NovelToon NovelToon
Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .

Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.Minyak Pijat

Malam harinya...

Raline keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan kimono handuk. Pemandangan itu membuat Raka, yang sejak tadi duduk di atas ranjang sambil membaca buku, langsung memalingkan wajah. Jantungnya berdesir tidak nyaman entah karena terkejut, risih, atau takut pada dirinya sendiri.

"Kenapa kamu berpakaian seperti itu di sini?" ucap Raka dingin, tak ingin terlalu lama menatap Raline.

"Lalu aku harus seperti apa? Kamu tidak lihat kalau aku baru saja selesai mandi?" jawab Raline santai, seolah kehadirannya tidak menimbulkan masalah apa pun.

"Kamu bisa saja mengganti pakaian di dalam kamar mandi. Tidak perlu keluar seperti itu," sahut Raka masih menolak menatapnya.

Namun bukannya kembali masuk, Raline justru melangkah mendekat. Ia duduk di sisi ranjang, menyipitkan mata nakal.

"Kenapa? Apa kamu tergoda?" ucapnya pelan.

"Menjauh dariku, sebelum aku memanggil penjaga untuk mengusirmu dari kamarku!" ancam Raka, suaranya terdengar tegang.

"Kamu tidak akan bisa melakukan itu, karena mamamu pasti akan membantuku," jawab Raline tenang. "Lagi pula, mana ada suami yang mengusir istrinya sendiri dari kamarnya terlebih ini malam pertama kita."

"Tidak akan ada malam pertama untuk kita," tegas Raka tanpa ragu.

"Baiklah. Kalau tidak ada malam pertama, bagaimana kalau..." Raline bangkit, berjalan ke arah lemari kecil di dekat ranjang, lalu mengeluarkan sebotol minyak pijat yang tadi sore diberikan Mama Ratna. Senyumnya makin lebar. "Aku jadi orang pertama yang memijat kakimu."

Raka langsung menatap tajam.

"Jangan berani-beraninya kamu menyentuhku," tegasnya. Namun Raline sama sekali tidak menghiraukannya. Ia menyibak selimut yang menutupi kaki Raka, lalu menggulung celana tidurnya perlahan.

"Hentikan! Aku bilang, apa yang kamu lakukan?" suara Raka meninggi, tangannya berusaha menahan gerakan Raline.

"Aku hanya ingin mengobatimu. Lagi pula, siapa suruh kamu tidak keluar rumah dan tidak ikut terapi?" Raline tetap melanjutkan gerakannya, nada suaranya lembut namun penuh tekad. "Mamamu sampai menyuruhku memijat kakimu dengan minyak ini, dengan harapan kamu cepat sembuh. Kamu tidak tahu dengan susah payah bagaimana mamamu mendapatkannya? Apa kamu tidak menghargai usahanya?"ucap Raline dengan tangan yang sibuk memijat kaki Raka dengan kepandaiannya.

 Anes sempat belajar beberapa teknik pijatan saat di kampung bersama Nenek Raline ia mengajarkan bagaimana memijat yang benar dan cara- cara pijatan lainnya bahkan mengobati kaki terkilir saja Anes dengan cepat mempelajarinya.

Raka terdiam sejenak, rahangnya mengeras.

"Aku menghargai usaha mamaku," ucapnya pelan, "tapi aku tidak bisa membiarkanmu menyentuhku. Kamu tahu aku sangat tidak suka tubuhku disentuh oleh orang asing."

"Bla... bla... bla..." Raline mendecak pelan, jelas mengejeknya. "Berapa kali aku harus bilang, Tuan? Aku ini istrimu. Aku bukan orang asing. Sekali lagi kamu menyebutku orang asing, aku akan membungkam bibirmu dengan bibirku."Ancam Raline dengan mata lekad meyakinkan.

Ancaman itu membuat Raka membisu. Bukan hanya karena kalimatnya, tetapi karena ia tahu betul betapa gilanya perempuan di hadapannya ini. Ia sudah menyaksikan sendiri bagaimana Raline mampu membuat Kania dan Farel kehilangan ATM, kartu kredit, dan fasilitas mereka selama sebulan penuh karena kecerdasan dan kelicikannya.

"Kenapa kamu terdiam?" tanya Raline ceria. Jemarinya terus memijat lembut kaki Raka. Lelaki itu tidak melawan lagi, hanya menatap kosong ke depan, seolah pasrah namun jengah pada perasaannya sendiri. "Apa kamu takut aku benar-benar melakukan apa yang kukatakan barusan?"

"Sudah. Cepat selesaikan, lalu pergi dari kamarku."

"Kenapa aku harus pergi?" jawab Raline ringan. "Apa mamamu tidak bilang padamu kalau mulai hari ini aku akan selalu ada di sisimu di sampingmu dan tidur di kasur yang sama denganmu?"

"Tidak. Tidak mungkin." Raka menggeleng tak percaya. "Di mansion ini ada puluhan kamar. Kamu bisa memilih kamar mana pun yang kamu mau. Kamu tidak harus di kamarku."

"Tapi sayangnya, dari sekian banyak kamar, aku justru menetapkan hatiku untuk tetap tinggal di kamarmu... suamiku," ucap Raline, suaranya lembut namun tak terbantahkan.

Raka berdecak kesal, lalu meraih ponselnya. Tangannya sedikit bergetar.

📞"Mama, apa maksud Mama meminta Raline tidur bersamaku? Mama bilang aku hanya perlu menandatangani surat pernikahan agar orang-orang tidak bergosip lagi tentangku."

Di ujung telepon, suara Mama Ratna terdengar mantap.

📞"Setelah Mama pikir-pikir, memang seharusnya suami-istri tidur bersama, Raka. Lagi pula Raline tidak keberatan. Dia justru mengkhawatirkanmu yang selalu sendirian. Kalau ada dia di sampingmu, kamu tidak akan merasa sendiri lagi. Ini bagus untuk kesembuhanmu. Jadi bersikap baiklah pada Raline. Dia gadis yang baik."

Sambungan telepon terputus. Raka mengembuskan napas kasar, meletakkan ponselnya dengan sedikit keras di meja samping ranjang.

"Sudahlah. Singkirkan tanganmu dari kakiku. Aku ingin beristirahat," ucapnya akhirnya.

Raline menurunkan gulungan celananya kembali, menarik selimut hingga menutup kaki Raka. Saat Raka bergeser untuk meluruskan tubuhnya, Raline refleks mencoba membantu.

Tapi niatan baiknya justru malah ternodai dengan kaki Raline yang terserempet sisi selimut hingga tubuhnya jatuh ke tubuh Raka , Raka Reflek menangkap tubuh perempuan itu di dekapannya.Jarak di antara mereka tak lagi bisa di pisahkan begitu dekat, begitu intim bahkan tangan Raka kali ini tidak sengaja menelusup masuk ke dalam kimono yang di gunakan Raline hingga kimono itu sedikit tertarik dan tersingkap menampilkan separuh benjolan dada Raline tersingkap jelas di depan matanya.

Nafas Raka berubah menjadi berat ada rasa aneh yang menggerogoti hati dan pikiran buruk yang tak ingin ia pikirkan namun terus menuntut untuknya melakukannya.

Dengan cepat Raka melepas tangannya dari tubuh Raline mendorong perempuan itu menjauh darinya.

"Aaakkk... "ucap Raline begitu Raka menghempaskan tubuhnya ke kasur begitu saja.

Lihat apa yang baru saja kamu lakukan bahkan belum sampai satu hari kamu sudah hampir menyakitiku. " ucap Raka memalingkan wajahnya ke sembarang arah asalkan tak melihat ke arah Raline.

"Aku hanya berniat membantumu. "ucap Raline dengan ketusnya.

"Aku tidak butuh bantuanmu, lebih baik sekarang cepat gantilah pakaianmu aku risih melihat belahan dadamu yang tersingkap di hadapanku!. " ucap Raka yang kemudian merebahkan badanya dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya, membelakangi Raline yang saat ini langsung memperbaiki kimono handuknya.

"Kenapa kamu baru mengatakannya" ucap Raline, Pipinya memerah—antara malu dan jengkel. Ia kemudian bergegas menuju ruang ganti yang masih berada di dalam kamar itu. Kamar Raka ternyata luas, dengan ruang khusus untuk pakaian yang dipisahkan seperti ruangan tersendiri. Di sana, segala pakaian dan aksesori tertata rapi, seakan menunggu pemiliknya benar-benar pulih dari luka yang masih disembunyikannya.

____

Namun di sisi lain, di sebuah mansion megah, dua orang tengah bergelut hebat di atas ranjang, berbagi peluh dan pijatan lembut yang tak terelakkan.

“Ahhhhh, Kenzo…” erang Celine saat laki-laki itu terus bergoyang menindih tubuhnya hingga, saat dirasa cukup, ia pun melepaskan dan berbaring di sisi tubuh perempuan itu.

Celine masih belum puas. Ia menaiki tubuh pria tersebut, mengecup lehernya hingga terbentuk cupangan di sekitarnya, lalu melakukan gerakan naik turun sendiri di atas Kenzo.

“Akkhhh, Celine… sudahlah, aku sudah tidak sanggup,” ujar Kenzo, menarik tubuh Celine lalu merangkulnya dalam dekapannya. “Tidak perlu bersemangat, sayang. Waktuku bersamamu tidak sesingkat dulu lagi. Sekarang, setiap malam—bahkan kapan pun kamu mau—kita bisa melakukannya. Apa kamu lupa, Anes sudah mati. Harta serta perusahaannya sudah menjadi milikku sekarang. Milik kita, sayang…” ucap Kenzo, mengecup bibir Celine perlahan.

Celine tersenyum puas. “Kamu benar, sayang. Begitu indah rasanya tidak ada penghalang lagi di antara kita. Harusnya perempuan itu mati lebih cepat agar kita bisa menikmati momen indah ini lebih cepat,” ucap Celine, mempererat pelukannya.

“Ini adalah waktu yang begitu tepat, sayang. Perusahaan Anes sedang di puncak, dan kini akulah yang menjadi CEO perusahaan itu. Sebagai suami Anes, semua hartanya beralih kepadaku secara otomatis karena dia sudah meninggal,” jelas Kenzo.

“Benar, sayang. Perempuan bodoh itu seharusnya tidak mengetahui perselingkuhan kita. Mungkin sampai saat ini dia masih hidup.”

“Sudahlah, mungkin memang sudah takdirnya dia meninggal. Lagipula aku juga tidak begitu menyukainya. Dia begitu kaku dalam melayaniku, tidak sepertimu yang begitu memuaskan dan membuatku begitu candu. Dia hanya pintar berbisnis, tapi sangat bodoh dalam urusan memuaskan. Jika tidak menikah denganku, dia akan menjadi perawan tua, hahah,” ucap Kenzo, yang disambut gelak tawa oleh Celine.

Mereka berdua begitu merayakan kematian Anes, bak kejatuhan durian runtuh—tanpa mereka sadari bahwa perempuan yang mereka anggap bodoh itu kini telah kembali dan siap membalas semua perbuatan mereka.

.

.

💐💐💐Bersambung. 💐💐💐

Kenapa nggak di terusin aja sih Raka, lagian juga udah jadi istrikan. Nanggung banget 😅🤣

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

1
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Irsyad layla
tapi dia pake kursi roda kek mana ni
Kutipan Halu: oooooh iyaaa maaf kk. makasi koreksinya🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 haisssss para demit berkumpul jadi satu
vj'z tri
tepat banget tebakan bang Joni 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa iya mau ikut tinggal di mansion bagian puojoooooook belakang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 suprise 🎉🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
seru seru seru seru 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kalau kata pakde Didi kempot bojo loro 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kutipan Halu: siap kakak🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
kaplok lohhh 🎉🎉🎉🎉🎉 wes tak tonton Soko kene
Kutipan Halu: lanjut🫶🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
sungguh mati aku jadi penasaran,sampai mati pun akan ku perjuangkan 🎉🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
smas maut di lontarkan queen!!!! masukkkkkk🎉🎉🎉🎉
Kutipan Halu: asik asik josss😅
total 1 replies
vj'z tri
tambah looohh up nya 🎉🎉🎉
Kutipan Halu: masih mak pikirin cintaaa🫨🫨🫨
total 1 replies
vj'z tri
awas bucin beneran nanti 🤭🤭🤭
Kutipan Halu: maunya gitu biar bisa uwuwuwuwu🤭
total 1 replies
vj'z tri
horeeeeee masalah tambahan 🎉🎉🎉🎉
Kutipan Halu: kejutan dimulai🤭
total 1 replies
vj'z tri
buang bunga teratai ngambil bunga bangkai 🤧🤧🤧🤧🤧 selamat menikmati
Kutipan Halu: kirain pantun syggg😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!