Kalila gadis yang berasal dari negara indonesia , dia mengalami kecelakaan pesawat saat akan menuju ke Negara I untuk melanjutkan kuliah s2 nya , namun jiwanya bukan pergi ke alam baka , melainkan masuk ke raga seorang gadis cantik yang bernama NEVA QUEEN MARTINEZ .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Jam sebelas malam Neva yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang , dia sama sekali tidak bisa memejamkan kedua matanya, Neva menoleh ke samping dan tersenyum melihat Hugo yang sudah terlelap begitu nyenyaknya , bahkan dia juga mendengar suara dengkuran halus dari Hugo , karna sulit untuk tidur Neva memilih turun dari atas ranjang , dan pergi ke balkon kamarnya , dia duduk sendiri di kursi panjang yang ada di teras balkon .
'' Kalila '' .
Neva lansung terlonjak kaget ketika ada yang memanggil nama aslinya ,dia langsung mendongak dan saat itu dia melihat jiwa Neva melayang di depannya .
'' Neva '' .
'' Kenapa belum tidur ?'' . Tanya jiwa Neva menghampirinya , sedangkan Neva atau Kalila dia masih syok , karna dirinya masih bisa melihat jiwa Neva .
'' Hei,, kenapa bengong '' . Seru jiwa Neva melambaikan tangannya di depan waja Neva .
'' Neva , ini kenapa aku bisa melihatmu ? , bukannya aku sekarang sudah ada di ragamu , bukan hanya jiwa yang gentayangan lagi '' . Tanya Neva merasa heran , sekaligus tidak percaya .
'' Aku juga tidak tahu , barusan aku pikir kamu tidak bisa melihatku , jadi aku mencoba memanggilmu , eh,, ternyata kamu merespon '' . Jawab jiwa Neva .
'' Apa kamu selalu ada di sekitarku ?'' . Tanya Neva .
'' Tidak , ini pertama kalinya aku menemuimu sejak kamu sadar dari koma '' . Jawab jiwa Neva yang kini duduk di samping Neva .
'' Terus , selama ini kamu ada dimana , gentayangan tak tentu arah ?'' . Tanya Neva yang langsung membuat jiwa Neva berdecak .
'' Ya tidak lah, aku punya tempat yang sangat indah , dan kebetulan hari ini aku ingin jalan jalan , jadi aku memilih menemui kamu saja '' . Jawab jiwa Neva dan Neva hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja .
'' Kenapa kamu belum tidur ?'' . Tanya jiwa Neva lagi .
'' Aku belum ngantuk , oh ya , kamu kenal yang namanya Fiona itu tidak ? , adiknya Kak Demian '' . Tanya Neva .
'' Kenal lah , dia kakak kelas aku , dia dulu tumbuh besar sama Kak Hugo , dia juga yang selalu menghalangiku untuk mendekati kak Hugo '' . Jawab jiwa Neva dengan kesal , karna teringat masa lalunya.
'' Kenapa ?, dia apa sudah kembali dari luar negri ''. Tanya jiwa Neva .
'' Iya , tadi pagi dia ke kantor Kak Hugo , udah gitu dia tiba tiba langsung meluk kak Hugo begitu saja '' . Jawab Neva dengan wajah penuh kekesalan , sedangkan jiwa Neva hanya terkekeh .
'' Kenapa kamu tertawa ?, apa ada yang lucu '' . Tanya Neva .
'' Kamu cemburu ?'' . Tanya jiwa Neva .
'' Cih,, untuk apa cemburu , aku hanya kesal saja , dia itu sudah menjelekkan namamu di depan Kak Hugo '' . Sangkal Neva , namun jiwa Neva malah tersenyum , dia tahu jika Kalila mulai menyukai suaminya .
'' Itu sudah biasa , aku tidak heran lagi '' . Sahut jiwa Neva .
'' Tapi apa kamu diam saja saat dia menghinaku di depan Kak Hugo ?'' . Tanya jiwa Neva .
'' Ya tidak lah , aku tampar pipi sok cantiknya itu '' . Sahut Neva menggebu gebu membuat jiwa Neva tertawa terbahak bahak , mungkin jika jiwanya masih ada di raganya , dirinya pasti tidak akan berani melakuakn itu pada Fiona ,karna dia tahu Hugo sangat melindungi Fiona .
Tanpa mereka sadari jika dari dalam kamar , Hugo yang terbangun melihat mereka berdua yang sedang asik mengobrol , dengan wajah yang tegang dan syok .
'' Ya sudahlah Kal , aku balik dulu ya , kapan kapan aku akan menemuimu '' . Pamit jiwa Neva .
'' Hati hati , eh,, kamu naik apa ke sini ?'' . Tanya Neva terkekeh .
'' Naik capung '' . Jawab jiwa Neva dan keduanya saling tertawa.
'' Cepat tidur Kal '' . Seru jiwa Neva yang langsung menghilang dengan sekejap .
'' Ok '' . Sahut Neva tersenyum , dan saat membalikkan tubuhnya , Neva terkejut melihat Hugo yang berdiri di depannya dengan tatapan mata yang sangat tajam .
'' Kak,, kak Hugo '' .
Hugo perlahan mendekat ke arah Neva yang masih berada di luar balkon , dengan menatap tajam Neva , yang mana membuat Neva memundurkan langkahnya karna takut .
'' Siapa kamu sebenarnya ?'' .
Degh
" Ke,, kenapa kak Hugo bisa bertanya seprti itu , apa jangan jangan dia bisa melihat jiwa Neva " . Batin Neva gugup .
'' Jawab,!! , siapa sebenarnya kamu ?!'' . Bentak Hugo membuat Neva memejamkan kedua matanya karna takut .
'' Aku, aku Neva '' .
'' Bohong !, kau pikir aku tidak bisa melihat kejadian barusan , cepat katakan siapa sebenarnya kamu , dan tadi siapa yang berbicara denganmu?, kenapa wajah kalian sama '' . cecar Hugo dengan mata menajam , yang mana membuat Neva ketakutan .
Hugo lalu duduk di sofa yang tadi sempat di duduki oleh jiwa Neva , dan mau tak mau Neva juga ikut duduk , namun Neva memilih duduk di sofa tunggal , sepertinya dirinya sudah tidak bisa merhasiakannya lagi pada Hugo pikirnya , dan dia mau tak mau harus mengatakan yang sebenarnya pada Hugo .
'' Aku akan mengatakan semuanya pada Kak Hugo , dan setelah itu terserah Kak Hugo mau percaya apa tidak , yang jelas aku bicara fakta '' . Tukas Neva.
'' Hem '' . Sahut Hugo datar .
Sebelum bercerita Neva menarik nafasnya dalam , untuk menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan .
'' Tadi yang bicara denganku , dia arwah Neva '' . Ucap Neva membuat Hugo membelalakkan kedua matanya .
'' Ar,, arwah ''. Beo Hugo .
'' Iya , tadi arwah Neva , sebenarnya Neva sudah meninggal sejak dia mengalami kecelakaan mobil , namun entah apa yang terjadi , jiwaku masuk ke dalam raga Neva , yang mana membuat Neva kembali hidup '' . Ujar Neva pelan .
'' Lalu , siapa kamu ?, dan kenapa jiwamu bisa masuk ke dalam raga Neva '' . Tanya Hugo .
'' Aku Kalila , mahasiswi asal Indonesia yang akan melanjutkan S2 di kampus yang aku tempati saat ini , dimana hari saat Neva kecelakaan , di saat itu bersamaan dengan pesawat yang aku tumpangi juga kecelakaan , membuat seluruh penumpang mati dengan tubuh yang hancur , begitu juga denganku , aku fikir jika aku sudah mati mengingat betapa besarnya ledakan peswat itu , namun siapa yang mengira saat aku membuka kedua mataku ,orang yang pertama aku lihat orang tua Neva , dan yang semakin membuatku terkejut mereka memanggilku Neva, padahal namku Neva '' . Cerita Neva panjang lebar .
Sedangkan Hugo dia terdiam , dia juga tahu jika ada kecelakaan pesawat beberapa bulan yang lalu , dan kabar yang ia dengar jika seluruh tubuh penumpang dan awak pesawat hancur tak berbentuk , bahkan identitas penumpang juga sangat sulit di temukan , mau menolak untuk tidam percaya , tapi tadi dia bisa melihat sendiri jiwa Neva yang melayang dan menghilang , dan dia memang melihat perubahan Neva saat setelah mengalami kecelakaan yang pertama kali , Neva yang bisanya selalu tersenyum dan menempel padanya , Neva berubah dingin dan datar , tapi yang paling utama perubahan sifat Neva yang seperti itu yang mampu membuatnya perlahan jatuh hati dan takut akan kehilangannya .
'' Sekarang terserah Kak Hugo mau percaya apa tidak , aku sudah mengatakan semuanya '' . Ucap Neva dengan pasrah .
'' Apa jiwa Neva bisa kembali lagi ?'' . Tanya Hugo tiba tiba .
Degh
Tiba tiba jantung Neva berdetak tidak karuan , dia merasakan ada bongkahan batu yang menghantam dadanya , sesak dan sakit rasanya .
" Sepertinya Kak Hugo memang mencintai Neva , makanya dia berharap jiwa Neva kembali " . Batin Neva kecewa .
" Aku tidak tahu Kak, tapi aku usahakan jiwa Neva kembali ke raganya " . Jawab Neva dan langsung beranjak berdiri masuk ke dalam kamarnya .