NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pengawal

Terjerat Cinta Sang Pengawal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna_Ama

Siena Hartmann, gadis keras kepala dan sedikit bar-bar, selalu bisa membuat ayahnya pusing tujuh keliling. Tapi siapa sangka, di balik tingkahnya yang bebas, ada pria yang diam-diam selalu ada saat dia butuh.

Bastian Asher Grayson, muncul di hidupnya sebagai bodyguard baru dikeluarga Hartmann. Dia profesional, dingin, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat hati Siena berdebar meski dia menolak mengakuinya.

Hingga skandal di malam wisuda membuat mereka terpaksa berada dalam satu atap, dan keputusan mengejutkan pun diambil. Namun, sesuatu tentang pria itu masih disembunyikan. sesuatu yang bila terungkap, bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE TIGA PULUH TIGA

Siena memang sengaja tidak berlama-lama berada di apartemen Bastian. Sekitar dua jam setelahnya, ia mulai bersiap untuk pulang.

Sebelum benar-benar pergi, Siena sempat memberi tahu Bastian bahwa bulan depan ia akan melaksanakan wisuda. Jika saat itu Bastian masih sakit, ia tidak masalah bila pria itu tidak bisa datang menjemput atau menjaganya.

Jujur saja, sekarang Siena mulai merasa nyaman dengan keberadaan Bastian. Pria itu seolah melindunginya bukan hanya karena profesinya sebagai bodyguard.

Tapi, seperti ada sesuatu lain dari sikap Bastian yang terasa tulus.

Siena meraih tasnya yang tergeletak di atas sofa, lalu menyampirkannya ke bahu.

Sementara, Bastian masih berada didalam dapur. Ia baru saja merapikan piring dan gelas yang tadi ia gunakan untuk menyiapkan makanan bagi Siena.

Setelah selesai, Bastian bersandar sebentar di dekat meja dapur dengan kedua tangan terlipat di dada.

Saat Siena berbalik, pria itu sedang menatapnya dengan ekspresi yang sulit ditebak.

"Wisuda, ya?"

Nada suara Bastian rendah, hampir seperti gumaman. Tapi, masih bisa didengar oleh Siena.

"Iya, kenapa?" Sahut Siena

"Akhirnya setelah perjuangan ku selama empat tahun berakhir sudah". Lanjutnya bergumam lirih seraya menyunggingkan senyum kelegaan, seolah beban yang ia pikul terasa menjadi ringan begitu saja.

Bastian tidak langsung menanggapi. Ia hanya mengamati wajah Siena beberapa detik, seolah sedang menilai sesuatu.

"Hm." Satu gumaman pendek keluar dari bibirnya.

Tatapan itu membuat Siena sedikit tidak nyaman. Perempuan itu mengernyitkan dahi tipis.

"Kenapa melihat ku seperti itu?" ujar Siena

Bastian mengangkat alis samar, lalu mendorong tubuhnya menjauh dari meja dapur. Ia melangkah perlahan mendekati Siena dan berhenti beberapa langkah darinya.

"Tidak apa-apa." Jawab Bastian santai

"Kalau tidak apa-apa, kenapa diam?" Ucap Siena lagi, kali ini menatap Bastian dengan mata yang memicing.

Bastian menghembuskan napas pendek. Tatapannya turun sejenak ke tas yang tersampir di bahu Siena, lalu kembali menatap wajah perempuan itu.

"Saya hanya baru sadar saja." Kata Bastian

"Sadar apa?"

"Ternyata saya sedang menjaga calon sarjana."

Mendengar itu, Siena langsung mendengus pelan. Ia memutar bola matanya dengan ekspresi kesal.

"Lalu?"

"Tidak ada lalu."

Jawaban itu membuat Siena semakin menyipitkan matanya.

"Kalau begitu kenapa nadamu seperti meragukan aku seperti itu?"

Sudut bibir Bastian terangkat tipis, hampir seperti senyum mengejek.

"Saya hanya sedikit heran."

"Heran kenapa?"

Bastian mengangkat bahu santai, berjalan menuju kursi sofa lalu duduk disana dengan santai.

"Karena sikap nona, kadang tidak seperti seseorang yang hampir menyelesaikan kuliahnya." Kata Bastian

"Maksudmu?"

"Kadang nona masih seperti anak SMA yang keras kepala."

Mendengar itu, Siena langsung melangkah satu langkah mendekati Bastian lalu menunjuk wajah pria itu dengan jari telunjuknya.

"Bicara sekali lagi, ku pukul kamu Bas!".

Ancaman itu justru membuat Bastian terkekeh pelan. Ia menatap Siena dengan sorot mata yang sedikit berubah. Lebih melunak dan lebih hangat dari biasanya.

Beberapa hari mengenal dan dekat dengan Siena, baru kali ini ia melihat perempuan itu berbicara tanpa dinding dingin yang biasanya ia pasang. Tapi, tetap saja sifat bar-bar dan keras kepalanya tidak hilang sedikitpun.

"Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?" ujar Siena dengan dahi yang mengerut kebingungan.

Bastian tak langsung menjawab, ia menyandarkan punggung lebar nya disandaran kursi. Dan, tanpa aba-aba ia menarik pergelangan tangan Siena yang tadi menunjukkan nya.

Gerakan nya cepat sekali, Siena sampai memekik terkejut.

"Bas!!!"

Siena kehilangan keseimbangan tubuhnya dan hampir saja jatuh terduduk dipangkuan Bastian.

Tapi, untung saja Siena menahan diri dengan cepat pada sandaran sofa. Sekarang posisi mereka sangat dekat.

Terlalu dekat.

Bastian masih memegang pergelangan tangan Siena yang terasa hangat.

"Kalau nona ingin memukul saya". Bastian berucap dengan suara yang rendah. "Sebaiknya nona berpikir dua kali".

Siena menatapnya tidak percaya.

"Kenapa? kamu pikir aku takut dengan mu, Bas?" ucap nya dengan begitu percaya diri

Bastian menyunggingkan senyum tipis menyeringai, tangan sebelahnya tanpa permisi melingkar dipinggang ramping Siena lalu menekan nya pelan.

Ia dekatkan wajahnya pada telinga gadis itu lalu berbisik.

“Justru itu yang saya khawatirkan Nona,” bisiknya rendah, “saya takut tidak bisa menahan diri dan balas memukul anda dengan cara lain.”

Deg!

Tubuh Siena membeku di tempat saat napas Bastian yang beraroma mint menyentuh hangat kulit wajahnya.

Perempuan itu refleks menahan napas.

“A-apa maksudmu, Bas?” ucapnya terbata.

Bastian tidak langsung menjawab.

Tatapannya justru turun perlahan ke wajah Siena yang kini begitu dekat dengannya, seolah sedang menikmati reaksi gadis itu.

Tangannya yang masih melingkar di pinggang Siena sedikit menahan ketika perempuan itu mencoba menjauh.

“Bukannya Nona sendiri yang menantang saya?” gumamnya rendah.

Wajah Siena langsung memanas.

“Itu hanya—”

Kata-katanya terpotong ketika Bastian sedikit memiringkan kepala, mendekat lagi beberapa senti.

Napas hangatnya kembali menyentuh kulit Siena.

“Hanya apa?” bisiknya.

Siena langsung menelan ludah.

Ia mencoba mendorong bahu Bastian pelan.

“Bas… jangan dekat-dekat.”

Bastian malah tersenyum tipis.

“Tadi Nona yang datang mendekat.”

“Aku tidak—”

Bastian mengangkat alis, menatapnya penuh arti.

“Tidak?”

Siena langsung kehilangan kata-kata.

Beberapa detik mereka hanya saling menatap dalam jarak yang terlalu dekat itu.

Lalu dengan kesal Siena menepuk dada Bastian.

“Dasar menyebalkan!”

Bastian justru terkekeh pelan. Tawa rendah itu justru membuat wajah Siena semakin panas.

Perlahan tangan pria itu akhirnya terlepas dari pinggangnya. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Siena untuk menjauh.

Ia berdiri tegak dengan cepat dari posisi setengah membungkuk tadi, lalu merapikan tas di bahunya seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun gerakannya sedikit tergesa.

Siena memalingkan wajah, berusaha menenangkan napasnya yang sempat kacau.

"Dasar tidak waras!" gerutu Siena

Bastian masih duduk santai di sofa, memperhatikan setiap gerakan Siena dengan sorot mata yang sulit ditebak.

Siena sudah melangkah menuju pintu apartemen ketika tiba-tiba ia berhenti.

Beberapa detik ia terdiam, lalu menoleh sedikit ke arah Bastian.

“Oh iya jangan lupa satu bulan lagi aku wisuda. Pastikan kau sudah harus sembuh Bas. Jika tidak aku akan menghukum mu". Ancam Siena seraya menunjuk kembali kearah Bastian dengan jari telunjuknya, mata pun juga ikut memicing.

Bastian tersenyum tipis, lalu beranjak dari duduknya melangkah mendekat Siena.

Refleks gadis itu mundur saat Bastian berhenti tepat didepannya. Tubuhnya yang menjulang tinggi membuat Siena harus mendongak ketika menatapnya.

Bastian membungkukkan sedikit tubuhnya. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celana.

Kemudian, ia berkata:

"Dengan senang hati saya akan menerima hukuman dari nona".

.

.

.

Bersambung....

1
vnablu
wahh apakah jodohnya Han juga akan muncul di cerita ini buna??...aku setuju banget kalau emang iyaa😄😄😄
Buna_Ama 🌺: mau request siapa jodohnya han 😅
total 1 replies
vnablu
ayooo Buna minimal kasihh visual lahh biar nggak kepo aku nya😌😌
Buna_Ama 🌺: besok yaa kapan2 buna kasih visual 🫶
total 1 replies
vnablu
kurang ajar kamu bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💝F&N💝
mana up nya hari ini
Buna_Ama 🌺: bentar yaa.. nunggu lulus review 🙏🫶
total 1 replies
vnablu
lanjut bunaa semangat terus 😄😄
Naufal Affiq
lanjut kak
💝F&N💝
soo sweet bingit, kak
ayo lanjut lagi

secangkir kopi susu manis untukmu
sebagai teman up date

ok👍👍👍
Buna_Ama 🌺: terimakasih 🥰🫶🫶
total 1 replies
vnablu
hukumnya cium ak Bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: heii antriii, buna duluan yaa 😌🤣
total 1 replies
Naufal Affiq
oh bastian kau yang terbaik untuk siena,buat siena jatuh cinta sama mu bas,aku mendukungmu
Buna_Ama 🌺: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Naufal Affiq
lanjut buna
Buna_Ama 🌺: beberapa hari ini buna up nya cuma satu bab dulu aja ya. di rl lagi sibuk 🙏🙏🫶
total 1 replies
💝F&N💝
ayo lanjut lagi yg banyak
tetap semangat yaaaaa
vnablu
ciee yang udah mulai dekat 😄😄🤭
vnablu
kamu pikirr Bastian 🐶 menggonggong 😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣😭😭😭
total 1 replies
Naufal Affiq
memang yang terbaik kau seina,babang tampan sudah menunggu mu
Buna_Ama 🌺: siena bukan seina😭
total 1 replies
💝F&N💝
good👍👍
lanjut
vnablu
ayoo Bas sebaiknya jujur takutnya nanti Siena salah paham nanti ngira kamu itu mata mata 🤭🤭
vnablu
kira" apa yang penting yaa Emmm 🤔🤔 curiga ak Van sma kamu apa kamu adaa wanita lain di belakang Siena😄😄
💝F&N💝
up lagi dooooooong
Buna_Ama 🌺: sabar ya nunggu lulus review dulu 🙏
total 1 replies
vnablu
kalauuu rindu bilang lahh😄😄
Eliermswati
lnjut q tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!