belanjanya yang besar.

Namun karena terlalu terburu-buru dan khawatir ketahuan, kakinya tidak sengaja tersandung pada kaki kursi yang terletak di pinggir jalan mall. Tubuhnya mulai terjatuh ke depan dengan cepat.

Dalam kepanikan dan tanpa berpikir panjang, Tasya meraih apa saja yang bisa dia jangkau untuk menghindari jatuh dan sayangnya, yang dia pegang adalah bagian bawah celana panjang yang dikenakan oleh seorang pria yang sedang lewat di dekatnya.

HAAAA!

Sebelum Tasya benar-benar terjatuh ke lantai, dia menarik celana pria tersebut dengan cukup kuat, membuat bagian bawah celana tersebut robek dengan suara yang sangat jelas terdengar di sekitar mereka.

PREEKKKKKK!

Suara robeknya terdengar sangat keras di area lounge mall yang saat itu cukup ramai, membuat banyak orang yang ada di sana menoleh ke arah mereka dengan ekspresi wajah yang penuh kejutan dan rasa ingin tahu.

Celana pria yang robek adalah Yuda, asisten pribadi David yang sedang berada di mall tersebut untuk memeriksa kondisi operasional mall yang merupakan salah satu aset perusahaan Switch Company.

Dia sedang berjalan dengan membawa berkas dokumen tentang perbaikan fasilitas mall, namun tiba-tiba merasa ada tarikan kuat di bagian bawah tubuhnya.

Ketika dia melihat ke bawah dan menyadari bahwa celananya sudah robek hingga bagian paha dan membuat sebagian celananya yang dalam terlihat, dia langsung terdiam dengan wajah yang memerah hingga ke telinga.

Saat itu Tasya juga baru menyadari apa yang dia lakukan. Dia melihat celana Yuda yang robek dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut dan malu, kemudian mereka berdua secara bersamaan menjerit dengan suara yang cukup keras.

"HAAAAA!"

Suara jeritan mereka membuat lebih banyak orang melihat ke arah mereka, beberapa di antaranya bahkan mulai tertawa pelan atau saling berbisik dengan ekspresi wajah yang penuh rasa ingin tahu.

Tasya dengan cepat berdiri dari lantai dan mulai berkata dengan suara yang penuh rasa minta maaf.

"Maafkan saya Pak! Saya benar-benar tidak sengaja! Aku hanya tidak ingin jatuh dan secara tidak sengaja menarik celanamu!"

Namun sebelum Yuda bisa memberikan tanggapan apa pun, Tasya melihat Mamahnya yang sudah mulai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah mereka dengan ekspresi wajah yang penuh kemarahan dan kejutan.

"Mamah sudah melihatku! Aku harus segera pergi!" ucapnya dengan tergesa-gesa sebelum berlari dengan cepat keluar dari mall melalui pintu darurat terdekat.

Yuda yang masih berdiri dengan wajah yang sangat malu dan tidak bisa berkata-kata sama sekali.

Yuda hanya bisa berdiri di sana dengan tangan yang gemetar, memegang bagian celananya yang robek untuk menyembunyikan tubuhnya.

Dia melihat ke arah wanita yang baru saja berlari pergi dengan wajah yang penuh tidak percaya, kemudian menghela nafas panjang dengan suara yang sangat dalam.

"What the fu***! HAAAAA!" teriaknya dengan suara yang penuh kesal dan rasa malu yang luar biasa, merasa bahwa ini adalah kejadian paling memalukan yang pernah dia alami dalam hidupnya.

Dia segera mencari tempat untuk bersembunyi dan memanggil salah satu karyawan mall untuk memberinya celana pengganti sementara.

Semua orang yang melihat kejadian tersebut masih terus membicarakannya dengan suara bisikan dan tawa rendah.

Bersambung....

1
ryu
lagi² cuma gue 🗿
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
ryu
udah di kasih, 🗿
ryu
🗿🗿🗿
ryu
gabut Thor 🤣
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
Adelia Hira
wkwk, lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!