NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 Badai di Balik Pintu ICU

Ila memonyongkan bibirnya, tidak terima. "Ih, tapi ini gosipnya tentang Bak Rina sendiri! Masa Bak nggak mau tau?"

Rina melirik ke arah Gus Azkar yang sedang memperhatikannya dengan tatapan teduh. Entah kenapa, melihat suaminya yang "ustadz galak" itu sedang mendengarkan mereka, Rina jadi merasa sedikit malu.

"Sudah, Ila. Bak Rina butuh istirahat, bukan butuh asupan gosip," potong Gus Azkar lembut namun tegas, sambil melangkah mendekat.

Ila menoleh ke arah Azkar, lalu kembali menatap Rina. "Tuh kan, Bak! Gosipnya itu soal Gus Azkar! Tadi pas Bak koma, Gus Azkar nangis-nangis di pojokan sampai bajunya penuh darah. Terus dia juga..."

"Ila!" potong Azkar cepat, wajahnya mendadak memerah karena rahasianya dibongkar oleh anak kecil berusia 14 tahun itu.

Rina tertegun. Ia menatap Gus Azkar yang tampak salah tingkah, lalu beralih ke Bian yang hanya mengangguk pelan mengonfirmasi ucapan Ila. Hati Rina yang tadinya keras dan takut, perlahan mulai mencair. Ternyata, pria yang ia anggap "monster" yang merampas kebebasannya itu, bisa menangisinya sedalam itu.

"Beneran, Mas menangis?" tanya Rina pelan, ada nada menggoda sekaligus haru dalam suaranya.

Gus Azkar berdeham, mencoba mengalihkan pembicaraan sambil merapikan selimut Rina. "Itu... itu karena Mas merasa bertanggung jawab. Sudah, jangan dengarkan Ila. Dia itu kompor."

Ila menjulurkan lidahnya ke arah Azkar.

"Kompor-kompor begini, aku yang jagain Bak Rina paling setia!"

____________________________________________________

Suasana menjadi sangat cair dan menyenangkan. Sepertinya hubungan Rina dan Gus Azkar mulai membaik.

____________________________________________________

Ila yang tidak menyadari kondisi fisik Rina yang masih sangat lemah terus saja berceloteh. "Iya kan, Bak Rina? Gus Azkar itu aslinya panik banget, sampai-sampai..."

"Iya sayang..." gumam Rina terputus. Suaranya mendadak mengecil dan parau. "Udah ya... kepala Bak pusing banget ini. Rasanya kek mau pingsan lagi."

Rina memejamkan matanya rapat-rapat, tangannya yang menggenggam tangan Ila perlahan melemas. "Bayangan kamu... memudar, Dek..."

"Bak? Bak Rina! Jangan bercanda, Bak!" Ila panik saat merasakan tubuh Rina kembali terkulai.

Gus Azkar yang menyadari perubahan drastis itu langsung sigap menekan tombol darurat. Monitor jantung yang tadinya berirama tenang kembali mengeluarkan bunyi peringatan yang nyaring. Mata Rina tertutup sempurna, ia kembali jatuh ke dalam kegelapan, melanjutkan masa komanya yang sempat terjeda sesaat.

"Keluar! Semua harap keluar!" bentak perawat yang masuk dengan terburu-buru.

Gus Azkar menarik Ila yang menangis histeris ke luar ruangan. Di koridor, suasana kembali mencekam.

Kegembiraan singkat tadi menguap begitu saja, berganti dengan ketegangan yang lebih berat.

Tepat saat itu, langkah kaki terburu-buru terdengar dari ujung lorong. Ibu dan Bapak Rina datang dengan wajah yang sangat pucat. Sang Ibu bahkan harus dipapah oleh suaminya karena kakinya lemas mendengar kabar putrinya kritis.

"Azkar! Bagaimana keadaan Rina, Nak?" tanya Bapak Rina dengan suara gemetar.

Tangis Sang Ibu

Gus Azkar hanya bisa menunduk dalam-dalam. "Rina... tadi sempat sadar sejenak, Pak, Bu. Tapi sekarang kondisinya drop lagi."

Mendengar itu, Ibu Rina langsung luruh di lantai. "Ya Allah, Rina... Maafkan Ibu, Nak. Ibu yang salah sudah memaksamu menikah secepat ini," isaknya pecah di koridor rumah sakit. "Harusnya Ibu dengerin kamu yang masih mau sekolah... Ibu nggak tahu kalau kamu bakal seputus-asa ini."

Gus Azkar mendekat, ia berlutut di samping mertuanya dengan tatapan penuh penyesalan. "Bukan hanya Ibu, saya juga bersalah. Saya terlalu keras padanya."

Penyesalan di Ambang Pintu

Bapak Rina menatap Azkar, lalu menatap Bian yang berdiri tidak jauh dari sana. Sebagai orang tua, ia menyadari bahwa ambisi mereka untuk menjodohkan Rina dengan seorang Gus telah menghancurkan keceriaan putri satu-satunya itu.

"Jika Rina bangun nanti..." Bapak Rina bicara dengan nada berat, "Azkar, tolong... jangan paksa dia lagi. Biarkan dia jadi dirinya sendiri. Kami sudah hampir kehilangannya sekali, kami tidak mau kehilangan dia selamanya."

Gus Azkar mengangguk pelan. Ia menatap ke dalam ruang ICU melalui kaca kecil di pintu. Rina di sana kembali berjuang melawan kegelapan. Dan kali ini, Azkar bersumpah, jika Rina bangun, ia akan melepaskan segala keangkuhannya demi melihat senyum gadis SMA itu kembali.

____________________________________________________

Situasi kembali kritis, dan kini seluruh keluarga sudah berkumpul dalam penyesalan.

____________________________________________________

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!