Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 25
Novianti terus saja menghubungi ponsel sang anak namun tetap saja tidak ada jawaban. Bahkan Novianti pun berusaha menghubungi Glen yang sama sekali panggilannya tidak di jawab.
Saat Novianti tegah gelisah mencoba menghubungi Neysia, tiba-tiba saja Neyisa membuka pintu dan masuk ke dalam rumah dengan keadaan yang menangis.
"Neysia. Apa yang terjadi?" Tanya Novianti sambil menghampiri sang anak.
"Ibu aku lelah." Jawab nya. Neysia berjalan melewati sang ibu. Namun langkah kakinya terhenti kala Novia berucap.
"Apa benar yang di katakan orang di luar sana jika rumah tangga mu dan Glen sedang tidak baik-baik saja?"
Neysia diam, sehingga membuat Novianti menghampiri sang anak dan berdiri tepat di depan Neysia.
"Katakan! Apa itu benar?"
"Ibu.." Ucap Neysia sambil menatap wajah sang ibu.
PLAK.....
Satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi Neysia.
"Ibu." Panggil Neysia sambil mengusap pipinya yang terasa nyeri karena tamparan ibunya.
"Cepat pulang kerumah suami mu. Ibu tidak ingin kau berpisah dengan Glen. Ibu tidak ingin kita hidup susah" Kata Novia dengan nada yang emosi.
"Tidak! Aku tidak mau bu. Aku tidak ingin kembalu ke rumah itu." Jawan Neysia dan berlalu meninggalkan sang ibu.
"Neysia. Neysia!" Panggil Novia namun tidak di gubris sama sekali oleh Neysia.
•••••
Bian membuka pintu apartemen dan mendapati sang ibu yang saat ini sedang duduk di sofa dengan kaki yang menyilang.
"Ibu." Kata Glen yang kaget melihat sang ibu yang berada di apartemennya selarut ini. Lalu Bian mengingat Neysia, dan buru-buru Bian ingin melangkah menuju kamar.
"Wanita itu sudah ibu usir." Kata Rossa sehingga Bian menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah ibunya.
Rossa menyesap teh hangat miliknya yang sempat di buatkan oleh Kai.
"Ibu tidak suka dengan wanita itu." Kata Rossa tanpa menatap wajah Bian sedikit pun.
"Bu.."
"Bagaimana pun Vanya adalah istrimu yang kau pilih sendiri. Harusnya kau jadi suami harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau pilih."
"Iya aku tahu Vanya istriku tapi Neysia dia..." Kata Bian terpotong.
"Dia hanya masa lalumu. Dia hanya wanita yang tidak mau menerima kekurangan mu. Berbeda dengan Vanya. Dia mau menerima dirimu seutuhnya."
"Ibu." Sentak Bian.
Rossa berdiri lalu mengambil tasnya.
"Besok Vanya kembali. Stop drama rumah tanggamu. Buat Vanya bahagia jangan membuat dia menangis." Kata Rossa lalu keluar dari apartemen milik Bian.
••••
Perlahan mata Vanya terbuka, dan betapa kagetnya Vanya saat menyadari jika saat ini ia sedang berada di rumah utama Rossa, rumah sang ibu mertua.
"Mati aku." Gumam Vanya, lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya.
Dua puluh menit berlalu. Kini Vanya sudah selesai mandi, dan betapa kagetnya Vanya saat melihat baju yang berada di dalam lemari.
"Waoo ini baju apa?" Tanyanya pada diri sendiri. Baju dress di atas lutur dengan tali keli yang melingkar di pundak. "Bahkan baju ini lebih sexi dari baju di club malam." Kata Vanya, namun ia tetap memilih salah satu baju, dan pilihan Vanya jatuh pada baju kaos milik Bian. Karena tidak mungkin Vanya memakai baju sexi mengingat ini rumah utama, dan ada penjaga laki-laki yang sering keluar masuk di dalam rumah.
"Sudah bangun?" Tanya Rossa saat melihat Vanya berjalan menghampirinya.
"Ibu maaf, soal semalam." Kata Vanya menyesali apa yang terjadi, karena sudah dapat di pastikan jika ibu meretuanya yang pasti menjemput dirinya dalam kondisi mabuk.
"It's oke. Bagaimana apa sudah tidak pusing?"
"Tidak bu. Oh ya, bagaimana dengan Mia temanku?"
Rossa tersenyum. "Dia baik-baik saja."
"Sekarang bantu ibu. Ibu akan mengajarimu memasak makanan kesukaan Bian, dan juga mengajarimu bagaimana membuat Bian jatuh cinta padamu."
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...