Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagas Mengajak Dita Makan Malam Di Rumahnya 1
"kamu itu apa gak pernah diajarin sopan santun?, bicara sama orang tua kok gitu, nanti kualat baru tau rasa kamu" ucap Bu Dewi.
"Udah Bu gak usah di ladenin, Hayuk kita pergi makan siang ke restoran keburu sore ini sekalian pesan makanan buat makan malam" ajak Bagas yang sudah pusing mendengar ibu dan istrinya berdebat apalagi masalah anak.
"Iya ayo pergi sekarang" ajak Bu Dewi.
"Kamu, jangan lupa bersihkan rumah karena calon mantu ibu yang kaya raya mau makan malam disini jadi kamu nanti jangan bikin ulah. Pahamm!" Ucap Bu Dewi tanpa memikirkan perasaan Dara.
"Ibu aja yang bersih-bersih, aku mau keluar cari udara segar" sahut Dara santai.
Bagas yang sudah pusing mendengar perdebatan lantas menuntun tangan ibunya.
"Sabar Dar, tinggal menghitung hari lagi kamu bisa bebas dari belenggu ini" ucap Dara yang menyemangati dirinya.
Setelah kepergian suami dan mertuanya Dara menghubungi adiknya Riza.
"Assalamualaikum dek" ucap salam Dara kepada adeknya.
"Waalaikumsalam kak, ada apa?" Sahut Riza tanpa basa basi.
"Kamu sudah cari pengacara belum dek buat urus penceraian kakak?" Tanya Dara.
"Sudah kak, Riza jamin pasti kakak kenal sama pengacara yang aku pilih" ucap Riza sambil tersenyum.
"Siapa emangnya dek?, ciri-ciri nya gimana?, terus aku kenalnya dimana?" Tanya Dara yang bingung.
"Itu loh kak, temen satu kelas sama kakak waktu SD namanya mas Reyhan,kakak masih ingat gak?" Ucap Riza.
Dara mencoba mengingat ingat nama nama temennya waktu SD. Seketika ingatan Dara tertuju dengan temannya yang culun yang selalu pakai kacamata kebesaran.
"Reyhan yang anaknya culun dek?, sekarang dia jadi pengacara?" Tanya Dara setelah mengingat nama teman SD nya yang bernama Reyhan.
"Iya kak, tapi sekarang udah gak culun. Sekarang mas Reyhan orangnya putih, tinggi, ramah lagi, apalagi sekarang dia pengacara yang sudah memenangkan beberapa kasus yang ditangani saat dipersidangan tentang hak asuh anak, harta gono-gini" jawab Riza.
"Perubahan yang sangat drastis sekali. Kakak pengen ketemu orangnya, buat bahas tentang penceraian kakak dan berkas apa aja yang diperlukan" kata Dara, sungguh Dara tidak menyangka dengan perubahan Reyhan waktu SD dia culun pendiam dan sekarang mendengar perubahan Reyhan dari adiknya menurutnya perubahan yang sangat luar biasa.
"Kalau gitu aku kasih nomor telpon nya biar kakak bisa komunikasi langsung dan buat janji buat ketemu" jawab Riza.
"Boleh dek, kamu kasih nomornya sekarang ya" kata Dara.
"Iya kak, sebentar" ucap Riza.
Ting... Bunyi notifikasi masuk di handphone Dara.
"Sudah masuk kan kak?" Tanya Riza memastikan.
"Sudah dek, kalau gitu kakak tutup dulu ya telponnya" ucap Dara.
"Iya kak" sahut Riza singkat lalu mematikan sambungan telepon nya.
Setelah menelpon Riza, Dara melihat jam di handphone nya.
"Udah jam 2 siang, kalau tidur siang pasti sebentar lagi mas Bagas sama ibu sudah pulang. Kalau mereka sudah pulang alamat jam tidur siang terganggu" batin Dara di dalam hati.
Dara pun akhirnya memilih merebahkan tubuhnya di atas kasur.
.
.
.
Pukul 19:00 Bagas menjemput Dita ke apartemennya. Sesampainya di apartemen Bagas langsung masuk karena Bagas sangat hafal dengan sandi apartemen milik Dita.
"Sayang... Kamu sudah sampai ternyata" ucap Dita yang melihat Bagas sedang membuka pintu kamar.
"Iya yank, sudah siap?" Tanya Bagas sambil memandangi Dita yang sedang mengoles lipstik di meja riasnya.
"Sebentar lagi selesai yank,, tinggal pakai lipstik sama minyak wangi" ucap Dita.
Bagas menghampiri Dita dan berdiri dibelakang Dita kekasih gelapnya.
"Kamu cantik sekali yank" puji Bagas.
"Emang kemarin kemarin aku gak cantik ya mas" ucap Dita yang cemberut.
"Cantik kok. Tiap hari kamu selalu cantik" kata Bagas dengan tersenyum.
"Ya udah ayok kita berangkat sekarang mas" ajak Dita.
"Iya ayo" kata Bagas sambil menggandeng tangan Dita menuju mobil.
Sesampainya di rumah Dita disambut oleh ibu Dewi. Ibu Dewi yang memang sejak tadi diluar rumah mengamati calon menantunya. Bertapa senangnya ibu Dewi melihat penampilan calon menantu sangat berkelas. Untuk yang ini Bu Dewi sangat setuju untuk menjadi kan Dita menantunya.
"Eh,, calon mantu ibu yang cantik udah datang" ucap Bu Dewi dengan mata yang berbinar.
"Ibu bisa aja, ini Dita bawain kue bolu buat ibu. Kata mas Bagas ibu suka sama kue bolu" ucap Dita dengan senyum yang merekah sebari menyerahkan kue bolunya.
"Wah,, sebenarnya gak usah repot repot bawa buah tangan buat ibu. Cukup kamu mau datang ke gubuk nya Bagas aja, sudah membuat ibu senang " ucap Bu Dewi yang masih mempertahankan senyumnya dan menerima kue bolu yang diberikan dita.
"Gak repot kok Bu, itu tadi belinya juga searah dengan jalan kemari bu" ucap Dita.
"Ayo masuk Bu masak calon mantunya dibiarin berdiri terus diluar gak disuruh masuk nanti kalau diculik nyamuk gimana" goda Bagas yang menyuruh mereka masuk.
"kamu bisa saja cari perumpaan mas, kalau nyamuk nyulik aku yang ada nyamuknya yang mati gara gara aku pukul" sahut Dita.
"Oh iya. Sampai lupa ibu gak mempersilahkan mantu ibu masuk. Ayo nak masuk. Ibu sudah memasak menu spesial buat kamu" ucap Bu Dewi bohong. Ibu Dewi sengaja berbohong agar calon menantunya terharu sudah disambut dengan baik dan di masakan makanan spesial.
Dita menanggapi ucapan Bu Dewi dengan tersenyum, lalu masuk ke dalam rumah. Sesampainya di meja makan. Dita melihat hidangan yang sudah disiapkan Bu Dewi.
"Ibu yang masak semuanya?" Ucap Dita takjub. Menu yang dihidangkan terdiri dari kepiting saus Padang, ayam bakar beserta lalapannya, sate ayam, dan tak lupa kerupuk.
"Iya dong, kata Bagas kamu suka dengan kepiting saus padang jadi ibu masakin khusus buat kamu" alibi Bu Dewi yang sebenarnya semuanya beli di restoran.
Bagas yang mendengar ibunya berbohong menahan ketawa dan geleng geleng kepala.
Bagas sendiri tau kalau ibunya gak bisa memasak yang berbau seafood.
"Makasih ya Bu, sudah mau menerima Dita jadi istri kedua mas Bagas Sampek Sampek Dita mau datang ke sini ibu repot masak lauk kesukaan Dita" ucap Dita yang sedikit terharu.
" Enggak kok, tadi gak ada acara makanya bisa masak semua ini" ucap Bu Dewi.
"Ibu sendirian aja yang masak? Lah mbak Dara enggak bantu ibu masak?" Ucap Dita sengaja menyebut nama Dara karena Dita tidak melihat keberadaan istri pertama Bagas.
"Dara itu kalau ngerjain sesuatu itu lelet. Ibu jadi gak sabar kalau di bantu sama dia. Kerjaan dia sukanya juga cuma rebahan doang, gak mau bantu ibu bersih bersih rumah" ucap Bu Dewi yang menjelekkan jelekan kayla
"Oh iya Gas, coba kamu panggil Dara, kok belum gabung sih. Ajak dia kesini agar dia bisa lebih dekat dengan adek madunya" lanjut bu Dewi yang memerintahkan Bagas memanggil istrinya.
"Iya Bu, Aku ke kamar dulu" ucap Bagas ke ibunya.
"Yank, mas tinggal dulu mau panggil Dara" pamit Bagas kepada Dita.
"Iya mas, jangan lama-lama ya" ucap Dita.
Bagas berjalan menuju kamarnya.
Tok
Tok
Tok
Bagas mengetuk pintu kamar karena Dara mengunci pintu kamarnya.
"Dek, buka pintunya, ayo ke ruang makan ibu sama Dita sudah menunggu" ucap Bagas.
Ceklek
Tanpa menunggu lama Dara sudah membuka pintu kamarnya.
"Sudah datang ya mas, maaf aku gak dengar suara mobil kamu. Makanya aku belum keluar" ucap Dara bohong, sebenarnya Dara mendengar suara mobil suaminya.
Bagas yang melihat penampilan Dara dari atas sampai bawah merasa terpesona. Penampilan malam ini sangat berbeda. Dara merias wajahnya dan gamis yang digunakan merupakan gamis dengan merek yang ternama.
"Mas.." panggil Dara yang menyadarkan Bagas dari lamunannya
"Kamu cantik" puji Bagas tanpa sadar.