NovelToon NovelToon
VELVET & GASOLINE

VELVET & GASOLINE

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Di bawah langit London yang selalu kelabu, Juliatte Fontaine hidup dalam jadwal yang diatur ketat. Baginya, keamanan adalah segalanya.
Maka, ketika gerombolan motor The Ravens menderu di depan gerbang sekolah dengan asap knalpot dan aroma pemberontakan, Juliatte hanya merasakan satu hal, kejijikan.

Puncaknya adalah William Wilson. Cowok itu adalah personifikasi dari semua yang Juliatte benci. William adalah alasan adiknya hampir celaka dalam sebuah tawuran antar-geng motor di Camden. Bagi Juliatte, William adalah kriminal, bagi William, Juliatte hanyalah gadis kaca yang akan pecah jika menyentuh realita.

Namun, sebuah insiden memaksa mereka dalam satu situasi pelarian. Juliatte melihat sisi London yang tak pernah ada di buku sejarahnya, dan William menyadari bahwa gadis kaca ini punya api yang lebih besar dari percikan mesin motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Sang Ayah

Begitu SUV hitam William dan sedan mewah keluarganya menghilang di balik gerbang otomatis, keheningan di lobi mansion Fontaine pecah oleh suara gebrakan meja konsol marmer.

Arthur Fontaine berbalik dengan wajah yang kini bukan lagi merah padam, melainkan ungu karena murka. Ia tidak melihat dukungan keluarga Wilson sebagai sebuah peluang, melainkan sebuah ancaman terhadap otoritasnya.

"Apa yang kau pikirkan, Juliatte?!" bentak Arthur, suaranya menggelegar hingga ke langit-langit lobi yang tinggi. "Kau pikir dengan membawa mereka ke sini, kau terlihat hebat? Kau merusak martabat keluarga ini! Seorang putri Fontaine pulang pagi dengan seorang berandal motor, diantar oleh orang tuanya seperti anak hilang yang baru ditemukan di selokan!"

Juliatte tersentak, bahunya yang tadi tegak mulai gemetar. "Ayah, mereka membantuku. Mereka memperlakukanku dengan manusiawi..."

"Manusiawi?!" Arthur tertawa sinis. "Kau hanyalah pion! Dan sekarang kau membuat pion itu terlihat murahan di mata kolega kita! Apa yang akan dikatakan orang-orang saat tahu kau mengemis perlindungan pada keluarga Wilson karena kau tidak becus menjaga namamu sendiri?"

Namun, sebelum Arthur bisa melanjutkan makiannya, Madam Vivienne melangkah maju. Kali ini, ia tidak berdiri di samping suaminya. Ia berdiri tepat di depan Juliatte, menghalangi pandangan Arthur.

"Cukup, Arthur!" suara Vivienne tenang namun tajam. "Jangan konyol. Jika kau punya sedikit saja otak bisnis yang tersisa, kau akan sadar bahwa dukungan Eleanor Wilson jauh lebih berharga daripada semua investasi yang ditawarkan pria hidung belang seperti Sebastian."

Vivienne berbalik menatap putrinya, ada kilat apresiasi yang langka di matanya. "Juliatte melakukan hal yang benar. Menjalin hubungan dengan keluarga Wilson adalah langkah strategis yang jenius. Jika dia bisa membuat William Wilson bertekuk lutut, itu berarti dia memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang kau bayangkan."

Arthur ternganga, tak percaya istrinya justru mendukung penyimpangan aturan ini.

Di sudut ruangan, Sebastian yang sejak tadi menyaksikan perdebatan itu merasa posisinya benar-benar terpojok. Ia melihat bagaimana Vivienne kini memihak Juliatte dan bagaimana pengaruh keluarga Wilson berdiri kokoh di belakang gadis itu. Keberaniannya untuk bersikap kurang ajar semalam mendadak lenyap, berganti dengan ketakutan akan hancurnya reputasi bisnisnya jika keluarga Wilson turun tangan.

"Tuan Fontaine, Madam," Sebastian memotong dengan suara yang sedikit bergetar sambil merapikan jasnya. "Saya rasa... suasana di sini sedang tidak kondusif. Saya memiliki janji lain di kantor. Saya pamit dulu."

Tanpa menunggu jawaban, Sebastian melangkah cepat keluar, nyaris berlari menuju mobilnya. Ia tahu, permainannya baru saja menemui jalan buntu yang sangat berbahaya.

Arthur menunjuk ke arah pintu yang tertutup setelah Sebastian pergi. "Lihat! Kau baru saja mengusir investor terbesar kita!"

"Dia bukan investor, Arthur. Dia adalah benalu," balas Vivienne dingin. Ia kemudian memegang pundak Juliatte.

 "Masuk ke kamarmu, Juliatte. Mandi, dan ganti pakaianmu dengan yang pantas. Kita akan bicara lagi nanti tanpa teriakan ayahmu."

Juliatte mengangguk pelan, ia menaiki tangga tanpa menoleh ke belakang. Di dalam hatinya, ia merasa sedikit menang, namun ia tahu perang yang sesungguhnya dengan sang ayah baru saja dimulai. Di dalam saku roknya, ia meremas ponselnya, menunggu satu pesan dari William yang kini menjadi satu-satunya sumber kekuatannya.

Harapan Juliatte tentang dukungan tulus ibunya hancur berkeping-keping dalam hitungan menit. Begitu pintu kamar tertutup dan mereka hanya berdua, Madam Vivienne tidak memeluknya. Sebaliknya, ia menarik pita ukur dari saku gaun rumahan mahalnya dengan gerakan yang mekanis.

"Berdiri tegak, Juliatte," perintah Vivienne dingin.

Pita ukur itu melilit pinggang Juliatte dengan kencang, nyaris membuatnya sulit bernapas. Vivienne berdecak tidak suka melihat angka yang tertera. Ia kemudian menarik pelan rambut Juliatte, memeriksa kilaunya di bawah lampu kristal, sebelum menyuruh putrinya naik ke atas timbangan digital di pojok kamar mandi.

"Bagaimana kalau berat badanmu kita turunkan menjadi 40 kg saja, Juliatte?" Vivienne bergumam sambil mencatat sesuatu di tabletnya. "Sepertinya itu akan sangat sempurna jika kau disandingkan dengan William Wilson. Kau harus terlihat seperti porselen yang rapuh namun mahal di samping pria sekuat dia. Itu akan membangkitkan instingnya lebih jauh."

Juliatte terpaku. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, merasa seolah ia bukan lagi manusia, melainkan pajangan yang sedang dipoles untuk dilelang ke penawar yang lebih tinggi. 40 kg untuk tinggi badannya adalah kegilaan yang membahayakan nyawa.

"Maman... itu tidak sehat," bisik Juliatte ngeri. "Aku bisa pingsan."

"Kau tidak akan pingsan jika kau mengikuti diet ketat yang Maman atur. Ini demi masa depanmu. Kau sudah mendapatkan Wilson, sekarang kau harus memastikan dia tidak akan pernah berpaling darimu karena sedikit saja lemak di pipimu."

Setelah Vivienne keluar dengan setumpuk instruksi baru dan jadwal olahraga yang lebih gila, Juliatte segera mengunci pintu. Tangannya gemetar hebat saat meraih ponsel di bawah bantal. Ia mengetik pesan singkat dengan air mata yang mulai jatuh membasahi layar.

Will, aku tidak masuk sekolah hari ini. Madam mengunciku. Dia ingin aku menurunkan berat badan sampai 40 kg untukmu. Aku takut, Will. Aku merasa seperti barang pajangan yang sedang dikuliti.

Di School Jude’s, suasana kantin sedang sangat ramai, namun meja The Ravens terasa tegang. Begitu ponsel di saku jaket William bergetar, ia segera membacanya.

Seketika, rahang William mengeras hingga urat di lehernya menonjol. Ia berdiri dengan sentakan kasar hingga kursinya terjatuh ke belakang, menimbulkan bunyi dentuman yang membuat seluruh kantin terdiam.

"Ada apa, Will?" tanya Jax yang langsung menutup laptopnya, menyadari perubahan aura pemimpinnya.

"Gila," desis William, matanya berkilat penuh amarah yang murni. "Ibunya benar-benar gila. Dia mencoba membunuh Juliatte pelan-pelan hanya untuk menjadikannya boneka pajangan di sampingku."

William menyambar kunci motornya yang tergeletak di meja.

"Kau mau ke mana? Pelajaran sejarah sebentar lagi mulai!" seru Sonia yang ikut panik melihat wajah William.

"Persetan dengan sejarah," balas William tajam. Ia menoleh ke arah Jax dan Ethan.

"Siapkan motor kalian. Kita akan menjemput Juliatte. Dan kali ini, aku tidak akan membiarkan dia kembali ke rumah terkutuk itu, meskipun aku harus membakar gerbangnya."

William melangkah lebar keluar dari sekolah, meninggalkan kehebohan di belakangnya. Di kepalanya hanya ada satu bayangan: Juliatte yang ketakutan di dalam kamarnya yang mewah namun terasa seperti penjara.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍😍

1
listia_putu
ngakak ketawa, pas surat cinta diselipin di knalpot motor ethan🤣🤣🤣
Zoya Humaira
Akuu sukaaaa tthoor,,💪💪💪
Zoya Humaira
Kereeeen otoor ,,,tetap semangaat yaaa
Fbian Danish
wow... crazy up...... tingkyu otor,....😄😄
Fbian Danish
terima kasih update nya Thor.... ceritamu bagusss sekali sukakkkkkkkkkkkk❤️❤️❤️
Lisna
suka banget sama cerita yang inii😍😍
Lisna
thor ini udah jam 8 lebihh🤭🤭nungguin🤭🤭
Ros_10: Terharuuu😍😍😍
total 1 replies
Lisna
lanjutt kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!