NovelToon NovelToon
Duo Joker

Duo Joker

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dosen / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:748.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Dipa dan Gilang membuat resah tetua di keluarganya, karena sampai sekarang masih berstatus jomblo. Mereka pun berinisiatif untuk mencarikan jodoh yang tepat untuk keduanya.

Ternyata perjalanan mencarikan jodoh untuk kedua pria itu tidak semudah membalik telapak tangan.Butuh trik khusus dan rencana matang agar keduanya bisa mendapatkan jodoh sesuai keinginan masing-masing.

Seperti apakah jodoh yang akan menjadi pendamping hidup mereka? Sanggupkah calon jodoh mereka menghadapi tingkah keduanya yang ajaib dan terkadang membuat malu sampai ke ubun-ubun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rival

“Keira..”

“Fahril..” panggil Keira.

Kepala Dipa sontak melihat pada pria yang dipanggil Fahril oleh Keira. Dia mengenal nama itu karena Keira baru saja menceritakannya beberapa hari lalu. Lelaki itu adalah teman sekaligus rekan bisnis Keira. Bersama dua orang teman lainnya, Keira dan Fahril memutuskan untuk mendirikan Happy Tours and Travel.

“Kamu kapan datang?”

“Tadi malam.”

“Ada urusan di sini?”

“Ngga ada. Sengaja mau nyusul kamu. Mau bantu kamu jadi tour guide.”

“Ayo naik ke bis. Kita mulai kerja sekarang.”

Dengan senang Fahril menuruti perkataan wanita yang diam-diam disukainya sejak masih kuliah. Ketika Keira menawarinya untuk mendirikan perusahaan Tours and Travel, tentu saja dia menyambutnya dengan sukacita. Bahkan Fahril adalah pemegang saham terbesar di perusahaan ini. Ayahnya adalah seorang pengusaha tambang. Tentu saja masalah modal bukan hal sulit baginya.

Dipa mengajak Poonam masuk ke dalam bis. Di belakang mereka menyusul Keira dan Fahril. Dipa duduk bersama dengan Poonam. Pria itu duduk di bagian sisi. Dari sudut matanya dia bisa melihat Keira dan Fahril yang duduk bersama. Letaknya di belakang kursinya dengan posisi berseberangan.

“Siapa laki-laki itu?” tanya Poonam sambil berbisik.

“Dia temannya Keira. Mereka mengelola perusahaan Tours and Travel ini bersama-sama.”

“Sepertinya dia menyukai Keira.”

“Benarkah?”

“Aku ini sudah berpengalaman. Dari caranya melihat Keira, sudah pasti kalau dia menyukainya. Dia adalah sainganmu. Kamu harus hati-hati.”

“Kamu tahu soal aku menyukai Keira?”

“Tentu saja. Kamu tidak bisa mengelabui mata tuaku ini. terlihat jelas di wajahmu kalau kamu menyukainya.”

“Tapi belum tentu dia memiliki perasaan yang sama denganku.”

“Hey.. kenapa pesimis begitu? Kamu belum kalah, Keira juga belum tentu menyukai temannya itu. Tenanglah, aku akan membantumu.”

“Benarkah?”

“Tentu saja. Kamu dekati saja Keira, dan aku akan menjauhkan pria itu darinya. Bagaimana?”

“Ide bagus. Terima kasih sudah mau membantuku.”

“Tidak usah berterima kasih. Sudah tugas seorang ibu membantu anaknya meraih kebahagiaan bukan?”

Poonam mengedipkan sebelah matanya pada Dipa. Tentu saja Dipa senang mendengar ucapan Poonam. Bisa mengenal dan dekat dengan wanita itu merupakan anugerah untuknya. Dipa menolehkan kepalanya ke belakang. Nampak Keira dan Fahril masih berbincang. Tanpa sengaja mata Dipa dan Fahril saling memandang. Keduanya memancarkan sorot mata yang sulit diartikan. Dipa mengarahkan kembali pandangannya ke depan.

“Laki-laki di sana, siapa dia? Sepertinya dia bukan orang Pakistan.”

“Maksudmu Dipa?”

“Namanya Dipa? Apa kamu mengenalnya?”

“Aku baru mengenalnya saat dia mengikuti tour ini. Dia adalah anak dari teman papaku.”

“Kenapa dia ikut tour ini? Apa dia belum pernah ke Bali atau Lombok sebelumnya?”

“Tidak mungkin. Keluarganya adalah salah satu konglomerat di negara kita. Kamu pasti sudah mendengar nama keluarga Hikmat. Dia adalah generasi ke empat keluarga Hikmat.”

Kepala Fahril mengangguk pelan, namun perasaannya langsung tak enak mendengar latar belakang Dipa. Dia merasa pria itu ada maksud tersembunyi mengikuti tour ini. Sepertinya Dipa juga menaruh hati pada Keira. Fahril berpikir keras bagaimana caranya dia tidak kalah cepat dan mengutarakan isi hatinya pada Keira.

🌵🌵🌵

Sesampainya di Danau Bedugul, semua anggota tur diajak mengelilingi danau Bedugul atau yang dikenal juga dengan nama Danau Beratan menggunakan speed boat dan perahu. Suhu udara di danau ini terbilang sejuk karena berada di dataran tinggi. Cukup banyak aktivitas yang bisa dilakukan di danau ini, di antaranya mengelilingi danau menggunakan perahu dan mengunjungi Pura.

Dipa, Poonam, Keira dan Fahril berada dalam satu speed boat. Fahril ternyata orang yang sangat supel. Dalam waktu dekat dia sudah cukup akrab dengan Poonam. Sambil berkeliling menggunakan speed boat, Fahril menerangkan tentang danau ini pada Poonam.

“Wawasanmu ternyata luas sekali, Fahril. Wajahmu juga tampan. Apa kamu sudah punya pacar?”

“Belum.”

“Hey.. ada apa dengan kalian? Kalian berdua adalah pria-pria tampan. Tapi sampai sekarang masih betah sendiri. Apa ada perempuan yang kamu suka?”

“Tentu saja ada. Hanya saja aku masih belum punya kesempatan untuk mengatakan isi hatiku padanya.”

Dipa hanya berdecak saja mendengar ucapan Fahril. Dia yakin seribu persen kalau perempuan yang disukai Fahril adalah Keira. Saat mengatakan ada wanita yang disukainya, pria itu melirik pada Keira. Namun sepertinya Keira masih belum menyadari perasaan Fahril padanya.

Setelah mengelilingi danau, semua anggota tur juga menyempatkan diri mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan. Pura ini berada di tepi Danau Beratan. Fahril mengajak semua anggota tur berkeliling Pura sambil menerangkan sejarah asal muasal Pura ini. Pria itu menerangkan menggunakan bahasa Inggris dan Keira menerjemahkannya ke dalam bahasa Hindi agar lebih dimengerti oleh anggota turnya.

Selain mengunjungi Pura, mereka juga mengunjungi taman bunga. Selanjutnya mereka mengunjungi Danau Tamblingan. Selain menikmati pemandangan dan keindahan Danau Tamblingan, mereka juga menikmati makan siang di sini. Poonam mengajak Dipa terus mengikuti Keira dan Fahril. Tidak membiarkan mereka berduaan.

Usai makan siang dan menunaikan shalat dzuhur, mereka melanjutkan perjalanan. Kali ini mereka mengunjungi Danau Buyan. Letaknya tidak terlalu jauh dari Danau Tamblingan, hanya sekitar dua puluh menitan saja untuk tiba di sana. Pemandangan indah kembali tersaji di depan mata sesampainya di Danau Buyan.

Tidak banyak aktivitas yang bisa mereka lakukan di Danau Buyan. Mereka berkeliling sebentar sambil mengambil gambar. Dipa memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto dengan Keira. Fahril yang hendak menghampiri Keira, ditahan oleh Poonam. Wanita itu mengajak Fahril berfoto dan berkeliling dengannya.

“Jangan jauh-jauh dariku, sayang. Ayo temani aku berfoto,” Poonam memeluk lengan Fahril. Membawa pria itu menjauh dari Dipa dan Keira.

🌵🌵🌵

Dipa punya sekutu euy..

1
P_nR
keren pake banget 😘
tetap semangat dan terus berkarya 😘
Aura azzahwa
akaaiii,,,,lanjjuuutt biankaa🤣💪
Mama lilik Lilik
ceritanya luar biasa bagus banget, walaupun ad typo nya karena kita maklum KK nya pasti lelah hayati, terimakasih KK cerita nya selalu bikin ketawa,nangis sendirian,karena memang benar² bagus,ttp semangat berkarya, terimakasih 🙏
ida wati
iya mak sangat2 berkesan banget, kayak gak rela aja kalo ada part mereka pergi spt tetua kelurga Ramadhan /Sob//Sob//Sob/
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 puas banget akoh 🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wapres jomblo melepaskan masa jabatan 🤣🤣🤣
ida wati
koplak 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
mamvus 🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwk
ida wati
asli mulut si Gilang minta dilakban
ida wati
aya2 waeee syaithon dipanggil ate /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ida wati
timpuk napa wakilin gw 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwkkw 🤣🤣🤣
ida wati
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ida wati
prettt 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
emang kudu di CT Scan kayaknya kepala si Gilang 😄
ida wati
somflak semuaaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!